Jumat, 01 Mei 2015

Pertempuran antara kebaikan melawan kejahatan


The battle of good versus evil

Abstraksi – Pertempuran antara kebaikan melawan kejahatan

Pertempuran halus/ non-fisik antara kebaikan melawan kejahatan telah dikobarkan sejak zaman dahulu. Sekali lagi ini sedang diperjuangkan di dunia non-fisik selama tahun 1999-2006. Setelah intensitas pertempuran berkurang di 2006, pertempuran fisik di Bumi akan terjadi. Setelah itu, dunia akan menjalani periode pemulihan terus-menerus dari pertempuran di Bumi dan mempersiapkan sebuah era baru. Era baru ini akan dikenal sebagai Kerajaan Tuhan dan dengan ini manusia akan melihat seribu tahun kedamaian dan Kebajikan. Waktu kita hidup saat ini sangat signifikan karena dampak dari pertempuran ini akan dirasakan oleh seluruh alam semesta. Namun waktu saat ini juga sangat kondusif untuk melakukan praktik spiritual untuk mencapai kesadaran/ merealisasikan Tuhan (keadaan spiritual tertinggi).

Catatan: Untuk memahami artikel ini, maka perlu untuk membaca artikel tentang ketiga komponen-komponen dasar non-fisik/ halus sattva, raja dan tama, tatanan yang menyebar ke seluruh penciptaan/p>

 1. Pengertian dari baik dan jahat
Dari sudut pandang ilmu pengetahuan Spiritual, orang-orang yang masih hidup ataupun yang telah meninggal (tubuh-tubuh rohani/ non-fisik), yang memiliki hasrat keinginan kuat untuk melakukan praktik spiritual dengan tujuan menyerahkan segalanya termasuk ego kepada Tuhan dan menyelaraskan hidup mereka dengan pencapaian akan Tuhan atau dewa-dewi, diartikan sebagai ‘baik’. Ini biasanya adalah orang-orang dengan tingkat spiritual lebih dari 30%, yang lebih dominanraja-sattva atau sattva nya dan berbudi luhur. Orang-orang tanpa karakteristik-karakteristik yang disebutkan di atas, tetapi melakukan perbuatan-perbuatan baik seperti memberi sumbangan ke panti-panti asuhan, dll, meskipun patut dipuji, tidak selalu memenuhi syarat untuk apa yang ilmu pengetahuan spiritual artikan sebagai orang ‘baik’. Orang-orang baik dan tubuh-tubuh rohani/ non-fisik baik bersama-sama berada dalam ‘Kekuatan-kekuatan baik’
Di sisi lain, orang-orang jahat (yang hidup maupun tubuh-tubuh rohani/ non-fisik) merupakan orang-orang yang lebih dominan raja-tama atau tama nya, tidak berbudi dan memiliki ego yang tinggi. Meskipun mereka mungkin melakukan praktik spiritual, tetapi hal itu dilakukan dengan tujuan memperoleh kekuatan spiritual untuk memenuhi beberapa ambisi pribadinya. Kata ‘Ego’ di sini digunakan dalam konteks spiritual. Selain penggunaannya sehari-hari sebagai harga diri yang sombong dan kecongkakkan tingkat tinggi, ego juga termasuk dalam konotasi spiritual sebagai suatu sikap dualitas dengan Tuhan. Dualitas berarti memikirkan diri sendiri sebagai sesuatu yang memiliki eksistensi/ keberadaan yang berbeda dengan Tuhan. Orang-orang jahat dan tubuh-tubuh rohani/ halus jahat bersama-sama berada dalam ‘kekuatan-kekuatan jahat’.
Dari perspektif khusus ilmu pengetahuan spiritual, mereka yang melakukan praktik spiritual dengan tujuan merealisasikan/ kesadaran Tuhan dan yang secara progresif mempersembahkan tubuh, pikiran dan ego mereka untuk Tuhan akan memenuhi syarat dalam kategori ‘baik’. Dengan demikian sesuai dengan definisi ‘baik’, di masa sekarang ini, orang-orang baik di Bumi dapat diabaikan/ hampir tidak ada. Mayoritas orang-orang berada dalam kategori ‘jahat’. Namun, di antara orang-orang di bumi, mereka yang mencoba untuk membahayakan masyarakat dan mengurangi komponen sattva di dunia berjumlah hingga 30% dari populasi.

2. Kapankah kejahatan mulai ada?

2.1 Kapankah kejahatan mulai ada?

Segala sesuatu di alam semesta berasal dari Satu Tuhan. Prinsip Tuhan meresapi segala sesuatu di alam semesta dan juga ada di luar/ melebihi alam semesta itu sendiri. Dari perspektif ini, baik kebaikan dan kejahatan berasal dari prinsip Tuhan dan keduanya telah ada sejak penciptaan alam semesta. Namun, kejahatan berada dalam wujud benih atau terpendam pada saat itu.
Menurut hukum spiritual, ‘semuanya berasal dari prinsip Tuhan. Semua akan dipelihara dan kemudian menjalani disolusi/ peleburan kembali ke prinsip Tuhan’. Hal ini terjadi sesuai dengan rencana mutlak inheren Tuhan. Dengan demikian alam semesta telah tercipta, akan dipelihara untuk jangka waktu yang telah ditetapkan dan kemudian akan menjalani disolusi/ peleburan. Sebagai bagian dari rencana Tuhan ini, kejahatan yang sebelumnya berada dalam bentuk benih pada asal mula alam semesta, terus bertumbuh. Hal itu termanifestasikan dalam wujud unsur-unsur kejahatan dan orang-orang. Seiring berlangsungnya waktu, unsur kejahatan akan terus berkembang hingga mencapai 100%, titik di mana alam semesta akan berakhir/ tidak ada lagi.

2.2 Dari manakah kebaikan dan kejahatan mendapatkan energi mereka?

Karena kebaikan dan kejahatan berasal dari prinsip Agung Tuhan, mereka juga mendapat energi spiritual dari Tuhan. Pernyataan ini mungkin kelihatan seperti sebuah paradoks, namun hal itu dapat dimengerti dengan analogi berikut ini. Dua karyawan dari satu perusahaan bekerja sama keras dan mendapatkan upah yang sama. Setelah uang tersebut ada di tangan mereka, tergantung pada mereka bagaimana mereka akan menggunakannya. Seorang dapat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan pangan dirinya dan setelah itu sisanya untuk menolong masyarakat. Orang satunya mungkin menggunakannya untuk membahayakan masyarakat. Mendapatkan uang serupa dengan memperoleh energi spiritual yang kita dapatkan ketika kita melakukan praktik spiritual. Tujuan di balik melakukan praktik spiritual sangat berbeda untuk orang yang baik dan jahat. Untuk yang pertama, praktik spiritual bertujuan untuk bersatu dengan Tuhan, sedangkan tujuan utama dari yang kedua adalah medapatkan kekuatan spiritual. Setelah kita membangun cadangan energi spiritual kita, Tuhan memberikan kita kehendak bebas untuk menggunakannya sesuai kehendak hati kita. Energi spiritual ini ketika digunakan oleh seseorang untuk Kebajikan dikenal sebagai energi baik dan bila digunakan untuk kejahatan ini dikenal sebagai energi jahat.
Yang penting untuk diperhatikan, apabila digunakan untuk kebajikann berarti seseorang mengalami kemanunggalan dengan aspek Tuhan. Oleh karena itu, orang tersebut dapat mengakses banyaknya energi Tuhan sesuai dengan tingkat kemanunggalannya. Oleh sebab itu, orang itu tidak berakhir dengan kehilangan energi spiritualnya. Namun ketika energi spiritual digunakan untuk tujuan-tujuan yang tidak benar, di mana hal itu bertentangan dengan Tuhan, orang tersebut akhirnya menggunakan energi yang ia peroleh dari praktik spiritual, sehingga menguras energi spiritual tersebut.

3. Apakah misi dari kebaikan dan kejahatan?

Misi dari kekuatan-kekuatan baik adalah untuk menetapkan ketertiban di semua wilayah alam semesta berdasarkan komponen sattva. Di sisi lain, kekuatan-kekuatan jahat berusaha untuk mendirikan sebuah kerajaan iblis berdasarkan komponen-komponen raja dan tama. Kerajaan iblis ini merupakan semacam kerajaan yang paling kondusif untuk kekuatan-kekuatan iblis memenuhi hasrat-hasrat keinginan mereka. Hasrat-hasrat keinginan ini beragam, mulai dari terlibat berlebihan dalam kenikmatan- kenikmatan sensual (hawa nafsu) dan penggunaan kekuasaan yang tidak sesuai, hingga mengganggu para pencari Tuhan, hingga menghapus praktik spiritual untuk merealisasikan/ kesadaran Tuhan.

4. Keseimbangan antara baik dan jahat

Sebagai akibat dari misi-misi kekuatan-kekuatan baik dan jahat yang bertentangan satu sama lain, selalu ada konflik antara keduanya. Keseimbangan ini berfluktuasi dari waktu ke waktu dan tidak pernah tetap. Efek-efeknya sangat terasa di seluruh wilayah alam semesta. Misalnya, ketika terjadi peningkatan pada kekuatan-kekuatan iblis dan hantu-hantu (setan, iblis, energi negatif, dll), situasi di semua alam-alam eksistensi positif (Bumi, Surga dll) mulai memburuk. Di Bumi, hal itu mempengaruhi kita pada tingkatan fisik, mental dan spiritual. Namun wilayah-wilayah negatif (yaitu berbagai tingkatan neraka) mengalami efek positif dalam paradigma mereka. Ketika ada pergerakan/ kemiringan dalam keseimbangan menuju kebaikan, ada peningkatan dalam komponen dasar sattva dan Blissyang dialami di seluruh alam semesta. Perdamaian dan kemakmuran bertahta di Bumi. Namun kekuatan-kekuatan iblis merasa tertekan oleh kecenderungan positif ini. Tingkat ketidaknyamanan mereka ini mirip dengan memaksa seorang kriminal untuk tinggal di sebuah seminari atau kuil.

4.1 Apakah alasan-alasan di balik miringnya keseimbangan ke arah kekuatan-kekuatan jahat?

Dalam setiap putaran dan belokkan, kekuatan-kekuatan jahat di alam semesta berusaha untuk memberi pengaruh buruk pada keseimbangan kekuasaan. Walaupun kekuatan-kekuatan iblis berupaya secara konstan untuk mengurangi komponen sattva non-fisik dan menghentikan para pencari Tuhan dari praktik dan penyebaran spiritualitas, kekuatan-kekuatan baik bertahta dengan agung selama adanya Orang-orang Suci/ Saints dan pencari-pencari Tuhan yang melakukan praktik spiritual. Ini karena Tuhan membantu Orang-orang Suci (Saints) dan para pencari Tuhan yang disebabkan oleh devosi/ pengabdian mereka, untuk mengatasi kekuatan-kekuatan jahat.
Wadah utama dari kekuatan baik dan jahat berada di wilayah-wilayah non-fisik/ halus. Kekuatan-kekuatan baik dan jahat di Bumi seperti boneka pada tali. Keduanya mendapatkan kekuatan mereka dari kekuatan-kekuatan baik dan jahat masing-masing dari alam non-fisik/ halus.

4.2 Tingkat spiritual dan serangan oleh hantu-hantu (setan, iblis, energi negative, dll)

Kekuatan-kekuatan iblis pada umumnya menyerang kekuatan-kekuatan baik yang berada dalam +/- 10% kekuatan spiritual dari kekuatan mereka sendiri. Alasan untuk hal ini, hantu tidak dapat mempengaruhi seseorang dimana ada perbedaan 10% pada tingkat spiritual yang mendukung orang tersebut. Hal ini karena seseorang mampu untuk memanfaatkan 10-20% dari perlindungan Tuhan, membuat tingkat spiritualnya menjadi  lebih besar dari tingkat tekanan yang disebabkan oleh hantu-hantu dan melindungi nya dari serangan hantu dengan energi spiritual yang lebih rendah.
Hantu-hantu pada tingkat spiritual 10% lebih dari tingkat spiritual seseorang, tidak peduli untuk menyerang orang tersebut, sebab dia dianggap terlalu kecil untuk bersaing dan dengan demikian menjadi tidak penting untuk hantu tersebut. Jadi misalnya, seseorang pada tingkat spiritual 30% akan diserang oleh hantu (setan, iblis, energi negatif dll) di kisaran tingkat spiritual 20 – 40% .
Menjadi lebih mudah bagi kekuatan-kekuatan iblis dari kejahatan untuk mengerahkan kekuatan mereka atas umat manusia terutama ketika orang-orang lebih materialistis dan kurang kecenderungan untuk melakukan praktik Spiritualitas. Ketika ada peningkatan dalam komponen tama dalam umat manusia, kekuatan-kekuatan iblis di mana mereka sendiri lebih dominan tama nya, dengan mudah mengambil keuntungan dari situasi dan mencoba untuk menetapkan kontrol mereka atas umat manusia.
Lihat ke artikel, “Sejauh mana tingkat spiritual memberikan perlindungan dari hantu-hantu?”

5. Kapankah pertempuran diantara kebaikan dan kejahatan menjadi intensif? 

Pertempuran antara baik dan jahat menjadi intensif ketika komponen dasar non-fisik/ halus sattva mencapai titik terendahnya dan komponen dasar non-fisik tama mencapai puncaknya. Sattva dapat mencapai titik terendah merupakan suatu fungsi dari persentase pelaku-pelaku kejahatan di Bumi. Yang dimaksud 'terendah' berbeda dari waktu ke waktu dan berubah-ubah dalam setiap era. Misalnya, periode terburuk Satyayuga (era pertama alam semesta) akan jauh lebih banyak sāttvik/ sattvik nya daripada periode sāttviktā tertinggi di seluruh Kaliyuga.
Mohon dicatat: Angka-angka untuk ketiga era pertama adalah untuk era utama, bukan untuk siklus-siklus kecil di dalamnya.
Di masa depan, dalam siklus-siklus kecil berikutnya, titik terendah akan terjadi setelah pelaku-pelaku kejahatan telah melewati persentase 35%, 40%, dll. Ketika presentasenya menjadi 100%, alam semesta akan punah karena semuanya harus dimusnahkan oleh Tuhan.

6. Dimanakah pertempuran ini diperjuangkan?

Pertempuran di antara kebaikan dan kejahatan diperjuangkan terutama di dunia-dunia halus/ non-fisik, di antara kekuatan-kekuatan non-fisik 'baik' dan 'jahat'. Pertempuran ini, meskipun pada skala yang jauh lebih besar daripada peretempuran apapun di Bumi, hanya dapat dirasakan oleh seseorang yang mempunyaiindera keenam aktif.
Setelah pertempuran non-fisik ini dimenangkan oleh kekuatan-kekuatan non-fisik 'baik', pertempuran itu akan diikuti oleh pertempuran di alam kasat mata (fisik) yaitu di Bumi. Perang fisik ini mempengaruhi seluruh dunia dan diperlukan untuk memusnahkan orang-orang 'jahat' dari permukaan Bumi. Pada awalnya ,medan perang termanifestasi/ terwujud di Bumi dalam pikiran orang-orang dan akan terasa seperti kita hidup di dunia yang sudah gila. Ini kurang lebih seperti keadaan dunia di saat sekarang. Hal ini terutama disebabkan oleh hantu-hantu (setan, iblis, energi negatif, dll) yang merasuki atau mempengaruhi umat manusia. Seiring dengan ini, terdapat peningkatan intensitas dari bencana alam (banjir, tsunami, epidemi, kekeringan dll).
Nantinya, pertempuran dalam non-fisik itu akan termanifestasi/ terwujud dan meningkat di Bumi. Pertempuran tersebut akhirnya hadir sebagai perang dunia bersamaan dengan bencana-bencana alam dengan tingkat yang monumental. Kejadian-kejadian ini merupakan cara alam untuk membersihkan planet dari unsur-unsur dominan tama, memberi jalan untuk dunia yang lebih baik.

7. Siapakah yang berpartisipasi dalam pertempuran antara 'baik' dan 'jahat'?

Orang-orang dan tubuh-tubuh halus/ rohani di pihak 'baik', di kisaran 30-50% tingkat spiritual, memiliki pemahaman tentang masalah ini hanya pada tingkat psikologis. Karena mereka tidak memiliki kekuatan spiritual di atas 50%, mereka dapat berkontribusi sedikit saja pada tingkatan spiritual. Orang-orang tersebut yang berjuang secara fisik di Bumi biasanya akan lenyap. Tetapi setidaknya mereka mengakumulasi pahala karena mereka berjuang di sisi Tuhan. Mereka dengan tingkat spiritual 50% ke atas, yang memiliki emosi spiritual dan sikap pejuang, benar-benar mampu berpartisipasi pada tingkatan spiritual dan dengan demikian memberikan kontribusi yang maksimum. "Untuk dapat berpartisipasi pada tingkatan spiritual", seseorang diharuskan untuk memiliki ego yang sangat rendah, indera keenam yang telah aktif dan mendalam serta suatu pemahaman kuat tentang spiritualitas murni yaitu di luar batasan sektarian atau agama teroganisir. Baru kemudian orang tersebut dapat memahami kehendak Tuhan dan bertindak sesuai dengan Nya dan bukan menurut kehendak sendiri. Sehubungan dengan tindakan-tindakan yang dilakukan orang tersebut sesuai dengan kehendak Tuhan, ia dapat mengakses energi keTuhanan dan juga tidak membuat akun memberi-dan-menerima (‘give-and-take account’) melalui tindakan-tindakannya. Pengabdian orang tersebut juga membuat Tuhan bergegas untuk membantunya. Hal ini terjadi karena Tuhan bergegas untuk membantu orang yang sungguh-sungguh mengabdi kepadaNya, selain itu orang-orang yang terkait dengan si pengabdi dan misi nya juga terbantu. Hal ini dapat dimengerti dari analogi berikut. Ketika seorang pengabdi Tuhan, terperangkap di sebuah gedung di tengah-tengah gempa bumi, berteriak meminta bantuan Tuhan, maka Tuhan akan menyelematkannya. Tetapi orang lain di gedung itu juga akan terselamatkan secara otomatis.
Sebagian besar para pencari Tuhan di seluruh dunia, yang belum mempelajari aspek-aspek pertempuran non-fisik/ halus dari ilmu pengetahuan spiritual atau yang tidak memiliki indra keenam aktif, tidak mengetahui hal-hal tersebut di atas. Akibatnya, mereka tidak dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi serangan dari kekuatan-kekuatan iblis dan mereka juga tidak dapat berpartisipasi dalam pertempuran itu. Kebanyakan paraSaints (orang-orang Suci) di Bumi yang terlibat semata dalam praktik spiritual individu nya sendiri, juga tidak menyadari pertempuran ini. Sesuai dengan tingkat spiritual mereka, Tuhan berfungsi melalui mereka. Tapi selain dari fungsi itu, sedikit yang mereka dapat kontribusikan untuk pertempuran antara kebaikan dan kejahatan ini.
Terdapat sangat sedikit Saints (Orang-orang Suci) yang secara aktif terlibat dalam membimbing para pencari Tuhan untuk melakukan praktik spiritual demi masyarakat. Mereka melakukannya, karena kerinduan mereka untuk mendirikan Kebajikan di Bumi. Dengan demikian, mereka dengan lebih menyeluruh bersatu dengan Tuhan yang karakteristik dasarnya adalah Kebajikan. Praktik spiritual demi masyarakat mencakup dalam membantu umat manusia untuk memahami dan mempraktikkan spiritualitas menurut enam prinsip-prinsip dasar spiritualitas dan menjalani kehidupan mereka dengan kebajikan. Oleh karena itu, Tuhan berfungsi dalam tingkat yang jauh lebih besar melalui mereka. Akibatnya, mereka secara aktif terlibat dalam pertempuran non-fisik/ halus itu dan membimbing para pencari Tuhan untuk melawan kejahatan ini pada tingkatan spiritual. Semua orang dan tubuh-tubuh rohani/ halus di bawah tingkat spiritual 30%, mereka dengan ego yang tinggi, mereka yang terlibat dalam tindakan kriminal, kegiatan-kegiatan teroris, mereka yang melakukan pelanggaran-pelanggaran seksual serta mencemarkan dewa-dewi atau simbol-simbol penyembahan dan penghormatan, berjuang di pihak kekuatan- kekuatan jahat. Fundamentalis-fundamentalis agama berpikir bahwa mereka bertempur di sisi Tuhan dan menjalani (agama) terorisme tetapi mereka juga berada di bawah kekuatan-kekuatan jahat. Sebagai bagian dari pertempuran non-fisik/ halus ini, hantu-hantu dengan tingkat yang lebih tinggi (setan, iblis, energi negatif, dll) memaksa tubuh rohani/ halus para leluhur yang lemah secara spiritual untuk memanfaatkan akun memberi-dan-mengambil (give-and-take account) dengan keturunan-keturunan ‘baik’ mereka, dengan tujuan mempersulit mereka.
Lihat artikel – Mengapa orang-orang terkasih saya yang telah meninggal dan leluhur-leluhur saya lainnya ingin memberi saya rasa sakit?

8. Kapankah pertempuran pertama antara kebaikan dan kejahatan diperjuangkan?

Masa hidup alam semesta terbagi ke dalam 4 eras yaitu Satyayuga, Tretayuga, Dwaparyuga dan Kaliyuga.Era yang saat ini kita jalani, merupakan era terakhir dari alam semesta dan disebut sebagai Era Perselisihan (Kaliyuga) dan akan berlangsung selama 432,000 tahun. Kita saat ini berada di tahun ke 5,500 pada eraKaliyuga. (lihat ke gambar di bawah)
Dalam setiap era terdapat siklus-siklus kecil dari Satyayuga, Tretayuga, Dwaparyuga dan Kaliyuga. Setiap siklus kecil era terbagi lebih lanjut ke empat era yang bahkan lebih kecil lagi. Sub-divisi dari siklus-siklus mini di dalam siklus-siklus mini ini berulang terjadi sampai sedalam enam tingkatan. Siklus-mini terkecil berlangsung selama periode sekitar 1000 tahun. Angka 1000 adalah sesuai dengan perhitungan waktu di masa kini. Misalnya, siklus-mini terkait di dalam era Satyayuga akan jauh lebih lama. Ini karena Satyayuga adalah sebuah era yang memiliki komponen non-fisik/ halus sattva yang sangat tinggi. Salah satu karakteristik dari sattva adalah sifat ekspansif/ luas, sedangkan yang dari tama adalah pembusukan. Dengan demikian satu tahun dari Kaliyuga pada dasarnya berarti bertahun-tahun di Satyayuga. .
Pada awal penciptaan, 100% keseimbangan mendukung kekuatan-kekuatan baik sehubungan kekuatan-kekuatan iblis masih berada dalam bentuk terpendamnya/ benih. Ini karena dalam era pertama, yaituSatyayuga, seluruh umat manusia terlibat dalam praktik spiritual. Bahkan, seluruh kehidupan mereka digunakan dengan sikap bahwa setiap aspek dari kehidupan mereka adalah praktik spiritual dan sebagai pelayanan kepada Tuhan. Ketika kaliyuga-mini di siklus-mini terakhir dari Satyayuga dimulai, jumlah orang yang berbuat jahat di bumi menjadi lebih dari 2% dari seluruh penduduk. Komponen non-fisik/ halus tama cukup tinggi bagi kekuatan-kekuatan jahat, yaitu hantu –hantu (iblis, setan, energi negatif, dll), untuk mencapai tuntutan mereka akan supremasi. Ini adalah pertempuran pertama antara kekuatan-kekuatan baik dan jahat dan pertempuran itu dikobarkan pada akhir dari siklus-mini Kaliyuga tersebut dalam siklus-mini terakhir dari Satyayuga .

9. Pertempuran non-fisik/ halus saat ini

Era yang kita jalani saat ini adalah kaliyuga, bagian dari kaliyuga, bagian dari kaliyuga, bagian dari kaliyuga, bagian dari kaliyuga, bagian dari Kaliyuga utama. Oleh karena itu kita hidup di bagian paling gelap dari siklus mini era Kaliyuga utama, di mana materialisme, kurangnya spiritualitas dan keegoisan manusia telah mencapai puncaknya. Semua ini mewakili peningkatan komponen tama pada manusia.
Di tahun 2006, keseimbangan antara kekuatan-kekuatan baik dan jahat berada dalam rasio 70:30. Saat ini pelaku-pelaku kejahatan di masyarakat telah mencapai angka 30%. Untuk bagian ini dari era tersebut, dapat diartikan bahwa komponen sattva telah mencapai titik terendahnya. Hal ini merupakan sesuatu yang mirip dengan pangsa pasar/ bursa saham di mana ketika indeks turun di bawah batas psikologisnya, kita mengatakan bahwa pasar saham telah terpuruk.
Seseorang mungkin bertanya, “Jika keseimbangan saat ini adalah 70 berbanding 30 mendukung yang baik, maka bagaimana bisa ada masalah?” Lagi pula, itu bertentangan dengan paragraf terakhir di poin satu yang menyatakan bahwa mayoritas orang di dunia adalah jahat. Jawabannya, sebagian besar kekuatan-kekuatan baik berada di wilayah-wilayah lebih tinggi dari alam semesta. Di alam-alam eksistansi tinggi ini, mereka telah menjadi satu dengan bentuk tak- berwujud (nirguṇ, nirgun) dari Tuhan sehingga mereka mempertahankan sikap pengamat. Kekuatan-kekuatan jahat mengambil keuntungan dari sikap/ keadaan dari kekuatan- kekuatan baik ini dan mempersiapkan diri mereka untuk menyerang dan membangun supremasi di Bumi.
Di waktu saat ini, manusia berada di ambang batas untuk menyaksikan suatu perubahan historis dari era mini kaliyuga ke era mini satyayuga di dalam era utama Kaliyuga. Perubahan dari era ini juga akan mendatangkan sarana untuk pembersihan planet dari orang-orang dan unsur-unsur yang dominan tama nya.
Tanpa diketahui sebagian besar umat manusia, di tahun-tahun 1999-2006, pertempuran utama antara 'baik' melawan 'jahat' telah terjadi di wilayah-wilayah non-fisik/ halus. Dalam dekade terakhir, pertempuran non-fisik ini juga telah terwujud sebagian kecil di alam fisik Bumi. Kita telah melihat meningkatnya intensitas bencana- bencana alam, perang-perang yang merajalela dan aktivitas anti sosial. Alasan utama terjadinya hal ini, karena adanya peningkatan dalam komponen halus/ non-fisik tama yang berhubungan dengan kejahatan yaitu hantu-hantu (setan, iblis, energi-energi negatif, dll.) dan masyarakat yang kurang dalam melakukan praktik spiritual dan Kebajikan sebagai gaya hidup mereka.

9.1 Perincian dari pertempuran non-fisik antara kebaikan dan kejahatan


Dimulai dari tahun 1999, pertempuran antara kebaikan melawan kejahatan telah menguat di wilayah-wilayah non-fisik/ halus. Dewa-Dewi dan Saints (orang-orang Suci) telah berjuang dalam pertempuran melawan kekuatan-kekuatan jahat yang sangat kuat ini yaitu hantu-hantu (setan, iblis, energi negatif, dll.) di dunia halus/ non-fisik. Pada dasarnya, perjuangan oleh kekuatan-kekuatan baik ini secara totalitas ada di wilayah halus/ non-fisik pada ‘tingkatan kekuasaan yang ada/ kehadiran’. Tingkatan dari kekuasaan yang ada/ kehadiran ini dapat dipahami dengan analogi dari Matahari. Setiap hari ketika Matahari terbit, bunga-bunga bermekaran. Matahari tidak meminta atau membuat bunga-bunga itu mekar. Ha itu terjadi secara otomatis oleh kehadiran Matahari. Demikian pula dengan kehadiran Sang Mahatahu, Sang Mahaada dan Sang Mahakuasa dari Saints (Orang-orang Suci) dan dewa-dewi, melalui kesadaran Ilahi mereka yang dipancarkan terus-menerus, mereka memerangi pertempuran itu.
Lihat artikel tentang Hirarki kekuasaan di alam semesta.
Para pencari Tuhan yang melakukan praktik spiritual demi kepentingan masyarakat berpartisipasi dalam pertempuran dengan kekuatan kecil mereka. Ketika mereka menyebarkan kesadaran akan spiritualitas dalam masyarakat sebagai bagian dari praktik spiritual mereka, mereka diserang oleh hantu (setan, iblis, energi negatif, dll). Para pencari Tuhan mampu mengatasi serangan ini dengan menggunakan metode-metode penyembuhan spiritual serta melalui kekuatan spiritual yang mereka peroleh melalui praktik spiritual dan berkat serta kasih karunia Tuhan. Kekuatan jahat di dunia non-fisik/ halus juga merasuki dan memberikan energi kepada unsur-unsur anti- sosial di alam Bumi, seperti yang ditunjukkan dalam diagram di bawah ini. Hasilnya, ketika kita melihat berita di televisi, kita dapat melihat dunia yang semakin kacau dengan kurangnya moralitas, perilaku gila, terorisme yang merajalela dan peperangan.
Karena sebagian besar orang tidak mengerti penyebab atau perspektif spiritual di balik kekacauaan di waktu saat ini, mereka mencoba untuk memperbaiki situasi melalui cara-cara fisik seperti melancarkan perang melawan terorisme, dll maupun secara psikologis dengan menyelenggarakan konvensi-konvensi, pertemuan tingkat tinggi (KTT) dll. Namun cara-cara ini bukanlah solusi. Pada dasarnya, karena semua unsur-unsur anti sosial didukung oleh (yaitu boneka dari) kekuatan-kekuatan jahat, tidak memungkinkan untuk membinasakan atau mengatasinya dengan cara-cara fisik atau psikologis. Bahkan jika yang terburuk dari unsur-unsur anti sosial dapat dimusnahkan, hantu-hantu (setan, iblis, energi negatif, dll) akan dengan mudahnya merasuki unsur anti sosial lainnya dengan memberi mereka kuasa spiritualnya. Kuasa spiritual ini jauh lebih kuat daripada kekuatan fisik apapun.
Keadaan di mana dunia berada pada tahun 2006 hanya dapat diperbaiki jika kejahatan di dunia non-fisik/ halus dapat diatasi. Ini merupakan alasan mengapa dewa- dewi dan Saints (Orang-orang suci) telah terlibat dalam pertempuran non-fisik/ halus, berjuang melawan hantu-hantu tingkat tinggi (penyihir) dari wilayah- wilayah neraka paling dalam, dengan kekuatan spiritual mereka di tahun 1999-2006.
Pertempuran non-fisik/ halus tersebut di atas mencapai puncaknya di tahun 2006 dan perlahan-lahan akan mulai mereda di tahun-tahun selanjutnya karena kekuatan-kekuatan 'baik' mengalahkan kekuatan-kekuatan 'jahat'. Unsur-unsur anti-sosial yang awalnya mendapatkan energi mereka dari penyihir-penyihir, yang merupakan bagian dari hantu-hantu (setan, iblis, energi negatif, dll) di alam non-fisik/ halus, tidak memiliki akses ke energi spiritual itu lagi. Sebagai hasilnya, unsur-unsur anti-sosial di Bumi dan seluruh umat manusia yang kerasukan dan terpengaruh akan berkurang. Akibatnya mereka akan dapat diatasi. Ini juga akan diikuti oleh suatu peperangan fisik yang mempengaruhi seluruh dunia. Pertempuran di alam fisik juga diperlukan untuk memusnahkan semua unsur-unsur dan orang-orang jahat dari permukaan Bumi. Dalam pertempuran fisik besar/ utama, yang akan terjadi di tahun-tahun mendatang dan bersamaan dengan meningkatnya bencana-bencana alam, akan membuat populasi dunia berkurang banyak. Skala dari pertempuran fisik itu tidak akan seperti yang pernah di lihat oleh seseorang sebelumnya dan seluruh umat manusia akan terpegaruh. Orang-orang dengan tingkat spiritual lebih rendah, yaitu di bawah 30%, lebih mungkin terpengaruh dengan dampak buruk dalam perubahan ini. Mereka yang jahat akan dilenyapkan karena mereka akan berjuang di pihak jahat. Mereka yang duduk di tengah (netral), yaitu tidak pada sisi jahat maupun baik juga akan lenyap dalam baku tembak.

9.2 Apa yang terjadi setelah pertempuran


• Untuk kekuatan-kekuatan Iblis:
Setelah pertempuran usai, ketika kekuatan-kekuatan iblis halus/ non-fisik telah ditundukkan secara konklusif, mereka akan berhenti bertempur dan pergi melakukan praktik spiritual dengan ketat untuk mendapatkan kembali kekuatan spiritual mereka, supaya dapat menklaim kembali supremasi mereka di alam semesta. Sebagai hasil dari teratasinya kekuatan-kekuatan iblis tersebut, periode yang dominan sattva nya juga akan menyusul di Bumi dan di wilayah-wilayah di atas wilayah nether/ bawah (Bhuvalok, Bhuvaloka). Satyayuga-mini yang dikenal dengan Kerajaan Tuhan akan dimulai. Awalnya, era ini akan dikumandangkan pada seluruh wilayah di atas Bumi dan kemudian akan datang ke Bumi.
• Untuk umat manusia
Kita berada di tengah-tengah titik balik penting dalam sejarah umat manusia. Setelah pertempuran fisik, akan ada periode uji coba ketika dunia menyesuaikan dengan tatanan dunia baru dan memperbaiki kerusakan akibat pertmpuran tersebut. Pada saat ini, potensi untuk menjalankan Kerajaan Tuhan akan dibangkitkan pada orang-orang yang selamat dari pertempuran. Periode ini akan berlanjut hingga tahun 2022. Setelah periode yang banyak perubahan ini, umat manusia akan mengalami hampir seribu tahun kedamaian. Di era baru ini, akan ada pembaharuan mengenai kebangkitan spiritual dan menjamurnya disiplin-disiplin seperti ilmu pengetahuan Ayurveda/ Āyurvēda, yang sampai sekarang ini tidak diterima sebagai ilmu pengetahuan yang diakui luas oleh dunia.
Penting untuk dicatat bahwa seribu tahun ini akan menjadi era keTuhanan terakhir di alam semesta. Komponen sattva yang dihasilkan di era ini akan menjadi semua komponen yang tersedia bagi umat manusia sampai akhir alam semesta sekitar 400,000 tahun kemudian. Tidak akan ada lagi generasi baru dari komponen dasar non-fisik sattva setelah seribu tahun ini, sehubungan alam semesta akan perlahan-lahan memburuk ke arah tama dan oleh sebab itu menjalani disolusi/ peleburannya yang tak terelakkan.
Di antara semua alam-alam eksistensi di alam semesta, wilayah Bumi adalah yang paling kondusif untuk melakukanpraktik spiritual. Sayang sekali ketika periode perdamaian dan kemakmuran terjadi dan seiring dengan berjalannya waktu, umat manusia tersesat dalam kenikmatan-kenikmatan duniawi dan lupa akan praktik spiritualnya. Sebagai hasilnya, sattvikta mulai menurun. Akibatnya, terdapat kenaikan terus-menerus dalam ketidakbajikan yang selanjutnya mengurangi sattvikta dan meningkatkan raja-tama. Penurunan dalam sattva dan peningkatan dalam raja-tama ini mempengaruhi semua wilayah. Meskipun hal itu hanya mempengaruhi wilayah-wilayah halus/ non-fisik secara fraksional, penurunan marjinal dalam komponen sattva tersebut menyebabkan gangguan parah pada tubuh-tubuh non-fisik ‘baik’, di wilayah-wilayah di atas Bhuvalok yang terbiasa dengan tingkat sattva yang tinggi dan merata sepanjang waktu.

10. Arti penting spiritual dari waktu saat ini

Salah satu aspek dari praktik spiritual adalah untuk melampaui komponen-komponen dasar halus, yaitu seseorang harus maju dari status raja-tama nya saat ini ke sattva dan pada akhirnya melampaui bahkan lebih dari sattva. Selama periode sebelum terjadinya alam semesta, ketiga komponen-komponen dasar halus ada dalam proporsi yang sama, yaitu mereka menihilkan atau menyeimbangkan satu sama lain. Sepanjang waktu setelah terjadinya alam semesta, komponen dasar halus tertentu telah menjadi dominan. Misalnya di Satyayuga, komponen sattva lebih dominan dan sekarang di kaliyuga komponen raja-tama yang lebih dominan.
Sangat bermanfaat untuk melakukan praktik spiritual selama periode-periode senja/ twilight seperti matahari terbenam, matahari terbit dan gerhana. Alasannya, selama periode ini ketiga komponen-komponen non-fisik dari sattva, raja dan tama berada dalam proporsi-proporsi yang sama seperti pada waktu pra-alam semesta. Oleh karena itu, menjadi lebih mudah dalam melakukan praktik spiritual untuk maju ke sebuah kondisi yang melampaui tiga komponen-komponen non-fisik/ halus ini. Sebagaimana Tuhan melampaui ketiga komponen ini, dengan diri kita sendiri melampaui ketiga komponen ini, kita bergabung ke dalam Tuhan yang merupakan tujuan pokok dalam pertumbuhan spiritual.
Periode di antara tahun 1999-2022 merupakan sebuah periode senja diantara dua era, sehubungan bergeraknya kita dari zaman yang lebih gelap (mini-kaliyuga) ke yang lebih baik (mini-satyayuga) dalam era utama Kaliyuga. Selama periode senja 23 tahun ini, praktik spiritual apapun yang dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar spiritualitas akan sangat bermanfaat bagi seseorang.
Bahkan, setiap tahun praktik spiritual yang dilakukan dalam 23 tahun ‘senja’ ini, setara dengan 50 tahun selama berlangsungnya sebuah era. Mengambil masa dewasa sekitar 50 tahun dalam rata-rata umur manusia; praktik spiritual yang dilakukan dalam 23 tahun ini akan setara dengan 1000 tahun. Cara lain untuk melihat hal itu, kita akan mendapatkan manfaat dari 20 kehidupan praktik spiritual dalam satu kehidupan saja.

sumber : http://www.spiritualresearchfoundation.org/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Toko Online terpercaya www.iloveblue.net

Toko Online terpercaya www.iloveblue.net
Toko Online terpercaya www.iloveblue.net

Daftar harga buku:

Buku-Buku HARE KRSNA (Hare Krishna):
No Judul Harga
1 Bhagavad-gita Besar 125.000
2 Bhagavad-gita Sedang 115.000
3 Bhagavad-gita Kecil 85.000
4 Srila Prabhupada 100.000
5 Srimad-Bhagavatam Skanda III Jilid 3 75.000
6 Second Chance (Kesempatan Kedua) 42.000
7 Kehidupan Berasal Dari Kehidupan 37.500
8 Kembali Lagi 32.000
9 Dialog Timur Barat 27.500
10 Jawaban Segala Pertanyaan 25.000
11 Sri Isopanisad 25.000
12 Pedoman Etika Vaisnava 25.000
13 Krishna dan Ayat-Ayat Suci Bhagavad-gita 23.500
14 Gita Mahatmya 22.000
15 Avatar 18.000
16 Ajaran Prahlada Maharaj 18.000
17 Krsna Sumber Kebahagiaan 10.000
18 Poster Susunan Alam Semesta 30.000
19 Srimad-Bhagavatam Skanda IV 80.000
20 Krsna Book (1 Set) 300.000
21 Krsna Book (@ 1 volume) 60.000
Buku-buku Media Hindu :
No Judul Harga
1 21 Butir Mutiara Terserak 30.000
2 Arti Menjadi Seorang Hindu Bagiku? 25.000
3 Astrologi Hindu 30.000
4 Atmabodha 40.000
5 Bagaimana Menjadi Hindu 25.000
6 Dialog Dengan Penghuni Sorga 30.000
7 Dialog Gandhi Dengan Misionaris 40.000
8 Hindu Agama Terbesar di Dunia 22.000
9 Hindu Agama Universal 22.000
10 Hindu Akan Ada Selamanya 40.000
11 Hindu Kami Datang Padamu 30.000
12 Jalan Menuju Tuhan 35.000
13 Kado Dari Dewata Agung 20.000
14 Kamu Adalah Tuhan 40.000
15 Pandangan Hidup Hindu 30.000
16 Pandangan Hindu Atas Kristen dan Islam 30.000
17 Pesan Abadi Veda 40.000
18 Pesan Universal Bhagavad Gita Vol. 1 40.000
19 Pesan Universal Bhagavad Gita Vol. 2 40.000
20 Peta Jalan Veda 40.000
21 Petunjuk Untuk Yang Ragu 30.000
22 Saya Beragama Hindu 22.000
23 Surga dan Neraka Tiga Agama 40.000
24 Semua Agama Tidak Sama 30.000
25 Spiritualitas Hindu Untuk Kehidupan Modern 28.000
26 Tuhan Upanisad Menyelamatkan Masa Depan Manusia 40.000
27 Upanishad Himalaya Jiwa 30.000
28 Veda dan Injil 40.000
Buku-buku Paramita :
No Judul Harga
1 101 Cerita Kakek 52.800
2 101 Cerita Nenek 39.600
3 108 Mutiara Weda 52.800
4 108 Renungan Suci 1 30.000
5 108 Renungan Suci 2 30.000
6 108 Renungan Suci 3 30.000
7 12 Kumpulan Dongeng Hindu 20.400
8 300 Masalah (Dahsyatnya Gayatri Mantra) 72.000
9 33 Hal Yang Mempengaruhi dan Merubah 20.400
10 Aab Jagat 14.400
11 Acara Agama Hindu 31.200
12 Acarya Sista : Guru dan Dosen yang Bijaksana 72.000
13 Adi Sankaracharya 24.000
14 Adiparwa Jaya Kuno dan Indonesia 76.800
15 Agama Hindu 20.400
16 Agama Hindu, dari, untuk dan oleh orang Muda 26.400
17 Agama Realitas atau Tahayul 16.800
18 Agama Tirta dan upakara 16.800
19 Agama Veda & Filsafat 28.800
20 Agem-agem Kepemangkuan 20.400
21 Agnihotra 24.000
22 Ahimsa Dharma dan Vegetarian 26.400
23 Ahimsa Dharma 33.600
24 Ajaran moral Dalam Bhagawadgita 30.000
25 Ajaran Weda Dalam Filosofi Hindu 26.400
26 Ajeg Bali, Ajegnya Bhagawadgita 19.200
27 Aksara Bali dalam Usada 52.800
28 Aku Anak Hindu 20.400
29 Aku Ingin Kebahagiaan 18.000
30 Alam Kehidupan Sesudah Mati 20.400
31 Alih Aksara Pangayam-ayam 13.200
32 Alur Sebuah Dialog Hati 20.400
33 Analisis Upacara Wana Kertih 37.200
34 Anandadayi Bersama Sai 56.400
35 Anda Calon sukses, Berkah Menantimu, Sambutlah 30.000
36 Aneka Rupa Gending Bali 24.000
37 Ang Ah lan Ah Ang 18.000
38 Anti kekerasan dan Anti Diskriminasi 22.800
39 Anugerah & Harta Karun Kehidupan 33.600
40 Apa yang terjadi pada Jiwa setelah Kematian 52.800
41 Argha Patra Pinandita 126.000
42 Argha Patra Praktis 22.800
43 Arthasastra 126.000
44 Arti & Fungsi Sarana Persembahyangan 30.000
45 Arti Mimpi 20.400
46 Asana, Pranayama, Mudra & Banda 99.600
47 Asta Kosala Kosali 26.400
48 Asta Kosala Kosali lan Astha Bhumi 26.400
49 Astavakra Samhita 36.000
50 Aswameda parva 44.400
51 Atharva Veda Samhita III 192.000
52 Atharwa Veda Samhita I 192.000
53 Atharwa Veda Samhita II 198.000
54 Atman Brahman Aikyam 24.000
55 Aturan Membangun Rumah Menurut Hindu 18.000
56 Awengi Ring Hotel Sentral 18.000
57 Awet Muda dan Panjang Umur dengan Ayur Weda 36.000
58 Ayur Veda Ilmu Pengobatan Tradisional India 33.600
59 Ayur Weda 49.200
60 Aywawera dan pemahamannya 18.000
61 Babad Arya 26.400
62 Babad Dalem Tarukan 37.200
63 Babad I Gusti Ngurah Telabah 20.400
64 Babad Ksatria Taman Bali 26.400
65 Babad Nusa Penida 20.400
66 Babad Nyuhaya 30.000
67 Babad Prasasti Dalem dan Pande 37.200
68 Babad Pulasari 16.800
69 Babad Raja Anglurah Panji Sakti 69.600
70 Babad Raja-Raja Bali 24.000
71 Babad Tangkas Kori Agung 20.400
72 Bacakan Banten Pati Urip 18.000
73 Bali Dalam Perspektif Sejarah dan Tradisi 102.000
74 Bali Shanti 1 46.800
75 Bali Shanti 2 39.600
76 Bali Shanti 3 36.000
77 Bali Shanti 4 39.600
78 Barong Landung 20.400
79 Bayu Agung 16.800
80 Bayuh Oton 16.800
81 Bebas dari Rasa Takut Menuju Keyakinan 10.800
82 Belajar Singkat Bahasa Hindi 26.400
83 Benarkah di Hindu ada Moksa? 42.000
84 Berang-Berang dan Srigala 13.200
85 Berbakti pada Leluhur, Upacara Pitra Yadnya 26.400
86 Berbagai Jalan Meditasi 24.000
87 Berbisnis menurut Agama Hindu 50.400
88 Berjalan Pada Jejak-jejak Vedanta 24.000
89 Berkorban/Yadnya adalah Kesenanganku 9.600
90 Berfikir Benar Dasar Mencapai Kebahagiaan 16.800
91 Berpolitik Menurut Hindu 57.600
92 Bhagavad Gita 105.600
93 Bhagavata Purana tentang Neraka 13.200
94 Bhagavata untuk Anak-anak 20.400
95 Bhagawad Gita (Nyanyian Tuhan) 73.200
96 Bhagawad Gita (Pancama Weda) 51.600
97 Bhagawad Gita Inggris Indonesia 96.000
98 Bhagavadgita Menurut Mahatma Gandhi 30.000
99 Bhagawadgita Teks Bahasa Bali 84.000
100 Bhakti & Kesehatan 32.400
101 Bhakti Yoga 19.200
102 Bhama Kretih 21.600
103 Bharata Yudha & Pandawa Seda (Komik) 182.400
104 Bharata Yudha (Komik) 117.600
105 Bhegawan Agastya Prana 13.200
106 Bhisma Parwa 66.000
107 Bibliografi Literatur Hindu 21.600
108 Bolong & Gilik 13.200
109 Brahma Astra 16.800
110 Brahma Sutra 96.000
111 Brahma vidya Teologi Alam Semesta 73.200
112 Brahman 33.600
113 Buddha 13.200
114 Buku Harian Intisari Pedoman Hidup 45.600
115 Buku Mewarnai Dewa Dewi 26.400
116 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas I 19.200
117 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas II 19.200
118 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas III 19.200
119 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas IV 21.600
120 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas V 21.600
121 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas VI 21.600
122 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas VII 27.600
123 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas VIII 30.000
124 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas IX 32.400
125 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas X 34.800
126 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas XI 34.800
127 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas XII 37.200
128 Buku Pendidikan Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi 37.200
129 Bunga Rampai Babad dan Rerajahan Kajang di Bali 26.400
130 Calon Arang 30.000
131 Cahaya Kebajikan Ganesa 92.400
132 Cahaya Kekuatan Batin dan Kebijaksanaan 24.000
133 Cahaya Sai Rama 10.800
134 Cakepan Alit Lontar Jajimatan 13.200
135 Cakepan Alit Pengasih-asih Leak Manusa lan Dewa 12.000
136 Cakepan Alit Puja Weda Mantra 44.400
137 Canakya Nitisastra 42.000
138 Cara Jitu Cepat Kaya dan Tenang 13.200
139 Cara Praktis Untuk Memahami Agama Hindu 50.400
140 Caru 16.800
141 Caru Eka Sata 13.200
142 Catur & Sad Paramita 26.400
143 Catur Guru Bhakti 34.800
144 Catur Marga 56.400
145 Catur Purusartha 37.200
146 Catur Veda 462.000
147 Ceng Blonk Dalang Inovatif 61.200
148 Cerdas Spiritual Melalui Bhagavadgita 20.400
149 Cerita Anekdot dalam Kehidupan 26.400
150 Cerita Rakyat Bali 19.200
151 Citra Wanita dalam Kekawin Ramayana 25.200
152 Curahan Air Keabadian (Amrita Varshini) 16.800
153 Curahan Belas Kasih (Anugraha Vaharshini) 21.600
154 Dahsyatnya Gayatri Mantra 33.600
155 Dainika Upasana 22.800
156 Daksina Menhadirkan kekuatan Lingga Yoni 16.800
157 Dalem Keling Wamsakarta Ksatrya Taman Bali 24.000
158 Dalem Tarukan 13.200
159 Dampak Puasa 26.400
160 Dana Punia dan Penebusan Dosa 24.000
161 Dasaksara, Saiva Siddhanta & Kanda Pat 18.000
162 Dasa Awatara 24.000
163 Dasar-Dasar Budi Pekerti 21.600
164 Dasar-Dasar Psikologi Agama 37.200
165 Dasar Filsafat Agama-Agama 33.600
166 Dasar-dasar Filsafat 26.400
167 Dasar-dasar Kepemangkuan 66.000
168 Dasar-dasar Kesulinggihan 88.800
169 Dasar-dasar Astrologi Hindu 73.200
170 Daun Yang Berkisah 24.000
171 Deva Siva 26.400
172 Devi Savitri 13.200
173 Dewa & Doa 20.400
174 Dewa Dewi Hindu 21.600
175 Dewa Ganesha 18.000
176 Dhammapada 31.200
177 Dharma Caruban 13.200
178 Dharma Bandhu 37.200
179 Dharma Jalan Menuju Kebahagiaan dan Moksa 52.800
180 Dharma Pemacul 13.200
181 Dharma Sewanam (Indahnya Melayani Sesama) 33.600
182 Dharma, Tapa dan Yoga 13.200
183 Dharmagita 37.200
184 Dharmatula 38.400
185 Dharmayana Leluhur Kepurwa Bumi 37.200
186 Dharmayatra ke Pura Semeru Agung 26.400
187 Dialog Ajeg Bali Perspektif Pengalaman … 48.000
188 Dialog Spiritual 32.400
189 Dialog Spiritual II 33.600
190 Diksa, Pintu menapaki Jalan Rohani 50.400
191 Disiplin dan Sadhana Spiritual 24.000
192 Djegeg Bagus 36.000
193 Doa Harian Untuk Bhagavan 20.400
194 Doa Sehari-hari Keluarga dan Masyarakat Hindu 19.200
195 Doa Untuk Anak Hindu 19.200
196 Doa Sehari-hari Menurut Hindu 12.000
197 Doa-doa Penting Dalam Atharva Veda 24.000
198 Dosa Menurut Hindu 26.400
199 Dua Warisan Leluhur memberantas Kemelaratan 19.200
200 Dudonan Karya Mamungkah 16.800
201 Dunia Adalah Papan Catur 90.000
202 Eksistensi & Efektifitas istem banjar Suka Duka 48.000
203 Energi Aura 27.600
204 Ensiklopedi Hindu 240.000
205 Ensiklopedia Pura I 240.000
206 Ensiklopedia Pura II 240.000
207 Ensiklopedia Pura III 240.000
208 Esensi Bunyi Gamelan 48.000
209 Esensi Falsafah Jawa 30.000
210 Esensi Uang Kepeng Dalam Ritual Hindu 21.600
211 Etika Hindu 24.000
212 Etika Pendidikan Agama Hindu 13.200
213 Etika Susila Untuk Pelayanan Umat Manusia 13.200
214 Evaluasi Pendidikan 33.600
215 Evolusi Melalui Reinkarnasi & Karma 26.400
216 Filosofi Simbol Hindu 39.600
217 Filsafat 108 Sang Hyang Kala di zaman Kali 72.000
218 Filsafat Desa Adat Bali 66.000
219 Filsafat Hindu Nawa Darsana 48.000
220 Filsafat Ilmu 26.400
221 Filsafat Ilmu: Bagaimana & Untuk Apa Ilmu pengetahuan 129.600
222 Filsafat Manusia dalam Perspektif Hindu 34.800
223 Filsafat Pancasila Dalam Perspektif Hindu 46.800
224 Filsafat Pendidikan 48.000
225 Filsafat Pendidikan Agama Hindu 36.000
226 Filsafat Saiva Siddhanta 32.400
227 Filsafat Seni Sakral dalam Kebudayaan Bali 24.000
228 Filsafat Timur 26.400
229 Filsafat Toleransi Beragama di Indonesia 54.000
230 Filsafat Wayang dalam Panca Yadnya 20.400
231 Fungsi dan Membuat Tipat 22.800
232 Gaguritan Panrestyan Watu Gunung 6.000
233 Gaguritan Parikesit Pralaya 14.400
234 Gaguritan Pralayaning Panca Kumara 6.000
235 Gaguritan Watugangga 6.000
236 Galungan Naramangsa 31.200
237 Gandhi dalam Dialog Hindu Kristen 26.400
238 Gandhi dan Masyarakat Tanpa Kekerasan 37.200
239 Ganesa 26.400
240 Gayatri Sadhana 33.600
241 Gede Ombak Gede Angin 26.400
242 Gegitan Kembang Rampe Dharmayana Pariksa 13.200
243 Gegitan Kembang Rampe I 13.200
244 Gegitan Kembang Rampe II 13.200
245 Gegitan Kembang Rampe III 13.200
246 Geguritan Aji Pelayon 13.200
247 Geguritan Begawan Bisma 34.800
248 Geguritan Galungan 13.200
249 Geguritan Ganda Wirasa 36.000
250 Geguritan Goa Giri Putri 16.800
251 Geguritan Jnana Siddhi 13.200
252 Geguritan Kaki Manuh Cakepan I 24.000
253 Geguritan Kaki Manuh Cakepan II 21.600
254 Geguritan Kebo Tarunantaka 19.200
255 Geguritan Ken Arok - Ken Dedes 16.800
256 Geguritan Kreta Langu 13.200
257 Geguritan Marga Sunya 13.200
258 Geguritan Pawiwahan 20.400
259 Geguritan Pengantar Agama Hindu 24.000
260 Geguritan Sandhyakalaning Majapahit 20.400
261 Geguritan Savasana 20.400
262 Geguritan Sima Kertaning Bumi 20.400
263 Geguritan Siwaratri 14.400
264 Geguritan Siwa Latri Kalpa 13.200
265 Geguritan Sucita Subudi 57.600
266 Geguritan Sutasoma I 20.400
267 Gerhana Prahara 60.000
268 Gita Bhakti 13.200
269 Gita Itihasa Dewi Sita Mesatya 6.000
270 Grhasta Asrama 66.000
271 Gunung Menyan Segara Madu 33.600
272 Hanuman 13.200
273 Hari Raya dan Kekawin Siwaratri Kalpa 39.600
274 Hari Raya Anggara Kasih 13.200
275 Hari Raya & Puasa dalam Agama Hindu 36.000
276 Hari Raya Hindu Bali & India 16.800
277 Hidup dengan Para Resi Himalaya 82.800
278 Hidup Ini Seperti Petir 26.400
279 Hidup Ini Seperti Piknik 21.600
280 Hidup Rukun Menurut Hindu 20.400
281 Hidup Sehat dengan Akupresur 33.600
282 Hindu Agama Universal 39.600
283 Hindu Dharma 184.800
284 Hindu untuk Masyarakat Umum 31.200
285 Hinduisme sebuah Pengantar 36.000
286 Hita Upadesa 60.000
287 Horoskop Barat India Bali Jawa Cina dan Kalender 1901-2100 118.800
288 Horti Basa Bali 21.600
289 Hubungan Pura Agung Blambangan 13.200
290 Hukum Adat 16.800
291 Hukum Evolusi Roh 16.800
292 Hukum Hindu Serta Perkembangannya 33.600
293 Hukum Karma 26.400
294 Hukum Karma dan Cara Menghadapi 24.000
295 Hyang Pitara 24.000
296 I Balian Putus 16.800
297 Ibu Durga 19.200
298 Ibu Gangga (Ma Gangga) 19.200
299 Ilmu Hanuman 19.200
300 Ilmu Pengetahuan & Spiritual 51.600
301 Ilmu Pengetahuan eksakta Hindu kuno 43.200
302 Impian dan Kenyataan 38.400
303 Indahnya Lika Liku spiritual 45.600
304 Indik Wewangunan 76.800
305 Instrospeksi Diri 31.200
306 Intisari Ajaran Hindu 51.600
307 Intisari Ajaran Saiva Sidhanta 13.200
308 Intisari Bhagawadgita 66.000
309 Intisari Sejarah Linguistik 33.600
310 Intisari Upanishad 24.000
311 Intisari Veda (HC) 60.000
312 Intisari Veda (SC) 52.800
313 Intisari Yajna Dalam Ajaran Hindu 26.400
314 Isa Upanisad 13.200
315 Itihasa 156.000
316 Jaga Satru 18.000
317 Japa Yoga 37.200
318 Jawaban atas Pertanyaan 19.200
319 Jejak-jejak Sadhu 16.800
320 Jenis-jenis Tebasan 16.800
321 Kaedah Beryadnya 38.400
322 Kaedah Beryadnya II 28.800
323 Kajeng kliwon 20.400
324 Kakawin Nitisastra 78.000
325 Kakawin Ramayana Jilid I 73.200
326 Kakawin Ramayana Jilid II 72.000
327 Kakawin Ramayana Jilid III 120.000
328 Kala Badeg 21.600
329 Kala Tattwa 13.200
330 Kalender 200 Tahun 66.000
331 Kalender 2200 Tahun (Tahun 1 s/d 2200 Masehi) 188.400
332 Kama Bang Kama Putih 26.400
333 Kamasutra dari Watsyayana 56.400
334 Kamus Bahasa Bali 165.600
335 Kamus Nama-nama Sanskerta Indonesia 82.800
336 Kamus Saku 30.000
337 Kamus Sanskerta - Indonesia 74.400
338 Kamus Umum Buddha Dharma 88.800
339 Kanda Empat (Bhuta, Dewa, Lare, Sari) 24.000
340 Kanda Empat Bhuta 19.200
341 Kanda Empat Dewa 22.800
342 Kanda Empat Rare 19.200
343 Kanda Empat Sari Sakti Tanpa Guru 16.800
344 Kanda Empat Tanpa Sastra 26.400
345 Kanda Pat Catur Sanak 16.800
346 Kanda Pat Madu Muka 16.800
347 Kanda Pat Pamurtian 16.800
348 Kanda Pat Pengaradan 16.800
349 Kanda Pat Prasanak 16.800
350 Kanda Pat Rare 16.800
351 Kanda Pat Sari 16.800
352 Kanda Sanga 19.200
353 Kanda Sanga Tanpa Sastra 13.200
354 Karma Yoga 15.000
355 Karmaphala 56.400
356 Kata-kata Mutiara Renungan Harian 33.600
357 Katuturaning Barong Swari Lan Dalang 13.200
358 Kearifan Lokal Sain Asli Bali 26.400
359 Kebahagiaan Di balik Tantangan dan Penderitaan 21.600
360 Kebahagiaan Kunci Meraih Kesuksesan 32.400
361 Kebangkitan seorang Hindu 36.000
362 Kebenaran Sejarah Agama Hindu 180.000
363 Keberuntungan Anda Tahun 2007 21.600
364 Keberuntungan Anda Tahun 2008 21.600
365 Kedamaian di tengah-tengah Prahara 26.400
366 Kedudukan Pemangku dalam Beryadnya 22.800
367 Kedudukan Perempuan Hindu 36.000
368 Kejayaan Ganesa 46.800
369 Kekuatan Dewa Agni dan Dewa Indra 13.200
370 Kekuatan Yadnya 33.600
371 Kemah Sadhana 28.800
372 Kemahaesaan Tuhan Dalam Veda 19.200
373 Kemuliaan Sai paduka 21.600
374 Ken Arok, Ken Dedes, leluhur Raja-raja Majapahit 13.200
375 Kenali Dirimu 33.600
376 Kepemimpinan (Leadership) dalam Agama Hindu 13.200
377 Kepemimpinan Hindu 13.200
378 Kepemimpinan Hindu Astra Brata 24.000
379 Kepemimpinan Hindu dalam Lontar Wrati Sesana 26.400
380 Keprotokolan & MC 26.400
381 Kerangka Dasar Agama Hindu 26.400
382 Kesaktian & Keampuhan Mantra Gayatri 10.800
383 Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu 26.400
384 Kesehatan & Meditasi Matahari Terbit 52.800
385 Kesehatan dan Spiritual 46.800
386 Kesempurnaan Diri 10.800
387 Kasuksmaning Pelinggih Ring Pamerajan 30.000
388 Kesusastraan Bali 24.000
389 Ketuhanan Bali 16.800
390 Keutamaan Manusia & Pendidikan Budi Pekerti 66.000
391 Kewangen 16.800
392 Khrisna Bhakti 10.800
393 Kiat Praktis Belajar di Perguruan Tinggi 18.000
394 Kiat-kiat Praktis meraih kerja 13.200
395 Kidung Bhajan Mala 74.400
396 Kidung Jerum Kundangdya 16.800
397 Kidung Lungsir Petak 10.800
398 Kidung Panca Yadnya 22.800
399 Kidung Suci 45.600
400 Kidung Suci Kirtanam 10.800
401 Kidung Tantri 24.000
402 Kidung Tantri Manduka Wyakarana 60.000
403 Kidung yadnya 10.800
404 Kisah Singkat Kehidupan Svami Vivekananda 20.400
405 Kisah-kisah Mengagumkan Para Dewa Hindu 20.400
406 Kitab Aji Sngkya 1947 18.000
407 Komodifikasi Tari Barong 50.400
408 Konsentrasi dan Meditasi 60.000
409 Konsep & Praktik Agama Hindu di Bali 132.000
410 Konsep Filosofi Hindu 13.200
411 Konsep Kesuksesan Umat Hindu 43.200
412 Konsep panca Sradha 46.800
413 Konsep Sraddha 50.400
414 Konsepsi Monotheisme Dalam Agama Hindu 18.000
415 Kosmologi Hindu 82.800
416 Krsna 13.200
417 Kumpulan Cerita Pendek Keagamaan Hindu 26.400
418 Kumpulan Dharma Wacana Profesional 26.400
419 Kumpulan Karya Pilihan tentang Sadhana 31.200
420 Kumpulan Kisah Bhakti Para Bhakta 30.000
421 Kumpulan Lagu-lagu Arathi 13.200
422 Kumpulan Ringkasan Lontar 21.600
423 Kunang-kunang Anarung Sasi 33.600
424 Kunci Kekayaan meneropong Managemen 24.000
425 Kundalini I 37.200
426 Kundalini Yoga 36.000
427 Kusumadewa 21.600
428 Langkah-langkah Emas 44.400
429 Langkah-langkah Kecil Meningkatkan Kadar Religiusitas 30.000
430 Lava dan Kusa 16.800
431 Laya Yoga 21.600
432 Leak Mayoga Dikala Purnama 21.600
433 Leak Ngamah Leak 43.200
434 Leak Sari Rahasia Kesaktian Mpu Peradah 16.800
435 Lebu Guntur 10.800
436 Legenda Gong Belaluan 31.200
437 Leluhur Orang Bali 24.000
438 Lentera Spiritual 3 43.200
439 Lima Nilai Kemanusiaan 16.800
440 Lontar Jajimatan 13.200
441 Lontar Kuranta Bolong 13.200
442 Lontar Pengejukan Leak 12.000
443 Macan Raden 16.800
444 Maha Dahsyat Gayatri Mantra Menepis Badai 60.000
445 Maha Sakti Gayatri Mantra 66.000
446 Maha Sidhi Gayatri Mantra 50.400
447 Mahabharata 163.200
448 Mahabharata A (Komik) 60.000
449 Mahabharata B (Komik) 60.000
450 Mahabharata C (komik) 60.000
451 Mahabharata D (Komik) 60.000
452 Mahabharata Jilid Lengkap (Komik) 225.600
453 Mahagotra Arya Tri Sanak 16.800
454 Mahanarayana Upanisad 48.000
455 Maharsi Vyasa 13.200
456 Maitri Upanisad 24.000
457 Makanan Satvik & Kesehatan 21.600
458 Makanan Satvik & Kesehatan 26.400
459 Makna Filosofis Upacara & Upakara 16.800
460 Makna Hari Raya Hindu 37.200
461 Makna Upacara Yadnya I 60.000
462 Makna Upacara Yadnya II 60.000
463 Manawa Dharmasastra 148.800
464 Mandukya Upanisad 74.400
465 Manggala Upacara 33.600
466 Mantra dan Belajar Memantra 48.000
467 Mantra Gayatri (Sabda Brahma, Ibu dari Veda) 10.800
468 Mantra, Inisiasi, Meditasi & Yoga 21.600
469 Mantra, Tantra dan Mujizat 10.800
470 Manusia dan Uang 10.800
471 Manusia Perspektif Teologi Universal 28.800
472 Mari Belajar Bahasa Sansekerta 1 36.000
473 Masakan Bali 20.400
474 Matematika dalam Qur'an & Veda 44.400
475 Matematika Veda 76.800
476 Matsya Avatara 12.000
477 Mau Apa Dengan Hidup 22.800
478 Meditasi 20.400
479 Meditasi Kesempurnaan Manusia 50.400
480 Meditasi Adyatmika 31.200
481 Meditasi Bio Energi Ratu Bagus 97.200
482 Meditasi Buddhis 25.200
483 Meditasi Cahaya 19.200
484 Meditasi Jiwa Premana 2 33.600
485 Meditasi Jiwa Premana 1 31.200
486 Meditasi Pada Kesempurnaan Manusia 51.600
487 Meditasi Pada Om 24.000
488 Meditasi Satya Sai 36.000
489 Meditasi Yoga Tradisi Himalaya 16.800
490 Majejahitan dan Metanding Edisi 1 (HC) 92.400
491 Majejahitan dan Metanding Edisi 1 (SC) 84.000
492 Majejahitan dan Metanding Edisi II 84.000
493 Melalui Kematian Kita Lahir Kembali 31.200
494 Melenyapkan Kebimbangan Umat 31.200
495 Memahami Agama Lewat Fenomena Sains 20.400
496 Memahami Catur Marga 31.200
497 Memahami Konsep Siwa Budha di Bali 34.800
498 Memahami Perbedaan Catur Varna, Kasta dan Wangsa 43.200
499 Membaca Orang 13.200
500 Membaca Wajah 18.000
501 Membangun Masyarakat Berkualitas 21.600
502 Membangun Pura di Pulau Jawa 16.800
503 Membangun Rumah Tangga Sukinah 36.000
504 Membedah Kasus Konversi Agama 79.200
505 Membentuk Kepribadian Anak dalam Kandungan 22.800
506 Membentuk Siswa Berkarakter Mulia 46.800
507 Memberi Makna Sebuah Kehidupan 24.000
508 Membina Anak-anak 74.400
509 Membina Keluarga Sejahtera 19.200
510 Memekarkan Nuansa Spiritual 20.400
511 Memelihara Janin Dalam Kandungan 48.000
512 Menantang Arus Menegakkan Kesejatian Dharma 37.200
513 Mencegah Stress Bersama Hindu 20.400
514 Mendayagunakan EQ dan SQ melalui Psikologi Hindu 33.600
515 Mendidik Anak Suputra 10.800
516 Menembus Kegelapan 50.400
517 Menggali Nilai Etika Dalam Cerita Purana 25.200
518 Mengangkat Nilai-nilai agama 19.200
519 Mengapa Bali disebut Bali 48.000
520 Mengapa Berdana 21.600
521 Mengapa Membaca Reg Veda 19.200
522 Mengapa? Tradisi dan Upacara Hindu 37.200
523 Mengapa Saya Memilih Vegetarian 25.200
524 Mengasuh Anak Menurut Bhagawan 9.600
525 Mengelola Perpustakaan Secara Efektif dan Efisien 19.200
526 Mengenal Agama-agama 60.000
527 Mengenal Barong dan Rangda 16.800
528 Menggapai Kedamaian Sejati 19.200
529 Menguak Misteri Pementasan Barong dan Rangda 26.400
530 Mengurai benang Kusut Simpul-simpul Dharma Wacana 20.400
531 Meningkatkan Kesadaran Diri Sejati Atman 31.200
532 Meningkatkan Profit Perusahaan 19.200
533 Menjadi Orang Tua Mulia dan Berguna 16.800
534 Menjadi Pemangku Siapa Takut? 18.000
535 Menjadi Pemimpin Efektif 18.000
536 Menjangan Sakaluang 39.600
537 Menyayangi Alam, wujud Bhakti pada Tuhan 34.800
538 Menyelam dalam Lautan Ramayana 9.600
539 Menyembah Simbol Merupakan Realisasi Brahman 20.400
540 Menyingkap Rahasia Siva di Bumi 19.200
541 Menyingkap Rahasia Yoga 19.200
542 Merawat Diri Untuk Menjaga Kesucian Lahir Batin 37.200
543 Merealisasi Moksa 13.200
544 Merkantilisme Pengetahuan Dalam Bidang Pendidikan 69.600
545 Merta Matemahan Wisia 26.400
546 Metode Penelitian Kwalitatif dalam Ilmu Agama 13.200
547 Misi & Visi Guru Spiritual 21.600
548 Misi & Visi Illahi 31.200
549 Mlaspas & Ngenteg Linggih 16.800
550 Moksa Brahman Atman Aikyam 33.600
551 Moksa Universalitas dan Pluralitas Bhagawadgita 19.200
552 Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharmah 26.400
553 Mukjizat Sai Baba 37.200
554 Mukjizat Tirtha 16.800
555 Mulat Sarira 13.200
556 Mutiara Dharma 26.400
557 Mutiara Hindu dalam Budaya Bali 48.000
558 Mutiara Hindu Sebagai Bahan 26.400
559 Namah Sivaya Santaya 60.000
560 Negarakertagama & Pararaton 34.800
561 Nama-nama Sesayut 24.000
562 Namasmarana 13.200
563 Narada Bhakti Sutra 45.600
564 Naskah Kelabang Sebit 25.200
565 Nawa Darsana : 9 Sitem Filsafat Hindu 37.200
566 Nawa Dharsana 52.800
567 Nawa Sangga Tirthayatra 37.200
568 Nawa Usadha Bali 82.800
569 Ngaben 33.600
570 Ngaben Khusus Pranawa 13.200
571 Ngaben Ngelanus 37.200
572 Ngaben Sarat 20.400
573 Ngaben Sederhana 16.800
574 Ngalinggihang Dewa Hyang 13.200
575 Nganteb Piodalan Alit lan Sesana Pemangku 16.800
576 Ngereh Ritual, Supranatural, Tradisional 19.200
577 Ngulati Dewasa lan Wariga 24.000
578 Nguntul Tanah Nulengek Langit 16.800
579 Nilai Filosofis Penjor 31.200
580 Niti Sastra 26.400
581 Nyepi Berlandaskan Kitab Suci Veda 19.200
582 Ogoh-ogoh 18.000
583 OM Sairam 10.800
584 Orag Bali di Himalaya 26.400
585 Padang Tuh 18.000
586 Paindikan Maturan Penyabranan 13.200
587 Palmistri Hindu 16.800
588 Panca Datu (edisi Revisi) 36.000
589 Panca Sraddha 39.600
590 Panca Tantra 31.200
591 Pancaran Bhagavata 30.000
592 Pancaran Dharma 21.600
593 Pancaran Kasih Tuhan 21.600
594 Pancaran Kebijaksanaan (Jnana Wahini) 18.000
595 Pancaran Kedamaian 24.000
596 Pancaran Kedamaian 36.000
597 Pancaran Penerangan 20.400
598 Pandangan Gender Pada Smerti 22.800
599 Pandawa Seda 60.000
600 Panduan Guru Mengajar Pendidikan Agama Hindu 39.600
601 Panduan Singkat Dharma Wacana 13.200
602 Pangastawa Istha Dewata 16.800
603 Pangastawa Pitra Yadnya 19.200
604 Panggilan Veda 57.600
605 Panrestyan Pandawa Korawa 12.000
606 Para Guru Spiritual India Abad ke Dua Puluh 60.000
607 Para Guru Spiritual India Abad ke Sembilan Belas 60.000
608 Parasara Dharmasastra 43.200
609 Parisada Hindu Dharma dengan Konsolidasinya 56.400
610 Paritta Suci 18.000
611 Parwati 13.200
612 Patanjali Raja Yoga 60.000
613 Pawintenan Saraswati 10.800
614 Pedoman Pinandita 66.000
615 Pecalang 26.400
616 Pedoman Altar, Bhajan, Meditasi Sai Study 21.600
617 Pedoman Calon Pinandita dan Dharmaning Sulinggih 16.800
618 Pedoman Hidup Untuk Meraih Kebahagiaan 26.400
619 Pedoman Memimpin Upacara Yadnya 22.800
620 Pedoman Memimpin Upacara Dewa Yadnya 26.400
621 Pedoman Penyelenggaraan Pesraman 13.200
622 Pedoman Sembahyang Umat Hindu 22.800
623 Pejati dan Suci 24.000
624 Pelajaran Bahasa Sansekerta 97.200
625 Pelajaran Bahasa Sanskerta Tahap 1 18.000
626 Pelangi Dharma 15.600
627 Pelestarian Lingkungan dalam Agama Hindu 43.200
628 Pemangku Juga Manusia 13.200
629 Pembentukan Karakter Bangsa 24.000
630 Pemikiran Hindu 88.800
631 Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi 36.000
632 Pendidikan Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi 31.200
633 Peng. Agama Hindu III Veda 16.800
634 Pengalaman Spiritual Bersama Guru Jilid 1 62.400
635 Pengantar Acara Agama Hindu 21.600
636 Pengantar Beberatan Pemangku 39.600
637 Pengantar Dasar Kepemimpinan Kuna Nusantara 46.800
638 Pengantar Etika dan Moralitas Hindu 51.600
639 Pengantar Filsafat Hindu 32.400
640 Pengantar Hukum Hindu 36.000
641 Pengantar Kitab Itihasa 19.200
642 Pengantar Managemen Bernuansa Hindu 32.400
643 Pengantar Tantra Sebagai Jalan Menuju Kegelapan 26.400
644 Pengaruh Budhi 26.400
645 Pengarusutamaan Gender Menurut Agama Hindu 12.000
646 Pengenalan Dasar Sanskerta 16.800
647 Pengetahuan & Pengendalian Prana 26.400
648 Pengorbanan Sang Arjuna 16.800
649 Peranan Linguistik dalam Analisis Bahasa Puisi 22.800
650 Perempuan dan Kepemimpinan Tranformasional 30.000
651 Percik Pemikiran Padepokan Maruti Suta 39.600
652 Perjalanan Sang Jiwa 60.000
653 Perkawinan dan Kehidupan Keluarga 13.200
654 Perkawinan yang Ideal 21.600
655 Perkawinan Magelar Warang 16.800
656 Perlindungan Hukum Terhadap Wisatawan 26.400
657 Permata & Batu-batu Mulia 46.800
658 Persepsi Umat Hindu Tehadap Svarga Neraka 103.200
659 Pesan Langit dan Bumi 18.000
660 Pesan-pesan upanisad 18.000
661 Pesucian dan Penyapa 13.200
662 Peternakan Berwawasan Kebudayaan dan Agama Hindu 24.000
663 Petunjuk Teknis Dharma Wacana 19.200
664 Petunjuk Teknis Perkawinan Hindu 13.200
665 Pikiran misteri & penaklukkannya 82.800
666 Pinandita Sangging 10.800
667 Pindah Agama, Mengapa? 24.000
668 Pitra Pakerti 16.800
669 Pitra Puja Ngaben lan Nyekah 37.200
670 Pokok-pokok Wariga 36.000
671 Pokok-pokok Ajaran Hindu 66.000
672 Pola Pikir Wawasan kebangsaan 33.600
673 Prana Suci Kundalini 16.800
674 Pranawa OM 31.200
675 Prasasti dan Bade Pande 30.000
676 Pratima Bukan Berhala 31.200
677 Prawerti dan Niwerti Marga 26.400
678 Prema Yoga 30.000
679 Primbon Dewata Seri Mitologi Tanaman, Binatang dan Mahluk 26.400
680 Primbon Dewata Seri Seluk Beluk Tentang Mimpi 66.000
681 Profesi Jaksa 24.000
682 Proses Kremasi & Esensi Perjalanan Atman Menuju Moksa 37.200
683 Proses Penciptaan Alam Semesta 26.400
684 Proses Terbentuknya Bayi Dalam kandungan 13.200
685 Puasa/Brata Ekadasi Mahatmya 21.600
686 Puisi Modre Samar Gantang 18.000
687 Puja Pali-pali 13.200
688 Puja Trisandhya, Kramaning Sembah 10.800
689 Puja Trisandhya, Kramaning Sembah, Kidung Pancayadnya 19.200
690 Puja Walaka 22.800
691 Pujastawa 10.800
692 Punarbawa 37.200
693 Pupulan Carita Cutet Bali Anyar 28.800
694 Pupulan Pidarta Basa Bali 13.200
695 Pura Besakih 52.800
696 Purana Agni 24.000
697 Purana Bhagavata 26.400
698 Purana Bhavisya 24.000
699 Purana Brahma 21.600
700 Purana Brahmanda 24.000
701 Purana Brahmavaivarta 24.000
702 Purana Garuda 24.000
703 Purana Kurma 24.000
704 Purana Linga 19.200
705 Purana Markandeya 31.200
706 Purana Matsya 24.000
707 Purana Narada 24.000
708 Purana Padma 21.600
709 Purana Siva 24.000
710 Purana Skanda 24.000
711 Purana Vamana 24.000
712 Purana Varaha 24.000
713 Purana Vayu 24.000
714 Purana Vishnu 24.000
715 Purana, Sumber Ajaran Komprehensip 72.000
716 Purnama Tilem 19.200
717 Putra Sesana 13.200
718 Putra-putra Siva 30.000
719 Putru Pasaji 10.800
720 Rahasia Om 39.600
721 Rahasia Pemujaan Sakti Durgha Bhairavi 21.600
722 Rahasia Pikiran 26.400
723 Rahasia Surga di Telapak Kaki Ibu 30.000
724 Rahasia Tantra, Yantra, Mantra 51.600
725 Ramalan Joyoboyo, Ronggowarsito, Sabdopalon 37.200
726 Ramalan Nasib 66.000
727 Ramayana 163.200
728 Rangkuman Widhi Sastra 60.000
729 Rare Angon 31.200
730 Rare Angon dan Catur Yajnya 39.600
731 Reformasi Agama Hindu 44.400
732 Reformasi ke Arah kemajuan yang Sempurna 45.600
733 Reinkarnasi, Hidup Tak Pernah Mati 26.400
734 Rendah Hati, Bahagia dan Bijak 10.800
735 Renungan Filsafat Hindu 27.600
736 Renungan Filsafat Hindu II 36.000
737 Renungan Jnana Buddha Siwa 37.200
738 Rerajahan (Fungsi dan Manfaatnya) 49.200
739 Rerajahan lan Pengatawa Caru 13.200
740 Rg Veda Samhita Mandala I, II, III 205.200
741 Rg Veda Samhita Mandala IV, V, VI, VII 188.400
742 Rg Veda Samhita Mandala VIII, IX, X 264.000
743 Ritual ke Spiritual 30.000
744 Ritual Veda Homa Tattwa Jnana 19.200
745 Roga Sanghara Bumi 22.800
746 Runtuhnya Kemuliaan Manusia 20.400
747 Sabda Satya Sai I 37.200
748 Sabda Satya Sai IV 56.400
749 Sabda Satya Sai V 51.600
750 Sadhana (Disiplin Spiritual) 42.000
751 Sanskrit - English Dictionary 510.000
752 Sai Humor 24.000
753 Sai Meditasi 19.200
754 Sai Miracle 34.800
755 Sai Prasanti Bhajan 37.200
756 Saitri 24.000
757 Saiva Siddhanta 16.800
758 Salinan Lontar Aswameda Parwa lan Adi Parwa 22.800
759 Salinan Lontar Bhama Kretih 24.000
760 Salinan Lontar Kusumadewa, Wrati Siwa Sasana, Wariga Gemmeht 52.800
761 Salinan Lontar Siddhimantra Tattwa 50.400
762 Salinan Lontar Taru Premana 12.000
763 Sama Veda Samhita 140.400
764 Samhita Vacana Agama Hindu 60.000
765 Samsara Perjalanan Sang Jiwa 37.200
766 Sandhya dan Agnihotra 18.000
767 Sanggah Kemulan 16.800
768 Sangging Tata Pati Undagi 46.800
769 Sanghyang Buda Kecapi 24.000
770 Sankrit - English Dictionary 495.600
771 Sarasamuccaya 51.600
772 Sarasamuccaya Smerti Nusantara 52.800
773 Sareng Mapauruk Aksara Bali 16.800
774 Sarining Vrespatikalpa 24.000
775 Sarjana yang Bodoh 10.800
776 Sarva Gita Sarah (SC) 60.000
777 Sarva Gita Sarah (HC) 66.000
778 Satya Dharsan 21.600
779 Saya Bangga Beragama Hindu 45.600
780 Seha Puja Pinandita Catur yajna 26.400
781 Sejarah dan Babad Keloping 31.200
782 Sejarah Kerajaan Blambangan 99.600
783 Sejarah mahagotra Tirta Harum 48.000
784 Sejarah Pangeran Bendesa Manik Mas 20.400
785 Sejarah Perjalanan Danghyang Nirartha 1453 - 1520 46.800
786 Sejarah Perkembangan Agama Hindu 24.000
787 Sekilas Metode Tentang Dharma Wacana 33.600
788 Sembahyang Menurut Hindu 31.200
789 Senyum 79.200
790 Serial Walian Sakti Meditasi Kesehatan Jiwa Premana I 31.200
791 Seri 1 Arsitektur Tradisional Bali : Filosofi Konsep dan Aplikasi 54.000
792 Seribu Nama Siwa 36.000
793 Seribu Nama Wisnu 32.400
794 Seribu Nama Wisnu, Mantra dan Arti 32.400
795 Sesayut Lan Tebasan 13.200
796 Setapak Sirih Sejuta Pesan 10.800
797 Sihir Bali 24.000
798 Sikap Vedanta Terhadap Agama 50.400
799 Siksa dan Jnana 36.000
800 Sila dan Vinaya 38.400
801 Sipta Durmanggala 18.000
802 Sira Nika Tyang 32.400
803 Sistem Filsafat Hindu Lengkap 60.000
804 Sistem Kawin Lari Adat Tradisi Lombok 32.400
805 Sistem Pendidikan Agama Hindu 36.000
806 Sisya Sesana 21.600
807 Sisya Sista 60.000
808 Siva 13.200
809 Siva Purana 36.000
810 Siva Purana Vol. I 103.200
811 Siva Purana Vol. II 132.000
812 Siva Purana Vol. III 120.000
813 Siva Sakti Svarupa 16.800
814 Siva Samhita 31.200
815 Siwa Siddhanta Tattva dan Filsafat 60.000
816 Sivaratri 26.400
817 Siwa Kalisa 13.200
818 Siwa, Sadasiwa dan Paramasiwa (Siwaratri) 20.400
819 Siwaratri 26.400
820 Siwaratri di Era Modern 26.400
821 Slokantara (Cover Biasa) 66.000
822 Slokantara (Cover Lux) 60.000
823 Soca Mautama 16.800
824 Sorandaka 37.200
825 Sraddha dan Bhakti 24.000
826 Spiritualitas Transformasi ke Dalam dan Ke Luar Diri 37.200
827 Sraddha dan Bhakti 24.000
828 Sri Guru Phitam 30.000
829 Sri Krisna Lila 13.200
830 Sri Rama 13.200
831 Sri Upanisad 48.000
832 Srimad Bhagavatam 169.200
833 Stop Pembohongan, Pembodohan & Penistaan 26.400
834 Studi Banding Antar Agama 33.600
835 Stuti & Stava 148.800
836 Suara Bathin, Inner Voice 26.400
837 Subak Konsep Pertanian Religius 43.200
838 Subha Asubhakarma 30.000
839 Sukinah (Membangun Rumah Tangga) 33.600
840 Suksmaning Banten 31.200
841 Suluh Hidup Lentera Kecil 13.200
842 Suluh Hidup Lentera Kecil 2 26.400
843 Sumber Hukum Hindu 27.600
844 Sundarigama 22.800
845 Sungai Gangga, Mandira dan Pura 26.400
846 Surya Namaskara 33.600
847 Surya Sevana 66.000
848 Susastra Hindu 24.000
849 Sutasoma Pangeran Rembulan 21.600
850 Svami Sivananda Penebar Cinta Kebajikan 51.600
851 Svarga Rohanika Parva 13.200
852 Svami Vivekananda : Untaian Indah Pemikiran dan Wejangan 18.000
853 Tadah Kala 19.200
854 Tantra dan Sex 10.800
855 Tantra yoga 16.800
856 Tantri Kamandaka (Nandhaka Harana) 50.400
857 Tanya jawab Ajaran Hindu I (Prasnottara Vahini) 16.800
858 Tanya jawab Ajaran Hindu II (Upadesa Merta) 32.400
859 Tanya Jawab Hindu bagi Pemula 64.800
860 Tanya jawab tentang Bhagavatam purana 13.200
861 Tanya Jawab Tentang kehidupan Illahi 13.200
862 Tanya Jawab tentang Ramayana 10.800
863 Tat Twam Asi 30.000
864 Tata Cara Ritual dan Tradisi Hindu 96.000
865 Tata Cara Sembahyang & Pengertiannya 16.800
866 Tata Letak Tanah & Bangunan 19.200
867 Tata Susila Hindu 20.400
868 Tata Titi dan Tutur Kamoksan di Bali 37.200
869 Tatanan Upacara Ngenteg Linggih 13.200
870 Tatanan Upakara lan Upacara Manusa yadnya 24.000
871 Tataning tetanding Banten Sesayut 26.400
872 Tattwa 33.600
873 Tattwa Hindu Bagi Pandita & Pemangku 21.600
874 Tattwa Jnana 19.200
875 Tentang Hidup dan Kehidupan 22.800
876 Tenung Pewacakan Rare 43.200
877 Teologi & Simbol Dalam Agama 88.800
878 Teologi Hindu, Tema, Wacana dan Struktur 126.000
879 Teologi Sanatana Dharma 132.000
880 Teologi Sosial 86.400
881 Teologi, Filsafat, Etika dan Ritual dalam Susastra Hindu 24.000
882 Teori Organisasi 60.000
883 Terangnya Sinar Atma Jnanam 33.600
884 Terapi Laut 37.200
885 Tetandingan Lan Sorohan Bebanten 26.400
886 Teologi Hindu 16.800
887 Tinjauan Tabuh Rah dan Judi 13.200
888 TirTirta Yatra ke Nusa Penida 13.200
889 Thirta Yatra Perjalanan ke tempat-tempat Suci 66.000
890 Tokoh-tokoh cerdik dalam Cerita Rakyat 26.400
891 Tradisi Bali dan Lombok 31.200
892 Transformasi Kebudayaan Bali Menuju Abad XXI 50.400
893 Transformasi Pertanian 46.800
894 Tri Hita Karana (Kajian, Theologi, sosiologi, ekologi) 36.000
895 Tri Hita Karana Ekologi Ajaran Hindu 37.200
896 Tri Hita Karana Menurut Konsep Hindu 45.600
897 Tri Hita Karana & World Peace : Bali Hinduism Philosophy 43.200
898 Tri Kaya Parisuda 31.200
899 Tri Murti 34.800
900 Tri Rna 30.000
901 Trisandhya, Sembahyang & Berdoa 26.400
902 Tuhan Menciptakan Alam Semesta dan Manusia 32.400
903 Tuhan Siva dan Pemujaannya 51.600
904 Tuhan Sudah Mati? Untuk apa Sembahyang 97.200
905 Tujuan Pengembaraan kehidupan manusia 21.600
906 Tumpek Wariga 19.200
907 Tuntunan Indik Padewasan 16.800
908 Tuntunan Nganteb Upaka (Dewa Yadnya) 16.800
909 Tuntunan Praktis Dharma Wacana 43.200
910 Tuntunan Praktis Upacara Memandikan Mayat 16.800
911 Tuntunan Susila untuk Meraih Hidup Bahagia 16.800
912 Tuntunan Susila untuk Meraih Hidup Bahagia 2 16.800
913 Tutur Aji Saraswati 13.200
914 Tutur Bhagavan Agastyaprana 13.200
915 Tutur Bhuwana Kosa 37.200
916 Tutur Gong Besi (budha) 13.200
917 Tutur Gong Besi (sudira) 16.800
918 Tutur Lebur gangsa 16.800
919 Tutur Rare Angon 13.200
920 Tutur Usada 36.000
921 Ukuran Keris Utama 19.200
922 Ulap-ulap dan Rerajahan 33.600
923 Ulap-ulap Sruti Aksara Bali 16.800
924 Upacara Ritual perkawinan Agama Hindu Kaharingan 28.800
925 Upacara Bayi dalam kandungan 16.800
926 Upacara Mapreteka Layon 24.000
927 Upacara Malebur Sarwa Prateka 57.600
928 Upacara Mlaspas Karang 54.000
929 Upacara Mulang Pakelem di Danau Segara Anakan 32.400
930 Upacara Nyenuk 26.400
931 Upacara Nyiramang Layon 13.200
932 Upacara Pasupati sebagai Media Sakralisasi 19.200
933 Upacara Madiksa 24.000
934 Upacara Pasupati sebagai Media Sakralisasi 19.200
935 Upacara Pemujaan Durga Mahesasura 24.000
936 Upacara Piodalan Alit di Sanggah 26.400
937 Upacara Ritual perkawinan Agama Hindu Kaharingan 30.000
938 Upacara Yadnya Seri I (Melangkah ke persiapan) 26.400
939 Upacara Yadnya Seri II Bahan & Bentuk Sesajen 30.000
940 Upacara Yadnya Seri III Dewa Yadnya 24.000
941 Upacara Yadnya Seri IV Manusa Yadnya 26.400
942 Upacara Yadnya Seri V Pitra Yadnya 24.000
943 Upacara Yadnya Seri VI Bhuta Yadnya 21.600
944 Upacara Yadnya Jilid Lengkap 145.200
945 Upadesa 21.600
946 Upanisad-Upanisad Utama 162.000
947 Upawasa, Tapa dan Brata Berdasarkan Agama Hindu 30.000
948 Usada Bali Agung 66.000
949 Usada Bali Seri Menguak Dahsyatnya Khasiat Ramuan 84.000
950 Vana Parwa 36.000
951 Variasi Bahasa Kedudukan dan Peran Sai Baba 22.800
952 Vastusastra dalam Cinta & Romantika 16.800
953 Veda Abad 21 Vol. 1 73.200
954 Veda Abad 21 Vol. 2 86.400
955 Veda Sabda Suci 152.400
956 Veda Yang Agung Sumber Semua Dharma 52.800
957 Vedanta 66.000
958 Vedanta Merangkul Semua Agama 57.600
959 Vegetarianisme 13.200
960 Vijnana Bhairawa atau Kesadaran Tuhan 43.200
961 Visnu 13.200
962 Vrespati Tattwa 16.800
963 Vyakarana, Tata Bahasa Sanskerta 51.600
964 Wacana Dharma 13.200
965 Wacana Harian Sai Baba 42.000
966 Wacana Mutiara 26.400
967 Wacana Sai untuk Sadhaka 13.200
968 Wacana Spiritual 16.800
969 Wanita 13.200
970 Wanita Mulia Istana Dewa 39.600
971 Wariga Dewasa Praktis 30.000
972 Wariga Krimping 36.000
973 Warnaning sesayut lan caru 30.000
974 Weda Wakya III 66.000
975 Weda Wakya IV 72.000
976 Weda Wakya V 72.000
977 Wedaparikrama HC 66.000
978 Wejangan Filosofis dan Keagamaan Swami Vivekananda 39.600
979 Wejangan Sai Baba tentang Kepemimpinan 48.000
980 Wiku Sesana 92.400
981 Wiwaha Perkawinan 18.000
982 Wong Agung Wilis 33.600
983 Wrehaspati Tattwa 18.000
984 Wrespati Tattwa Sebgai Filsafat 34.800
985 Yadnya Sesa 16.800
986 Yajur Veda 36.000
987 Yajur Veda Samhita 177.600
988 Yaksa Prasna 21.600
989 Yama Niyama Brata 19.200
990 Yoga Kundalini 37.200
991 Yoga Suara Sekar Alit 13.200
992 Yowana 33.600