Senin, 14 Desember 2015

Sila Kalacakra Lebih Dulu Harus Menaati 14 Dasar Kemunduran Tantrayana

Intisari Ceramah Dharmaraja Liansheng pada Upacara Agung Kalacakra tanggal 23 Juni 2013 di True Buddha Temple

Pertama-tama, kita sembah sujud pada guru silsilah, sembah sujud pada Bhiksu Liaoming, sembah sujud pada Guru Sakya Dezhung, sembah sujud pada Gyalwa Karmapa XVI, sembah sujud pada Guru Thubten Dhargye, sembah sujud pada Triratna Mandala, sembah sujud pada adinata upacara hari ini Kalacakra.
  
Gurudhara, Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat se-Dharma, dan umat se-Dharma di internet, tamu agung hari ini Republic of China Ministry of Foreign Affairs International Organizations Dubes Liao Dongzhou dan Nyonya Sdri. Judy, selamat datang. Akademisi Academy of Sinica Prof. Hsi-yi Chu dan Nyonya Ibu Chen Wenwen, produser acara Gei Ni Dian Shang Xin Deng di CTI Taiwan Sdri. Xu Yaqi, produser Lamrim Chenmo dan Sutra Altar Patriak VI Acarya Lianyue, Ketua British Dragon Group dan penemu rokok elektrik modern Bpk. Xiu Yunqiang, Sdr. Qizhong, sekjen Strait of Traditional Chinese Cultural Exchange Foundation Bpk. Deng Heng, terima kasih. Sekjen True Buddha Vajrayana Association of R.O.C. Pandita Dharmaduta Lin Li-ren, ketua pengurus Lotus Light Charity Society Taiwan Sdr. Wu Guan-de, Sekjen Sdr. Tian Yue-yi. Selain itu, mari kita tepuk tangan untuk diri sendiri, setiap orang dapat menghadiri upacara Kalacakra adalah tamu agung.

Hari ini kita lebih dulu memperkenalkan liontin yang saya pakai, ini adalah liontin mantra Kalacakra yang terbuat dari emas, di belakang adalah cap dan logo Guru Thubten Dhargye. Liontin mantra ini berasal dari Guru Akar Guru Thubten Dhargye, Beliau menitipkan liontin mantra emas ini kepada Acarya Lianhua Peiwen untuk diberikan kepada Mahaguru Lu saat membabarkan Dharma Kalacakra di dunia, sampai upacara Kalacakra terakhir dari lima benua besar, di London, Inggris. Di pinggir liontin mantra ini dipasang 108 butir permata, kemudian dirangkai dengan 108 butir kristal. Guru Akar Guru Thubten Dhargye bermaksud menyerahkan liontin mantra ini untuk dipakaikan Mahaguru, sebagai cenderamata silsilah terakhir. Liontin mantra ini adalah liontin mantra emas dari Guru Thubten Dhargye, Beliau serahkan kepada saya. Terima kasih banyak kepada Guru Thubten Dhargye, serta terima kasih banyak kepada Acarya Peiwen. Guru Thubten Dhargye telah mangkat beberapa tahun, Ia berpesan pada Acarya Peiwen untuk menyerahkan liontin mantra ini kepada Mahaguru Lu untuk dipakaikan pada saat transmisi Dharma Kalacakra di benua terakhir, ini untuk mengenang Guru Thubten Dhargye, juga mengenang pembabaran Dharma Kalackara, juga merupakan cenderamata silsilah terakhir dari Guru Thubten Dhargye.
Hari ini berceramah Dharma di sini, saya juga terima kasih sekali kepada Bhiksu Liaoming, Guru Sakya Dezhung, Gyalwa Karmapa XVI, Guru Thubten Dhargye. Siswa seharusnya senantiasa mengenang Mulacarya di atas kepala, Mulacarya juga akan merindukan siswa sendiri. Oleh karena itu, ketika guru sedang memperhatikan siswa, guru berpesan pada Acarya Peiwen untuk menyerahkan cenderamata silsilahnya kepada Mahaguru Lu untuk dipakaikan pada benua terakhir, ini juga berarti saling merindukan, siswa merindukan Mulacarya sendiri, Mulacarya juga merindukan putra hatinya. Di dalam Tantra bicara tentang putra hati, putra hati adalah putra sejati di dalam hatiku. Saya sudah berpesan, yakni kelak pewaris aliran Thubten kita adalah Thubten Ksiti Rinpoche, ia juga diakui oleh Mahaguru. Kelak ia juga akan membabarkan Dharma Tantra Satya Buddha ke dunia, silsilah ini tidak akan putus, silsilah akan lestari selamanya. Dari guru diwariskan kepada siswa, siswa mewariskan lagi kepada siswa, demikian seterusnya, arus Dharma tidak akan putus selamanya. (Hadirin tepuk tangan)

Terima kasih banyak atas kedatangan Anda semua, seperti Bpk. Deng Heng, Dubes Liao Dong-zhou, terima kasih banyak, selain itu, penemu rokok elektrik, Bpk. Xiu Yun-qiang. Hari ini banyak tamu agung, kelihatannya semua sudah kenal, bukan kenal dalam kehidupan sekarang, melainkan sudah kenal dalam kehidupan sebelumnya, kehidupan sebelumnya sudah kenal, semuanya adalah satu keluarga. Saya pernah berkata, "Semua orang adalah saudara, 500 tahun yang lalu adalah satu keluarga." Jangankan 500 tahun, bahkan lebih lama lagi, kita berasal dari sumber yang sama, semua adalah Buddha. Kalacakra mengajari cara mencapai kebuddhaan, dapat melatih diri dari orang awam, bisa mencapai kebuddhaan dalam tubuh sekarang, langsung mencapai kebuddhaan, dengan kata lain, mencapai kebuddhaan dalam kehidupan sekarang. "Tubuh sekarang" berarti tubuh ini juga bisa mencapai kebuddhaan dengan menjelma menjadi sinar pelangi, "Kehidupan sekarang", yakni dalam kehidupan ini kita dapat menghentikan hidup dan mati, bahkan bisa mencapai kebuddhaan, sangat mulia.

Kita Orang Tionghua sangat pintar, tentu saja, termasuk Orang Taiwan, dan semua Orang Tionghua di mancanegara, semua sangat pintar. Saya menceritakan sebuah lelucon, dulu ada seorang Jepang pergi ke Taiwan untuk belajar Bahasa Mandarin, belasan tahun kemudian, ia tidak hanya mahir mengucapkan Bahasa Mandarin, juga mahir mengucapkan Bahasa Taiwan dan Bahasa Hakka, komunikasi juga bisa, bahkan sedikit logat daerah pun tidak ada. Dalam hati ia berpikir, "Kali ini, harusnya tidak ada yang tahu saya Orang Jepang!" Suatu hari, ia berwisata di desa nelayan di Kaoshiung, melihat seorang paman menangkap ikan teri, ia tiba-tiba berpikiran menyapa paman ini dalam Bahasa Taiwan, bahkan bertanya, "Tahukah Anda saya orang mana?" Paman ini berkata, "Saya kurang tahu karena tidak terdengar logat daerahnya." "Wah!" Orang Jepang ini kegirangan, "Tak disangka Bahasa Taiwan saya sudah mengalami banyak kemajuan." Seketika, Si Paman tiba-tiba berkata, "Jika kamu mampu mengucapkan Bahasa Taiwan, hitunglah semua ikan teri yang saya tangkap, saya pun bisa tahu Anda orang mana." Lalu, ia pun sangat yakin, bahkan menghitung dengan logat Taiwan yang sangat baku, "Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan..." sejam kemudian, ia menjawab, "Sembilan ribu tujuh ratus delapan puluh tujuh ekor ikan teri." Si Paman berkata, "Anda Orang Jepang?" "Hah?" "Karena Orang Taiwan tidak sebodoh itu."
  
Hari ini bukan bercanda, tetapi lebih dulu menceritakan sebuah lelucon. Yang mau disampaikan hari ini adalah Sila Kalacakra, Sila adalah topik yang sangat membosankan, setiap butir sila adalah "pantangan". Negara memiliki hukum, keluarga memiliki aturan, Kalacakra memiliki Dharma Sila Kalacakra, Esoterik memiliki Sila Esoterik, Eksoterik memiliki Sila Eksoterik, Agama Buddha memiliki Sila Agama Buddha, bahkan agama pun memiliki aturan masing-masing. Apa itu Sila Kalacakra? Dulu, upacara Kalacakra pertama di Hong Kong, Acarya Lianhan sudah pernah menyampaikan semua Sila Kalacakra, Beliau sudah pernah baca semua. Namun, Ia tidak jelaskan. Hari ini saya akan menjelaskan titik beratnya. Ceramah tentang Sila itu membosankan, oleh karena itu, lebih dulu menceritakan beberapa lelucon, maka akan semangat, mendengar tentang Sila tidak akan mengantuk. Lelucon ini sebenarnya tidak lucu juga, yang disampaikan di dalam lelucon ini, semua harus berpantang. "Menemani istri belanja sayur, malah bertemu wanita simpanan", ini harus berpantang; "Menemani wanita simpanan jalan-jalan, malah bertemu istri muda", ini juga harus berpantang; "Saat berciuman dengan istri muda, bertemu mertua", terlihat oleh mertua, ini juga harus berpantang; "Saat bermesraan dengan pembantu, terlihat oleh anak", ini juga harus berpantang; "Membawa nona naik taksi, tak disangka supir taksi adalah adik ipar", ini juga harus berpantang; "Bertemu dengan teman internet, yang datang adalah istri", keduanya harus berpantang, inilah Sila! Banyak yang harus berpantang. Hari ini, pada Upacara Kalacakra di London, Inggris, mengulang kembali apa yang dimaksud Sila? Tadi kita sempat mengatakan, semua sangat canggung, semua harus berpantang.
Pertama-tama saya mau menjelaskan, lebih dulu menaati 14 Dasar Kemunduran Tantrayana.

Yang saya jelaskan agak beda dengan yang ditulis di buku. Buka buku ini, buku ini bicara tentang Sila, namun, yang tercantum dalam buku ini tidak beda jauh dengan yang saya sampaikan. Hampir sama, sebenarnya tidak salah, 14 Sila Dasar juga tercantum dalamnya, yang saya jelaskan juga. Namun, beda versi. Jika saya baca buku ini, saya masih jelaskan apa lagi? Ceramah Dharma tidak boleh seperti ini, harus menyampaikan versi sendiri! Seperti upacara Kalacakra hari ini, jika tidak ada urusan, kita berkeliaran di rumah, sekarang dari seluruh dunia terbang ke sini sangat cepat, tempat yang paling jauh, belasan jam; tempat yang paling dekat, di kawasan Eropa, satu-dua jam sudah terbang ke sini. Jika Anda siswa Zhenfo Zong, True Buddha School student, Anda berkeliaran di rumah, Anda tidak datang mendengarkan pengajaran tentang Sila, berarti meremehkan pengajaran tentang Sila. Mulacarya terbang dari tempat yang sangat jauh, saya juga terbang hampir 9 jam, 10 jam, jika Anda tidak bisa ke sini dalam waktu belasan jam, atau tempat yang lebih jauh lagi, tentu saja tidak boleh dipaksa. Selain itu, jika Anda memiliki urusan yang sangat penting yang harus ditangani, maka tidak boleh menyalahkannya. Namun, di mata saya, di dunia ini tidak ada urusan penting, urusan penting apapun tidak dapat mengalahkan urusan hidup dan mati. Kita belajar Dharma, hidup dan mati bisa diatasi, ini paling penting. Urusan apa yang lebih penting daripada ini? Tentu ada juga, karena saat Anda berbaring di rumah sakit, Anda tidak bisa bangun, tidak bisa datang, apa boleh buat. Karena ada masalah yang sangat penting sehingga tidak bisa datang, tentu saja bisa dimaafkan, namun, jika Anda bisa datang namun Anda tidak mau datang, ini tidak boleh. Ini adalah Sila pertama, "meremehkan dan mengecam Mulacarya".

Manusia memang demikian, meremehkan, seperti pengarang saling meremehkan satu sama lain, pesilat juga saling meremehkan satu sama lain, rekan seprofesi juga saling iri satu sama lain. Anda menjual buah, saya juga menjual buah, saya mengatakan buah saya manis, Anda mengatakan buah Anda manis, juga saling iri, semoga jualan saya banyak, jualan Anda sedikit, inilah sifat dasar manusia, manusia bisa begitu. Rekan seprofesi, antar agama, bahkan antar aliran Buddhisme juga demikian. Saya tidak pernah saling berhubungan dengan Anda, Anda juga tidak pernah saling berhubungan dengan saya. Siswa aliran saya tidak boleh menyebarluaskan aliran saya di aliran Anda, di Taiwan juga ada fenomena demikian, Taiwan ada 4 gunung besar: Fo Guang Shan, Chung Tai Shan, Dharma Drum Mountian, dan Tzu Chi. Orang Tzu Chi pergi ke Fo Guang Shan menyiarkan kebaikan Tzu Chi, Fo Guang Shan pergi ke Tzu Chi menyiarkan kebaikan Fo Guang Shan, ini tidak bisa ditoleransi. Sebenarnya, persaingan positif itu boleh-boleh saja, negatif, saling mengecam itu tidak baik. Sama-sama umat Buddha, seharusnya hidup harmonis. Oleh karena itu, tadi malam saya menyampaikan sebuah lelucon, Si A memarahi Si B, "Anda babi." Si B memarahi Si A, "Kamulah babi." Guru mendengar di samping, "Sama-sama babi, seharusnya hidup harmonis." Hari ini, kita semua adalah umat Buddha, kita harus hidup harmonis, tidak boleh saling membedakan satu sama lain, bahkan agama lain, Agama Islam, Katolik, Kristen, Ortodoks, Yahudi, dan Taoisme, sama-sama dipandang sederajat, semua berniat baik melakukan hal-hal baik. Selanjutnya, melatih diri hingga tingkat yang lebih baik, semuanya baik, mengapa harus saling mengecam? Seperti kita Agama Buddha, saya tidak berani mengatakan saya orang suci atau orang apa! Semua orang mengaku dirinya orang apa, "Anda orang Tzu Chi" "Anda orang Fo Guang" "Anda orang Chung Tai", "Anda orang Dharma Drum"? Zhenfo Zong belum ada "orang Zhenfo", tidak ada! Kita belum ada, karena kita semua sama-sama manusia, tidak membedakan satu sama lain, bukankah sangat baik hidup harmonis? Benar tidak? Selat juga sama, sama-sama Suku Tionghua, seharusnya hidup harmonis, seharusnya saling berkembang, budaya yang sama, perkembangan yang sama, rakyat yang sama, keyakinan yang sama, leluhur yang sama, seharusnya sama-sama hidup harmonis. Oleh karena itu, kita belajar Buddha tidak boleh meremehkan orang lain, manusia tidak boleh diremehkan, apalagi meremehkan dan mengecam Mulacarya? Ini lebih tidak boleh lagi. Manusia pun tidak boleh difitnah, apalagi mengecam dan meremehkan Mulacarya, inilah makna dari butir pertama.

Butir kedua, "membicarakan kesalahan saudara Vajra". Membicarakan kesalahan saudara Vajra juga tidak baik, ini hampir sama dengan sila pertama. Sila ketiga, "mengabaikan Bodhicitta". Bodhicitta ada dua macam, pertama adalah ikrar Bodhi, kedua adalah praktek Bodhi; satu teori, satu lagi praktek. Berikrar adalah ikrar Bodhicitta. Tadi di sini menerima Sila Bodhisattva, inilah ikrar Bodhi, Anda belum menjadi seorang Bodhisattva sejati, melainkan ikrar Bodhi, berikrar menjadi seorang Bodhisattva, jika kita benar-benar melaksanakannya, Anda justru mempraktekkan Bodhi; benar-benar mempraktekkannya, inilah praktek Bodhi; Bodhicitta itu hati yang tidak boleh diabaikan. Sadhaka yang belajar Dharma Kalacakra, yang belajar Tantra, tidak boleh mengabaikan Bodhicitta.
  
Menaati Sila benar-benar sangat sulit. Ada sebuah lelucon, ada sepasang suami istri yang sudah lanjut usia, menyambut hari peringatan pernikahan mereka yang ke-75, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, mereka menikmati "candle light dinner". Usai makan, suami berkata pada istri, "Sayang, kita telah hidup bersama 75 tahun, setiap saat saya merasa sangat bahagia. Namun, beberapa tahun ini, saya selalu ada satu pertanyaan, mengapa anak kita yang ke-10, wajahnya beda dengan anak-anak kita yang lain?" Mereka mempunyai 10 anak, ada 9 sangat mirip, yang ke-10 tidak mirip. "Kita sudah setua ini, saya pikir, saya tidak akan takut masalah, saya ingin tahu apakah ayahnya beda dengan anak-anak kita yang lain." Oh! Ini sangat berterus-terang, si istri bimbang lama sekali, akhirnya  mengangguk, sangat menyesal berkata, "Benar." Suaminya sangat terpukul, pengakuan istrinya membuatnya tertekan, sambil menahan air mata, dengan suara gemetar bertanya, "Siapa dia? Siapa ayah yang tidak tahu malu itu?" Si istri makin bimbang, akhirnya memberanikan diri menjawab, "Ayah yang tidak tahu malu itu adalah kamu." Sembilan anak yang sebelumnya bukan anaknya! Sila sangat sulit! Ia terus melanggar Sila hingga akhirnya baru kembali ke jalan yang benar, jadi, Sila sangat sulit. Namun, ini juga sangat layak bersimpati, anak terakhir akhirnya kembali ke jalan yang benar. Kita tidak boleh kembali ke jalan yang salah, kita tetap harus kembali ke jalan yang benar.

Tadi, mendengar Gurudhara berkata, Mahaguru serba benar, ini juga benar, itu juga benar, semua benar. Terima kasih banyak atas motivasi Gurudhara, pokoknya Mahaguru sempurna. Benar tidak? (Benar!) Hari ini saya tiba di Inggris, baru tahu ternyata Inggris adalah negara liberal. Karena, semua adalah benar, mulai sekarang bebas leluasa. Setelah umur 70 tahun, hidup dengan sangat bahagia. Om Mani Padme Hum! Tetap harus menaati Sila.

Butir keempat, "mengecam Sutra dan mantra". Yaitu "mengecam Dharma". Kita tidak boleh mengecam Buddhadharma, karena disabdakan oleh Sang Buddha, disabdakan oleh semua Buddha Bodhisattva, disabdakan oleh arya, semua tidak boleh dikecam. Tentu saja, kita boleh menyanggah, mengritik orang awam, namun, jangan menyanggah dengan kata-kata kasar. Orang zaman sekarang bicara atau  menulis, selalu menggunakan kata-kata kasar, kita tidak berani berkata kasar. Mengritik orang lain dengan kata-kata kasar itu tidak baik, kita boleh mengutarakan teori kita untuk menanggapi argumen negatif dari orang lain, boleh mengritik, namun, jangan menggunakan kata-kata kasar memaki orang, atau menyerang orang. Oleh sebab itu, terhadap Sutra Buddha, Sutra Arya, terhadap Mantra Arya, tidak boleh mengecam atau meremehkan, ini butir keempat.

"Menyampaikan Sadhana Tantra, Dharma rahasia kepada orang yang belum dewasa, itu tidak baik." Mengutarakan ajaran Tantra kepada orang yang belum dewasa, tidak mengerti apa-apa, Anda menyampaikan Dharma Tantra yang sangat dalam, itu tidak baik. Jika rekan se-Dharma, boleh disampaikan. Namun, terhadap orang yang dangkal, jangan menyampaikan Dharma Tantra yang dalam, karena terlalu dalam, mereka tidak akan sependapat, oleh karena itu, jangan utarakan. Sadhana Tantra yang dalam juga tidak boleh diutarakan, karena terlalu dalam, kita mesti menjelaskan dengan cara yang sederhana, tidak boleh menjelaskan dengan kata-kata yang dalam. Di Toronto, kita ada sebuah Vihara Vajra Garbha -- Jing Yin Temple, yang saat ini merupakan Vihara terbesar di Amerika dan Canada, Jing Yin Temple dari Acarya Lianxiong paling besar, di sana ada pratima Yamantaka, Yamantaka benar-benar sangat besar, oleh karena itu, Ia adalah Yamantaka, benar-benar Yamantaka yang sangat agung berwibawa. Tubuh Vajra-Nya terlihat, juga memperlihatkan Yamantaka-Nya. Acarya Lianwang begitu melihat, ia berkata, "Wah! Besar sekali!" Bahkan Ia sebagai Vajracarya juga terkejut, apalagi orang awam biasa? Pasti terkejut. Saya melihat foto Yamantaka di Jing Yin Temple, mereka menggantungkan khata sehingga tidak terlihat. Saya menjelaskan panjang lebar, mungkin kalian tidak mengerti apa itu Yamantaka dari Yamantaka, justru tidak boleh diutarakan! "Yamantaka dari Yamantaka", ini sudah sangat jelas, atau bagaimana menjelaskannya? Benar tidak? "Menyampaikan Dharma Tantra kepada orang yang belum dewasa", yang belum dewasa masuk ke dalam altar, begitu melihat, wah! Ini sebenarnya sembahyang apa? Memangnya sembahyang Yamantaka dari Yamantaka? Tentu saja bukan! Inilah "menyampaikan Dharma Tantra kepada orang yang belum dewasa".

"Meremehkan 5 skanda dan mengabaikan Sunyata". Lima skanda adalah fisik, kita tidak boleh meremehkan fisik kita. "Rupa, perasaan, pikiran, tindakan, dan kesadaran" melambangkan 5 skanda, 5 skanda Agama Buddha. Kita punya sebuah fisik, kita bisa merasakan, kita bisa merasakan sentuhan, kita memiliki sebuah wujud, itulah rupa; perasaan, bisa menyentuh, bisa menerima; pikiran, kita punya pikiran; tindakan, kita punya tindakan; kesadaran, kita memiliki Buddhata yang terdapat dalam kesadaran yang dalam. Rupa, perasaan, pikiran, tindakan, dan kesadaran, kita tidak boleh meremehkan kelimanya, termasuk tidak meremehkan diri kita ini. Oleh karena itu, Umat Buddha mengatakan "tidak boleh bunuh diri", karena, kita bunuh diri berarti membunuh Buddhata sendiri, kita tidak bisa mencapai kebuddhaan. Kita melatih diri dan mencapai kebuddhaan dengan tubuh kita, juga tidak boleh mengabaikan sunyata, karena sunyata mendekati Buddhata, sunyata sama dengan Buddhata, orang yang mencapai pencerahan baru tahu apa itu sunyata. Oleh karena itu, jangan mengabaikan sunyata, juga jangan meremehkan diri sendiri.

Berteman dengan orang yang tidak bermoral. Pepatah China mengatakan, "Dekat dengan cinnabar akan menjadi merah, dekat dengan tinta akan menjadi hitam", Anda terlalu dekat tinta, seperti saya melukis lukisan China, dekat air tinta, pakaian pun terkena noda hitam, dekat tinta akan hitam. Dekat cinnabar akan merah, dengan kata lain, kita bersama yang merah, kita akan menjadi merah.
  
Ada sebuah pepatah yang sangat baik: budaya tempayan kimchi Orang Korea, semua sayuran dimasukkan, begitu masuk ke tempayan kimchi, kimchi yang keluar menjadi satu rasa; sayur apapun, yang keluar dari tempayan kimchi, semua rasa kimchi, walaupun tidak jauh beda, semua menjadi kimchi. Kita tidak boleh tercemar oleh tempayan besar masyarakat, jangan dekat dengan orang yang tidak bermoral, seperti penjudi, kita sering dekat dengannya, suatu hari, kita akan tercemar judi; bahkan yang lebih tidak baik lagi, seperti narkoba, kita bersama pemakai narkoba, barangkali kita akan tercemar, kelak juga menjadi pemakai narkoba. Kita semua tahu teori ini. Oleh karena itu, kita harus mendekati orang suci, jangan mendekati orang yang tidak bermoral, ini juga sebuah sila. Ada sebuah pertanyaan, permen candy itu jantan atau betina? Seketika sulit dijawab, jawabannya adalah: permen itu betina, karena permen bisa melahirkan semut. Bagus! Benar jawabannya! Dekat dengan tinta akan menjadi hitam! Kita taruh sebutir permen di sini, semut pun datang, prinsipnya memang begitu.

Merusak keyakinan sadhaka. Orang lain meyakini True Buddha School Zhenfo Zong, Anda berkata, "Aduh! Jangan! Jangan! Lebih baik meninggalkan Zhenfo Zong." Atau orang lain meyakini Dharma Drum Mountain, "Jangan! Jangan! Meyakini Tzu Chi lebih baik." Atau mengatakan "Tzu Chi hanya berbuat kebajikan, sebagian dari Buddhadharma saja, jangan! Jangan! Anda lebih baik ke Fo Guang Shan." Inilah merusak keyakinan sadhaka. Apa yang dapat dilakukan orang lain, apa yang suka dilakukan orang lain, ia memiliki keyakinannya, jangan merusaknya. Atau meyakini Tantra, Anda berkata, "Jangan! Jangan! Tantra bukan sabda Sang Buddha, tetapi disabdakan oleh Buddha lain." Buddha lain juga Buddha! Jadi, sama saja, Eksoterik juga sama. Oleh karena itu, jangan menghancurkan keyakinan sadhaka.

Saya paling takut sebuah pernyataan, "Mahaguru! Anda harus percaya pada saya, saya selamanya siswa Zhenfo Zong, saya selamanya siswa Mahaguru." Saya paling takut dengan orang yang melontarkan pernyataan ini. Akhirnya, yang meninggalkan dan balik mengecam adalah dia, ini benar-benar anicca! Kita sebagai orang yang belajar Buddha harus memahami anicca, karena bisa berubah! "Saya selamanya tidak akan mengkhianati Mahaguru", "Anda selamanya adalah guru akar saya" "Mahaguru harus percaya pada saya", alhasil yang mengucapkan bualan ini, sudah kabur, bahkan menarik banyak orang ikut dengannya. Lihatlah! Kadang-kadang manusia bisa berubah. Itu sebabnya, biasanya jaksa tidak suka saksi hidup, hakim suka barang bukti, barang bukti adalah bukti nyata, ia tidak akan asal bicara. Namun, manusia akan asal bicara, seperti mengingkari ikrar sendiri. Kita sendiri tidak memegang ikrar sendiri itu tidak benar, kita telah berikrar, kita harus pegang. Lihatlah, banyak orang tidak memegang ikrar. Bukankah pendeta bertanya, "Apakah Anda mencintai istri Anda?" "Apakah Anda mencintai kekasih Anda?" Si pria tentu menjawab, "Ya." "Apakah Anda mencintai kekasih Anda yang sekarang?" Dua sejoli ingin menikah! "Apakah Anda mencintainya?" Mereka berdua menjawab, "Ya." "Di hadapan Tuhan tidak boleh berbohong", namun, akhirnya tetap bercerai, mengingkari janji. Tingkat perceraian sekarang sangat tinggi! Saat itu, saat menikah di gereja atau di vihara, semua mengingkari janji, mengapa bisa demikian? Karena hati manusia bisa berubah. Kita telah meyakini Tantra, telah bersarana pada Mulacarya, Anda harus memegang ikrar sendiri, bahkan tidak boleh mengecam wanita. Tantra tidak memperkenankan mengecam wanita, karena di dalam Tantra, wanita sangat penting.

Lelucon ini tidak ada hubungan dengan ikrar, namun, ada hubungan dengan hukum karma. Suatu hari, ketika suami sedang mengajar, melihat di luar turun salju, melihat kondisi tersebut timbul perasaan, lalu membacakan, "Langit turun salju tidak turun hujan, salju jatuh ke tanah menjadi hujan, perubahan demikian sangat merepotkan, lebih baik dari awal turun hujan saja." Setelah murid mendengar, lalu membacakan, "Guru makan nasi tidak makan kotoran, nasi sampai ke perut berubah menjadi kotoran, perubahan demikian sangat merepotkan, lebih baik dari awal makan kotoran saja." Maksud saya adalah hati manusia bisa berubah, hati manusia benar-benar berubah-ubah. Oleh karena itu, ketika jaksa bertanya pada saksi, hari ini mengatakan "ya", besok mengatakan "tidak", lusa mengatakan "ya" lagi, terakhir mengatakan "tidak", saat vonis mau dijatuhkan, malah mengatakan "ya", tadinya mengatakan "ya", sekarang mengatakan "tidak". Mulut manusia tidak bisa dipercaya, hati juga bisa berubah, tidak boleh terlalu percaya mulut manusia. Sungguh! Oleh karena itu, yang paling disukai jaksa adalah barang bukti, ia tidak akan berubah. Jangan terlalu percaya mulut wanita, juga jangan terlalu percaya mulut pria. Kenyataannya seperti itu, di dalam Tantra, ada sebuah sila seperti demikian: "Harus memegang ikrar sendiri", "tidak diperkenankan mengecam wanita". Saya pernah membaca sebuah pepatah, "Wanita adalah orang yang berbakat berbohong", ditulis oleh seorang yang berpendidikan. Ia tidak menulis "pria adalah orang yang berbakat berbohong". Saya bahkan pernah membaca novel Jinyong, ibu berkata pada Zhang Wuji, "Jangan percaya wanita cantik, semakin cantik wanita itu, semakin pintar berbohong." Filsuf mulia juga menulis "wanita adalah orang berbakat berbohong". Selain itu, masih ada Orang Jepang, Tokugaya Ieyasu, Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi, ketiganya seperti 3 Kerajaan di China, Tokugaya Ieyasu akhirnya memperoleh kemenangan, kalimat pertama dalam suratnya, "Jangan dengarkan ucapan wanita." Jangan dengarkan ucapan wanita. Kalau tidak percaya, Anda pergi ke lantai tertinggi Tenshukaku di Osaka, Jepang, buka kalimat pertama di surat Tokugaya Ieyasu, bacalah, "Jangan dengarkan ucapan wanita". Aduh? Tokugaya Ieyasu mengecam wanita, tidak benar! Kaisar Jepang juga melontarkan satu pernyataan, "Wanita tidak boleh mencampuri urusan kerajaan." Begitu mencampuri urusan kerajaan, maka kacau balau, ini juga mengecam wanita! Ini tidak diperbolehkan di dalam Tantra. Sudah menjelaskan satu jam, baru menjelaskan sampai "Menaati 14 Kemunduran Dasar Tantrayana"! Selebihnya dibaca saja.
  
Kedua, menaati sila dasar, sila dasar Kalacakra ada 18 butir. "Memuji diri sendiri dan mengecam orang lain", memuji diri sendiri, namun menjelekkan orang lain, mengatakan diri sendiri paling baik. "Tidak berdana Buddhadharma dan materi", orang kaya pelit, tidak sudi berdana materi, orang miskin, bahkan Buddhadharma pun tidak mau berdana, ini melanggar sila. Buddhadharma harus disebarluaskan, kita harus berdana Buddhadharma. "Tidak sudi memaafkan orang yang memohon pertobatan", ini juga tidak benar, orang lain memohon pertobatan, kita harus memaafkan, ini adalah salah satu dari menghindari sila dasar. "Mengabaikan Mahayana untuk belajar Theravada", tidak baik, tetap harus belajar Mahayana. "Mencuri barang Triratna", ada lagi, kita mesti "berdana Buddhadharma", "tidak boleh mencuri pakaian bhiksu/ni", tidak boleh mencuri pakaian dan topi bhiksu/ni. "Menaati 5 perbuatan durhaka", 5 perbuatan durhaka sangat berat, membunuh ayah, membunuh ibu, membunuh arahat, melukai tubuh Buddha hingga berdarah, memecah belah sangha, kita ada 500 orang bhiksu, sekarang bertambah 1 orang, menjadi 501 bhiksu, kita memecah belah mereka, sehingga mereka berubah menjadi beberapa aliran, tidak boleh. Ini adalah 5 perbuatan durhaka, dosanya sangat berat. Membunuh ayah, membunuh ibu, membunuh arahat, melukai tubuh Buddha hingga berdarah, memecah belah Sangha, semua ini adalah 5 perbuatan durhaka. "Tidak diperkenankan ada pandangan sesat", kita ada pandangan sesat, pandangan yang tidak benar, itu tidak diperkenankan.

"Merusak dan tidak memperbaiki". Kita telah merusaknya, kita tidak mencari jalan untuk memperbaikinya, ini juga melanggar sila, karena telah merusak, harus segera memperbaiki. "Mengungkapkan sunyata" atau mengutarakan memahami hati dan menyaksikan Buddhata, ini tidak diperkenankan. "Membuat orang mengabaikan sila", membiarkan orang tidak menaati sila, "Sila! Semua sama, setelah meninggal dunia, semua sama! Tidak usah mempedulikan sila! Setelah mati, semua orang adalah sama." Pernyataan seperti ini adalah pandangan sesat, sebenarnya beda, kemudian menyuruh orang mengabaikan sila. "Mengecam Theravada", Theravada juga tidak boleh dikecam, karena Theravada khusus bicara tentang Sila, merupakan dasar Agama Buddha, tidak boleh dikecam. "Mengaku telah mencapai keberhasilan padahal belum", Anda tidak mencapai kebuddhaan, tidak memahami hati dan menyaksikan Buddhata, tetapi Anda malah mengatakan Anda telah memahami hati dan menyaksikan Buddhata, ini tidak boleh. "Menerima materi yang tidak layak", uang yang dicuri oleh maling, saya bagi Anda sedikit, Anda mengatakan itu hasil curian, saya ambil sedikit, ini juga menerima materi yang tidak layak, juga tidak boleh. "Meremehkan ritual", kita terlalu meremehkan semua tatacara dan semua sila, semua ini tidak diperkenankan. "mengabaikan kebaikan orang lain", Anda hanya mementingkan diri sendiri dan mengabaikan kebaikan orang lain, sebenarnya Bodhisattva lebih mementingkan orang lain, diri sendiri berkorban tidak apa-apa. Anda hanya mementingkan diri sendiri, kemudian mengabaikan orang lain, ini tidak boleh. Ada sebuah kapal hampir tenggelam, kapten kapal berkata, "Siapa yang bisa berdoa?" Salah satunya berkata, "Saya yakin pada Tuhan, saya bisa berdoa." "Di atas kapal ada 36 orang, namun hanya ada 35 buah pelampung, karena Anda bisa berdoa, Anda tinggal saja di atas kapal." Setiap orang mengambil pelampung dan turun, karena hanya orang itu mengatakan ia bisa berdoa! Jadi, tinggal di atas kapal. Sebenarnya, tidak boleh mengabaikannya. Menjadi seorang kapten seharusnya melindungi kapal ini, kapten kapal akan memberikan pelampung kepada orang yang bisa berdoa itu. Tentu saja, semua orang ambil pelampung dan pergi menyelamatkan diri, hanya kapten kapal mengorbankan nyawa sendiri, ini barulah Bodhisattva. Itu sebabnya, tidak boleh "mengabaikan kebaikan orang lain".

Ketiga, "Aturan 25 jenis perilaku". Banyak sekali, jelaskan lebih cepat. "Lima kejahatan terbesar", membunuh, mencuri, berzinah, berbohong, mabuk-mabukan. "5 kejahatan sedang", satu adalah berjudi, makan daging tidak bersih dan lima jenis pembunuhan, lima jenis pembunuhan termasuk membunuh anak-anak, wanita, pria, merusak tubuh, ucapan, dan pikiran orang lain, sebenarnya di antara 5 kejahatan besar termasuk membunuh anak-anak, membunuh wanita, membunuh pria, "lima kejahatan sedang", satu adalah berjudi, makan daging tidak bersih. Selain itu, merusak tubuh, ucapan, dan pikiran orang lain, Tantra bicara tentang tubuh, ucapan, dan pikiran, merusak tubuh orang lain, menjelekkan tubuh orang lain, menjelekkan orang lain lewat ucapan, menjelekkan pikiran orang lain, inilah merusak tubuh, ucapan, dan pikiran. "Berjudi, makan daging tidak bersih", apa yang dimaksud "daging tidak bersih"? Hari ini di hotel, kita makan blood darah, itu tidak bersih. Di dalam Tantra, darah itu tidak bersih. Hari ini, Acarya Lianning sudah makan, saya sempat melihat, itu tergolong 5 kejahatan sedang, boleh diperbaiki. Karena hanya makan hari ini saja, tidak sering. Di dalam sila ada sila makan daging tidak bersih, juga tidak boleh, membunuh sendiri juga tidak boleh. Kita tidak melihat pembunuhan, tidak mendengarkan pembunuhan, bukan dibunuh untuk kita, ini boleh, ini disebut 3 jenis daging bersih. Daging tidak bersih adalah membunuh sendiri, mendengarkan pembunuhan, dibunuh untuk kita, ini tidak baik. Begitulah sila. Ada lagi "5 kejahatan kecil", lima jenis kejahatan yang lebih kecil. Kita tidak percaya Buddhadharma, boleh! Percaya Kristen, percaya Katolik, percaya lebih baik daripada tidak percaya sama sekali, tidak percaya Buddhadharma tergolong kejahatan kecil. Kita marah, juga tidak boleh, tiba-tiba kita sangat marah, murka, tidak boleh, ini tergolong kejahatan kecil, tidak boleh marah. Marah mencakup siapa saja? Marah pada teman, marah pada pimpinan, marah kepada agama, tidak percaya Buddhadharma, bahkan menipu, ini sering ada, ini tergolong kejahatan kecil. Menipu bisa dilakukan banyak orang. Selain itu, ada lagi kemelekatan 5 jenis hasrat, apa saja kemelekatan kita? Melekat pada rupa, itulah hasrat; melekat pada suara yang merdu, itulah hasrat; melekat pada wewangian, itulah hasrat; melekat pada rasa, itulah hasrat; melekat pada sentuhan, itulah hasrat. Sentuhan adalah touch, smell wangi, rupa, suara, rasa, sentuhan, kemelekatan lima macam hasrat, semua ini tidak baik, tergolong kejahatan kecil!

"Menaati Sila Awal", "menggunakan mudra yang tidak memenuhi kriteria". Mudra di dalam Tantra sangat dalam, sangat penting. Mudra itu sendiri mesti dibentuk saat tubuh kita ada keharuman, ini seperti kemelekatan, namun, mudra yang tidak layak, ini kelak akan dijelaskan pada kalian, ini lebih dalam. "Tidak ada pilihan, maka melatih konsentrasi", berkonsentrasi itu sangat sulit, itulah dhyana. Kita mesti setahap demi setahap, tidak bisa sekali langsung konsentrasi. "Bukan Dharmayudam, Anda mengajarinya Anuttara Tantra", ini juga tidak boleh. "Bertengkar selama upacara". Dua orang bertengkar selama upacara! Pukul! Perilaku yang tidak layak, ini adalah sila awal. "Memudarkan keyakinan orang yang memiliki keyakinan lewat menjawab pertanyaannya." Terhadap orang yang memiliki keyakinan, jawaban Anda sebagai seorang acarya membuatnya kehilangan keyakinan. Yang namanya menyeberangkan insan, kita menyeberangkan insan, ada sebagian acarya bicara memudarkan keyakinan seorang siswa, ini adalah menghalangi insan, tidak boleh. "Tidak boleh menginap genap 7 hari di rumah sadhaka Theravada." Anda tidak boleh menginap di rumah Theravada genap 7 hari, dengan kata lain, kita mendekati Theravada, dipengaruhi olehnya, kita pun berubah menjadi Theravada. "Menyamar menjadi yogi yang melatih prana". Kita tidak tiap hari melatih qigong, kita malah mengatakan, "Saya adalah yogi yang melatih prana." Yogi itu melatih prana, kita menyamar menjadi yogi, juga sama sekali tidak melatih pernapasan botol, menyamar sering melatih pernapasan botol, ini tidak boleh. "Terhadap orang yang tidak yakin Buddhadharma, berceramah Dharma Tantra yang luar biasa", ia bahkan tidak percaya Dharma Tantra, kita berceramah Dharma Tantra yang dalam kepadanya, ini tidak benar. "Saat melatih diri, tidak sepenuhnya manunggal atau mendekati manunggal". Butir yang satu ini sangat sulit dijelaskan. Setiap kali kita bersadhana, setiap kali harus mendekati Buddha, mendekati Dharma, mendekati Sangha, mendekati Bodhisattva, mendekati yidam kita, mendekati Dharmapala kita, mendekati guru kita, setiap kali bersadhana harus mendekati, bahkan manunggal. Jika saat kita bersadhana, tidak sepenuhnya manunggal, mendekati juga boleh, manunggal juga boleh. Jika kita jauh dari guru kita, jauh dari yidam kita, jauh dari Dharmapala kita, semua tidak memenuhi kriteria, tidak boleh. Ini tergolong sila awal.
  
Kelima, "melindungi kebijaksanaan". Dengan kata lain, melindungi prajna. "Tidak memaki, berbuat jahat". Tidak boleh memarahi orang, terhadap perilaku yang tidak baik, juga tidak boleh asal marah, sadhaka tidak boleh sembarangan memarahi orang. "Tidak boleh mengecam wanita", hanya boleh memuji wanita. "Dalam perilaku apapun, jangan melupakan pandangan benar". Tidak boleh melupakan pandangan benar. Ada "hiburan yang tidak berubah", hati kita yang bahagia selamanya tidak berubah. "Sadhana luar, sadhana dalam" sangat penting, tidak boleh hanya mementingkan sadhana luar, juga tidak boleh hanya mementingkan sadhana dalam. Ini adalah Dharma Tantra yang dalam, segalanya bersih, selamanya berpegang pada Bodhicitta, orang yang melanggar harus bertobat dan memurnikan diri, mengembalikan kesucian diri, kembali menerima sila, atau memohon pemberkatan mulacarya.

Dibaca sangat cepat, sebentar saja sudah habis dibaca. Seorang pria mengirim sms romantis kepada kekasihnya, "Apa yang sedang kamu lakukan? Apakah sedang bermimpi? Kirimkan mimpimu padaku." Nada yang sangat romantis. "Apakah sedang tertawa? Kirimkan tawamu padaku. Apakah sedang menangis? Kirimkan air matamu padaku, supaya air matamu sedih bersamaku." Balasan sms dari sang kekasih, "Saya sedang buang air besar." Kekasihnya sangat jujur! Orang yang sangat jujur, orang yang jujur harus memegang janji, tidak boleh menipu. Jika kekasih itu mengirim sebuah sms kepadanya, "Saya sedang merindukanmu." Sebenarnya, ia sedang buang air besar, jika menulis "saya sedang merindukanmu", itu menipu, wanita paling pintar menipu, tidak boleh.

Guru sedang mengisikan formulir untuk seorang murid SD, ia bertanya pada si murid, "Apa pekerjaan ayahmu?" Murid SD sangat bangga menjawab, "Ayah saya adalah walikota." Guru terkejut, "Putra walikota menjadi murid saya?" Guru pun bertanya, "Walikota mana?" Murid SD menjawab, "Saat saya masuk TK, ayah saya tidak pernah membelikan saya mainan, bisa hemat ya hemat. Tante-tante mengatakan ayah saya adalah ahli berhemat, belakangan nama samarannya adalah ahli berhemat." (catatan penerjemah: walikota bahasa mandarinnya Sheng Zhang, kata Sheng bisa berarti kota, juga bisa berarti hemat; kata Zhang bisa berarti ketua, juga bisa berarti ahli, kata Sheng Zhang berarti walikota, homofon dengan ahli berhemat) Ini masuk akal. Seorang pak tua hidung belang telah meninggal dunia, anaknya membuatkan dua sosok wanita kertas untuk dikuburkan bersamanya, karena mau mencari yang murah, kertasnya tidak dilem dengan baik. Tak lama kemudian, si pak  tua masuk ke dalam mimpi putranya, "Kamu ini anak yang pelit, nona itu berpenyakit kulit." Di sini menyebutkan tentang mudra, mudra di dalam Tantra sangat penting, tidak boleh berpenyakit kulit, tidak boleh menebarkan bau busuk, kelima indera harus sempurna, tubuh sangat bagus, sangat indah, berjalan, berdiam, duduk, berbaring, harus sesuai dengan standar Tantra.

Hari ini kita mengulas sila Kalacakra, karena masalah waktu, tadinya saya mau terus mengulas, tadinya pengulasan akan memakan waktu yang lama, setiap butir akan diulas lama, setiap butir harus dijelaskan secara detil, karena masalah waktu, jadi, sekian untuk hari ini. 

Om Mani Padme Hum.

sumber : http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=29&csid=47&id=1548

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Toko Online terpercaya www.iloveblue.net

Toko Online terpercaya www.iloveblue.net
Toko Online terpercaya www.iloveblue.net

Daftar harga buku:

Buku-Buku HARE KRSNA (Hare Krishna):
No Judul Harga
1 Bhagavad-gita Besar 125.000
2 Bhagavad-gita Sedang 115.000
3 Bhagavad-gita Kecil 85.000
4 Srila Prabhupada 100.000
5 Srimad-Bhagavatam Skanda III Jilid 3 75.000
6 Second Chance (Kesempatan Kedua) 42.000
7 Kehidupan Berasal Dari Kehidupan 37.500
8 Kembali Lagi 32.000
9 Dialog Timur Barat 27.500
10 Jawaban Segala Pertanyaan 25.000
11 Sri Isopanisad 25.000
12 Pedoman Etika Vaisnava 25.000
13 Krishna dan Ayat-Ayat Suci Bhagavad-gita 23.500
14 Gita Mahatmya 22.000
15 Avatar 18.000
16 Ajaran Prahlada Maharaj 18.000
17 Krsna Sumber Kebahagiaan 10.000
18 Poster Susunan Alam Semesta 30.000
19 Srimad-Bhagavatam Skanda IV 80.000
20 Krsna Book (1 Set) 300.000
21 Krsna Book (@ 1 volume) 60.000
Buku-buku Media Hindu :
No Judul Harga
1 21 Butir Mutiara Terserak 30.000
2 Arti Menjadi Seorang Hindu Bagiku? 25.000
3 Astrologi Hindu 30.000
4 Atmabodha 40.000
5 Bagaimana Menjadi Hindu 25.000
6 Dialog Dengan Penghuni Sorga 30.000
7 Dialog Gandhi Dengan Misionaris 40.000
8 Hindu Agama Terbesar di Dunia 22.000
9 Hindu Agama Universal 22.000
10 Hindu Akan Ada Selamanya 40.000
11 Hindu Kami Datang Padamu 30.000
12 Jalan Menuju Tuhan 35.000
13 Kado Dari Dewata Agung 20.000
14 Kamu Adalah Tuhan 40.000
15 Pandangan Hidup Hindu 30.000
16 Pandangan Hindu Atas Kristen dan Islam 30.000
17 Pesan Abadi Veda 40.000
18 Pesan Universal Bhagavad Gita Vol. 1 40.000
19 Pesan Universal Bhagavad Gita Vol. 2 40.000
20 Peta Jalan Veda 40.000
21 Petunjuk Untuk Yang Ragu 30.000
22 Saya Beragama Hindu 22.000
23 Surga dan Neraka Tiga Agama 40.000
24 Semua Agama Tidak Sama 30.000
25 Spiritualitas Hindu Untuk Kehidupan Modern 28.000
26 Tuhan Upanisad Menyelamatkan Masa Depan Manusia 40.000
27 Upanishad Himalaya Jiwa 30.000
28 Veda dan Injil 40.000
Buku-buku Paramita :
No Judul Harga
1 101 Cerita Kakek 52.800
2 101 Cerita Nenek 39.600
3 108 Mutiara Weda 52.800
4 108 Renungan Suci 1 30.000
5 108 Renungan Suci 2 30.000
6 108 Renungan Suci 3 30.000
7 12 Kumpulan Dongeng Hindu 20.400
8 300 Masalah (Dahsyatnya Gayatri Mantra) 72.000
9 33 Hal Yang Mempengaruhi dan Merubah 20.400
10 Aab Jagat 14.400
11 Acara Agama Hindu 31.200
12 Acarya Sista : Guru dan Dosen yang Bijaksana 72.000
13 Adi Sankaracharya 24.000
14 Adiparwa Jaya Kuno dan Indonesia 76.800
15 Agama Hindu 20.400
16 Agama Hindu, dari, untuk dan oleh orang Muda 26.400
17 Agama Realitas atau Tahayul 16.800
18 Agama Tirta dan upakara 16.800
19 Agama Veda & Filsafat 28.800
20 Agem-agem Kepemangkuan 20.400
21 Agnihotra 24.000
22 Ahimsa Dharma dan Vegetarian 26.400
23 Ahimsa Dharma 33.600
24 Ajaran moral Dalam Bhagawadgita 30.000
25 Ajaran Weda Dalam Filosofi Hindu 26.400
26 Ajeg Bali, Ajegnya Bhagawadgita 19.200
27 Aksara Bali dalam Usada 52.800
28 Aku Anak Hindu 20.400
29 Aku Ingin Kebahagiaan 18.000
30 Alam Kehidupan Sesudah Mati 20.400
31 Alih Aksara Pangayam-ayam 13.200
32 Alur Sebuah Dialog Hati 20.400
33 Analisis Upacara Wana Kertih 37.200
34 Anandadayi Bersama Sai 56.400
35 Anda Calon sukses, Berkah Menantimu, Sambutlah 30.000
36 Aneka Rupa Gending Bali 24.000
37 Ang Ah lan Ah Ang 18.000
38 Anti kekerasan dan Anti Diskriminasi 22.800
39 Anugerah & Harta Karun Kehidupan 33.600
40 Apa yang terjadi pada Jiwa setelah Kematian 52.800
41 Argha Patra Pinandita 126.000
42 Argha Patra Praktis 22.800
43 Arthasastra 126.000
44 Arti & Fungsi Sarana Persembahyangan 30.000
45 Arti Mimpi 20.400
46 Asana, Pranayama, Mudra & Banda 99.600
47 Asta Kosala Kosali 26.400
48 Asta Kosala Kosali lan Astha Bhumi 26.400
49 Astavakra Samhita 36.000
50 Aswameda parva 44.400
51 Atharva Veda Samhita III 192.000
52 Atharwa Veda Samhita I 192.000
53 Atharwa Veda Samhita II 198.000
54 Atman Brahman Aikyam 24.000
55 Aturan Membangun Rumah Menurut Hindu 18.000
56 Awengi Ring Hotel Sentral 18.000
57 Awet Muda dan Panjang Umur dengan Ayur Weda 36.000
58 Ayur Veda Ilmu Pengobatan Tradisional India 33.600
59 Ayur Weda 49.200
60 Aywawera dan pemahamannya 18.000
61 Babad Arya 26.400
62 Babad Dalem Tarukan 37.200
63 Babad I Gusti Ngurah Telabah 20.400
64 Babad Ksatria Taman Bali 26.400
65 Babad Nusa Penida 20.400
66 Babad Nyuhaya 30.000
67 Babad Prasasti Dalem dan Pande 37.200
68 Babad Pulasari 16.800
69 Babad Raja Anglurah Panji Sakti 69.600
70 Babad Raja-Raja Bali 24.000
71 Babad Tangkas Kori Agung 20.400
72 Bacakan Banten Pati Urip 18.000
73 Bali Dalam Perspektif Sejarah dan Tradisi 102.000
74 Bali Shanti 1 46.800
75 Bali Shanti 2 39.600
76 Bali Shanti 3 36.000
77 Bali Shanti 4 39.600
78 Barong Landung 20.400
79 Bayu Agung 16.800
80 Bayuh Oton 16.800
81 Bebas dari Rasa Takut Menuju Keyakinan 10.800
82 Belajar Singkat Bahasa Hindi 26.400
83 Benarkah di Hindu ada Moksa? 42.000
84 Berang-Berang dan Srigala 13.200
85 Berbakti pada Leluhur, Upacara Pitra Yadnya 26.400
86 Berbagai Jalan Meditasi 24.000
87 Berbisnis menurut Agama Hindu 50.400
88 Berjalan Pada Jejak-jejak Vedanta 24.000
89 Berkorban/Yadnya adalah Kesenanganku 9.600
90 Berfikir Benar Dasar Mencapai Kebahagiaan 16.800
91 Berpolitik Menurut Hindu 57.600
92 Bhagavad Gita 105.600
93 Bhagavata Purana tentang Neraka 13.200
94 Bhagavata untuk Anak-anak 20.400
95 Bhagawad Gita (Nyanyian Tuhan) 73.200
96 Bhagawad Gita (Pancama Weda) 51.600
97 Bhagawad Gita Inggris Indonesia 96.000
98 Bhagavadgita Menurut Mahatma Gandhi 30.000
99 Bhagawadgita Teks Bahasa Bali 84.000
100 Bhakti & Kesehatan 32.400
101 Bhakti Yoga 19.200
102 Bhama Kretih 21.600
103 Bharata Yudha & Pandawa Seda (Komik) 182.400
104 Bharata Yudha (Komik) 117.600
105 Bhegawan Agastya Prana 13.200
106 Bhisma Parwa 66.000
107 Bibliografi Literatur Hindu 21.600
108 Bolong & Gilik 13.200
109 Brahma Astra 16.800
110 Brahma Sutra 96.000
111 Brahma vidya Teologi Alam Semesta 73.200
112 Brahman 33.600
113 Buddha 13.200
114 Buku Harian Intisari Pedoman Hidup 45.600
115 Buku Mewarnai Dewa Dewi 26.400
116 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas I 19.200
117 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas II 19.200
118 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas III 19.200
119 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas IV 21.600
120 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas V 21.600
121 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas VI 21.600
122 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas VII 27.600
123 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas VIII 30.000
124 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas IX 32.400
125 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas X 34.800
126 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas XI 34.800
127 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas XII 37.200
128 Buku Pendidikan Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi 37.200
129 Bunga Rampai Babad dan Rerajahan Kajang di Bali 26.400
130 Calon Arang 30.000
131 Cahaya Kebajikan Ganesa 92.400
132 Cahaya Kekuatan Batin dan Kebijaksanaan 24.000
133 Cahaya Sai Rama 10.800
134 Cakepan Alit Lontar Jajimatan 13.200
135 Cakepan Alit Pengasih-asih Leak Manusa lan Dewa 12.000
136 Cakepan Alit Puja Weda Mantra 44.400
137 Canakya Nitisastra 42.000
138 Cara Jitu Cepat Kaya dan Tenang 13.200
139 Cara Praktis Untuk Memahami Agama Hindu 50.400
140 Caru 16.800
141 Caru Eka Sata 13.200
142 Catur & Sad Paramita 26.400
143 Catur Guru Bhakti 34.800
144 Catur Marga 56.400
145 Catur Purusartha 37.200
146 Catur Veda 462.000
147 Ceng Blonk Dalang Inovatif 61.200
148 Cerdas Spiritual Melalui Bhagavadgita 20.400
149 Cerita Anekdot dalam Kehidupan 26.400
150 Cerita Rakyat Bali 19.200
151 Citra Wanita dalam Kekawin Ramayana 25.200
152 Curahan Air Keabadian (Amrita Varshini) 16.800
153 Curahan Belas Kasih (Anugraha Vaharshini) 21.600
154 Dahsyatnya Gayatri Mantra 33.600
155 Dainika Upasana 22.800
156 Daksina Menhadirkan kekuatan Lingga Yoni 16.800
157 Dalem Keling Wamsakarta Ksatrya Taman Bali 24.000
158 Dalem Tarukan 13.200
159 Dampak Puasa 26.400
160 Dana Punia dan Penebusan Dosa 24.000
161 Dasaksara, Saiva Siddhanta & Kanda Pat 18.000
162 Dasa Awatara 24.000
163 Dasar-Dasar Budi Pekerti 21.600
164 Dasar-Dasar Psikologi Agama 37.200
165 Dasar Filsafat Agama-Agama 33.600
166 Dasar-dasar Filsafat 26.400
167 Dasar-dasar Kepemangkuan 66.000
168 Dasar-dasar Kesulinggihan 88.800
169 Dasar-dasar Astrologi Hindu 73.200
170 Daun Yang Berkisah 24.000
171 Deva Siva 26.400
172 Devi Savitri 13.200
173 Dewa & Doa 20.400
174 Dewa Dewi Hindu 21.600
175 Dewa Ganesha 18.000
176 Dhammapada 31.200
177 Dharma Caruban 13.200
178 Dharma Bandhu 37.200
179 Dharma Jalan Menuju Kebahagiaan dan Moksa 52.800
180 Dharma Pemacul 13.200
181 Dharma Sewanam (Indahnya Melayani Sesama) 33.600
182 Dharma, Tapa dan Yoga 13.200
183 Dharmagita 37.200
184 Dharmatula 38.400
185 Dharmayana Leluhur Kepurwa Bumi 37.200
186 Dharmayatra ke Pura Semeru Agung 26.400
187 Dialog Ajeg Bali Perspektif Pengalaman … 48.000
188 Dialog Spiritual 32.400
189 Dialog Spiritual II 33.600
190 Diksa, Pintu menapaki Jalan Rohani 50.400
191 Disiplin dan Sadhana Spiritual 24.000
192 Djegeg Bagus 36.000
193 Doa Harian Untuk Bhagavan 20.400
194 Doa Sehari-hari Keluarga dan Masyarakat Hindu 19.200
195 Doa Untuk Anak Hindu 19.200
196 Doa Sehari-hari Menurut Hindu 12.000
197 Doa-doa Penting Dalam Atharva Veda 24.000
198 Dosa Menurut Hindu 26.400
199 Dua Warisan Leluhur memberantas Kemelaratan 19.200
200 Dudonan Karya Mamungkah 16.800
201 Dunia Adalah Papan Catur 90.000
202 Eksistensi & Efektifitas istem banjar Suka Duka 48.000
203 Energi Aura 27.600
204 Ensiklopedi Hindu 240.000
205 Ensiklopedia Pura I 240.000
206 Ensiklopedia Pura II 240.000
207 Ensiklopedia Pura III 240.000
208 Esensi Bunyi Gamelan 48.000
209 Esensi Falsafah Jawa 30.000
210 Esensi Uang Kepeng Dalam Ritual Hindu 21.600
211 Etika Hindu 24.000
212 Etika Pendidikan Agama Hindu 13.200
213 Etika Susila Untuk Pelayanan Umat Manusia 13.200
214 Evaluasi Pendidikan 33.600
215 Evolusi Melalui Reinkarnasi & Karma 26.400
216 Filosofi Simbol Hindu 39.600
217 Filsafat 108 Sang Hyang Kala di zaman Kali 72.000
218 Filsafat Desa Adat Bali 66.000
219 Filsafat Hindu Nawa Darsana 48.000
220 Filsafat Ilmu 26.400
221 Filsafat Ilmu: Bagaimana & Untuk Apa Ilmu pengetahuan 129.600
222 Filsafat Manusia dalam Perspektif Hindu 34.800
223 Filsafat Pancasila Dalam Perspektif Hindu 46.800
224 Filsafat Pendidikan 48.000
225 Filsafat Pendidikan Agama Hindu 36.000
226 Filsafat Saiva Siddhanta 32.400
227 Filsafat Seni Sakral dalam Kebudayaan Bali 24.000
228 Filsafat Timur 26.400
229 Filsafat Toleransi Beragama di Indonesia 54.000
230 Filsafat Wayang dalam Panca Yadnya 20.400
231 Fungsi dan Membuat Tipat 22.800
232 Gaguritan Panrestyan Watu Gunung 6.000
233 Gaguritan Parikesit Pralaya 14.400
234 Gaguritan Pralayaning Panca Kumara 6.000
235 Gaguritan Watugangga 6.000
236 Galungan Naramangsa 31.200
237 Gandhi dalam Dialog Hindu Kristen 26.400
238 Gandhi dan Masyarakat Tanpa Kekerasan 37.200
239 Ganesa 26.400
240 Gayatri Sadhana 33.600
241 Gede Ombak Gede Angin 26.400
242 Gegitan Kembang Rampe Dharmayana Pariksa 13.200
243 Gegitan Kembang Rampe I 13.200
244 Gegitan Kembang Rampe II 13.200
245 Gegitan Kembang Rampe III 13.200
246 Geguritan Aji Pelayon 13.200
247 Geguritan Begawan Bisma 34.800
248 Geguritan Galungan 13.200
249 Geguritan Ganda Wirasa 36.000
250 Geguritan Goa Giri Putri 16.800
251 Geguritan Jnana Siddhi 13.200
252 Geguritan Kaki Manuh Cakepan I 24.000
253 Geguritan Kaki Manuh Cakepan II 21.600
254 Geguritan Kebo Tarunantaka 19.200
255 Geguritan Ken Arok - Ken Dedes 16.800
256 Geguritan Kreta Langu 13.200
257 Geguritan Marga Sunya 13.200
258 Geguritan Pawiwahan 20.400
259 Geguritan Pengantar Agama Hindu 24.000
260 Geguritan Sandhyakalaning Majapahit 20.400
261 Geguritan Savasana 20.400
262 Geguritan Sima Kertaning Bumi 20.400
263 Geguritan Siwaratri 14.400
264 Geguritan Siwa Latri Kalpa 13.200
265 Geguritan Sucita Subudi 57.600
266 Geguritan Sutasoma I 20.400
267 Gerhana Prahara 60.000
268 Gita Bhakti 13.200
269 Gita Itihasa Dewi Sita Mesatya 6.000
270 Grhasta Asrama 66.000
271 Gunung Menyan Segara Madu 33.600
272 Hanuman 13.200
273 Hari Raya dan Kekawin Siwaratri Kalpa 39.600
274 Hari Raya Anggara Kasih 13.200
275 Hari Raya & Puasa dalam Agama Hindu 36.000
276 Hari Raya Hindu Bali & India 16.800
277 Hidup dengan Para Resi Himalaya 82.800
278 Hidup Ini Seperti Petir 26.400
279 Hidup Ini Seperti Piknik 21.600
280 Hidup Rukun Menurut Hindu 20.400
281 Hidup Sehat dengan Akupresur 33.600
282 Hindu Agama Universal 39.600
283 Hindu Dharma 184.800
284 Hindu untuk Masyarakat Umum 31.200
285 Hinduisme sebuah Pengantar 36.000
286 Hita Upadesa 60.000
287 Horoskop Barat India Bali Jawa Cina dan Kalender 1901-2100 118.800
288 Horti Basa Bali 21.600
289 Hubungan Pura Agung Blambangan 13.200
290 Hukum Adat 16.800
291 Hukum Evolusi Roh 16.800
292 Hukum Hindu Serta Perkembangannya 33.600
293 Hukum Karma 26.400
294 Hukum Karma dan Cara Menghadapi 24.000
295 Hyang Pitara 24.000
296 I Balian Putus 16.800
297 Ibu Durga 19.200
298 Ibu Gangga (Ma Gangga) 19.200
299 Ilmu Hanuman 19.200
300 Ilmu Pengetahuan & Spiritual 51.600
301 Ilmu Pengetahuan eksakta Hindu kuno 43.200
302 Impian dan Kenyataan 38.400
303 Indahnya Lika Liku spiritual 45.600
304 Indik Wewangunan 76.800
305 Instrospeksi Diri 31.200
306 Intisari Ajaran Hindu 51.600
307 Intisari Ajaran Saiva Sidhanta 13.200
308 Intisari Bhagawadgita 66.000
309 Intisari Sejarah Linguistik 33.600
310 Intisari Upanishad 24.000
311 Intisari Veda (HC) 60.000
312 Intisari Veda (SC) 52.800
313 Intisari Yajna Dalam Ajaran Hindu 26.400
314 Isa Upanisad 13.200
315 Itihasa 156.000
316 Jaga Satru 18.000
317 Japa Yoga 37.200
318 Jawaban atas Pertanyaan 19.200
319 Jejak-jejak Sadhu 16.800
320 Jenis-jenis Tebasan 16.800
321 Kaedah Beryadnya 38.400
322 Kaedah Beryadnya II 28.800
323 Kajeng kliwon 20.400
324 Kakawin Nitisastra 78.000
325 Kakawin Ramayana Jilid I 73.200
326 Kakawin Ramayana Jilid II 72.000
327 Kakawin Ramayana Jilid III 120.000
328 Kala Badeg 21.600
329 Kala Tattwa 13.200
330 Kalender 200 Tahun 66.000
331 Kalender 2200 Tahun (Tahun 1 s/d 2200 Masehi) 188.400
332 Kama Bang Kama Putih 26.400
333 Kamasutra dari Watsyayana 56.400
334 Kamus Bahasa Bali 165.600
335 Kamus Nama-nama Sanskerta Indonesia 82.800
336 Kamus Saku 30.000
337 Kamus Sanskerta - Indonesia 74.400
338 Kamus Umum Buddha Dharma 88.800
339 Kanda Empat (Bhuta, Dewa, Lare, Sari) 24.000
340 Kanda Empat Bhuta 19.200
341 Kanda Empat Dewa 22.800
342 Kanda Empat Rare 19.200
343 Kanda Empat Sari Sakti Tanpa Guru 16.800
344 Kanda Empat Tanpa Sastra 26.400
345 Kanda Pat Catur Sanak 16.800
346 Kanda Pat Madu Muka 16.800
347 Kanda Pat Pamurtian 16.800
348 Kanda Pat Pengaradan 16.800
349 Kanda Pat Prasanak 16.800
350 Kanda Pat Rare 16.800
351 Kanda Pat Sari 16.800
352 Kanda Sanga 19.200
353 Kanda Sanga Tanpa Sastra 13.200
354 Karma Yoga 15.000
355 Karmaphala 56.400
356 Kata-kata Mutiara Renungan Harian 33.600
357 Katuturaning Barong Swari Lan Dalang 13.200
358 Kearifan Lokal Sain Asli Bali 26.400
359 Kebahagiaan Di balik Tantangan dan Penderitaan 21.600
360 Kebahagiaan Kunci Meraih Kesuksesan 32.400
361 Kebangkitan seorang Hindu 36.000
362 Kebenaran Sejarah Agama Hindu 180.000
363 Keberuntungan Anda Tahun 2007 21.600
364 Keberuntungan Anda Tahun 2008 21.600
365 Kedamaian di tengah-tengah Prahara 26.400
366 Kedudukan Pemangku dalam Beryadnya 22.800
367 Kedudukan Perempuan Hindu 36.000
368 Kejayaan Ganesa 46.800
369 Kekuatan Dewa Agni dan Dewa Indra 13.200
370 Kekuatan Yadnya 33.600
371 Kemah Sadhana 28.800
372 Kemahaesaan Tuhan Dalam Veda 19.200
373 Kemuliaan Sai paduka 21.600
374 Ken Arok, Ken Dedes, leluhur Raja-raja Majapahit 13.200
375 Kenali Dirimu 33.600
376 Kepemimpinan (Leadership) dalam Agama Hindu 13.200
377 Kepemimpinan Hindu 13.200
378 Kepemimpinan Hindu Astra Brata 24.000
379 Kepemimpinan Hindu dalam Lontar Wrati Sesana 26.400
380 Keprotokolan & MC 26.400
381 Kerangka Dasar Agama Hindu 26.400
382 Kesaktian & Keampuhan Mantra Gayatri 10.800
383 Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu 26.400
384 Kesehatan & Meditasi Matahari Terbit 52.800
385 Kesehatan dan Spiritual 46.800
386 Kesempurnaan Diri 10.800
387 Kasuksmaning Pelinggih Ring Pamerajan 30.000
388 Kesusastraan Bali 24.000
389 Ketuhanan Bali 16.800
390 Keutamaan Manusia & Pendidikan Budi Pekerti 66.000
391 Kewangen 16.800
392 Khrisna Bhakti 10.800
393 Kiat Praktis Belajar di Perguruan Tinggi 18.000
394 Kiat-kiat Praktis meraih kerja 13.200
395 Kidung Bhajan Mala 74.400
396 Kidung Jerum Kundangdya 16.800
397 Kidung Lungsir Petak 10.800
398 Kidung Panca Yadnya 22.800
399 Kidung Suci 45.600
400 Kidung Suci Kirtanam 10.800
401 Kidung Tantri 24.000
402 Kidung Tantri Manduka Wyakarana 60.000
403 Kidung yadnya 10.800
404 Kisah Singkat Kehidupan Svami Vivekananda 20.400
405 Kisah-kisah Mengagumkan Para Dewa Hindu 20.400
406 Kitab Aji Sngkya 1947 18.000
407 Komodifikasi Tari Barong 50.400
408 Konsentrasi dan Meditasi 60.000
409 Konsep & Praktik Agama Hindu di Bali 132.000
410 Konsep Filosofi Hindu 13.200
411 Konsep Kesuksesan Umat Hindu 43.200
412 Konsep panca Sradha 46.800
413 Konsep Sraddha 50.400
414 Konsepsi Monotheisme Dalam Agama Hindu 18.000
415 Kosmologi Hindu 82.800
416 Krsna 13.200
417 Kumpulan Cerita Pendek Keagamaan Hindu 26.400
418 Kumpulan Dharma Wacana Profesional 26.400
419 Kumpulan Karya Pilihan tentang Sadhana 31.200
420 Kumpulan Kisah Bhakti Para Bhakta 30.000
421 Kumpulan Lagu-lagu Arathi 13.200
422 Kumpulan Ringkasan Lontar 21.600
423 Kunang-kunang Anarung Sasi 33.600
424 Kunci Kekayaan meneropong Managemen 24.000
425 Kundalini I 37.200
426 Kundalini Yoga 36.000
427 Kusumadewa 21.600
428 Langkah-langkah Emas 44.400
429 Langkah-langkah Kecil Meningkatkan Kadar Religiusitas 30.000
430 Lava dan Kusa 16.800
431 Laya Yoga 21.600
432 Leak Mayoga Dikala Purnama 21.600
433 Leak Ngamah Leak 43.200
434 Leak Sari Rahasia Kesaktian Mpu Peradah 16.800
435 Lebu Guntur 10.800
436 Legenda Gong Belaluan 31.200
437 Leluhur Orang Bali 24.000
438 Lentera Spiritual 3 43.200
439 Lima Nilai Kemanusiaan 16.800
440 Lontar Jajimatan 13.200
441 Lontar Kuranta Bolong 13.200
442 Lontar Pengejukan Leak 12.000
443 Macan Raden 16.800
444 Maha Dahsyat Gayatri Mantra Menepis Badai 60.000
445 Maha Sakti Gayatri Mantra 66.000
446 Maha Sidhi Gayatri Mantra 50.400
447 Mahabharata 163.200
448 Mahabharata A (Komik) 60.000
449 Mahabharata B (Komik) 60.000
450 Mahabharata C (komik) 60.000
451 Mahabharata D (Komik) 60.000
452 Mahabharata Jilid Lengkap (Komik) 225.600
453 Mahagotra Arya Tri Sanak 16.800
454 Mahanarayana Upanisad 48.000
455 Maharsi Vyasa 13.200
456 Maitri Upanisad 24.000
457 Makanan Satvik & Kesehatan 21.600
458 Makanan Satvik & Kesehatan 26.400
459 Makna Filosofis Upacara & Upakara 16.800
460 Makna Hari Raya Hindu 37.200
461 Makna Upacara Yadnya I 60.000
462 Makna Upacara Yadnya II 60.000
463 Manawa Dharmasastra 148.800
464 Mandukya Upanisad 74.400
465 Manggala Upacara 33.600
466 Mantra dan Belajar Memantra 48.000
467 Mantra Gayatri (Sabda Brahma, Ibu dari Veda) 10.800
468 Mantra, Inisiasi, Meditasi & Yoga 21.600
469 Mantra, Tantra dan Mujizat 10.800
470 Manusia dan Uang 10.800
471 Manusia Perspektif Teologi Universal 28.800
472 Mari Belajar Bahasa Sansekerta 1 36.000
473 Masakan Bali 20.400
474 Matematika dalam Qur'an & Veda 44.400
475 Matematika Veda 76.800
476 Matsya Avatara 12.000
477 Mau Apa Dengan Hidup 22.800
478 Meditasi 20.400
479 Meditasi Kesempurnaan Manusia 50.400
480 Meditasi Adyatmika 31.200
481 Meditasi Bio Energi Ratu Bagus 97.200
482 Meditasi Buddhis 25.200
483 Meditasi Cahaya 19.200
484 Meditasi Jiwa Premana 2 33.600
485 Meditasi Jiwa Premana 1 31.200
486 Meditasi Pada Kesempurnaan Manusia 51.600
487 Meditasi Pada Om 24.000
488 Meditasi Satya Sai 36.000
489 Meditasi Yoga Tradisi Himalaya 16.800
490 Majejahitan dan Metanding Edisi 1 (HC) 92.400
491 Majejahitan dan Metanding Edisi 1 (SC) 84.000
492 Majejahitan dan Metanding Edisi II 84.000
493 Melalui Kematian Kita Lahir Kembali 31.200
494 Melenyapkan Kebimbangan Umat 31.200
495 Memahami Agama Lewat Fenomena Sains 20.400
496 Memahami Catur Marga 31.200
497 Memahami Konsep Siwa Budha di Bali 34.800
498 Memahami Perbedaan Catur Varna, Kasta dan Wangsa 43.200
499 Membaca Orang 13.200
500 Membaca Wajah 18.000
501 Membangun Masyarakat Berkualitas 21.600
502 Membangun Pura di Pulau Jawa 16.800
503 Membangun Rumah Tangga Sukinah 36.000
504 Membedah Kasus Konversi Agama 79.200
505 Membentuk Kepribadian Anak dalam Kandungan 22.800
506 Membentuk Siswa Berkarakter Mulia 46.800
507 Memberi Makna Sebuah Kehidupan 24.000
508 Membina Anak-anak 74.400
509 Membina Keluarga Sejahtera 19.200
510 Memekarkan Nuansa Spiritual 20.400
511 Memelihara Janin Dalam Kandungan 48.000
512 Menantang Arus Menegakkan Kesejatian Dharma 37.200
513 Mencegah Stress Bersama Hindu 20.400
514 Mendayagunakan EQ dan SQ melalui Psikologi Hindu 33.600
515 Mendidik Anak Suputra 10.800
516 Menembus Kegelapan 50.400
517 Menggali Nilai Etika Dalam Cerita Purana 25.200
518 Mengangkat Nilai-nilai agama 19.200
519 Mengapa Bali disebut Bali 48.000
520 Mengapa Berdana 21.600
521 Mengapa Membaca Reg Veda 19.200
522 Mengapa? Tradisi dan Upacara Hindu 37.200
523 Mengapa Saya Memilih Vegetarian 25.200
524 Mengasuh Anak Menurut Bhagawan 9.600
525 Mengelola Perpustakaan Secara Efektif dan Efisien 19.200
526 Mengenal Agama-agama 60.000
527 Mengenal Barong dan Rangda 16.800
528 Menggapai Kedamaian Sejati 19.200
529 Menguak Misteri Pementasan Barong dan Rangda 26.400
530 Mengurai benang Kusut Simpul-simpul Dharma Wacana 20.400
531 Meningkatkan Kesadaran Diri Sejati Atman 31.200
532 Meningkatkan Profit Perusahaan 19.200
533 Menjadi Orang Tua Mulia dan Berguna 16.800
534 Menjadi Pemangku Siapa Takut? 18.000
535 Menjadi Pemimpin Efektif 18.000
536 Menjangan Sakaluang 39.600
537 Menyayangi Alam, wujud Bhakti pada Tuhan 34.800
538 Menyelam dalam Lautan Ramayana 9.600
539 Menyembah Simbol Merupakan Realisasi Brahman 20.400
540 Menyingkap Rahasia Siva di Bumi 19.200
541 Menyingkap Rahasia Yoga 19.200
542 Merawat Diri Untuk Menjaga Kesucian Lahir Batin 37.200
543 Merealisasi Moksa 13.200
544 Merkantilisme Pengetahuan Dalam Bidang Pendidikan 69.600
545 Merta Matemahan Wisia 26.400
546 Metode Penelitian Kwalitatif dalam Ilmu Agama 13.200
547 Misi & Visi Guru Spiritual 21.600
548 Misi & Visi Illahi 31.200
549 Mlaspas & Ngenteg Linggih 16.800
550 Moksa Brahman Atman Aikyam 33.600
551 Moksa Universalitas dan Pluralitas Bhagawadgita 19.200
552 Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharmah 26.400
553 Mukjizat Sai Baba 37.200
554 Mukjizat Tirtha 16.800
555 Mulat Sarira 13.200
556 Mutiara Dharma 26.400
557 Mutiara Hindu dalam Budaya Bali 48.000
558 Mutiara Hindu Sebagai Bahan 26.400
559 Namah Sivaya Santaya 60.000
560 Negarakertagama & Pararaton 34.800
561 Nama-nama Sesayut 24.000
562 Namasmarana 13.200
563 Narada Bhakti Sutra 45.600
564 Naskah Kelabang Sebit 25.200
565 Nawa Darsana : 9 Sitem Filsafat Hindu 37.200
566 Nawa Dharsana 52.800
567 Nawa Sangga Tirthayatra 37.200
568 Nawa Usadha Bali 82.800
569 Ngaben 33.600
570 Ngaben Khusus Pranawa 13.200
571 Ngaben Ngelanus 37.200
572 Ngaben Sarat 20.400
573 Ngaben Sederhana 16.800
574 Ngalinggihang Dewa Hyang 13.200
575 Nganteb Piodalan Alit lan Sesana Pemangku 16.800
576 Ngereh Ritual, Supranatural, Tradisional 19.200
577 Ngulati Dewasa lan Wariga 24.000
578 Nguntul Tanah Nulengek Langit 16.800
579 Nilai Filosofis Penjor 31.200
580 Niti Sastra 26.400
581 Nyepi Berlandaskan Kitab Suci Veda 19.200
582 Ogoh-ogoh 18.000
583 OM Sairam 10.800
584 Orag Bali di Himalaya 26.400
585 Padang Tuh 18.000
586 Paindikan Maturan Penyabranan 13.200
587 Palmistri Hindu 16.800
588 Panca Datu (edisi Revisi) 36.000
589 Panca Sraddha 39.600
590 Panca Tantra 31.200
591 Pancaran Bhagavata 30.000
592 Pancaran Dharma 21.600
593 Pancaran Kasih Tuhan 21.600
594 Pancaran Kebijaksanaan (Jnana Wahini) 18.000
595 Pancaran Kedamaian 24.000
596 Pancaran Kedamaian 36.000
597 Pancaran Penerangan 20.400
598 Pandangan Gender Pada Smerti 22.800
599 Pandawa Seda 60.000
600 Panduan Guru Mengajar Pendidikan Agama Hindu 39.600
601 Panduan Singkat Dharma Wacana 13.200
602 Pangastawa Istha Dewata 16.800
603 Pangastawa Pitra Yadnya 19.200
604 Panggilan Veda 57.600
605 Panrestyan Pandawa Korawa 12.000
606 Para Guru Spiritual India Abad ke Dua Puluh 60.000
607 Para Guru Spiritual India Abad ke Sembilan Belas 60.000
608 Parasara Dharmasastra 43.200
609 Parisada Hindu Dharma dengan Konsolidasinya 56.400
610 Paritta Suci 18.000
611 Parwati 13.200
612 Patanjali Raja Yoga 60.000
613 Pawintenan Saraswati 10.800
614 Pedoman Pinandita 66.000
615 Pecalang 26.400
616 Pedoman Altar, Bhajan, Meditasi Sai Study 21.600
617 Pedoman Calon Pinandita dan Dharmaning Sulinggih 16.800
618 Pedoman Hidup Untuk Meraih Kebahagiaan 26.400
619 Pedoman Memimpin Upacara Yadnya 22.800
620 Pedoman Memimpin Upacara Dewa Yadnya 26.400
621 Pedoman Penyelenggaraan Pesraman 13.200
622 Pedoman Sembahyang Umat Hindu 22.800
623 Pejati dan Suci 24.000
624 Pelajaran Bahasa Sansekerta 97.200
625 Pelajaran Bahasa Sanskerta Tahap 1 18.000
626 Pelangi Dharma 15.600
627 Pelestarian Lingkungan dalam Agama Hindu 43.200
628 Pemangku Juga Manusia 13.200
629 Pembentukan Karakter Bangsa 24.000
630 Pemikiran Hindu 88.800
631 Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi 36.000
632 Pendidikan Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi 31.200
633 Peng. Agama Hindu III Veda 16.800
634 Pengalaman Spiritual Bersama Guru Jilid 1 62.400
635 Pengantar Acara Agama Hindu 21.600
636 Pengantar Beberatan Pemangku 39.600
637 Pengantar Dasar Kepemimpinan Kuna Nusantara 46.800
638 Pengantar Etika dan Moralitas Hindu 51.600
639 Pengantar Filsafat Hindu 32.400
640 Pengantar Hukum Hindu 36.000
641 Pengantar Kitab Itihasa 19.200
642 Pengantar Managemen Bernuansa Hindu 32.400
643 Pengantar Tantra Sebagai Jalan Menuju Kegelapan 26.400
644 Pengaruh Budhi 26.400
645 Pengarusutamaan Gender Menurut Agama Hindu 12.000
646 Pengenalan Dasar Sanskerta 16.800
647 Pengetahuan & Pengendalian Prana 26.400
648 Pengorbanan Sang Arjuna 16.800
649 Peranan Linguistik dalam Analisis Bahasa Puisi 22.800
650 Perempuan dan Kepemimpinan Tranformasional 30.000
651 Percik Pemikiran Padepokan Maruti Suta 39.600
652 Perjalanan Sang Jiwa 60.000
653 Perkawinan dan Kehidupan Keluarga 13.200
654 Perkawinan yang Ideal 21.600
655 Perkawinan Magelar Warang 16.800
656 Perlindungan Hukum Terhadap Wisatawan 26.400
657 Permata & Batu-batu Mulia 46.800
658 Persepsi Umat Hindu Tehadap Svarga Neraka 103.200
659 Pesan Langit dan Bumi 18.000
660 Pesan-pesan upanisad 18.000
661 Pesucian dan Penyapa 13.200
662 Peternakan Berwawasan Kebudayaan dan Agama Hindu 24.000
663 Petunjuk Teknis Dharma Wacana 19.200
664 Petunjuk Teknis Perkawinan Hindu 13.200
665 Pikiran misteri & penaklukkannya 82.800
666 Pinandita Sangging 10.800
667 Pindah Agama, Mengapa? 24.000
668 Pitra Pakerti 16.800
669 Pitra Puja Ngaben lan Nyekah 37.200
670 Pokok-pokok Wariga 36.000
671 Pokok-pokok Ajaran Hindu 66.000
672 Pola Pikir Wawasan kebangsaan 33.600
673 Prana Suci Kundalini 16.800
674 Pranawa OM 31.200
675 Prasasti dan Bade Pande 30.000
676 Pratima Bukan Berhala 31.200
677 Prawerti dan Niwerti Marga 26.400
678 Prema Yoga 30.000
679 Primbon Dewata Seri Mitologi Tanaman, Binatang dan Mahluk 26.400
680 Primbon Dewata Seri Seluk Beluk Tentang Mimpi 66.000
681 Profesi Jaksa 24.000
682 Proses Kremasi & Esensi Perjalanan Atman Menuju Moksa 37.200
683 Proses Penciptaan Alam Semesta 26.400
684 Proses Terbentuknya Bayi Dalam kandungan 13.200
685 Puasa/Brata Ekadasi Mahatmya 21.600
686 Puisi Modre Samar Gantang 18.000
687 Puja Pali-pali 13.200
688 Puja Trisandhya, Kramaning Sembah 10.800
689 Puja Trisandhya, Kramaning Sembah, Kidung Pancayadnya 19.200
690 Puja Walaka 22.800
691 Pujastawa 10.800
692 Punarbawa 37.200
693 Pupulan Carita Cutet Bali Anyar 28.800
694 Pupulan Pidarta Basa Bali 13.200
695 Pura Besakih 52.800
696 Purana Agni 24.000
697 Purana Bhagavata 26.400
698 Purana Bhavisya 24.000
699 Purana Brahma 21.600
700 Purana Brahmanda 24.000
701 Purana Brahmavaivarta 24.000
702 Purana Garuda 24.000
703 Purana Kurma 24.000
704 Purana Linga 19.200
705 Purana Markandeya 31.200
706 Purana Matsya 24.000
707 Purana Narada 24.000
708 Purana Padma 21.600
709 Purana Siva 24.000
710 Purana Skanda 24.000
711 Purana Vamana 24.000
712 Purana Varaha 24.000
713 Purana Vayu 24.000
714 Purana Vishnu 24.000
715 Purana, Sumber Ajaran Komprehensip 72.000
716 Purnama Tilem 19.200
717 Putra Sesana 13.200
718 Putra-putra Siva 30.000
719 Putru Pasaji 10.800
720 Rahasia Om 39.600
721 Rahasia Pemujaan Sakti Durgha Bhairavi 21.600
722 Rahasia Pikiran 26.400
723 Rahasia Surga di Telapak Kaki Ibu 30.000
724 Rahasia Tantra, Yantra, Mantra 51.600
725 Ramalan Joyoboyo, Ronggowarsito, Sabdopalon 37.200
726 Ramalan Nasib 66.000
727 Ramayana 163.200
728 Rangkuman Widhi Sastra 60.000
729 Rare Angon 31.200
730 Rare Angon dan Catur Yajnya 39.600
731 Reformasi Agama Hindu 44.400
732 Reformasi ke Arah kemajuan yang Sempurna 45.600
733 Reinkarnasi, Hidup Tak Pernah Mati 26.400
734 Rendah Hati, Bahagia dan Bijak 10.800
735 Renungan Filsafat Hindu 27.600
736 Renungan Filsafat Hindu II 36.000
737 Renungan Jnana Buddha Siwa 37.200
738 Rerajahan (Fungsi dan Manfaatnya) 49.200
739 Rerajahan lan Pengatawa Caru 13.200
740 Rg Veda Samhita Mandala I, II, III 205.200
741 Rg Veda Samhita Mandala IV, V, VI, VII 188.400
742 Rg Veda Samhita Mandala VIII, IX, X 264.000
743 Ritual ke Spiritual 30.000
744 Ritual Veda Homa Tattwa Jnana 19.200
745 Roga Sanghara Bumi 22.800
746 Runtuhnya Kemuliaan Manusia 20.400
747 Sabda Satya Sai I 37.200
748 Sabda Satya Sai IV 56.400
749 Sabda Satya Sai V 51.600
750 Sadhana (Disiplin Spiritual) 42.000
751 Sanskrit - English Dictionary 510.000
752 Sai Humor 24.000
753 Sai Meditasi 19.200
754 Sai Miracle 34.800
755 Sai Prasanti Bhajan 37.200
756 Saitri 24.000
757 Saiva Siddhanta 16.800
758 Salinan Lontar Aswameda Parwa lan Adi Parwa 22.800
759 Salinan Lontar Bhama Kretih 24.000
760 Salinan Lontar Kusumadewa, Wrati Siwa Sasana, Wariga Gemmeht 52.800
761 Salinan Lontar Siddhimantra Tattwa 50.400
762 Salinan Lontar Taru Premana 12.000
763 Sama Veda Samhita 140.400
764 Samhita Vacana Agama Hindu 60.000
765 Samsara Perjalanan Sang Jiwa 37.200
766 Sandhya dan Agnihotra 18.000
767 Sanggah Kemulan 16.800
768 Sangging Tata Pati Undagi 46.800
769 Sanghyang Buda Kecapi 24.000
770 Sankrit - English Dictionary 495.600
771 Sarasamuccaya 51.600
772 Sarasamuccaya Smerti Nusantara 52.800
773 Sareng Mapauruk Aksara Bali 16.800
774 Sarining Vrespatikalpa 24.000
775 Sarjana yang Bodoh 10.800
776 Sarva Gita Sarah (SC) 60.000
777 Sarva Gita Sarah (HC) 66.000
778 Satya Dharsan 21.600
779 Saya Bangga Beragama Hindu 45.600
780 Seha Puja Pinandita Catur yajna 26.400
781 Sejarah dan Babad Keloping 31.200
782 Sejarah Kerajaan Blambangan 99.600
783 Sejarah mahagotra Tirta Harum 48.000
784 Sejarah Pangeran Bendesa Manik Mas 20.400
785 Sejarah Perjalanan Danghyang Nirartha 1453 - 1520 46.800
786 Sejarah Perkembangan Agama Hindu 24.000
787 Sekilas Metode Tentang Dharma Wacana 33.600
788 Sembahyang Menurut Hindu 31.200
789 Senyum 79.200
790 Serial Walian Sakti Meditasi Kesehatan Jiwa Premana I 31.200
791 Seri 1 Arsitektur Tradisional Bali : Filosofi Konsep dan Aplikasi 54.000
792 Seribu Nama Siwa 36.000
793 Seribu Nama Wisnu 32.400
794 Seribu Nama Wisnu, Mantra dan Arti 32.400
795 Sesayut Lan Tebasan 13.200
796 Setapak Sirih Sejuta Pesan 10.800
797 Sihir Bali 24.000
798 Sikap Vedanta Terhadap Agama 50.400
799 Siksa dan Jnana 36.000
800 Sila dan Vinaya 38.400
801 Sipta Durmanggala 18.000
802 Sira Nika Tyang 32.400
803 Sistem Filsafat Hindu Lengkap 60.000
804 Sistem Kawin Lari Adat Tradisi Lombok 32.400
805 Sistem Pendidikan Agama Hindu 36.000
806 Sisya Sesana 21.600
807 Sisya Sista 60.000
808 Siva 13.200
809 Siva Purana 36.000
810 Siva Purana Vol. I 103.200
811 Siva Purana Vol. II 132.000
812 Siva Purana Vol. III 120.000
813 Siva Sakti Svarupa 16.800
814 Siva Samhita 31.200
815 Siwa Siddhanta Tattva dan Filsafat 60.000
816 Sivaratri 26.400
817 Siwa Kalisa 13.200
818 Siwa, Sadasiwa dan Paramasiwa (Siwaratri) 20.400
819 Siwaratri 26.400
820 Siwaratri di Era Modern 26.400
821 Slokantara (Cover Biasa) 66.000
822 Slokantara (Cover Lux) 60.000
823 Soca Mautama 16.800
824 Sorandaka 37.200
825 Sraddha dan Bhakti 24.000
826 Spiritualitas Transformasi ke Dalam dan Ke Luar Diri 37.200
827 Sraddha dan Bhakti 24.000
828 Sri Guru Phitam 30.000
829 Sri Krisna Lila 13.200
830 Sri Rama 13.200
831 Sri Upanisad 48.000
832 Srimad Bhagavatam 169.200
833 Stop Pembohongan, Pembodohan & Penistaan 26.400
834 Studi Banding Antar Agama 33.600
835 Stuti & Stava 148.800
836 Suara Bathin, Inner Voice 26.400
837 Subak Konsep Pertanian Religius 43.200
838 Subha Asubhakarma 30.000
839 Sukinah (Membangun Rumah Tangga) 33.600
840 Suksmaning Banten 31.200
841 Suluh Hidup Lentera Kecil 13.200
842 Suluh Hidup Lentera Kecil 2 26.400
843 Sumber Hukum Hindu 27.600
844 Sundarigama 22.800
845 Sungai Gangga, Mandira dan Pura 26.400
846 Surya Namaskara 33.600
847 Surya Sevana 66.000
848 Susastra Hindu 24.000
849 Sutasoma Pangeran Rembulan 21.600
850 Svami Sivananda Penebar Cinta Kebajikan 51.600
851 Svarga Rohanika Parva 13.200
852 Svami Vivekananda : Untaian Indah Pemikiran dan Wejangan 18.000
853 Tadah Kala 19.200
854 Tantra dan Sex 10.800
855 Tantra yoga 16.800
856 Tantri Kamandaka (Nandhaka Harana) 50.400
857 Tanya jawab Ajaran Hindu I (Prasnottara Vahini) 16.800
858 Tanya jawab Ajaran Hindu II (Upadesa Merta) 32.400
859 Tanya Jawab Hindu bagi Pemula 64.800
860 Tanya jawab tentang Bhagavatam purana 13.200
861 Tanya Jawab Tentang kehidupan Illahi 13.200
862 Tanya Jawab tentang Ramayana 10.800
863 Tat Twam Asi 30.000
864 Tata Cara Ritual dan Tradisi Hindu 96.000
865 Tata Cara Sembahyang & Pengertiannya 16.800
866 Tata Letak Tanah & Bangunan 19.200
867 Tata Susila Hindu 20.400
868 Tata Titi dan Tutur Kamoksan di Bali 37.200
869 Tatanan Upacara Ngenteg Linggih 13.200
870 Tatanan Upakara lan Upacara Manusa yadnya 24.000
871 Tataning tetanding Banten Sesayut 26.400
872 Tattwa 33.600
873 Tattwa Hindu Bagi Pandita & Pemangku 21.600
874 Tattwa Jnana 19.200
875 Tentang Hidup dan Kehidupan 22.800
876 Tenung Pewacakan Rare 43.200
877 Teologi & Simbol Dalam Agama 88.800
878 Teologi Hindu, Tema, Wacana dan Struktur 126.000
879 Teologi Sanatana Dharma 132.000
880 Teologi Sosial 86.400
881 Teologi, Filsafat, Etika dan Ritual dalam Susastra Hindu 24.000
882 Teori Organisasi 60.000
883 Terangnya Sinar Atma Jnanam 33.600
884 Terapi Laut 37.200
885 Tetandingan Lan Sorohan Bebanten 26.400
886 Teologi Hindu 16.800
887 Tinjauan Tabuh Rah dan Judi 13.200
888 TirTirta Yatra ke Nusa Penida 13.200
889 Thirta Yatra Perjalanan ke tempat-tempat Suci 66.000
890 Tokoh-tokoh cerdik dalam Cerita Rakyat 26.400
891 Tradisi Bali dan Lombok 31.200
892 Transformasi Kebudayaan Bali Menuju Abad XXI 50.400
893 Transformasi Pertanian 46.800
894 Tri Hita Karana (Kajian, Theologi, sosiologi, ekologi) 36.000
895 Tri Hita Karana Ekologi Ajaran Hindu 37.200
896 Tri Hita Karana Menurut Konsep Hindu 45.600
897 Tri Hita Karana & World Peace : Bali Hinduism Philosophy 43.200
898 Tri Kaya Parisuda 31.200
899 Tri Murti 34.800
900 Tri Rna 30.000
901 Trisandhya, Sembahyang & Berdoa 26.400
902 Tuhan Menciptakan Alam Semesta dan Manusia 32.400
903 Tuhan Siva dan Pemujaannya 51.600
904 Tuhan Sudah Mati? Untuk apa Sembahyang 97.200
905 Tujuan Pengembaraan kehidupan manusia 21.600
906 Tumpek Wariga 19.200
907 Tuntunan Indik Padewasan 16.800
908 Tuntunan Nganteb Upaka (Dewa Yadnya) 16.800
909 Tuntunan Praktis Dharma Wacana 43.200
910 Tuntunan Praktis Upacara Memandikan Mayat 16.800
911 Tuntunan Susila untuk Meraih Hidup Bahagia 16.800
912 Tuntunan Susila untuk Meraih Hidup Bahagia 2 16.800
913 Tutur Aji Saraswati 13.200
914 Tutur Bhagavan Agastyaprana 13.200
915 Tutur Bhuwana Kosa 37.200
916 Tutur Gong Besi (budha) 13.200
917 Tutur Gong Besi (sudira) 16.800
918 Tutur Lebur gangsa 16.800
919 Tutur Rare Angon 13.200
920 Tutur Usada 36.000
921 Ukuran Keris Utama 19.200
922 Ulap-ulap dan Rerajahan 33.600
923 Ulap-ulap Sruti Aksara Bali 16.800
924 Upacara Ritual perkawinan Agama Hindu Kaharingan 28.800
925 Upacara Bayi dalam kandungan 16.800
926 Upacara Mapreteka Layon 24.000
927 Upacara Malebur Sarwa Prateka 57.600
928 Upacara Mlaspas Karang 54.000
929 Upacara Mulang Pakelem di Danau Segara Anakan 32.400
930 Upacara Nyenuk 26.400
931 Upacara Nyiramang Layon 13.200
932 Upacara Pasupati sebagai Media Sakralisasi 19.200
933 Upacara Madiksa 24.000
934 Upacara Pasupati sebagai Media Sakralisasi 19.200
935 Upacara Pemujaan Durga Mahesasura 24.000
936 Upacara Piodalan Alit di Sanggah 26.400
937 Upacara Ritual perkawinan Agama Hindu Kaharingan 30.000
938 Upacara Yadnya Seri I (Melangkah ke persiapan) 26.400
939 Upacara Yadnya Seri II Bahan & Bentuk Sesajen 30.000
940 Upacara Yadnya Seri III Dewa Yadnya 24.000
941 Upacara Yadnya Seri IV Manusa Yadnya 26.400
942 Upacara Yadnya Seri V Pitra Yadnya 24.000
943 Upacara Yadnya Seri VI Bhuta Yadnya 21.600
944 Upacara Yadnya Jilid Lengkap 145.200
945 Upadesa 21.600
946 Upanisad-Upanisad Utama 162.000
947 Upawasa, Tapa dan Brata Berdasarkan Agama Hindu 30.000
948 Usada Bali Agung 66.000
949 Usada Bali Seri Menguak Dahsyatnya Khasiat Ramuan 84.000
950 Vana Parwa 36.000
951 Variasi Bahasa Kedudukan dan Peran Sai Baba 22.800
952 Vastusastra dalam Cinta & Romantika 16.800
953 Veda Abad 21 Vol. 1 73.200
954 Veda Abad 21 Vol. 2 86.400
955 Veda Sabda Suci 152.400
956 Veda Yang Agung Sumber Semua Dharma 52.800
957 Vedanta 66.000
958 Vedanta Merangkul Semua Agama 57.600
959 Vegetarianisme 13.200
960 Vijnana Bhairawa atau Kesadaran Tuhan 43.200
961 Visnu 13.200
962 Vrespati Tattwa 16.800
963 Vyakarana, Tata Bahasa Sanskerta 51.600
964 Wacana Dharma 13.200
965 Wacana Harian Sai Baba 42.000
966 Wacana Mutiara 26.400
967 Wacana Sai untuk Sadhaka 13.200
968 Wacana Spiritual 16.800
969 Wanita 13.200
970 Wanita Mulia Istana Dewa 39.600
971 Wariga Dewasa Praktis 30.000
972 Wariga Krimping 36.000
973 Warnaning sesayut lan caru 30.000
974 Weda Wakya III 66.000
975 Weda Wakya IV 72.000
976 Weda Wakya V 72.000
977 Wedaparikrama HC 66.000
978 Wejangan Filosofis dan Keagamaan Swami Vivekananda 39.600
979 Wejangan Sai Baba tentang Kepemimpinan 48.000
980 Wiku Sesana 92.400
981 Wiwaha Perkawinan 18.000
982 Wong Agung Wilis 33.600
983 Wrehaspati Tattwa 18.000
984 Wrespati Tattwa Sebgai Filsafat 34.800
985 Yadnya Sesa 16.800
986 Yajur Veda 36.000
987 Yajur Veda Samhita 177.600
988 Yaksa Prasna 21.600
989 Yama Niyama Brata 19.200
990 Yoga Kundalini 37.200
991 Yoga Suara Sekar Alit 13.200
992 Yowana 33.600