Minggu, 20 September 2015

Vajravahari di Tengah Angkasa Memasuki Tubuh, Bisa Menyucikan Dharmakaya, Sambhogakaya, dan Nirmanakaya

Ceramah Keduapuluhsatu Sadhana 9 Tingkat Dzogchen oleh Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada Upacara Agung Homa Vajravahari tanggal 25 Agustus 2013  di Rainbow Temple

Pertama-tama kita sembah sujud pada guru silsilah, sembah sujud pada Bhiksu Liaoming, Guru Sakya Dezhung, Gyalwa Karmapa ke-16, Guru Thubten Dhargye, sembah sujud pada Triratna Mandala, sembah sujud pada Yaochi Jinmu, semua Tathagata, Bodhisattva, Vajra, Dharmapala, Dakini, dan Para Dewa, sembah sujud pada adinata homa Vajravahari Dorje Palmo, sembah sujud pada 108 sosok Dorje Palmo.

Gurudhara, Thubten Ksiti Rinpoche, Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat se-Dharma, dan umat se-Dharma di internet, (Mahaguru membacakan nama-nama tamu agung), dan tamu agung umat se-Dharma yang berasal dari berbagai penjuru dunia, dan tamu agung di internet, semua hadirin adalah tamu agung.
  
Pertama-tama memperkenalkan adinata homa Minggu depan 1 September pukul 3 sore, Bodhisattva Maitreya. Pada zaman Buddha Tisya, ada dua Bodhisattva harus turun ke dunia manusia menjadi Buddha Raja Maha-dahsyat, pertama adalah Buddha Sakyamuni, satu lagi adalah Bodhisattva Maitreya, keduanya harus pilih salah satu. Saat itu, Buddha Tisya memperhatikan kedua siswa ini, Ia melihat jodoh Buddha Sakyamuni dengan dunia manusia lebih dekat, oleh karena itu, Ia meminta Buddha Sakyamuni lebih dulu turun, menjadi Buddha Raja Maha-dahsyat; Bodhsiattva Maitreya belakangan baru turun, juga merupakan Buddha Raja Maha-dahsyat, bernama Buddha Maitreya. Sesungguhnya, Bodhisattva Maitreya dan Buddha Sakyamuni adalah saudara, namun, Maitreya lebih belakangan menitis karena jodoh-Nya dengan dunia manusia belum matang, Buddha Sakyamuni lebih dulu matang, kemudian Maitreya, Ia dan Buddha Sakyamuni sama-sama mulia, juga penyelamat Dunia Saha. Tentu saja! Kekuatan Dharma tidak bertepi, kalian mau menjadi donatur atau tidak, terserah kalian. Perkenalan selesai.

Pengumuman personalia,  di Sacramento, California ada sebuah SACRAMENTO TRUE BUDDHA TEMPLE, ada dua orang ketua vihara, satu adalah Bhiksuni Lama Liancai, satu lagi adalah Bhiksuni Lama Lianqi, mereka sama-sama diabhiseka menjadi Acarya. Selain itu, ada seorang Bhiksu Lama Lianhong dari True Buddha Florida St. Dak Tong, Florida, juga diabhiseka menjadi Vajracarya. Bhiksu Lama Lianhong direkomendasi khusus oleh Acarya Lianzhi; Acarya Lianyin dari Seattle juga merekomendasi dua orang, satu adalah Bhiksu Lama Lianqing dari Rainbow Temple, satu adalah Bhiksuni Lama Lianxi, hari ini beberapa bhiksu/ni Lama akan diabhiseka menjadi Acarya. Di antara semua bhiksu/ni Lama, banyak orang berbakat, asalkan Mahaguru melihatnya, atau acarya melihatnya, mereka merekomendasi, Mahaguru melakukan abhiseka, menganugrahi abhiseka Pancadhayani Buddha, mendapatkan abhiseka mahkota dan menjadi acarya. (Hadirin tepuk tangan)

Homa yang hari ini saya lakukan adalah abhiseka Vajravahari, mantra nama Vajravahari yang terpendek adalah: "Om. Duo Jie Pa Mu. Suoha." Sama halnya memanggil nama-Nya. Dorje adalah Vajra, Palmo adalah Vahari, Beliau adalah titisan Bhagawati Prajnaparamita. Buddha 3 kali memutar Dharmacakra, pemutaran pertama adalah Empat Kebenaran Mulia, kemarin di dalam upacara menyampaikan tentang Sravakayana atau Arahat, ada 4 tingkat pencapaian, antara lain: Srotapanna, Sakadagami, Anagami, Arahat. Pemutaran roda Dharma kedua tergolong sistem prajna, akhir dari Sutra Hati: "Om. Jie di. Jie di. Bo luo jie di. Bo luo zeng jie di. Pu ti suo po he." tergolong sistem prajna. Sumber utama Vajravahari adalah Bhagawati Prajnaparamita. Sebenarnya, Bhagawati Prajnaparamita itu sendiri boleh dikatakan adalah sumber utama dari seluruh Bhagawati, Vajravahari Dorje Palmo yang dijelmakan-Nya adalah sumber utama dari seluruh dakini di dalam Tantrayana, sumber utama dari semua sistem Bhagawati dan sistem prajna. Di dalam Aliran Nyingmapa, bahkan di dalam seluruh aliran, menggunakan Vajravahari. Nyingmapa terdapat beberapa Dharmapala utama, seperti Simhamukha Dakini, Ekajati, dan Rahula, semua tergolong Dharmapala Nyingmapa yang sangat agung. Kita sebut Dakini Simhamukha adalah Senge Dongma, sebut Bhagawati Ekajati adalah Ralchigma, Rahula? Tubuhnya seperti naga, banyak wajah, dewa Dharmapala yang sangat agung, Rahula yang disebut di China adalah komet, yaitu sebuah bintang yang berekor panjang.

Vajravahari adalah yidam yang ditekuni oleh setiap yogi penekun Tantra untuk melatih bermacam-macam sadhana seperti nadi tengah, api tummo, bindu, dan anasrava, oleh karena itu, yidam Dorje Palmo yang satu ini sangat penting. Karena jika Anda hendak menekuni Sadhana Api Tummo, tentu harus memohon pemberkatan dari Vajravahari. Api tummo pada umumnya adalah dua buah segitiga bertumpuk, Dorje Palmo seperti api yang menyala, gaya-Nya, bentuk-Nya, seperti api yang membara-bara, Ia berdiri tegak di Shengfagong (生法宮), Shengfagong yang biasa saya katakan adalah segitiga dua dimensi, di tengah berdiri Vajravahari, selanjutnya adalah segitiga yang berdiri tegak, dua buah segitiga saling tumpang tindih. Oleh karena itu, Vajravahari yang satu ini merupakan yidam umum bagi semua yogi Tantra dalam melatih api tummo, dari Vajravahari lahir banyak Dakini. Oleh karena itu, hari ini di angkasa datanglah 108 Vajravahari Dorje Palmo. Saat saya mengadakan homa, ketika saya berkonsentrasi, semua Vajravahari di tengah angkasa masuk ke dalam tubuh saya dari nadi tengah, Ia mampu membersihkan nadi tengah, dapat membersihkan api tummo, membersihkan semua cakra, membersihkan lima cakra, tujuh cakra, membersihkan bindu. Membersihkan apa? Membersihkan nadi tengah kita, membersihkan prana kita, membersihkan bindu kita. Di dalam Tantra mengatakan, saat ia membersihkan prana kita, Anda sendiri berubah menjadi Nirmanakaya; ketika Ia sedang membersihkan nadi tengah kita, sama halnya membersihkan Sambhogakaya kita; saat membersihkan bindu kita, Ia akan menjadi Dharmakaya, sehingga Dharmakaya, Sambhogakaya, dan Nirmanakaya bisa dibersihkan. Oleh karena itu, Vajravahari adalah sesosok yang terpenting dalam bhavana kita, baik sadhana luar maupun sadhana dalam, Ia bisa dijadikan yidam. Tubuh-Nya seperti gadis cantik dan lincah, berwajah satu dan berlengan dua, tubuh tanpa busana berwarna merah, bergaya menari, kaki kanan ditekuk menggantung, kaki kiri menginjak di atas tengkorak teratai cakra candra, seluruh tubuh memancarkan sinar merah ke seluruh penjuru. Rambut berdiri, kepala mengenakan mahkota 5 tengkorak kepala, di samping kepala terdapat sebuah kepala babi, kata "Hai", sehingga disebut "Haimu". Tangan kanan Vajravahari mengangkat Trigug, tangan kiri memegang Kapala yang penuh dengan darah segar (yaitu Kapala) di depan dada, di dalam pundak kiri-Nya merangkul Vajra yang dihiasi dan tongkat langit yang terdapat 3 kepala, disebut juga Khatvanga (melambangkan menyingkirkan keserakahan, kemarahan, dan kebodohan). Kita tahu adinata homa hari ini adalah memegang Khatvanga, yang memegang Khatvanga masih ada Padmasambhava, Simhamukha Dakini, dan Senge Dongma, Mereka dan Padmasambhava mempunyai hubungan yang sangat erat, kerena sama-sama memegang Khatvanga.
  
Kemarin kita menyampaikan tentang Sravakayana, ada satu titik berat, jika mau menekuni Sravakayana, asalkan keserakahan disingkirkan, maka bisa menebas pikiran serakah. Semua kejahatan manusia terutama berasal dari keserakahan, keserakahan ada tiga jenis, satu adalah serakah kedudukan, Anda ingin menjadi pejabat besar, ingin naik pangkat, itulah kedudukan dan popularitas; selain itu adalah serakah materi, semua orang ingin mendapatkan uang yang banyak, yaitu serakah materi, ada yang menggunakan segala cara, sehingga melakukan karma keserakahan; ketiga adalah serakah rupa, manusia berasal dari hasrat, pria dan wanita pun memilikinya, setiap orang memilikinya. Diri kita manusia adalah kotor, dan kotoran tersebut harus dibersihkan, sehingga terlebih dahulu harus menyingkirkan keserakahan. Sravakayana yang kemarin sempat diulas, terlebih dahulu harus menyingkirkan keserakahan, kemudian terbebas dari keserakahan, Anda pun bisa mencapai tingkat tertinggi dari Arahat. Oleh karena itu, terutama adalah keserakahan, serakah materi, serakah rupa, serakah kedudukan, ketiga keserakahan ini paling penting, kita cukup menyingkirkannya hingga tuntas. Tangan Arahat penekun Sravakayana tidak menyentuh uang, tangan tidak boleh menyentuh uang, artinya tidak serakah materi. Namun, ada orang mengatakan, "Tangan saya tidak menyentuh uang, saya jepit dengan sumpit", ini tidak baik. Arahat juga tidak serakah makanan, makan juga tidak serakah, juga tidak serakah rupa, oleh karena itu, Arahat meninggalkan kota, melatih diri seorang diri di dalam pedalaman gunung, di sana tidak ada wanita; seperti di dalam goa Gridhra-kuta Hill tidak ada wanita; melatih diri di dalam pemakaman juga tidak ada wanita; di padang belantara, di tempat yang jauh dari kota, di sana tidak ada wanita. Melatih diri di tempat yang tidak ada wanita, maka tidak akan serakah rupa, tidak serakah materi, tidak serakah kedudukan, masih ada popularitas dan kedudukan apa lagi? Niat meninggalkan keduniawiannya sudah sangat kuat, ia tidak menginginkan popularitas dan kedudukan lagi, dengan demikian, barulah dapat benar-benar melatih diri, menjadi Arahat sejati. Itu sebabnya, dalam hal sandang, ada yang namanya Pamsu-kula, dalam hal pangan, makan makanan hasil pindapata, seperti tidak tidur berbaring, sering kali ada yogi demikian tinggal di dalam pedalaman gunung, tidak ada makanan, ia pun turun gunung, berharap orang lain memberikan persembahan kepadanya, setelah ia mendapatkan benda-benda tersebut, lalu kembali ke dalam pedalaman gunung dan melatih diri. Di India, Nepal, Bhutan, Tibet, ada yogi demikian, ini tergolong penekun Sravakayana. Selain pakaian, ada sebuah patra, dan barang keperluan sehari-hari, selain itu, tidak ada materi lain lagi, tidak ada yang namanya rumah, mobil, apapun tidak ada. Kemarin kita mengulas tentang Sadhana Arahat, kita semua tahu bahwa sulit sekali ditekuni, sebenarnya ini hanya sabda Buddha pada pemutaran roda Dharma yang pertama -- Dukha, Samudaya, Nirodha, dan Marga, sangat penting. Ada lagi tidak makan setelah lewat tengah hari, bagaimana jika perut lapar pada senja hari? Hanya minum cairan, atau permen, seperti Amerika ada semacam permen, seperti coklat...(protein bar), benar, makanan semacam itu, benar, setelah makan makanan tersebut, bisa menahan lapar. Kita telah memperkenalkan Vajravahari, juga telah memperkenalkan penekunan Sravakayana, sangat sulit, namun, jika Anda berteguh hati, Anda pasti bisa.

Saya jelaskan lagi Trekcho pada Anda semua, yaitu langsung menghentikan. Kebetulan ada seseorang membawa hasil memanah, saya bacakan dulu pada Anda semua, "Pertama-tama, terima kasih kepada Mahaguru tanpa kenal lelah menyeberangkan insan di enam alam kehidupan, siswa bersarana pada Mulacarya dan Triratna, terima kasih sedalam-dalamnya kepada Mahaguru atas maitri karuna tidak terhingga, mudita upeksa tidak terhingga menyeberangkan para insan, semoga Mahaguru sehat selalu, menetap selamanya di dunia, tidak memasuki parinirvana, memutar Dharmacakra. Pemahaman Dharma siswa tidak dalam, memberanikan diri memanah, mohon Mahaguru membacanya. Si A bertanya, "Bagaimana menghentikan kerisauan?" Si B menjawab, "Merenungkan, melatih diri berpedoman pada Mahaguru maka dapat menghentikan kerisauan." Si A berkata, "Mahaguru mengatakan bahwa Ia tidak menyampaikan Dharma apapun." Si B pun berkata, "Kalau begitu, merenungkan dan melatih diri tidak berpedoman pada apapun." Si A berkata, "Jika merenungkan dan melatih diri tidak berpedoman pada apapun, maka apapun tidak dipikirkan." Si B berkata, "Benar! Apapun tidak dipikirkan, di mana kerisauan?" Memanahnya adalah "apapun tidak dipikirkan", maka tidak ada kerisauan. Oh! "Dana persembahan 55 CAD", ia mengatakan 55 CAD adalah "wu wu duan wu", nama samarannya "Si Da", nama alias "Wu Zhu", "Tidak menetap tiada kerisauan", bagus sekali. "Apapun tidak dipikirkan, kerisauan ada di mana-mana, tidak menetap dan tiada kerisauan", hasil memanahnya bagus sekali. Namun, pertanyaan saya adalah, "Mengapa Anda bisa tidak memikirkan apapun?" Mohon jawab pertanyaan ini, Anda pun mencapai pencerahan. "Mengapa Anda bisa tidak memikirkan apapun?" Mengapa? Anda langsung menghentikan kerisauan, kerisauan disingkirkan, seketika, kerisauan "Hum. Pei." Pei adalah menghentikan, kerisauan dihentikan sepenuhnya, tak disangka Anda dapat menghentikan sepenuhnya, di mana alasannya? Anda dapat menghentikan kerisauan, Anda bisa tidak memikirkan, menghentikan semua pikiran, mengapa Anda bisa? Jika Anda dapat menjawabnya, itulah pencerahan. Itulah Trekcho.

Ini adalah lelucon dari Chen Chuan-fang, sekedar menghibur. Berantam dengan istri, saya tidur di dalam kamar kecil, namun, istri masih sangat marah, kelambu saya digunting hingga berlubang, berkata, "Biarlah nyamuk menggigit kamu sampai mati." Saya berpikir, "Malam ini nyamuk beruntung." Setelah lewat satu jam, istri membawa sebuah lem transparan, saya sangat terharu, istri memang bermulut pisau, namun berhati lembek. Ketika saya mau mengucapkan terima kasih, ia pun bergumam, "Nyamuk sudah masuk lumayan, jangan biarkan mereka kabur." Ini adalah dunia manusia, dunia manusia bisa berantam, istri dan suami sering berantam, bisa saling mengerjai. Anda mampu tidak memikirkan, tidak memikirkan semua ini? Lelucon kedua, saya dan rekan kerja saya sedang jalan-jalan, tidak sengaja kotoran burung jatuh ke hidung, hidung berubah menjadi putih, rekan kerja langsung menarik tasnya, mencari sesuatu, saya sangat terharu memperhatikannya, karena ia sedang mencari tisu untuk membantu saya menyeka kotoran burung. Alhasil, rekan kerja saya tak disangka mengeluarkan telepon selular, memotret hidung saya yang berwarna putih, bahkan berkata, "Jangan bergerak, rasio peluang semacam ini sangat rendah, saya harus memasang foto ini di internet." Ini juga pikiran, sangat lucu. Kedua lelucon ini adalah lelucon lain dari Chen Chuanfang, ini kita gunakan dalam hal bahasa, asosiasi, oleh karena itu, hendak menghentikan semua pikiran itu sangat sulit. Apa yang dimaksud Zongcai (komisaris)? Yaitu selalu memecat orang. Apa yang dimaksud Laoban (bos)? Selalu berwajah cemberut adalah laoban. Apa yang dimaksud Zongjian (pengawas umum)? Selalu mengawasi orang. Apa yang dimaksud Jingli (manajer)? Yaitu selalu tidak memegang prinsip. Apa yang dimaksud Mishu (sekretaris)? Ini sungkan diucapkan, agak berwarna. Aneh, selalu bercampur sedikit warna. Ini juga disebut semacam pikiran, semua ini adalah lelucon dari hasil pemikiran, benar-benar ingin menghentikan kerisauan, sebenarnya harus mencapai "Surga Asanjnisattva", begitu mencapai "Surga Asanjnisattva", maka menghentikan kerisauan, jika Anda dapat menghentikan kerisauan, Anda pun dapat memasuki "Asanjnisattva", boleh dikatakan itu adalah "Lima Surga Suddhavasa".
  
Kebetulan banyak orang menjadi donatur utama, satu demi satu dijamah kepala, satu demi satu mempersembahkan khata, kedua tangan hampir bukan milik saya lagi, donatur utama kali ini benar-benar sangat banyak. Terima kasih kepada Anda semua atas kehadirannya pada upacara homa hari ini, terima kasih kepada seluruh donatur utama, dan donatur utama dari mancanegara, dan banyak donatur utama dan umat se-Dharma yang menyaksikan internet, terima kasih banyak. Apa kabar, Tai Ka Hou (Bahasa Kanton), Ni hao, Da Jia Hao (Bahasa Mandarin), どうもこんにちわ(Bahasa Jepang: apa kabar), and Good afternoon (Bahasa Inggris: selamat siang) and selamat siang and selamat petang (Bahasa Indonesia), memberikan salam sejenak.

Mari kita bahas lagi tentang Togal, di dalam Sadhana Dzogchen, ada dua Nyingthig, satu bernama Khandro Nyingthig, milik Padmasambhava, satu lagi bernama Pema Nyingthig, milik Vimalamitra, Nyingthig adalah sumsum, selanjutnya adalah Longchen Nyingthig, Longchen Rachampa menggabungkan Khandro Nyingthig dan Pema Nyingthig, disebut sebagai Longchen Nyingthig. Di dalam Nyingthig, terutama menjelaskan tentang Trekcho di dalam Atiyoga, satu bernama Togal, Trekcho diterjemahkan menjadi langsung menghentikan, dengan kata lain, memahami hati; Togal, boleh dikatakan adalah terang jatidiri muncul, yaitu melampaui seketika. Ketika kita menghentikan semua pikiran, saat ini, nadi tengah dengan sendirinya bersih, karena pada dasarnya, prana Anda adalah prana kemudahan, setelah berubah menjadi prana kebijaksanaan, ketika sedang membersihkan nadi tengah, sampai saatnya, nadi tengah akan bercahaya, cahaya nadi tengah akan terpancar, terang semacam ini terpancar, disebut juga melampaui seketika, yang berarti bebas leluasa. Menurut Aliran Pema, yang namanya Togal Atiyoga adalah Sadhana yang sangat tinggi, secara singkat memperkenalkan pada Anda semua. Ia sendiri meminjam cahaya dari luar. Apa cahaya dari luar? Seperti langit cerah tanpa awan, Anda membayangkan diri sendiri sebagai angkasa, tidak ada pikiran, Anda menghentikan pikiran, terang jati diri Anda itu akan terpancar keluar, ini diperoleh dari memandang langit cerah tanpa awan. Selain itu, Anda melihat cahaya matahari, namun, Anda tidak boleh langsung melihat cahaya matahari, Anda hanya bisa melihat cahaya matahari yang baru saja terbit dan cahaya matahari senja yang hampir terbenam, ini adalah melihat cahaya matahari. Juga melihat cahaya lampu, seperti cahaya lampu kita ini, cahaya matahari harus Anda bayangkan menjadi cahaya putih, seluruh tubuh Anda dileburkan menjadi cahaya putih; cahaya bulan adalah cahaya berwarna kuning, leburkan seluruh tubuh Anda; cahaya lampu tergolong cahaya merah, leburkan seluruh tubuh Anda; semacam cahaya warna-warni, termasuk memancarkan cahaya, metode yoga semacam ini dinamakan Yoga Putih, sementara, yang namanya Pertapaan Hitam, merupakan Yoga Hitam, oleh karena itu, ada Yoga Putih, ada Yoga Hitam, ada cahaya banyak warna. Mengapa memandang cahaya, cahaya dari luar memicu cahaya dari dalam untuk membersihkan nadi tengah Anda, membersihkan prana Anda, mnembersihkan bindu Anda? Itu karena sebuah pembuluh nadi mata Anda hingga jantung Anda, hati juga bukan hati fisik, namun, teratai yang mekar dari cakra hati, di dalam ada surya, cakra candra, di dalamnya ada cahaya biru. Homa hari ini, jika Anda telah melihat, di dalam homa hari ini, ada cahaya Vajravahari, merupakan cahaya biru. Api merah, cahaya biru, warna biru adalah api induk, Anda melihat api induk sama halnya melihat Buddhata. Saat cakra hati Anda terbuka, ada sebuah api berwarna biru yang setinggi ibu jari, itu adalah cahaya induk, itu adalah Buddhata sejati. Cahaya di luar masuk ke dalam, cakra hati dari lima cakra terbuka di dalam muncul cahaya biru, inilah Buddhata, Buddhata ini akan membuat tubuh Anda terus bertambah, hingga seluruh tubuh Anda melebur semua, Anda pun berubah menjadi penjelmaan tubuh sinar pelangi. Demikian penjelasan singkat dari metode melampaui seketika.

Ada seorang pemuda tampan, ia berkata pada teman wanitanya, "Sayang, kamu lihat di kalung ini kebetulan ada 22 butir berlian, saya mau berikan padamu." Si teman wanita bertanya, "Mengapa kamu mau memilih 22 butir berlian?" Si teman pria berkata, "Sama seperti umurmu!" Hati si teman wanita diam-diam menyalahkan diri sendiri, "Alangkah baiknya jika saya beritahu umur saya yang sebenarnya." Dengan demikian ia pun bisa untung lebih banyak berlian. Saya beritahu Anda semua, di antara umat kita, ada orang melihat cahaya bindu, cahaya bindu berkilauan seperti berlian; di antara umat, sudah banyak orang bisa melihat cahaya bindu, Anda mampu memejamkan mata, melihat bindu Anda sendiri muncul, ini sudah sangat luar biasa. Anda menambah terang, jumlah sebutir bindu, tadinya 22 butir bindu. (Seketika sebotol parfum di belakang Mahaguru terjatuh), wah! Fenomena gaib, dakini masih belum puas? Ada orang menyentuhnya? (Tidak ada) Tidak ada orang menyentuh! Semprot lagi sebentar! Mempersembahkan kepada seluruh dakini, mempersembahkan kepada bunda pelindung empat penjuru, dakini delapan penjuru, dewi dua puluh dua surga. Di sini masih ada sebotol lagi, ini adalah persembahan dari Acarya Lianning, mempersembahkan kepada bunda pelindung empat penjuru, dakini delapan penjuru, dewi dua puluh dua surga, fenomena gaib, Dorje Palmo yang menjatuhkan beberapa persembahannya, parfum itu dipersembahkan kepada dakini. Sampai mana ceramah saya? Dua puluh dua butir berlian, kita harus visualisasi agak banyak, kita harus dapat melihat agak banyak, Anda melihat semua cahaya berkumpul dan berubah menjadi sebuah cahaya. Saya beritahu Anda bagaimana melihat cahaya, bola mata diputar-putar, setiap pagi saya memutar bola mata 14 kali, mata dipejamkan dan diputar 14 kali, berhenti sejenak, Anda bisa melihat sebagian cahaya; Anda memperhatikan cahaya, kemudian mata terpejam, bola mata diputar 14 kali, berhenti sebentar, Anda bisa melihat cahaya, jika Anda dapat mempertahankan cahaya, kemudian, terus menambahkan terang, tadinya sebutir cahaya bindu berubah menjadi banyak cahaya bindu, berubah menjadi rantai Vajra. Pada upacara Kalacakra saya sempat menyampaikan tentang rantai Vajra, setelah depan kita diubah menjadi cahaya, berubah menjadi layar vajra, saat ini dari dalam cahaya muncullah Buddha, kepala Buddha, separuh tubuh Buddha, kemudian muncul keseluruhan tubuh Buddha, kemudian di dalam samadhi Anda sendiri, memasuki ke dalam layar Vajra dan menyatu dengan Buddha, itulah samadhi sejati. Saat ini Anda pun mencapai kebuddhaan. Apa fenomena saat mencapai kebuddhaan? Semua Buddha di sepuluh penjuru dan tiga alam pun muncul di tengah angkasa, semua memancarkan cahaya menerangi Anda, sama dengan layar Vajra, Anda sendiri pun berubah menjadi transparan ibarat layar vajra, Anda menyatu dengan layar vajra, menyatu dengan semua Buddha, ini barulah disebut mencapai kebuddhaan. Semua Buddha di sepuluh penjuru dan tiga alam muncul dalam bentuk cahaya, Mereka menerangi Anda dengan cahaya, semua cahaya cakra hati Anda pun terpancarkan, Buddhata di dalam hati Anda pun meninggi, menguat, juga berubah menjadi layar Vajra, Anda menyatu dengan semua Buddha di sepuluh penjuru dan tiga alam, Anda pun menjadi Buddha, ini barulah mencapai kebuddhaan, menjadi Buddha Sambhogakaya. Karena Buddha Dharmakaya itu tidak berwujud, Buddha Sambhogakaya adalah cahaya, Buddha Nirmanakaya adalah titisan di dunia, menyeberangkan para insan.
  
Buddha memiliki tiga tubuh, satu adalah Dharmakaya, tidak berwujud; satu adalah Sambhogakaya; satu adalah Nirmanakaya. Sambhogakaya adalah terang yang cemerlang, dirias sangat agung. Buddha Sambhogakaya semacam ini juga kita butuhkan dalam melatih Rupakaya dewa, Buddha Sambhogakaya adalah wujud Buddha yang dijelmakan dari Rupakaya dewa; Buddha Nirmanakaya adalah titisan di Dunia Saha, Buddha yang menyeberangkan para insan, itulah Buddha Nirmanakaya, Buddha yang menitis di mana-mana. Kadang-kadang, sesosok Buddha bisa menjelma menjadi banyak Buddha, seperti Bodhisattva Avalokitesvara, ini adalah titisan dari Bodhisattva Avalokitesvara, itu juga titisan Bodhisattva Avalokitesvara. Begitu banyak Bodhisattva Avalokitesvara? Karmapa juga merupakan titisan dari Cherenzig (Avalokitesvara berlengan 4), Dalai Lama juga titisan dari Cherenzig, mana ada begitu banyak Cherenzig? Sungguh, banyak titisan Avalokitesvara di dunia manusia, satu adalah Dakini putih, Ia boleh menitis banyak dakini di dunia manusia; sesosok Vajravahari, sesosok Dakini merah juga bisa menitiskan banyak Dakini di dunia manusia; demikian juga, prinsip penitisan adalah dakini yang tidak terhingga di Dunia Saha.

Ada sebuah lelucon tentang gagap mau diperdengarkan pada Anda semua, kita harus melatih diri sungguh-sungguh, agar gagap kita bisa sembuh, juga bisa menyucikan diri kita sendiri, menyucikan seluruh pembuluh nadi di dalam tubuh sendiri, semua harus disucikan. Suatu hari, Aming yang gagap membawa teman wanitanya pulang mengunjungi orang tuanya, ayah bertanya, "Siapa nama Anda?" Aming berkata, "Ia adalah ji...ji...ji..." Ayah berkata, "Apa? Ia adalah 'jinv'?" (wanita tunasusila) Aming sampai akhirnya baru bisa melontarkan kata, "Dia adalah Nona Ji." Gagap juga harus disucikan, melatih Visualisasi Peti Pedang Bodhisattva Manjushri, bisa menyembuhkan gagap. Ayah bertanya, "Apa pekerjaan teman wanitamu?" Aming berkata, "Ia menjual chun...chun...chun...chun..." Ayah berkata, "Menjual chun (keperawanan) bukankah itu wanita tunasusila!" Aming berkata, "Bukan, dia menjual chunjuan (lumpia)!" Suatu hari, ayah Aming mengalami kecelakaan lalu lintas, ibu mendengar kabar langsung menuju rumah sakit, ibu bertanya, "Bagaimana dengan ayahmu?" Aming menjawab, "Si...si...si...si..." Si ibu langsung menangis keras, "Sudah matikah?" Aming menjawab, "Si bu liao." (Tidak mati-mati) Ternyata masih hidup, sia-sia menangis. Suatu hari, Aming sakit demam, perawat yang piket tengah malam, ia lupa apakah telah menyuntik Aming atau belum, perawat bertanya pada Aming, "Apakah sudah disuntik?" Aming menjawab, "Da..da..da.." Perawat langsung menusukkan jarumnya, Aming berkata, "Sudah disuntik." Kadang-kadang begini, kita harus menyucikan tubuh kita sendiri, sebenarnya lidah juga harus disucikan, lidah mengalami penuaan juga bisa gagap, manusia mengalami penuaan! Kemarin saya sempat mengatakan, ibu saya sering berkata, "Kamu akan tahu setelah kamu tua." Saat kita kecil berloncatan, dari atas tempat tidur loncat ke bawah, dari bawah tempat tidur, loncat ke atas, dari atap loncat ke bangku, dari bangku loncat ke atap, berloncatan, menyusup. Seperti saya mengeluhkan ibu saya berjalan sangat pelan, "Mengapa ibu berjalan begitu pelan? Mengapa ibu tidak mau lari? Mengapa tidak mau agak cepat?" Ia berkata, "Lutut saya sakit." Ibu saya mengatakan lututnya sakit, saya berkata, "Mengapa kami loncat ke sana ke mari, lutut tidak sakit?" Ibu saya berkata, "Kamu akan tahu setelah kamu tua." Lanjut usia, penuaan dimulai dari lutut dan kaki. Oleh karena itu, perhatikan! Jika Anda sakit lutut, seperti hormon kehilangan keseimbangan, karena hormon di sana tidak keluar lagi, tidak licin, sehingga tulang bertemu tulang, mana mungkin tidak sakit? Penuaan, lutut, kaki lebih dulu rusak, kaki lebih dulu rusak, lebih dulu menua. Oleh karena itu, ingat, kita harus melatih yoga, melatih Sadhana Air Dewa, agar hormon kita selamanya bertahan di dalam tubuh kita, Anda pun awet muda selamanya, hidup hingga umur 120 tahun.

Chen Chuanfang menceritakan lelucon. Hari ini tidak sempat memperkenalkan Four Big Mothers, Four Big Mothers juga tamu agung, four small little girls, four big mothers. Ia menceritakan lelucon tentang hidup sampai 100 tahun, saya hanya ingat 2, satu adalah "hidup sampai umur 100 tahun, gratis daki gunung", karena sekarang di gunung daratan China, harus beli tiket, kita baru dapat masuk ke dalam gunung, jika Anda berumur 100 tahun boleh tanpa tiket, Anda daki sendiri! Gratis. Saya masih ingat, satu lagi adalah 120 tahun, entah propinsi mana yang mengeluarkan satu perintah, "Anda hidup sampai umur 120 tahun, Anda boleh berpoligami." Anda boleh memilikih lebih dari seorang istri. Saya beritahu Anda, di dalam tubuh yogi itu sendiri selalu penuh dengan hormon, terus-menerus melatih Sadhana Air Dewa, terus melatih, umur 120 tahun, hormon tidak berkurang. Sebenarnya, ada orang berkata, yaitu Li Ao berkata, ia mengatakan Anda berumur 70 tahun tidak perlu melihat-lihat toko peralatan seks. Mengapa? Karena di atas umur 70 tahun sebagian besar alatnya sudah tidak berfungsi lagi. Namun, saya mengatakan sebagian kecil juga bisa, umur 80 tahun juga bisa, umur 90 tahun juga bisa, umur 100 tahun juga bisa, sebagian besar masih bisa berfungsi. Karena fisik manusia berbeda-beda. Namun, sampai umur 70 tahun, hampir tidak berfungsi lagi, Li Ao sendiri tidak sanggup, ia bahkan mengatakan orang lain tidak sanggup. Benar tidak? Sebenarnya, masih sanggup, karena jika Anda masih seorang yogi, Anda sedang bersadhana, hormon Anda tidak akan berkurang, di atas umur 40 tahun, melatonin berkurang separuh, saat tidur malam pun mengalami gangguan tidur; Anda dapat pada umur 40 tahun lebih, tidak mengalami gangguan tidur; sampai umur 60 tahun lebih, 70 tahun lebih, masih tidak mengalami gangguan tidur, sudah sangat luar biasa. Karena hormon melatonin kehilangan keseimbangan, gangguan tidur pun muncul. Tadinya kita saat tidur, otak akan mengeluarkan sesuatu, benda semacam ini dinamakan melatonin, dengan sendirinya membuat Anda memasuki kondisi tidur, ia mengeluarkan melatonin, agar Anda tertidur. Namun, Anda sampai umur 40 tahun lebih, hormon pun berkurang separuh, wah! Melatonin telah berkurang, tidur Anda pun mengalami gangguan. Dokter ahli tidur kita ada di sana! Saya bukan dokter, Anda barulah dokter. Namun, jika saya salah bicara, Anda jangan utarakan, namun, saya dengar-dengar, dokter mengatakan pada saya, ia berkata, "Sebenarnya tidur berhubungan dengan hormon, banyak penuaan berhubungan dengan hormon, asalkan hormon Anda bertahan dan tidak berkurang, tubuh Anda tidak akan menua." Saat kita kecil bisa melihat, saat itu pineal body kita, apa yang dimaksud "pineal body"? Di dalam otak ada sebuah pineal body, ia bisa bercahaya, ia adalah mata ketiga. Oleh karena itu, bisa melihat cahaya, seperti Ping'er kita, sekarang berumur 3 tahun, ia dapat melihat cahaya, tubuh Anda ada cahaya apa, minta Ping'er lihat, kadang-kadang ia suka, ia akan melihat cahaya Anda, tidak suka, ia tidak akan melihat cahaya Anda, ini harus lihat peruntungan. Ia melihat tubuh Mahaguru ada cahaya, kadang-kadang Mahaguru sedang berjalan, akan memancarkan cahaya biru yang sangat terang di tubuh, Ping'er akan berkata pada ibunya, "Jangan mendekati Mahaguru, berjalan agak pelan." Ia berkata pada ibunya, "Tubuh Mahaguru ada cahaya biru yang sangat terang, jangan terpancar olehnya, begitu terpancar, ibu akan terluka." Suatu kali saya sedang berceramah Dharma, saat menyampaikan tentang tubuh pelangi, Ping'er berjalan ke samping pintu untuk melihat saya, "Tubuh Mahaguru terpancar cahaya banyak warna", ia bisa lihat. Selain itu, ada seorang wanita yang mengalami sedikit gangguan, Ping'er berkata, "Di tubuh wanita ini terdapat banyak ulat, setelah ulat ini ditangkap, datang lagi ulat ini, seluruh tubuh adalah ulat, bukan ulat pemalas. Melainkan snakes, satu ditangkap, datang lagi yang lain, selamanya tidak habis-habisnya ditangkap, ada fenomena semacam ini. Ping'er bisa melihat, bertanya padanya, "Di tubuh wanita ini ada apa?" Ia berkata, "Ada banyak ulat." Begitulah, ia anggap snakes itu ulat. Sesungguhnya, ada fenomena demikian, ini disebut pineal body, yaitu mata langit yang memang sudah kita miliki, hanya karena Anda telah dewasa, terkontaminasi, pineal body kita tidak muncul lagi, pineal body ini tersambung ke pembuluh mata, dari mata kita ke ulu hati kita, saat ini, Anda melihat cahaya adalah melihat hati Anda sendiri, akan muncul cahaya, juga ada cahaya lain yang masuk, kemudian ke dalam diri Anda, tubuh Anda melebur, ini adalah arti dari melihat cahaya. Juga ada kekosongan secara pikiran, pikiran kita adalah langit cerah tanpa awan, mulut kita diam, arti dari diam adalah mulut tertutup, Anda harus begitu saat melihat cahaya. Tubuh Anda sendiri adalah bersih, ada mudra, ada duduk singa, ada duduk gajah, ada duduk dewa, ketiga gaya duduk ini, duduk dewa, seperti Milarepa, 6 mudra perapian dalam melatih api kundalini, namun, kakinya tidak disilangkan, kaki lurus, berusaha didekatkan, agar lutut menempel ke dada, gaya duduk memeluk disebut duduk dewa; duduk singa adalah kedua kaki lebih dulu saling bertahan, menjadi sebuah segitiga, kedua tangan ditaruh di antara kaki, ditegakkan, seperti gaya duduk singa; satu adalah duduk gajah, duduk gajah, sama seperti gajah, berlutut, kedua tangan menahan kepala sendiri, menahan kepala sendiri, di bagian kedua pii, kedua pergelangan tangan menahan tanah, kedua kaki berlutut, inilah duduk gajah. Baik duduk gajah, duduk singa, duduk dewa, ketiga cara ini boleh digunakan, melihat cahaya dengan mudra tubuh, melihat cahaya tersebut.
  
Seseorang pergi ke kios tukang ramal dan memaki habis-habisan, "Anda seorang penipu, bukankah Anda mengatakan tadi malam saya mengalami bencana pendarahan? Mengapa tidak terjadi?" Tukang ramal kebingungan, "Tidak mungkin, saya tidak pernah meleset dalam meramal, tadi malam apa yang Anda lakukan?" Bapak itu pun berkata, "Makan bersama seorang nona yang berdada besar." Tukang ramal menepuk pahanya, "Kalau begitu, benar, karena Anda bertemu dada (senada dengan kemalangan) berubah menjadi kemujuran." Ini tentu saja lelucon kita Orang China, orang bule kurang mengerti. Lantas, mengapa lutut Anda harus menahan dada Anda? Itu artinya harus mendesaknya, karena, saat Anda menekuk, seluruh bagian perut didesak, berhubungan dengan Dorje Palmo kita. Anda desak di sana, untuk membangkitkan api kundalini, asalkan api kundalini menyala, tubuh Anda pun akan bercahaya, api kundalini sebenarnya adalah suhu badan. Namun, saat suhu badan masuk ke dalam nadi tengah Anda, seperti api teduh, seperti api induk, kemudian cahaya api induk yang berwarna biru dari Dorje Palmo, digabungkan dengan cahaya nadi tengah yang berwarna merah, maka sangat cemerlang, terang pun akan muncul, itu adalah metode mendesak. Acarya Lianhe dari Brazil, saya mengajarinya metode melatih api kundalini, mengajarinya semacam metode mendesak, dada dan lutut ditekan erat, lebih mudah menyalakan api kundalini, karena menekan bagian perut, karena Anda menggosok, menggosok sekitar pusar Anda, menggunakan cara menggosok, memutar ke kiri 14 kali, memutar ke kanan 14 kali, memutar seperti ini, menggosok juga akan menghasilkan panas, suhu badan dengan sendirinya meningkat. Oleh karena itu, baik menggunakan cara mendesak, menggosok, semua bisa menyalakan api kundalini. Kadang-kadang rupa tidak membuat orang mendambakannya, namun, manusia sendiri yang mendambakannya, tentara pun tahu, di dalam mimpi muncul mimpi basah sehingga menggambar peta, bagaimana setelah menggambar peta? Yaitu bangun tengah malam cuci selimut, takut dilihat orang, bahkan harus mencuci celana sendiri, parah sekali. Sebenarnya, setelah Anda tahu metode ini, saat itu, bagian bawah tubuh Anda dingin, jika Anda mengerti metode menyalakan api kundalini, Anda menggunakan cara menggosok, di bagian pusar, kiri 14 kali, kanan 14 kali, kiri 14 kali, kanan 14 kali, ia pun berubah menjadi kukuh, tidak akan tiris, ini adalah sebuah metode atau teknik, jika Anda tiris di dalam mimpi, tidak baik! Bindu Anda yang paling penting telah tiris. Yang namanya bindu, seluruh kadar air di dalam sekujur tubuh, semua hormon disebut dengan bindu, tidak hanya di sana barulah bindu, namun, bindu ini juga sangat penting. Itu sebabnya, kita harus menekuni Sadhana Anasrava, agar hormon kita tidak terbuang, agar diri kita selalu awet muda, selalu bertenaga, seperti Vajra yang tidak rusak. Ini merupakan sebuah teknik dan metode kita. Sadhana Anasrava Anda berhasil, Sadhana Api Tummo pun lebih mudah menyala, karena Anda harus menyucikan nadi tengah Anda, mesti menyucikan dengan api tummo, yaitu samadhi api tummo Vajravahari, memohon Dorje Palmo memberkati Anda, agar api tummo Anda menyala, dengan mendesak, dengan menekan, harus menggosok, atau diikat erat dengan tali, saat tidur malam, menggunakan tali kungfu, kedua kaki diluruskan, sepeti busur, dada dan kaki sendiri diikat erat, sering digosok, sering ditempel erat seperti ini, api akan menyala. Dan melatih pernapasan botol, agar prana kemudahan berubah menjadi prana kebijaksanaan masuk ke dalam nadi tengah, api tummo Anda pun akan mudah sekali menyala, saat ini meniup api dengan angin, tadinya visualisasi sedikit api kecil, karena angin terus meniup, prana kemudahan terus meniup, meniup ke dalam nadi tengah, berubah menjadi api induk, kemudian berubah menjadi api tummo yang menyala, Anda pun bisa melihat terang. Jerapah kawin dengan monyet, setahun kemudian, jerapah mengajukan cerai, "Saya tidak mau lagi hidup dengan melihat monyet berloncatan di pohon." Monyet juga sangat marah, "Bercerai ya bercerai, siapa pernah melihat mau berciuman saja harus memanjat pohon?" Berciuman pun harus memanjat pohon, sangat merepotkan. Sebenarnya Togal adalah memicu cahaya di dalam tubuh Anda dengan cahaya dari luar, bagaimana sensasinya? Sensasinya akan lama. Saat mulai, pikiran kita adalah kosong, api itu untuk menyucikan nadi, tubuh itu gaya duduk, sensasi perlahan-lahan meningkat; nanti cahaya ini bisa memenuhi alam Dharma, dari titik kecil, berubah menjadi titik besar, dari gelap berubah menjadi terang, dari tidak ada berubah menjadi ada, semuanya tersimpan di dalam Dharmata. Sebenarnya, ini adalah metode bebas leluasa dari Togal, Trekcho adalah langsung menghentikan, Anda bisa Trekcho, baru dapat sepenuhnya mencapai kesucian perbuatan, ucapan, dan pikiran, pikiran baru dapat kosong, tidak memikirkan. Mulut itu diam, tubuh itu bersih, karena kita mampu Trekcho, langsung menghentikan kerisauan, semua pikiran, seketika terang jati diri, dengan sendirinya akan muncul, pienal body Anda baru dapat bercahaya. Menurut antropologi dan zoologi, pienal body tidak hanya dimiliki oleh umat manusia, juga dimiliki oleh hewan. Oleh karena itu, kita melihat, benda yang bisa dilihat oleh sebagian hewan, manusia belum tentu bisa melihat. Anda lihat anjing, dog itu melihat cahaya tersebut, ia dapat melihat benda halus, benda tidak kasat mata, ia bisa melihat, matanya berubah menjadi warna biru atau berubah menjadi warna merah untuk melihat cahaya tersebut, ia bisa melihat, ia sendiri memiliki pineal body. Selain itu, makhluk apa lagi memiliki pineal body? Di dalam laut ada semacam ikan, ia sendiri juga memiliki pineal body, seperti kunang-kunang, ia sendiri juga bisa bercahaya. Oleh karena itu, kita sering menyanyikan lagu kunang-kunang untuk diperdengarkan kepada Ping'er, "Xiao xiao ying huo chong, fei dao xi, fei dao dong, zhe bian liang, na bian liang, hao xiang yi ge xiao deng long." Kunang-kunang juga bisa bercahaya, kita manusia mengapa tidak bisa bercahaya? Manusia juga bisa bercahaya, pineal body kita bisa melihat cahaya, setelah dewasa tidak ada lagi. Karena Anda telah terkontaminasi, jantung tersumbat, semua nadi cakra tersumbat, semua tersumbat maka akan merasakan sakit, jantung Anda tersumbat akan meninggal, stroke otak, pembuluh darah otak Anda tersumbat juga akan meninggal. Jika prana nadi seluruh tubuh tidak tersumbat, saat ini tubuh terang Anda akan muncul, prinsip ini berarti, terang jati diri Anda akan muncul, dan terang yang semula Anda adalah Buddhata Anda, inilah prinsip Togal.
  
Di dalam Tantra Tibet, ada ilmu prana dan nadi, yaitu semacam ilmu prana dan nadi. Sebenarnya, dalam bidang ilmu pengetahuan juga bisa dibuktikan, tubuh kita, semua pembuluh darah, semua pori-pori, semua menembus setiap bagian tubuh, semua ini tidak tersumbat, tubuh Anda sangat sehat; bagian mana yang tersumbat, bagian tersebut kekurangan hormon, bagian tersebut pun sakit, bagian tersebut pun tidak ada bindu, maka tamatlah riwayat Anda. Bindu otak terus-menerus berkurang, Anda pun akan amnesia, daya ingat tidak ada sama sekali. Oleh karena itu, hormon, bindu di seluruh tubuh kita sama halnya dengan semua vitamin dalam tubuh kita, ia mempertahankan sirkulasi hidup kita, di bagian mana yang berkurang, organ di bagian tersebut pun sakit, contohnya Anda tidak mampu mengeluarkan insulin, Anda pun terkena diabetes, apa itu insulin? Yaitu hormon, yaitu bindu, gampang sekali, di bagian tubuh mana kehilangan hormon, kehilangan bindu, organ tersebut pun sakit, ini adalah pengetahuan tentang prana dan nadi di dalam Tantra Tibet. Sebenarnya, pineal body semacam ini, sepenuhnya sama dengan prinsip melihat cahaya, sedikit berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan ilmu kedokteran kita. Kita harus serius bersadhana, harus tekun.

Suami bertanya pada istri, "Kamu mengobrol dengan siapa di depan pintu hingga 3 jam?" Istri menjawab, "Tetangga kita, Nyonya Zhang." Suami bertanya, "Mengapa tidak mempersilahkannya masuk? Bukankah lebih baik mengobrol sambil duduk?" Istri menjawab, "Ia mengatakan tidak ada waktu." Mengobrol 3 jam mengatakan tidak ada waktu. Oh! Mereka sangat mulia. Di sini ada sebuah lelucon, kita harus tekun, harus menghargai waktu kita hidup dunia ini, setiap hari harus bersadhana, tingkat pencapaian kita dalam bersadhana harus meningkat, tingkat pencapaian yang kita peroleh harus meningkat, karena kita tekun, maka sensasi kita harus meningkat. Saat kita melihat cahaya, hanya ada satu, selanjutnya dua, kemudian tiga, selanjutnya banyak, justru mengandalkan ketekunan kita baru bisa tercapai. Jika kita hanya mengobrol di sana, suka mengutarakan banyak kemudahan, ucapan yang tidak berarti, suka duduk bersama mengobrol, waktu pun terbuang sia-sia. Sebenarnya, jangan mengobrol, alangkah baiknya saat mengobrol digunakan untuk bersadhana; Anda punya waktu luang, manfaatkan baik-baik hidup manusia, secepatnya tekun melatih diri itu jauh lebih penting.

Di sini masih ada lelucon, apa yang dimaksud "zhi shu da li"? Penjelasan peribahasa, "Hanya tahu pengetahuan di buku itu tidak cukup, masih harus belajar memberikan cenderamata." Saya kira tidak seharusnya dijelaskan seperti ini, sepertinya kita hanya tahu pengetahuan di dalam Sutra Buddhis, tidak ada gunanya, hanya menjadi pengajar, saya bukan menunjuk Profesor Tam Wai Lun, juga bukan menunjuk Profesor Wang Li. Menjadi profesor, ia memahami pengetahuan di dalam buku, praktek nyata, belum tentu paham. Kita harus paham praktek nyata. Kita mengerti membaca Sutra Buddhis, kita hanya membaca Tripitaka, Sutra, Vinaya, dan Sastra, kita paham, namun, kita tidak mempraktekkan, tidak tekun melatih diri seperti yogi, yogi sepenuhnya tekun melatih diri, Milarepa tidak membaca terlalu banyak Sutra, Ia hanya tahu melatih Anasrava, Api Tummo, Ia berhasil dalam sadhana Api Tummo, tubuh-Nya dengan sendirinya berubah menjadi Buddhata. Oleh karena itu, yogi mengutamakan ketekunan dalam melatih diri, mengutamakan membaca Sutra, sekarang banyak umat Buddha mengutamakan membaca Sutra, tidak mengutamakan ketekunan dalam melatih diri, ini tidak boleh, paling baik keduanya harus ada, inilah "zhi shu da li". "Du ri ru nian", khusus mengacu pada hidup menjadi pengawai negeri, sangat enak, setiap hari seperti merayakan tahun baru, disebut "du ri ru nian". Sebenarnya, kita "du ri ru nian" seperti ini, sehari dianggap sebagai setahun, sangat tekun, tidak ada waktu yang dilewati sia-sia, mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan, melatih apa yang seharusnya dilatih, ini barulah "du ri ru nian". "Ma dao cheng gong", memiliki BMW barulah orang sukses, ia menjelaskan seperti ini. Kita tidak mengatakan seperti ini, kita melatih Vajrayana, apa itu Vajrayana? Vajrayana itu sendiri sudah sangat cepat, apakah ada yang lebih cepat daripada Vajrayana? Yaitu melatih Nyingthig Atiyoga, itu paling cepat. Atiyoga itu paling cepat, setidaknya harus Mahayoga, Anuyoga, Atiyoga, ini sangat penting. Ada lagi yang lebih penting lagi, yaitu sumsum Nyingthig. "Zhi zu chang le", mengetahui ada orang membersihkan kaki kita, tahu ada orang yang traktir, maka hati merasa senang. Kita "zhi zu chang le" itu begitu, setiap hari menyelesaikan tugas setiap hari, maka sangat puas; setiap hari harus bahagia, jangan depresi, karena depresi juga semacam penyakit, itu adalah penyakit kejiwaan. Jiwa Anda sakit, Anda baru bisa depression, Anda sangat depresi, sedikit-sedikit Anda meneteskan air mata, sedikit-sedikit Anda pun sedih, sedikit-sedikit Anda jengkel melihat orang lain, orang lain melihat Anda juga jengkel, saling melihat juga jengkel, setiap hari depresi di sana, menutup diri. "Saya tidak mau melihat orang lain, karena semua orang sedang mencelakai saya." Di antara orang-orang, juga ada yang mencelakai Anda, juga ada yang membantu Anda, juga ada yang ingin membahagiakan Anda, manusia harus "zhi zu chang le". "Jian yi si qian", melihat lawan jenis yang cantik ingin pindah dan tinggal di sana. Sebenarnya, melihat kecantikan, kita terpikir ke sana, namun, harus mengerti mengendalikan diri, di depan begitu banyak bunga, Anda tidak mungkin memetik setiap bunga, hati harus biasa saja. Tidak boleh "jian yi si qian".

"Yu zhong xin chang", orang lain mengucapkan kata-kata keras, hati terus-menerus membenci, ini adalah orang awam. Kita mesti melampaui rangka ini, terlebih sadhaka harus melampaui rangka ini, apa yang dilakukan orang lain, bukan urusan saya, ini adalah dhyana, dhyana luar, dhyana dalam, hati kita sendiri tidak galau adalah dhyana dalam. Bagaimana dhyana luar? Lingkungan sekitar memaki kita, kita sama sekali tidak hiraukan, pokoknya saya tidak melihat, tidak mendengar, tidak mengatakan, diri sendiri tidak melihat, tidak mendengar, tidak mengatakan, di luar tidak mampu mengganggu saya, hati saya sendiri juga tidak akan galau, yang penting hati tidak galau. "You ji ke cheng", melakukan penelitian di luar harus ada pesawat yang bisa ditumpangi, tidak boleh seperti ini, sadhana kita harus berurutan, "Sadhana Dzogchen" adalah 9 tingkatan, harus selangkah demi selangkah, tidak ada opotunitis, mutlak tidak boleh opotunitis, melatih diri dengan mantap dan sungguh-sungguh itu paling penting, seperti Sravakayana adalah tingkat ke-9, jika Anda tidak mampu mencapai Sravakayana, melatih Bodhisattvayana, Bodhisattva di dunia manusia, membangkitkan Bodhicitta, mengutamakan orang lain daripada diri sendiri, tidak mengambil keuntungan orang lain, ini paling penting. Niat meninggalkan keduniawian Anda sangat kuat, Anda pun melatih Sravakayana, Bodhicitta Anda sangat kuat, Anda pun melatih Bodhisattvayana, menyeberangkan insan di dunia manusia, banyak berbuat kebajikan, banyak berbuat karma baik, setidaknya bisa naik ke alam surga, tidak perlu masuk ke tiga alam samsara. Oleh karena itu, tidak boleh opotunitis. Apa yang dimaksud "bu xue wu shu"? Jangan menghabiskan waktu dan tenaga untuk belajar hal yang tidak praktis, "bu xue wu shu" tentu saja bukan seperti ini, namun, penjelasan peribahasa yang satu ini sangat bagus, sungguh, jangan menghabiskan waktu dan tenaga belajar hal yang tidak praktis. Tentu saja, dalam hal duniawi, kita harus menyeberangkan insan, kita harus belajar meramal, belajar fengshui, boleh. Kita memanfaatkan fengshui dan ramalan untuk menyeberangkan manusia memasuki Buddhisme boleh-boleh saja, itu adalah Dharma kemudahan. Namun, banyak hal yang tidak praktis, kita boleh tidak mempelajarinya, seperti Mahaguru belajar memasak, menjadi koki, setiap hari memasak di sana, tidak belajar Buddhadharma dengan sungguh-sungguh, setiap hari memasak di sana, apa gunanya? Itu tugas ibu-ibu, tugas ibu Anda, atau tugas istri Anda, atau Anda cari pembantu untuk melakukannya. Benar tidak? Tidak seharusnya dilakukan oleh sadhaka. Namun, jika Anda dapat melakukan, ada waktu mengerjakan, apa salahnya Anda memasak untuk istri, saling memupuk cinta kasih. "Shen ti li xing", penjelasan di sini adalah jika tubuh kuat, maka dapat berjalan jauh, apapun bisa dikerjakan, ini juga benar. "Gua yan shao yu", kurangi bicara, karena harus menjaga prana kita, karena sekali bicara, maka prana akan buyar. "Yao xiang hu ying", matahari, bulan, cahaya lampu, dan semua cahaya yang berwarna ini, saling kontak dengan cahaya hati kita sendiri, ini adalah melihat cahaya, inilah melihat cahaya Togal. "Tong xin ji shou", orang yang menderita angina, biasanya pembuluh darah otak juga akan sakit, penjelasan ini harus ditanyakan kepada dokter. Namun, penjelasan untuk "tong xin ji shou" adalah, kita telah memasuki pintu Zhenfo Zong, maka harus melatih diri sungguh-sungguh di dalam Zhenfo Zong, harus membaca Sutra, juga harus melatih yoga dengan mantap dan sungguh-sungguh, yogi harus melatih prana, nadi, dan bindu, melatih Yidam Yoga, jika tidak demikian, maka "tong xin ji shou", Mahaguru "tong xin ji shou". Ada sebagian orang masuk, lalu keluar dengan tangan hampa; ada orang masuk, keluar lagi, itu lebih lagi "tong xin ji shou". Memprihatinkan! Oh, insan! 

Om Mani Padme Hum.

sumber : http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=29&csid=47&id=1604

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Toko Online terpercaya www.iloveblue.net

Toko Online terpercaya www.iloveblue.net
Toko Online terpercaya www.iloveblue.net

Daftar harga buku:

Buku-Buku HARE KRSNA (Hare Krishna):
No Judul Harga
1 Bhagavad-gita Besar 125.000
2 Bhagavad-gita Sedang 115.000
3 Bhagavad-gita Kecil 85.000
4 Srila Prabhupada 100.000
5 Srimad-Bhagavatam Skanda III Jilid 3 75.000
6 Second Chance (Kesempatan Kedua) 42.000
7 Kehidupan Berasal Dari Kehidupan 37.500
8 Kembali Lagi 32.000
9 Dialog Timur Barat 27.500
10 Jawaban Segala Pertanyaan 25.000
11 Sri Isopanisad 25.000
12 Pedoman Etika Vaisnava 25.000
13 Krishna dan Ayat-Ayat Suci Bhagavad-gita 23.500
14 Gita Mahatmya 22.000
15 Avatar 18.000
16 Ajaran Prahlada Maharaj 18.000
17 Krsna Sumber Kebahagiaan 10.000
18 Poster Susunan Alam Semesta 30.000
19 Srimad-Bhagavatam Skanda IV 80.000
20 Krsna Book (1 Set) 300.000
21 Krsna Book (@ 1 volume) 60.000
Buku-buku Media Hindu :
No Judul Harga
1 21 Butir Mutiara Terserak 30.000
2 Arti Menjadi Seorang Hindu Bagiku? 25.000
3 Astrologi Hindu 30.000
4 Atmabodha 40.000
5 Bagaimana Menjadi Hindu 25.000
6 Dialog Dengan Penghuni Sorga 30.000
7 Dialog Gandhi Dengan Misionaris 40.000
8 Hindu Agama Terbesar di Dunia 22.000
9 Hindu Agama Universal 22.000
10 Hindu Akan Ada Selamanya 40.000
11 Hindu Kami Datang Padamu 30.000
12 Jalan Menuju Tuhan 35.000
13 Kado Dari Dewata Agung 20.000
14 Kamu Adalah Tuhan 40.000
15 Pandangan Hidup Hindu 30.000
16 Pandangan Hindu Atas Kristen dan Islam 30.000
17 Pesan Abadi Veda 40.000
18 Pesan Universal Bhagavad Gita Vol. 1 40.000
19 Pesan Universal Bhagavad Gita Vol. 2 40.000
20 Peta Jalan Veda 40.000
21 Petunjuk Untuk Yang Ragu 30.000
22 Saya Beragama Hindu 22.000
23 Surga dan Neraka Tiga Agama 40.000
24 Semua Agama Tidak Sama 30.000
25 Spiritualitas Hindu Untuk Kehidupan Modern 28.000
26 Tuhan Upanisad Menyelamatkan Masa Depan Manusia 40.000
27 Upanishad Himalaya Jiwa 30.000
28 Veda dan Injil 40.000
Buku-buku Paramita :
No Judul Harga
1 101 Cerita Kakek 52.800
2 101 Cerita Nenek 39.600
3 108 Mutiara Weda 52.800
4 108 Renungan Suci 1 30.000
5 108 Renungan Suci 2 30.000
6 108 Renungan Suci 3 30.000
7 12 Kumpulan Dongeng Hindu 20.400
8 300 Masalah (Dahsyatnya Gayatri Mantra) 72.000
9 33 Hal Yang Mempengaruhi dan Merubah 20.400
10 Aab Jagat 14.400
11 Acara Agama Hindu 31.200
12 Acarya Sista : Guru dan Dosen yang Bijaksana 72.000
13 Adi Sankaracharya 24.000
14 Adiparwa Jaya Kuno dan Indonesia 76.800
15 Agama Hindu 20.400
16 Agama Hindu, dari, untuk dan oleh orang Muda 26.400
17 Agama Realitas atau Tahayul 16.800
18 Agama Tirta dan upakara 16.800
19 Agama Veda & Filsafat 28.800
20 Agem-agem Kepemangkuan 20.400
21 Agnihotra 24.000
22 Ahimsa Dharma dan Vegetarian 26.400
23 Ahimsa Dharma 33.600
24 Ajaran moral Dalam Bhagawadgita 30.000
25 Ajaran Weda Dalam Filosofi Hindu 26.400
26 Ajeg Bali, Ajegnya Bhagawadgita 19.200
27 Aksara Bali dalam Usada 52.800
28 Aku Anak Hindu 20.400
29 Aku Ingin Kebahagiaan 18.000
30 Alam Kehidupan Sesudah Mati 20.400
31 Alih Aksara Pangayam-ayam 13.200
32 Alur Sebuah Dialog Hati 20.400
33 Analisis Upacara Wana Kertih 37.200
34 Anandadayi Bersama Sai 56.400
35 Anda Calon sukses, Berkah Menantimu, Sambutlah 30.000
36 Aneka Rupa Gending Bali 24.000
37 Ang Ah lan Ah Ang 18.000
38 Anti kekerasan dan Anti Diskriminasi 22.800
39 Anugerah & Harta Karun Kehidupan 33.600
40 Apa yang terjadi pada Jiwa setelah Kematian 52.800
41 Argha Patra Pinandita 126.000
42 Argha Patra Praktis 22.800
43 Arthasastra 126.000
44 Arti & Fungsi Sarana Persembahyangan 30.000
45 Arti Mimpi 20.400
46 Asana, Pranayama, Mudra & Banda 99.600
47 Asta Kosala Kosali 26.400
48 Asta Kosala Kosali lan Astha Bhumi 26.400
49 Astavakra Samhita 36.000
50 Aswameda parva 44.400
51 Atharva Veda Samhita III 192.000
52 Atharwa Veda Samhita I 192.000
53 Atharwa Veda Samhita II 198.000
54 Atman Brahman Aikyam 24.000
55 Aturan Membangun Rumah Menurut Hindu 18.000
56 Awengi Ring Hotel Sentral 18.000
57 Awet Muda dan Panjang Umur dengan Ayur Weda 36.000
58 Ayur Veda Ilmu Pengobatan Tradisional India 33.600
59 Ayur Weda 49.200
60 Aywawera dan pemahamannya 18.000
61 Babad Arya 26.400
62 Babad Dalem Tarukan 37.200
63 Babad I Gusti Ngurah Telabah 20.400
64 Babad Ksatria Taman Bali 26.400
65 Babad Nusa Penida 20.400
66 Babad Nyuhaya 30.000
67 Babad Prasasti Dalem dan Pande 37.200
68 Babad Pulasari 16.800
69 Babad Raja Anglurah Panji Sakti 69.600
70 Babad Raja-Raja Bali 24.000
71 Babad Tangkas Kori Agung 20.400
72 Bacakan Banten Pati Urip 18.000
73 Bali Dalam Perspektif Sejarah dan Tradisi 102.000
74 Bali Shanti 1 46.800
75 Bali Shanti 2 39.600
76 Bali Shanti 3 36.000
77 Bali Shanti 4 39.600
78 Barong Landung 20.400
79 Bayu Agung 16.800
80 Bayuh Oton 16.800
81 Bebas dari Rasa Takut Menuju Keyakinan 10.800
82 Belajar Singkat Bahasa Hindi 26.400
83 Benarkah di Hindu ada Moksa? 42.000
84 Berang-Berang dan Srigala 13.200
85 Berbakti pada Leluhur, Upacara Pitra Yadnya 26.400
86 Berbagai Jalan Meditasi 24.000
87 Berbisnis menurut Agama Hindu 50.400
88 Berjalan Pada Jejak-jejak Vedanta 24.000
89 Berkorban/Yadnya adalah Kesenanganku 9.600
90 Berfikir Benar Dasar Mencapai Kebahagiaan 16.800
91 Berpolitik Menurut Hindu 57.600
92 Bhagavad Gita 105.600
93 Bhagavata Purana tentang Neraka 13.200
94 Bhagavata untuk Anak-anak 20.400
95 Bhagawad Gita (Nyanyian Tuhan) 73.200
96 Bhagawad Gita (Pancama Weda) 51.600
97 Bhagawad Gita Inggris Indonesia 96.000
98 Bhagavadgita Menurut Mahatma Gandhi 30.000
99 Bhagawadgita Teks Bahasa Bali 84.000
100 Bhakti & Kesehatan 32.400
101 Bhakti Yoga 19.200
102 Bhama Kretih 21.600
103 Bharata Yudha & Pandawa Seda (Komik) 182.400
104 Bharata Yudha (Komik) 117.600
105 Bhegawan Agastya Prana 13.200
106 Bhisma Parwa 66.000
107 Bibliografi Literatur Hindu 21.600
108 Bolong & Gilik 13.200
109 Brahma Astra 16.800
110 Brahma Sutra 96.000
111 Brahma vidya Teologi Alam Semesta 73.200
112 Brahman 33.600
113 Buddha 13.200
114 Buku Harian Intisari Pedoman Hidup 45.600
115 Buku Mewarnai Dewa Dewi 26.400
116 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas I 19.200
117 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas II 19.200
118 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas III 19.200
119 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas IV 21.600
120 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas V 21.600
121 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas VI 21.600
122 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas VII 27.600
123 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas VIII 30.000
124 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas IX 32.400
125 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas X 34.800
126 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas XI 34.800
127 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas XII 37.200
128 Buku Pendidikan Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi 37.200
129 Bunga Rampai Babad dan Rerajahan Kajang di Bali 26.400
130 Calon Arang 30.000
131 Cahaya Kebajikan Ganesa 92.400
132 Cahaya Kekuatan Batin dan Kebijaksanaan 24.000
133 Cahaya Sai Rama 10.800
134 Cakepan Alit Lontar Jajimatan 13.200
135 Cakepan Alit Pengasih-asih Leak Manusa lan Dewa 12.000
136 Cakepan Alit Puja Weda Mantra 44.400
137 Canakya Nitisastra 42.000
138 Cara Jitu Cepat Kaya dan Tenang 13.200
139 Cara Praktis Untuk Memahami Agama Hindu 50.400
140 Caru 16.800
141 Caru Eka Sata 13.200
142 Catur & Sad Paramita 26.400
143 Catur Guru Bhakti 34.800
144 Catur Marga 56.400
145 Catur Purusartha 37.200
146 Catur Veda 462.000
147 Ceng Blonk Dalang Inovatif 61.200
148 Cerdas Spiritual Melalui Bhagavadgita 20.400
149 Cerita Anekdot dalam Kehidupan 26.400
150 Cerita Rakyat Bali 19.200
151 Citra Wanita dalam Kekawin Ramayana 25.200
152 Curahan Air Keabadian (Amrita Varshini) 16.800
153 Curahan Belas Kasih (Anugraha Vaharshini) 21.600
154 Dahsyatnya Gayatri Mantra 33.600
155 Dainika Upasana 22.800
156 Daksina Menhadirkan kekuatan Lingga Yoni 16.800
157 Dalem Keling Wamsakarta Ksatrya Taman Bali 24.000
158 Dalem Tarukan 13.200
159 Dampak Puasa 26.400
160 Dana Punia dan Penebusan Dosa 24.000
161 Dasaksara, Saiva Siddhanta & Kanda Pat 18.000
162 Dasa Awatara 24.000
163 Dasar-Dasar Budi Pekerti 21.600
164 Dasar-Dasar Psikologi Agama 37.200
165 Dasar Filsafat Agama-Agama 33.600
166 Dasar-dasar Filsafat 26.400
167 Dasar-dasar Kepemangkuan 66.000
168 Dasar-dasar Kesulinggihan 88.800
169 Dasar-dasar Astrologi Hindu 73.200
170 Daun Yang Berkisah 24.000
171 Deva Siva 26.400
172 Devi Savitri 13.200
173 Dewa & Doa 20.400
174 Dewa Dewi Hindu 21.600
175 Dewa Ganesha 18.000
176 Dhammapada 31.200
177 Dharma Caruban 13.200
178 Dharma Bandhu 37.200
179 Dharma Jalan Menuju Kebahagiaan dan Moksa 52.800
180 Dharma Pemacul 13.200
181 Dharma Sewanam (Indahnya Melayani Sesama) 33.600
182 Dharma, Tapa dan Yoga 13.200
183 Dharmagita 37.200
184 Dharmatula 38.400
185 Dharmayana Leluhur Kepurwa Bumi 37.200
186 Dharmayatra ke Pura Semeru Agung 26.400
187 Dialog Ajeg Bali Perspektif Pengalaman … 48.000
188 Dialog Spiritual 32.400
189 Dialog Spiritual II 33.600
190 Diksa, Pintu menapaki Jalan Rohani 50.400
191 Disiplin dan Sadhana Spiritual 24.000
192 Djegeg Bagus 36.000
193 Doa Harian Untuk Bhagavan 20.400
194 Doa Sehari-hari Keluarga dan Masyarakat Hindu 19.200
195 Doa Untuk Anak Hindu 19.200
196 Doa Sehari-hari Menurut Hindu 12.000
197 Doa-doa Penting Dalam Atharva Veda 24.000
198 Dosa Menurut Hindu 26.400
199 Dua Warisan Leluhur memberantas Kemelaratan 19.200
200 Dudonan Karya Mamungkah 16.800
201 Dunia Adalah Papan Catur 90.000
202 Eksistensi & Efektifitas istem banjar Suka Duka 48.000
203 Energi Aura 27.600
204 Ensiklopedi Hindu 240.000
205 Ensiklopedia Pura I 240.000
206 Ensiklopedia Pura II 240.000
207 Ensiklopedia Pura III 240.000
208 Esensi Bunyi Gamelan 48.000
209 Esensi Falsafah Jawa 30.000
210 Esensi Uang Kepeng Dalam Ritual Hindu 21.600
211 Etika Hindu 24.000
212 Etika Pendidikan Agama Hindu 13.200
213 Etika Susila Untuk Pelayanan Umat Manusia 13.200
214 Evaluasi Pendidikan 33.600
215 Evolusi Melalui Reinkarnasi & Karma 26.400
216 Filosofi Simbol Hindu 39.600
217 Filsafat 108 Sang Hyang Kala di zaman Kali 72.000
218 Filsafat Desa Adat Bali 66.000
219 Filsafat Hindu Nawa Darsana 48.000
220 Filsafat Ilmu 26.400
221 Filsafat Ilmu: Bagaimana & Untuk Apa Ilmu pengetahuan 129.600
222 Filsafat Manusia dalam Perspektif Hindu 34.800
223 Filsafat Pancasila Dalam Perspektif Hindu 46.800
224 Filsafat Pendidikan 48.000
225 Filsafat Pendidikan Agama Hindu 36.000
226 Filsafat Saiva Siddhanta 32.400
227 Filsafat Seni Sakral dalam Kebudayaan Bali 24.000
228 Filsafat Timur 26.400
229 Filsafat Toleransi Beragama di Indonesia 54.000
230 Filsafat Wayang dalam Panca Yadnya 20.400
231 Fungsi dan Membuat Tipat 22.800
232 Gaguritan Panrestyan Watu Gunung 6.000
233 Gaguritan Parikesit Pralaya 14.400
234 Gaguritan Pralayaning Panca Kumara 6.000
235 Gaguritan Watugangga 6.000
236 Galungan Naramangsa 31.200
237 Gandhi dalam Dialog Hindu Kristen 26.400
238 Gandhi dan Masyarakat Tanpa Kekerasan 37.200
239 Ganesa 26.400
240 Gayatri Sadhana 33.600
241 Gede Ombak Gede Angin 26.400
242 Gegitan Kembang Rampe Dharmayana Pariksa 13.200
243 Gegitan Kembang Rampe I 13.200
244 Gegitan Kembang Rampe II 13.200
245 Gegitan Kembang Rampe III 13.200
246 Geguritan Aji Pelayon 13.200
247 Geguritan Begawan Bisma 34.800
248 Geguritan Galungan 13.200
249 Geguritan Ganda Wirasa 36.000
250 Geguritan Goa Giri Putri 16.800
251 Geguritan Jnana Siddhi 13.200
252 Geguritan Kaki Manuh Cakepan I 24.000
253 Geguritan Kaki Manuh Cakepan II 21.600
254 Geguritan Kebo Tarunantaka 19.200
255 Geguritan Ken Arok - Ken Dedes 16.800
256 Geguritan Kreta Langu 13.200
257 Geguritan Marga Sunya 13.200
258 Geguritan Pawiwahan 20.400
259 Geguritan Pengantar Agama Hindu 24.000
260 Geguritan Sandhyakalaning Majapahit 20.400
261 Geguritan Savasana 20.400
262 Geguritan Sima Kertaning Bumi 20.400
263 Geguritan Siwaratri 14.400
264 Geguritan Siwa Latri Kalpa 13.200
265 Geguritan Sucita Subudi 57.600
266 Geguritan Sutasoma I 20.400
267 Gerhana Prahara 60.000
268 Gita Bhakti 13.200
269 Gita Itihasa Dewi Sita Mesatya 6.000
270 Grhasta Asrama 66.000
271 Gunung Menyan Segara Madu 33.600
272 Hanuman 13.200
273 Hari Raya dan Kekawin Siwaratri Kalpa 39.600
274 Hari Raya Anggara Kasih 13.200
275 Hari Raya & Puasa dalam Agama Hindu 36.000
276 Hari Raya Hindu Bali & India 16.800
277 Hidup dengan Para Resi Himalaya 82.800
278 Hidup Ini Seperti Petir 26.400
279 Hidup Ini Seperti Piknik 21.600
280 Hidup Rukun Menurut Hindu 20.400
281 Hidup Sehat dengan Akupresur 33.600
282 Hindu Agama Universal 39.600
283 Hindu Dharma 184.800
284 Hindu untuk Masyarakat Umum 31.200
285 Hinduisme sebuah Pengantar 36.000
286 Hita Upadesa 60.000
287 Horoskop Barat India Bali Jawa Cina dan Kalender 1901-2100 118.800
288 Horti Basa Bali 21.600
289 Hubungan Pura Agung Blambangan 13.200
290 Hukum Adat 16.800
291 Hukum Evolusi Roh 16.800
292 Hukum Hindu Serta Perkembangannya 33.600
293 Hukum Karma 26.400
294 Hukum Karma dan Cara Menghadapi 24.000
295 Hyang Pitara 24.000
296 I Balian Putus 16.800
297 Ibu Durga 19.200
298 Ibu Gangga (Ma Gangga) 19.200
299 Ilmu Hanuman 19.200
300 Ilmu Pengetahuan & Spiritual 51.600
301 Ilmu Pengetahuan eksakta Hindu kuno 43.200
302 Impian dan Kenyataan 38.400
303 Indahnya Lika Liku spiritual 45.600
304 Indik Wewangunan 76.800
305 Instrospeksi Diri 31.200
306 Intisari Ajaran Hindu 51.600
307 Intisari Ajaran Saiva Sidhanta 13.200
308 Intisari Bhagawadgita 66.000
309 Intisari Sejarah Linguistik 33.600
310 Intisari Upanishad 24.000
311 Intisari Veda (HC) 60.000
312 Intisari Veda (SC) 52.800
313 Intisari Yajna Dalam Ajaran Hindu 26.400
314 Isa Upanisad 13.200
315 Itihasa 156.000
316 Jaga Satru 18.000
317 Japa Yoga 37.200
318 Jawaban atas Pertanyaan 19.200
319 Jejak-jejak Sadhu 16.800
320 Jenis-jenis Tebasan 16.800
321 Kaedah Beryadnya 38.400
322 Kaedah Beryadnya II 28.800
323 Kajeng kliwon 20.400
324 Kakawin Nitisastra 78.000
325 Kakawin Ramayana Jilid I 73.200
326 Kakawin Ramayana Jilid II 72.000
327 Kakawin Ramayana Jilid III 120.000
328 Kala Badeg 21.600
329 Kala Tattwa 13.200
330 Kalender 200 Tahun 66.000
331 Kalender 2200 Tahun (Tahun 1 s/d 2200 Masehi) 188.400
332 Kama Bang Kama Putih 26.400
333 Kamasutra dari Watsyayana 56.400
334 Kamus Bahasa Bali 165.600
335 Kamus Nama-nama Sanskerta Indonesia 82.800
336 Kamus Saku 30.000
337 Kamus Sanskerta - Indonesia 74.400
338 Kamus Umum Buddha Dharma 88.800
339 Kanda Empat (Bhuta, Dewa, Lare, Sari) 24.000
340 Kanda Empat Bhuta 19.200
341 Kanda Empat Dewa 22.800
342 Kanda Empat Rare 19.200
343 Kanda Empat Sari Sakti Tanpa Guru 16.800
344 Kanda Empat Tanpa Sastra 26.400
345 Kanda Pat Catur Sanak 16.800
346 Kanda Pat Madu Muka 16.800
347 Kanda Pat Pamurtian 16.800
348 Kanda Pat Pengaradan 16.800
349 Kanda Pat Prasanak 16.800
350 Kanda Pat Rare 16.800
351 Kanda Pat Sari 16.800
352 Kanda Sanga 19.200
353 Kanda Sanga Tanpa Sastra 13.200
354 Karma Yoga 15.000
355 Karmaphala 56.400
356 Kata-kata Mutiara Renungan Harian 33.600
357 Katuturaning Barong Swari Lan Dalang 13.200
358 Kearifan Lokal Sain Asli Bali 26.400
359 Kebahagiaan Di balik Tantangan dan Penderitaan 21.600
360 Kebahagiaan Kunci Meraih Kesuksesan 32.400
361 Kebangkitan seorang Hindu 36.000
362 Kebenaran Sejarah Agama Hindu 180.000
363 Keberuntungan Anda Tahun 2007 21.600
364 Keberuntungan Anda Tahun 2008 21.600
365 Kedamaian di tengah-tengah Prahara 26.400
366 Kedudukan Pemangku dalam Beryadnya 22.800
367 Kedudukan Perempuan Hindu 36.000
368 Kejayaan Ganesa 46.800
369 Kekuatan Dewa Agni dan Dewa Indra 13.200
370 Kekuatan Yadnya 33.600
371 Kemah Sadhana 28.800
372 Kemahaesaan Tuhan Dalam Veda 19.200
373 Kemuliaan Sai paduka 21.600
374 Ken Arok, Ken Dedes, leluhur Raja-raja Majapahit 13.200
375 Kenali Dirimu 33.600
376 Kepemimpinan (Leadership) dalam Agama Hindu 13.200
377 Kepemimpinan Hindu 13.200
378 Kepemimpinan Hindu Astra Brata 24.000
379 Kepemimpinan Hindu dalam Lontar Wrati Sesana 26.400
380 Keprotokolan & MC 26.400
381 Kerangka Dasar Agama Hindu 26.400
382 Kesaktian & Keampuhan Mantra Gayatri 10.800
383 Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu 26.400
384 Kesehatan & Meditasi Matahari Terbit 52.800
385 Kesehatan dan Spiritual 46.800
386 Kesempurnaan Diri 10.800
387 Kasuksmaning Pelinggih Ring Pamerajan 30.000
388 Kesusastraan Bali 24.000
389 Ketuhanan Bali 16.800
390 Keutamaan Manusia & Pendidikan Budi Pekerti 66.000
391 Kewangen 16.800
392 Khrisna Bhakti 10.800
393 Kiat Praktis Belajar di Perguruan Tinggi 18.000
394 Kiat-kiat Praktis meraih kerja 13.200
395 Kidung Bhajan Mala 74.400
396 Kidung Jerum Kundangdya 16.800
397 Kidung Lungsir Petak 10.800
398 Kidung Panca Yadnya 22.800
399 Kidung Suci 45.600
400 Kidung Suci Kirtanam 10.800
401 Kidung Tantri 24.000
402 Kidung Tantri Manduka Wyakarana 60.000
403 Kidung yadnya 10.800
404 Kisah Singkat Kehidupan Svami Vivekananda 20.400
405 Kisah-kisah Mengagumkan Para Dewa Hindu 20.400
406 Kitab Aji Sngkya 1947 18.000
407 Komodifikasi Tari Barong 50.400
408 Konsentrasi dan Meditasi 60.000
409 Konsep & Praktik Agama Hindu di Bali 132.000
410 Konsep Filosofi Hindu 13.200
411 Konsep Kesuksesan Umat Hindu 43.200
412 Konsep panca Sradha 46.800
413 Konsep Sraddha 50.400
414 Konsepsi Monotheisme Dalam Agama Hindu 18.000
415 Kosmologi Hindu 82.800
416 Krsna 13.200
417 Kumpulan Cerita Pendek Keagamaan Hindu 26.400
418 Kumpulan Dharma Wacana Profesional 26.400
419 Kumpulan Karya Pilihan tentang Sadhana 31.200
420 Kumpulan Kisah Bhakti Para Bhakta 30.000
421 Kumpulan Lagu-lagu Arathi 13.200
422 Kumpulan Ringkasan Lontar 21.600
423 Kunang-kunang Anarung Sasi 33.600
424 Kunci Kekayaan meneropong Managemen 24.000
425 Kundalini I 37.200
426 Kundalini Yoga 36.000
427 Kusumadewa 21.600
428 Langkah-langkah Emas 44.400
429 Langkah-langkah Kecil Meningkatkan Kadar Religiusitas 30.000
430 Lava dan Kusa 16.800
431 Laya Yoga 21.600
432 Leak Mayoga Dikala Purnama 21.600
433 Leak Ngamah Leak 43.200
434 Leak Sari Rahasia Kesaktian Mpu Peradah 16.800
435 Lebu Guntur 10.800
436 Legenda Gong Belaluan 31.200
437 Leluhur Orang Bali 24.000
438 Lentera Spiritual 3 43.200
439 Lima Nilai Kemanusiaan 16.800
440 Lontar Jajimatan 13.200
441 Lontar Kuranta Bolong 13.200
442 Lontar Pengejukan Leak 12.000
443 Macan Raden 16.800
444 Maha Dahsyat Gayatri Mantra Menepis Badai 60.000
445 Maha Sakti Gayatri Mantra 66.000
446 Maha Sidhi Gayatri Mantra 50.400
447 Mahabharata 163.200
448 Mahabharata A (Komik) 60.000
449 Mahabharata B (Komik) 60.000
450 Mahabharata C (komik) 60.000
451 Mahabharata D (Komik) 60.000
452 Mahabharata Jilid Lengkap (Komik) 225.600
453 Mahagotra Arya Tri Sanak 16.800
454 Mahanarayana Upanisad 48.000
455 Maharsi Vyasa 13.200
456 Maitri Upanisad 24.000
457 Makanan Satvik & Kesehatan 21.600
458 Makanan Satvik & Kesehatan 26.400
459 Makna Filosofis Upacara & Upakara 16.800
460 Makna Hari Raya Hindu 37.200
461 Makna Upacara Yadnya I 60.000
462 Makna Upacara Yadnya II 60.000
463 Manawa Dharmasastra 148.800
464 Mandukya Upanisad 74.400
465 Manggala Upacara 33.600
466 Mantra dan Belajar Memantra 48.000
467 Mantra Gayatri (Sabda Brahma, Ibu dari Veda) 10.800
468 Mantra, Inisiasi, Meditasi & Yoga 21.600
469 Mantra, Tantra dan Mujizat 10.800
470 Manusia dan Uang 10.800
471 Manusia Perspektif Teologi Universal 28.800
472 Mari Belajar Bahasa Sansekerta 1 36.000
473 Masakan Bali 20.400
474 Matematika dalam Qur'an & Veda 44.400
475 Matematika Veda 76.800
476 Matsya Avatara 12.000
477 Mau Apa Dengan Hidup 22.800
478 Meditasi 20.400
479 Meditasi Kesempurnaan Manusia 50.400
480 Meditasi Adyatmika 31.200
481 Meditasi Bio Energi Ratu Bagus 97.200
482 Meditasi Buddhis 25.200
483 Meditasi Cahaya 19.200
484 Meditasi Jiwa Premana 2 33.600
485 Meditasi Jiwa Premana 1 31.200
486 Meditasi Pada Kesempurnaan Manusia 51.600
487 Meditasi Pada Om 24.000
488 Meditasi Satya Sai 36.000
489 Meditasi Yoga Tradisi Himalaya 16.800
490 Majejahitan dan Metanding Edisi 1 (HC) 92.400
491 Majejahitan dan Metanding Edisi 1 (SC) 84.000
492 Majejahitan dan Metanding Edisi II 84.000
493 Melalui Kematian Kita Lahir Kembali 31.200
494 Melenyapkan Kebimbangan Umat 31.200
495 Memahami Agama Lewat Fenomena Sains 20.400
496 Memahami Catur Marga 31.200
497 Memahami Konsep Siwa Budha di Bali 34.800
498 Memahami Perbedaan Catur Varna, Kasta dan Wangsa 43.200
499 Membaca Orang 13.200
500 Membaca Wajah 18.000
501 Membangun Masyarakat Berkualitas 21.600
502 Membangun Pura di Pulau Jawa 16.800
503 Membangun Rumah Tangga Sukinah 36.000
504 Membedah Kasus Konversi Agama 79.200
505 Membentuk Kepribadian Anak dalam Kandungan 22.800
506 Membentuk Siswa Berkarakter Mulia 46.800
507 Memberi Makna Sebuah Kehidupan 24.000
508 Membina Anak-anak 74.400
509 Membina Keluarga Sejahtera 19.200
510 Memekarkan Nuansa Spiritual 20.400
511 Memelihara Janin Dalam Kandungan 48.000
512 Menantang Arus Menegakkan Kesejatian Dharma 37.200
513 Mencegah Stress Bersama Hindu 20.400
514 Mendayagunakan EQ dan SQ melalui Psikologi Hindu 33.600
515 Mendidik Anak Suputra 10.800
516 Menembus Kegelapan 50.400
517 Menggali Nilai Etika Dalam Cerita Purana 25.200
518 Mengangkat Nilai-nilai agama 19.200
519 Mengapa Bali disebut Bali 48.000
520 Mengapa Berdana 21.600
521 Mengapa Membaca Reg Veda 19.200
522 Mengapa? Tradisi dan Upacara Hindu 37.200
523 Mengapa Saya Memilih Vegetarian 25.200
524 Mengasuh Anak Menurut Bhagawan 9.600
525 Mengelola Perpustakaan Secara Efektif dan Efisien 19.200
526 Mengenal Agama-agama 60.000
527 Mengenal Barong dan Rangda 16.800
528 Menggapai Kedamaian Sejati 19.200
529 Menguak Misteri Pementasan Barong dan Rangda 26.400
530 Mengurai benang Kusut Simpul-simpul Dharma Wacana 20.400
531 Meningkatkan Kesadaran Diri Sejati Atman 31.200
532 Meningkatkan Profit Perusahaan 19.200
533 Menjadi Orang Tua Mulia dan Berguna 16.800
534 Menjadi Pemangku Siapa Takut? 18.000
535 Menjadi Pemimpin Efektif 18.000
536 Menjangan Sakaluang 39.600
537 Menyayangi Alam, wujud Bhakti pada Tuhan 34.800
538 Menyelam dalam Lautan Ramayana 9.600
539 Menyembah Simbol Merupakan Realisasi Brahman 20.400
540 Menyingkap Rahasia Siva di Bumi 19.200
541 Menyingkap Rahasia Yoga 19.200
542 Merawat Diri Untuk Menjaga Kesucian Lahir Batin 37.200
543 Merealisasi Moksa 13.200
544 Merkantilisme Pengetahuan Dalam Bidang Pendidikan 69.600
545 Merta Matemahan Wisia 26.400
546 Metode Penelitian Kwalitatif dalam Ilmu Agama 13.200
547 Misi & Visi Guru Spiritual 21.600
548 Misi & Visi Illahi 31.200
549 Mlaspas & Ngenteg Linggih 16.800
550 Moksa Brahman Atman Aikyam 33.600
551 Moksa Universalitas dan Pluralitas Bhagawadgita 19.200
552 Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharmah 26.400
553 Mukjizat Sai Baba 37.200
554 Mukjizat Tirtha 16.800
555 Mulat Sarira 13.200
556 Mutiara Dharma 26.400
557 Mutiara Hindu dalam Budaya Bali 48.000
558 Mutiara Hindu Sebagai Bahan 26.400
559 Namah Sivaya Santaya 60.000
560 Negarakertagama & Pararaton 34.800
561 Nama-nama Sesayut 24.000
562 Namasmarana 13.200
563 Narada Bhakti Sutra 45.600
564 Naskah Kelabang Sebit 25.200
565 Nawa Darsana : 9 Sitem Filsafat Hindu 37.200
566 Nawa Dharsana 52.800
567 Nawa Sangga Tirthayatra 37.200
568 Nawa Usadha Bali 82.800
569 Ngaben 33.600
570 Ngaben Khusus Pranawa 13.200
571 Ngaben Ngelanus 37.200
572 Ngaben Sarat 20.400
573 Ngaben Sederhana 16.800
574 Ngalinggihang Dewa Hyang 13.200
575 Nganteb Piodalan Alit lan Sesana Pemangku 16.800
576 Ngereh Ritual, Supranatural, Tradisional 19.200
577 Ngulati Dewasa lan Wariga 24.000
578 Nguntul Tanah Nulengek Langit 16.800
579 Nilai Filosofis Penjor 31.200
580 Niti Sastra 26.400
581 Nyepi Berlandaskan Kitab Suci Veda 19.200
582 Ogoh-ogoh 18.000
583 OM Sairam 10.800
584 Orag Bali di Himalaya 26.400
585 Padang Tuh 18.000
586 Paindikan Maturan Penyabranan 13.200
587 Palmistri Hindu 16.800
588 Panca Datu (edisi Revisi) 36.000
589 Panca Sraddha 39.600
590 Panca Tantra 31.200
591 Pancaran Bhagavata 30.000
592 Pancaran Dharma 21.600
593 Pancaran Kasih Tuhan 21.600
594 Pancaran Kebijaksanaan (Jnana Wahini) 18.000
595 Pancaran Kedamaian 24.000
596 Pancaran Kedamaian 36.000
597 Pancaran Penerangan 20.400
598 Pandangan Gender Pada Smerti 22.800
599 Pandawa Seda 60.000
600 Panduan Guru Mengajar Pendidikan Agama Hindu 39.600
601 Panduan Singkat Dharma Wacana 13.200
602 Pangastawa Istha Dewata 16.800
603 Pangastawa Pitra Yadnya 19.200
604 Panggilan Veda 57.600
605 Panrestyan Pandawa Korawa 12.000
606 Para Guru Spiritual India Abad ke Dua Puluh 60.000
607 Para Guru Spiritual India Abad ke Sembilan Belas 60.000
608 Parasara Dharmasastra 43.200
609 Parisada Hindu Dharma dengan Konsolidasinya 56.400
610 Paritta Suci 18.000
611 Parwati 13.200
612 Patanjali Raja Yoga 60.000
613 Pawintenan Saraswati 10.800
614 Pedoman Pinandita 66.000
615 Pecalang 26.400
616 Pedoman Altar, Bhajan, Meditasi Sai Study 21.600
617 Pedoman Calon Pinandita dan Dharmaning Sulinggih 16.800
618 Pedoman Hidup Untuk Meraih Kebahagiaan 26.400
619 Pedoman Memimpin Upacara Yadnya 22.800
620 Pedoman Memimpin Upacara Dewa Yadnya 26.400
621 Pedoman Penyelenggaraan Pesraman 13.200
622 Pedoman Sembahyang Umat Hindu 22.800
623 Pejati dan Suci 24.000
624 Pelajaran Bahasa Sansekerta 97.200
625 Pelajaran Bahasa Sanskerta Tahap 1 18.000
626 Pelangi Dharma 15.600
627 Pelestarian Lingkungan dalam Agama Hindu 43.200
628 Pemangku Juga Manusia 13.200
629 Pembentukan Karakter Bangsa 24.000
630 Pemikiran Hindu 88.800
631 Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi 36.000
632 Pendidikan Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi 31.200
633 Peng. Agama Hindu III Veda 16.800
634 Pengalaman Spiritual Bersama Guru Jilid 1 62.400
635 Pengantar Acara Agama Hindu 21.600
636 Pengantar Beberatan Pemangku 39.600
637 Pengantar Dasar Kepemimpinan Kuna Nusantara 46.800
638 Pengantar Etika dan Moralitas Hindu 51.600
639 Pengantar Filsafat Hindu 32.400
640 Pengantar Hukum Hindu 36.000
641 Pengantar Kitab Itihasa 19.200
642 Pengantar Managemen Bernuansa Hindu 32.400
643 Pengantar Tantra Sebagai Jalan Menuju Kegelapan 26.400
644 Pengaruh Budhi 26.400
645 Pengarusutamaan Gender Menurut Agama Hindu 12.000
646 Pengenalan Dasar Sanskerta 16.800
647 Pengetahuan & Pengendalian Prana 26.400
648 Pengorbanan Sang Arjuna 16.800
649 Peranan Linguistik dalam Analisis Bahasa Puisi 22.800
650 Perempuan dan Kepemimpinan Tranformasional 30.000
651 Percik Pemikiran Padepokan Maruti Suta 39.600
652 Perjalanan Sang Jiwa 60.000
653 Perkawinan dan Kehidupan Keluarga 13.200
654 Perkawinan yang Ideal 21.600
655 Perkawinan Magelar Warang 16.800
656 Perlindungan Hukum Terhadap Wisatawan 26.400
657 Permata & Batu-batu Mulia 46.800
658 Persepsi Umat Hindu Tehadap Svarga Neraka 103.200
659 Pesan Langit dan Bumi 18.000
660 Pesan-pesan upanisad 18.000
661 Pesucian dan Penyapa 13.200
662 Peternakan Berwawasan Kebudayaan dan Agama Hindu 24.000
663 Petunjuk Teknis Dharma Wacana 19.200
664 Petunjuk Teknis Perkawinan Hindu 13.200
665 Pikiran misteri & penaklukkannya 82.800
666 Pinandita Sangging 10.800
667 Pindah Agama, Mengapa? 24.000
668 Pitra Pakerti 16.800
669 Pitra Puja Ngaben lan Nyekah 37.200
670 Pokok-pokok Wariga 36.000
671 Pokok-pokok Ajaran Hindu 66.000
672 Pola Pikir Wawasan kebangsaan 33.600
673 Prana Suci Kundalini 16.800
674 Pranawa OM 31.200
675 Prasasti dan Bade Pande 30.000
676 Pratima Bukan Berhala 31.200
677 Prawerti dan Niwerti Marga 26.400
678 Prema Yoga 30.000
679 Primbon Dewata Seri Mitologi Tanaman, Binatang dan Mahluk 26.400
680 Primbon Dewata Seri Seluk Beluk Tentang Mimpi 66.000
681 Profesi Jaksa 24.000
682 Proses Kremasi & Esensi Perjalanan Atman Menuju Moksa 37.200
683 Proses Penciptaan Alam Semesta 26.400
684 Proses Terbentuknya Bayi Dalam kandungan 13.200
685 Puasa/Brata Ekadasi Mahatmya 21.600
686 Puisi Modre Samar Gantang 18.000
687 Puja Pali-pali 13.200
688 Puja Trisandhya, Kramaning Sembah 10.800
689 Puja Trisandhya, Kramaning Sembah, Kidung Pancayadnya 19.200
690 Puja Walaka 22.800
691 Pujastawa 10.800
692 Punarbawa 37.200
693 Pupulan Carita Cutet Bali Anyar 28.800
694 Pupulan Pidarta Basa Bali 13.200
695 Pura Besakih 52.800
696 Purana Agni 24.000
697 Purana Bhagavata 26.400
698 Purana Bhavisya 24.000
699 Purana Brahma 21.600
700 Purana Brahmanda 24.000
701 Purana Brahmavaivarta 24.000
702 Purana Garuda 24.000
703 Purana Kurma 24.000
704 Purana Linga 19.200
705 Purana Markandeya 31.200
706 Purana Matsya 24.000
707 Purana Narada 24.000
708 Purana Padma 21.600
709 Purana Siva 24.000
710 Purana Skanda 24.000
711 Purana Vamana 24.000
712 Purana Varaha 24.000
713 Purana Vayu 24.000
714 Purana Vishnu 24.000
715 Purana, Sumber Ajaran Komprehensip 72.000
716 Purnama Tilem 19.200
717 Putra Sesana 13.200
718 Putra-putra Siva 30.000
719 Putru Pasaji 10.800
720 Rahasia Om 39.600
721 Rahasia Pemujaan Sakti Durgha Bhairavi 21.600
722 Rahasia Pikiran 26.400
723 Rahasia Surga di Telapak Kaki Ibu 30.000
724 Rahasia Tantra, Yantra, Mantra 51.600
725 Ramalan Joyoboyo, Ronggowarsito, Sabdopalon 37.200
726 Ramalan Nasib 66.000
727 Ramayana 163.200
728 Rangkuman Widhi Sastra 60.000
729 Rare Angon 31.200
730 Rare Angon dan Catur Yajnya 39.600
731 Reformasi Agama Hindu 44.400
732 Reformasi ke Arah kemajuan yang Sempurna 45.600
733 Reinkarnasi, Hidup Tak Pernah Mati 26.400
734 Rendah Hati, Bahagia dan Bijak 10.800
735 Renungan Filsafat Hindu 27.600
736 Renungan Filsafat Hindu II 36.000
737 Renungan Jnana Buddha Siwa 37.200
738 Rerajahan (Fungsi dan Manfaatnya) 49.200
739 Rerajahan lan Pengatawa Caru 13.200
740 Rg Veda Samhita Mandala I, II, III 205.200
741 Rg Veda Samhita Mandala IV, V, VI, VII 188.400
742 Rg Veda Samhita Mandala VIII, IX, X 264.000
743 Ritual ke Spiritual 30.000
744 Ritual Veda Homa Tattwa Jnana 19.200
745 Roga Sanghara Bumi 22.800
746 Runtuhnya Kemuliaan Manusia 20.400
747 Sabda Satya Sai I 37.200
748 Sabda Satya Sai IV 56.400
749 Sabda Satya Sai V 51.600
750 Sadhana (Disiplin Spiritual) 42.000
751 Sanskrit - English Dictionary 510.000
752 Sai Humor 24.000
753 Sai Meditasi 19.200
754 Sai Miracle 34.800
755 Sai Prasanti Bhajan 37.200
756 Saitri 24.000
757 Saiva Siddhanta 16.800
758 Salinan Lontar Aswameda Parwa lan Adi Parwa 22.800
759 Salinan Lontar Bhama Kretih 24.000
760 Salinan Lontar Kusumadewa, Wrati Siwa Sasana, Wariga Gemmeht 52.800
761 Salinan Lontar Siddhimantra Tattwa 50.400
762 Salinan Lontar Taru Premana 12.000
763 Sama Veda Samhita 140.400
764 Samhita Vacana Agama Hindu 60.000
765 Samsara Perjalanan Sang Jiwa 37.200
766 Sandhya dan Agnihotra 18.000
767 Sanggah Kemulan 16.800
768 Sangging Tata Pati Undagi 46.800
769 Sanghyang Buda Kecapi 24.000
770 Sankrit - English Dictionary 495.600
771 Sarasamuccaya 51.600
772 Sarasamuccaya Smerti Nusantara 52.800
773 Sareng Mapauruk Aksara Bali 16.800
774 Sarining Vrespatikalpa 24.000
775 Sarjana yang Bodoh 10.800
776 Sarva Gita Sarah (SC) 60.000
777 Sarva Gita Sarah (HC) 66.000
778 Satya Dharsan 21.600
779 Saya Bangga Beragama Hindu 45.600
780 Seha Puja Pinandita Catur yajna 26.400
781 Sejarah dan Babad Keloping 31.200
782 Sejarah Kerajaan Blambangan 99.600
783 Sejarah mahagotra Tirta Harum 48.000
784 Sejarah Pangeran Bendesa Manik Mas 20.400
785 Sejarah Perjalanan Danghyang Nirartha 1453 - 1520 46.800
786 Sejarah Perkembangan Agama Hindu 24.000
787 Sekilas Metode Tentang Dharma Wacana 33.600
788 Sembahyang Menurut Hindu 31.200
789 Senyum 79.200
790 Serial Walian Sakti Meditasi Kesehatan Jiwa Premana I 31.200
791 Seri 1 Arsitektur Tradisional Bali : Filosofi Konsep dan Aplikasi 54.000
792 Seribu Nama Siwa 36.000
793 Seribu Nama Wisnu 32.400
794 Seribu Nama Wisnu, Mantra dan Arti 32.400
795 Sesayut Lan Tebasan 13.200
796 Setapak Sirih Sejuta Pesan 10.800
797 Sihir Bali 24.000
798 Sikap Vedanta Terhadap Agama 50.400
799 Siksa dan Jnana 36.000
800 Sila dan Vinaya 38.400
801 Sipta Durmanggala 18.000
802 Sira Nika Tyang 32.400
803 Sistem Filsafat Hindu Lengkap 60.000
804 Sistem Kawin Lari Adat Tradisi Lombok 32.400
805 Sistem Pendidikan Agama Hindu 36.000
806 Sisya Sesana 21.600
807 Sisya Sista 60.000
808 Siva 13.200
809 Siva Purana 36.000
810 Siva Purana Vol. I 103.200
811 Siva Purana Vol. II 132.000
812 Siva Purana Vol. III 120.000
813 Siva Sakti Svarupa 16.800
814 Siva Samhita 31.200
815 Siwa Siddhanta Tattva dan Filsafat 60.000
816 Sivaratri 26.400
817 Siwa Kalisa 13.200
818 Siwa, Sadasiwa dan Paramasiwa (Siwaratri) 20.400
819 Siwaratri 26.400
820 Siwaratri di Era Modern 26.400
821 Slokantara (Cover Biasa) 66.000
822 Slokantara (Cover Lux) 60.000
823 Soca Mautama 16.800
824 Sorandaka 37.200
825 Sraddha dan Bhakti 24.000
826 Spiritualitas Transformasi ke Dalam dan Ke Luar Diri 37.200
827 Sraddha dan Bhakti 24.000
828 Sri Guru Phitam 30.000
829 Sri Krisna Lila 13.200
830 Sri Rama 13.200
831 Sri Upanisad 48.000
832 Srimad Bhagavatam 169.200
833 Stop Pembohongan, Pembodohan & Penistaan 26.400
834 Studi Banding Antar Agama 33.600
835 Stuti & Stava 148.800
836 Suara Bathin, Inner Voice 26.400
837 Subak Konsep Pertanian Religius 43.200
838 Subha Asubhakarma 30.000
839 Sukinah (Membangun Rumah Tangga) 33.600
840 Suksmaning Banten 31.200
841 Suluh Hidup Lentera Kecil 13.200
842 Suluh Hidup Lentera Kecil 2 26.400
843 Sumber Hukum Hindu 27.600
844 Sundarigama 22.800
845 Sungai Gangga, Mandira dan Pura 26.400
846 Surya Namaskara 33.600
847 Surya Sevana 66.000
848 Susastra Hindu 24.000
849 Sutasoma Pangeran Rembulan 21.600
850 Svami Sivananda Penebar Cinta Kebajikan 51.600
851 Svarga Rohanika Parva 13.200
852 Svami Vivekananda : Untaian Indah Pemikiran dan Wejangan 18.000
853 Tadah Kala 19.200
854 Tantra dan Sex 10.800
855 Tantra yoga 16.800
856 Tantri Kamandaka (Nandhaka Harana) 50.400
857 Tanya jawab Ajaran Hindu I (Prasnottara Vahini) 16.800
858 Tanya jawab Ajaran Hindu II (Upadesa Merta) 32.400
859 Tanya Jawab Hindu bagi Pemula 64.800
860 Tanya jawab tentang Bhagavatam purana 13.200
861 Tanya Jawab Tentang kehidupan Illahi 13.200
862 Tanya Jawab tentang Ramayana 10.800
863 Tat Twam Asi 30.000
864 Tata Cara Ritual dan Tradisi Hindu 96.000
865 Tata Cara Sembahyang & Pengertiannya 16.800
866 Tata Letak Tanah & Bangunan 19.200
867 Tata Susila Hindu 20.400
868 Tata Titi dan Tutur Kamoksan di Bali 37.200
869 Tatanan Upacara Ngenteg Linggih 13.200
870 Tatanan Upakara lan Upacara Manusa yadnya 24.000
871 Tataning tetanding Banten Sesayut 26.400
872 Tattwa 33.600
873 Tattwa Hindu Bagi Pandita & Pemangku 21.600
874 Tattwa Jnana 19.200
875 Tentang Hidup dan Kehidupan 22.800
876 Tenung Pewacakan Rare 43.200
877 Teologi & Simbol Dalam Agama 88.800
878 Teologi Hindu, Tema, Wacana dan Struktur 126.000
879 Teologi Sanatana Dharma 132.000
880 Teologi Sosial 86.400
881 Teologi, Filsafat, Etika dan Ritual dalam Susastra Hindu 24.000
882 Teori Organisasi 60.000
883 Terangnya Sinar Atma Jnanam 33.600
884 Terapi Laut 37.200
885 Tetandingan Lan Sorohan Bebanten 26.400
886 Teologi Hindu 16.800
887 Tinjauan Tabuh Rah dan Judi 13.200
888 TirTirta Yatra ke Nusa Penida 13.200
889 Thirta Yatra Perjalanan ke tempat-tempat Suci 66.000
890 Tokoh-tokoh cerdik dalam Cerita Rakyat 26.400
891 Tradisi Bali dan Lombok 31.200
892 Transformasi Kebudayaan Bali Menuju Abad XXI 50.400
893 Transformasi Pertanian 46.800
894 Tri Hita Karana (Kajian, Theologi, sosiologi, ekologi) 36.000
895 Tri Hita Karana Ekologi Ajaran Hindu 37.200
896 Tri Hita Karana Menurut Konsep Hindu 45.600
897 Tri Hita Karana & World Peace : Bali Hinduism Philosophy 43.200
898 Tri Kaya Parisuda 31.200
899 Tri Murti 34.800
900 Tri Rna 30.000
901 Trisandhya, Sembahyang & Berdoa 26.400
902 Tuhan Menciptakan Alam Semesta dan Manusia 32.400
903 Tuhan Siva dan Pemujaannya 51.600
904 Tuhan Sudah Mati? Untuk apa Sembahyang 97.200
905 Tujuan Pengembaraan kehidupan manusia 21.600
906 Tumpek Wariga 19.200
907 Tuntunan Indik Padewasan 16.800
908 Tuntunan Nganteb Upaka (Dewa Yadnya) 16.800
909 Tuntunan Praktis Dharma Wacana 43.200
910 Tuntunan Praktis Upacara Memandikan Mayat 16.800
911 Tuntunan Susila untuk Meraih Hidup Bahagia 16.800
912 Tuntunan Susila untuk Meraih Hidup Bahagia 2 16.800
913 Tutur Aji Saraswati 13.200
914 Tutur Bhagavan Agastyaprana 13.200
915 Tutur Bhuwana Kosa 37.200
916 Tutur Gong Besi (budha) 13.200
917 Tutur Gong Besi (sudira) 16.800
918 Tutur Lebur gangsa 16.800
919 Tutur Rare Angon 13.200
920 Tutur Usada 36.000
921 Ukuran Keris Utama 19.200
922 Ulap-ulap dan Rerajahan 33.600
923 Ulap-ulap Sruti Aksara Bali 16.800
924 Upacara Ritual perkawinan Agama Hindu Kaharingan 28.800
925 Upacara Bayi dalam kandungan 16.800
926 Upacara Mapreteka Layon 24.000
927 Upacara Malebur Sarwa Prateka 57.600
928 Upacara Mlaspas Karang 54.000
929 Upacara Mulang Pakelem di Danau Segara Anakan 32.400
930 Upacara Nyenuk 26.400
931 Upacara Nyiramang Layon 13.200
932 Upacara Pasupati sebagai Media Sakralisasi 19.200
933 Upacara Madiksa 24.000
934 Upacara Pasupati sebagai Media Sakralisasi 19.200
935 Upacara Pemujaan Durga Mahesasura 24.000
936 Upacara Piodalan Alit di Sanggah 26.400
937 Upacara Ritual perkawinan Agama Hindu Kaharingan 30.000
938 Upacara Yadnya Seri I (Melangkah ke persiapan) 26.400
939 Upacara Yadnya Seri II Bahan & Bentuk Sesajen 30.000
940 Upacara Yadnya Seri III Dewa Yadnya 24.000
941 Upacara Yadnya Seri IV Manusa Yadnya 26.400
942 Upacara Yadnya Seri V Pitra Yadnya 24.000
943 Upacara Yadnya Seri VI Bhuta Yadnya 21.600
944 Upacara Yadnya Jilid Lengkap 145.200
945 Upadesa 21.600
946 Upanisad-Upanisad Utama 162.000
947 Upawasa, Tapa dan Brata Berdasarkan Agama Hindu 30.000
948 Usada Bali Agung 66.000
949 Usada Bali Seri Menguak Dahsyatnya Khasiat Ramuan 84.000
950 Vana Parwa 36.000
951 Variasi Bahasa Kedudukan dan Peran Sai Baba 22.800
952 Vastusastra dalam Cinta & Romantika 16.800
953 Veda Abad 21 Vol. 1 73.200
954 Veda Abad 21 Vol. 2 86.400
955 Veda Sabda Suci 152.400
956 Veda Yang Agung Sumber Semua Dharma 52.800
957 Vedanta 66.000
958 Vedanta Merangkul Semua Agama 57.600
959 Vegetarianisme 13.200
960 Vijnana Bhairawa atau Kesadaran Tuhan 43.200
961 Visnu 13.200
962 Vrespati Tattwa 16.800
963 Vyakarana, Tata Bahasa Sanskerta 51.600
964 Wacana Dharma 13.200
965 Wacana Harian Sai Baba 42.000
966 Wacana Mutiara 26.400
967 Wacana Sai untuk Sadhaka 13.200
968 Wacana Spiritual 16.800
969 Wanita 13.200
970 Wanita Mulia Istana Dewa 39.600
971 Wariga Dewasa Praktis 30.000
972 Wariga Krimping 36.000
973 Warnaning sesayut lan caru 30.000
974 Weda Wakya III 66.000
975 Weda Wakya IV 72.000
976 Weda Wakya V 72.000
977 Wedaparikrama HC 66.000
978 Wejangan Filosofis dan Keagamaan Swami Vivekananda 39.600
979 Wejangan Sai Baba tentang Kepemimpinan 48.000
980 Wiku Sesana 92.400
981 Wiwaha Perkawinan 18.000
982 Wong Agung Wilis 33.600
983 Wrehaspati Tattwa 18.000
984 Wrespati Tattwa Sebgai Filsafat 34.800
985 Yadnya Sesa 16.800
986 Yajur Veda 36.000
987 Yajur Veda Samhita 177.600
988 Yaksa Prasna 21.600
989 Yama Niyama Brata 19.200
990 Yoga Kundalini 37.200
991 Yoga Suara Sekar Alit 13.200
992 Yowana 33.600