Jumat, 05 Februari 2016

YAMA – DEWA KEMATIAN

Nama Lain : Kala, Dharma, Yamaraja, Dharmaraja Yama.
Arti Nama : Kembar / Kematian (Yama), Waktu (Kala), Kebajikan / Keadilan (Dharma), Raja Yama (Yamaraja), Raja Atas Kebajikan (Dharmaraja).
Ras : Manusia => Dewa
Golongan : Aditya, Lokapala.
Senjata : Danda (tongkat pemukul) dan Rantai atau Jerat
Wahana : Kerbau betina
Pasangan : Yami atau Yamuna atau Syamala, dan Kunti
Kediaman : Naraka / Yamadipa
Pengikut : Yamabala / Kingkara
Peran : Dewa Kematian, Pengantar Jiwa Orang-Orang Mati, Hakim Para Jiwa.
Anak : Yudhistira
Awatara : Mahakala dan (Arya) Widura
“Tiap orang pergi menghadap Batara Yama, namun mereka masih berusaha untuk hidup selama-lamanya.”
(Yudhistira)

ASAL MULA
Sama seperti dewa-dewa lainnya, Yama punya beberapa versi asal-usul. Versi yang paling terkenal mengatakan ia adalah putra Batara Surya – yang menjadikannya saudara tiri dari Adipati Karna, dengan Ushas – dewi fajar. Ia adalah saudara kandung dari Waiwaswata Manu (Manu yang diselamatkan oleh Matsya Awatara dari air bah.
Sama seperti Manu Vaivasvatha, Yama tidak terlahir sebagai dewa. Ia terlahir sebagai manusia namun usianya tidak sepanjang saudaranya. Yama tidak diasuh oleh ibu kandungnya. Ia diasuh oleh ibu tirinya yang bernama Caya, namun karena merasa Caya lebih memperhatikan anak kandungnya sendiri daripada anak-anak tirinya, Yama suatu saat menendang kakinya. Hal itu membuatnya dikutuk bahwa kakinya akan digerogoti oleh cacing. Cacing-cacing tersebut juga akan menyebabkan kakinya bernanah dan berdarah.
Untuk mengurangi kutukan tersebut, Surya memberikan seekor burung kepada Yama untuk memakan cacing-cacing tersebut. Kemudian Yama memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat suci yang bernama Gokarna. Disana ia memuja Siwa dengan cara bertapa selama ribuan tahun. Siwa berkenan dengan tapa yang dilakukan Yama, lalu ia diangkat sebagai dewa kematian. Ia diberi hak untuk menjatuhkan hukuman kepada orang-orang yang melakukan dosa, dan memberikan berkah kepada orang-orang yang berbuat kebajikan.
Prosesnya menjadi dewa diawali dengan kematian. Yama menjadi manusia pertama yang mati. Jiwanya kemudian mengembara dan menjadi jiwa pertama yang menemukan jalan ke kehidupan setelah mati.
Versi lain menyebutkan bahwa Yama adalah Aditya generasi pertama. Jadi ia bersaudara kandung dengan Surya, Agni, Indra, Bayu, dan Baruna.

TUGAS DAN PERAN
“Bhatara Dharma (yang juga) bergelar Bhatara Yama (Dewa Keadilan), adalah pelindung keadilan yang mengamat-amati (mengadili) baik-buruk perbuatan manusia. Baik buruk dari (karma) itu akan memberi akibat yang besar terhadap kebahagiaan atau penderitaan hidup manusia.”
(Agastya Parwa, 355.15)
Pasca menetap di Naraka – dunia orang mati – dan menjadi penguasa di sana, Yama bertugas membimbing setiap jiwa yang mati ke Naraka atau Neraka. Tugasnya adalah membimbing jiwa-jiwa untuk diadili kemudian ia akan mengadili mereka dan akan memutuskan akan membawa jiwa mereka ke Swargaloka, tetap tinggal di Naraka untuk beberapa saat, atau langsung memasukkan jiwa tersebut ke dalam siklus reinkarnasi.
Kala jumlah manusia makin banyak, tugas menjemput jiwa-jiwa itu Yama bagikan kepada para Yamabala atau Kingkara – kelompok makhluk seram yang menghuni neraka. Untuk orang-orang tertentu (biasanya orang yang hidup sesuai jalan dharma) Yama masih menjemput sendiri jiwa-jiwa mereka. Yang lain akan dijemput Yamabala untuk dibawa kepada Yama guna diadili.
Kadang proses peradilan jiwa-jiwa ini tidak ditangani oleh Yama sendiri. Sama seperti Hades dalam mitologi Yunani yang punya asisten bernama Thanatos, Yama juga punya asisten yakni Citragupta. Citragupta berbagi tugas dengan Yama untuk mengadili jiwa-jiwa yang dibawa ke Naraka.
Kesibukan Yama yang lain adalah sebagai Lokapala. Ia menjaga arah selatan. Meski merupakan Lokapala yang ada di bawah komando Indra, Yama konon punya kekuatan yang jauh lebih menyeramkan daripada Indra. Yama adalah satu-satunya dewa yang tidak pernah takluk kepada Asura-Asura yang menaklukkan kahyangan seperti Rahwana, Takasur, dan Hiranyakasipu.

DALAM RAMAYANA
Yama disebutkan mendatangi Rama pasca Rama kembali menjadi Raja di Ayodhya. Ia hendak bicara empat mata dengan Rama dan meminta Rama untuk tidak mengizinkan siapapun masuk ke dalam ruangan tempat mereka berbincang. Jika ada yang sampai masuk, Rama harus membunuh orang tersebut. Laksmana kemudian disuruh Rama berjaga di depan ruangan. Sayangnya ada brahmana perusak suasana dan pembuat onar sekaligus salah satu Awatara Siwa bernama Durwasa yang mendatangi istana Rama dan hendak bertemu dengan Rama saat itu juga.
Laksmana berusaha membujuk Durwasa untuk menunggu sejenak tapi Durwasa tidak mau terima alasan. Ia harus bertemu Rama sekarang atau dia akan mengutuk seluruh rakyat Ayodhya dengan kutukan yang tidak mengenakkan. Laksmana akhirnya nekat masuk ke dalam ruangan dan Rama jadi terpaksa membunuh Laksmana.
Namun karena tidak tega membunuh Laksmana, Rama akhirnya memutus hubungan persaudaraan dengan Laksmana. Laksmana diusir dari Ayodhya dan sampai akhir hayatnya Laksmana tidak pernah bertemu dengan Rama lagi.

MAHABHARATA
“Tanpa perlu disangsikan lagi, o Putraku, semua raja-raja, harus pernah melihat Neraka.”
(Yama)
Dalam Mahabharata, Yama muncul dalam kisah kelahiran Pandawa di mana ia menjadi ayah dari Yudhistira. Ia juga muncul di kisah tahun keduabelas pembuangan Pandawa.
Pada saat itu Pandawa sedang sibuk berpikir serius untuk mencari jalan keluar bagaimana cara mereka akan melakukan pengasingan di tahun ketigabelas tanpa harus dketahui oleh siapapun. Dalam kesibukannya memikirkan hal tersebut, suatu hari datanglah seorang brahmana tua meminta bantuan pada mereka karena seekor menjangan telah melarikan tempat api pemujaannya.
Kejadian itu bermula ketika seekor menjangan datang ke dekat pedupaan di tempat api pemujaan. Mungkin karena gatal atau karena kedinginan ia menggosokan badannya di sana. Ketika sang brahmana datang untuk menghalaunya, menjangan itu kaget sehingga pedupaan tersangkut di tanduk menjangan dan dibawa lari.
“Ya Tuhan, menjangan itu telah membawa lari pedupaanku. Bagaimana aku bisa melakukan upacara persembahyangan sehari-hari? Wahai Pandawa, tolonglah aku yang tidak dapat mengejar menjangan itu”, demikian permintaan brahmana tersebut pada Yudhisthira.
Pandawa kemudian memburu menjangan itu beramai-ramai dari berbagai penjuru, tapi rupanya manjangan itu bukan sembarang menjanga. Ia terus berlari, dan tanpa disadari Pandawa ternyata telah terbawa masuk jauh ke dalam hutan. Menjangan itu hilang ditelan rimba raya. Pandawa yang merasa lelah, terpaksa berhenti di bawah sebatang pohon beringin yang amat rindang. Nakula mengeluh, “Alangkah merosotnya keadaan kita sekarang. Menolong brahmana dalam kesulitan sekecil ini saja kita tidak mampu, apalagi yang lebih besar”.
“Benar demikian. Ketika Drupadi diseret ke persidangan, seharusnya kita bunuh manusia kurang aja itu (maksudnya adalah Dursasana)! Tapi apa? Kita tidak berbuat apa-apa. Dan sekarang, inilah akibatnya”, kata Bima sambil memandang Arjuna.
Dengan sikap mengiyakan, Arjuna berkata, “Ya benar, aku juga tidak berbuat apa-apa ketika dihina oleh anak kereta kuda itu (maksudnya adalah Karna). Inilah upahnya sekarang!” Yudisthira menyadari kesedihan yang meliputi hati saudara-saudaranya dan melihat wajah-wajah mereka yang nampak kehilangan kegembiraan dan merosotnya semangat juang mereka. Untuk mengalihkan pikiran, ia berkata pada Nakula, “Adikku, cobalah engkau naik pohon, dan lihat, barangkali di dekat-dekat sini ada sungai atau telaga. Aku merasa sangat haus”.
Nakula kemudian naik ke pohon tinggi, dan setelah melihat sekeliling, dari atas ia berkata, “Di kejauhan kulihat ada tanda-tanda air dan beberapa ekor burung bangau. Di sana pasti ada air!”.
Yudhisthira menyuruhnya turun dan pergi untuk mengambil air. Nakula lantas pergi dan memang menemukan sebuah telaga. Karena ia sendiri juga sangat haus, ia berpikir untuk minum dulu sebelum membawakan air untuk saudara-saudaranya. Baru saja ia hendak memasukan tangannya ke dalam air, tiba-tiba terdengar suara, “Janganlah engkau tergesa-gesa. Telaga ini milikku, hai anak Madri Dewi. Jawablah pertanyaanku terlebih dahulu pertanyaanku, Jika kau bisa menjawab, barulah kau boleh minum”.
Nakula sangat terkejut mendengar suara itu, tetapi karena saking hausnya, ia tidak memperdulikannya dengan niat menjawab pertanyan itu setelah minum. Ia langsung mencelupkan tangannya, mengambil air dan meminumnya. Seketika itu juga ia jatuh tidak sadarkan diri. Setelah lama menunggu dan Nakula belum juga kembali, Yudhisthira yang gelisah kemudian menyuruh Sadewa mencari tahu apa sebab Nakula belum kembali. Setelah mencari-cari beberapa lama, Sadewa terkejut melihat Nakula yang terbaring tak sadarkan diri di tepi telaga. Tetapi karena merasa sangat haus, ia memutuskan untuk minum dulu. Tiba-tiba suara tadi terdengar lagi, “Wahai Sadewa, telaga ini telagaku. Jawab dulu pertanyaanku, baru engkau boleh menghilangkan dahagamu”. Sadewa tidak peduli dan langsung meminum air telaga itu. Sesaat setelah ia minum, saat itu pula ia tersungkur tidak sadarkan diri.
Bingung memikirkan kedua saudaranya yang belum kembali, Yudhisthira menyuruh Arjuna mencari Nakula dan Sadewa. “Tetapi jangan lupa untuk kembali membawa air”, ia mengakhiri katanya kepada Arjuna, karena kini ia betul-betul merasa haus. Arjuna pergi berlari dan menemukan kedua saudaranya terbaring tak sadarkan diri. Ia sangat terkejut dan mengira mereka tewas dianiaya musuh. Ia marah dan ingin membalas dendam, menghancurkan siapapun yang telah membunuh saudara-saudaranya. Sambil merencanakan pembalasan dendam itu, Arjuna ingin minum terlebih dahulu. Tapi lagi-lagi suara tadi terdengar lagi, “Jawab dulu pertanyaanku, sebelum engkau minum air telaga ini. Telaga ini punyaku. Kalau engkau tidak mau menurut, engkau akan mengalami nasib yang sama dengan kedua saudaramu”.
Arjuna sangat marah mendengar suara itu dan berteriak, “Hai, siapa engkau? Ayo muncul di hadapanku! Kubunuh kau!”. Sambil berkata demikian, Arjuna membidikan panahnya ke arah datangnya suara itu. Suara itu tertawa mengejek, “Panahmu hanya akan melukai angin. Jawab pertanyaanku dulu, baru kau boleh memuaskan dahagamu. Bila engkau minum tanpa menjawab pertanyaanku, engkau akan tewas”. Arjuna girang karena bisa berhadapan dengan pembunuh adik-adiknya, tapi sebelum itu ia ingin minum dulu. Apa lacur, setelah minum ia pun rebah ke tanah tidak sadarkan diri.
Setelah lama menunggu dan Arjuna belum juga kembali, Yudhisthira lantas berkata, “Bimasena saudaraku, Arjuna pahlawan kita belum juga datang. Sesuatu yang aneh mungkin terjadi. Peruntungan bintang-bintang kita hari ini memang terlihat kurang baik. Carilah mereka dan bawakan air untukku. Aku haus sekali”.
Begitu mendapat perintah dari Yudhisthira, Bima segera berangkat. Sampai di tepi telaga, bukan main sedih hatinya melihat ketiga saudaranya terbaring tidak berkutik. “Ini pasti perbuatan para jin dan raksasa jahat”, pikirnya. “Akan kumusnahkan mereka ! Tetapi aku sangat haus. Setelah minum, akan kutamatkan pembunuh itu”. Lalu ia turun ke tepi telaga. Suara aneh itu terdengar kembali, “Hati-hatilah, hai Bimasena. Engkau boleh minum setelah menjawab pertanyaanku. Kamu akan tewas jika tidak mau mendengar kata-kataku”. Mendengar itu Bima berteriak, “Siapa engkau? Berani benar memerintah aku!”. Lalu ia minum air telaga itu. Seketika itu juga otot dan tulang Bima yang liat bagai kawat baja dan keras bagai besi perkasa menjadi lemas, dan ia pun seperti sudara-saudaranya, jatuh terbaring tidak sadarkan diri.
Yudhisthira menunggu dengan cemas. Dahaganya serasa tak tertahankan. Terbayang dalam pikirannya, “Apakah mungkin mereka terkena kutukan? Apakah mereka lenyap ditelan rimba dan tak tahu jalan kembali? Apakah mereka tewas karena kehausan?”. Kemudian Yudhisthira bangkit tak habis pikir dan berjalan mengikuti jejak-jejak kaki saudara-saudaranya. Ia memperhatikan setiap semak yang dilaluinya dengan teliti. Ia melihat jejak kijang dan babi hutan, semuanya menuju arah yang sama. Burung-burung bangau dan sebangsanya mulai kelihatan, pertanda adanya air di dekat situ.
Setelah berjalan beberapa lama, ia sampai ke lapangan rumput hijau terbuka. Di depannya terbentang telaga. Airnya berkilau jernih bagaikan cermin muka yang indah cemerlang. Dan disanalah diketemuinya keempat saudaranya terbaring dingin, tidak bergerak lagi. Dihampirinya satu persatu, dirabanya kaki, tangan, dahi dan denyut jantung mereka. Yudhisthira berkata dalam hati, “Apakah ini berarti akhir dari sumpah yang harus kita jalani? Hanya beberapa hari sebelum berakhirnya masa pengasingan kita, kalian mati mendahului aku. Rupanya para dewata telah meninggalkan kita dari kesengsaraan ini”.
Menatap wajah Nakula dan Sadewa, yang di tadinya merupakan pemuda lincah perkasa, kini lemas, dingin terbaring tidak bergerak, hatinya berkata lagi, “Apakah hatiku harus terbuat dari baja agar aku tidak menangisi kematian saudara-saudaraku? Apakah hidupku masih ada gunanya setelah keempat saudaraku mati? Untuk apa aku hidup? Aku yakin ini bukan peristiwa biasa”, pikir Yudhisthira. Ia tahu, tak seorang ksatriapun akan mampu membunuh Bima dan Arjuna tanpa melewati pertarungan hebat. “Tak ada luka di badan mereka. Wajah mereka tidak seperti wajah orang kesakitan. Mereka kelihatan tenang, seperti sedang tidur dalam damai”. Hatinya terus bertanya-tanya. “Sama sekali tak ada jejak kaki, apalagi bekas tanah atau rumput yang terinjak-injak dalam perkelahian. Ini pasti peristiwa gaib. Mungkinkah ini tipu muslihat Duryodhana ? Mungkinkah Duryodhana telah meracuni air telaga ini ?”.
Dengan berbagai pikiran di kepalanya, perlahan-lahan ia turun ke tepi telaga. Ia ingin melepaskan dahaganya yang sudah tak tertahankan lagi. Tiba-tiba suara gaib itu terdengar lagi, “Saudara-saudaramu telah mati karena tak menghiraukan kata-kataku. Jangan engkau ikuti mereka. Jawab dulu pertanyaanku, setelah itu baru puaskan hausmu. Telaga ini milikku”. Yudhisthira yakin, suara itulah yang menyebabkan saudara-saudaranya mati. Ia berpikir, mencari cara untuk mengatasi situasi itu. Kemudian Yudhisthira berkata kepada suara yang tidak berwujud itu, “Silahkan ajukan pertanyanmu” dan suara gaib itu mulai mengajukan pertanyaan kepada Yudhisthira.
Suara Gaib : “Apa yang menyebabkan matahari bersinar setiap hari?”
Yudhisthira : “Kekuatan Brahman”
Suara Gaib : “Apa yang dapat menolong manusia dari semua marabahaya?
Yudhisthira : “Keberanian adalah pembebas manusia dari marabahaya”
Suara Gaib : “Dengan jalan mempelajari ilmu apakah manusia menjadi bijaksana?”
Yudhisthira : “Bukan dengan jalan mempelajari kitab suci orang menjadi bijaksana, tapi dengan jalan bergaul dan bersatu dengan cendikiawan besar ia menjadi bijaksana”
Suara Gaib : “Apa yang lebih mulia dan lebih menghidupi manusia daripada bumi ini ?”
Yudhisthira : “Ibu, yang melahirkan dan membesarkan anak-anaknya, lebih mulia dan lebih menghidupi daripada bumi ini”.
Suara Gaib : “Apa yang lebih tinggi dari langit ?”
Yudhisthira : “Bapa”
Suara Gaib : “Apa yang lebih kencang dari angin ?”
Yudhisthira : “Pikiran”
Suara Gaib : “Apa yang lebih berbahaya dari jerami kering di musim panas ?”
Yudhisthira : “Hati yang menderita duka dan menyimpan dendam”
Suara Gaib: “Apa yang menjadi teman seorang pengembara?”
Yudhisthira : “Kemauan belajar”
Suara Gaib : “Siapakah teman seseorang yang tinggal di rumah?”
Yudhisthira : “Istri”
Suara Gaib : “Siapakah yang menemani manusia dalam kematian?”
Yudhisthira : “Dharma, hanya dharma yang menemani jiwa dalam kesunyian perjalanan setelah kematian”
Suara Gaib : “Perahu apa yang terbesar?”
Yudhisthira : “Bumi ini, yang mengandung segala sesuatu yang ada padanya, adalah perahu yang terbesar”
Suara Gaib : “Apakah kebahagiaan itu ?”
Yudhisthira : “Kebahagiaan adalah buah dari tingkah laku dan perbuatan baik”
Suara Gaib : “Apakah itu, jika orang meninggalkannya ia dicintai oleh sesamanya ?”
Yudhisthira : “Keangkuhan. Dengan meninggalkan keangkuhan orang akan dicintai sesamanya”
Suara Gaib : “Kehilangan apakah yang menyebabkan orang bahagia dan tidak sedih ?”
Yudhisthira : “Amarah. Kehilangan amarah membuat kita tidak lagi diburu oleh kesedihan”
Suara Gaib : “Apakah itu, jika orang membuangnya jauh-jauh, ia menjadi kaya ?”
Yudhisthira : “Hawa nafsu. Dengan membuang hawa nafsu orang menjadi kaya”
Suara Gaib: “Apakah yang membuat seseorang benar-benar menjadi brahmana? Kelahiran, kelakuan baik, atau pendidikan yang sempurna? Jawab dengan tegas!”
Yudhisthira :“Kelahiran dan pendidikan baik tidak membuat seseorang menjadi brahmana, hanya kelakuan baik yang membuat seseorang benar-benar menjadi brahmana. Sepandai apapun seseorang jika ia masih diperbudak oleh sifat buruknya maka ia tidak akan menjadi seorang brahmana.”
Suara Gaib : “Keajaiban apakah yang terbesar di dunia ini?”
Yudhisthira : “Tiap orang pergi menghadap pada Batara Yama, namun mereka masih berusaha untuk hidup selama-lamanya, tentu ini merupakan keajaiban terbesar”
Demikianlah suara gaib itu memberikan pertanyaan-pertanyan kepada Yudhisthira. Dan Yudhisthira menjawab semuanya tanpa ragu. Pertanyaan terakhir yang diajukan oleh suara gaib itu langsung berkaitan dengan saudara-saudaranya.
Suara Gaib : “Wahai Yudhisthira, salah seorang saudaramu boleh tinggal denganmu sekarang, siapakah yang engkau pilih ? Dia akan aku hidupkan kembali “.
Yudhisthira : (Berpikir sesaat, kemudian menjawab) “Aku memilih Nakula, saudaraku yang kulitnya bersih bagai awan berarak, matanya indah bagai bunga teratai, dadanya bidang dan lengannya ramping. Tetapi kini ia terbujur kaku bagai sebatang kayu jati”.
Suara Gaib : (Belum puas dengan jawaban Yudhisthira dan bertanya lagi) “Kenapa engkau memilih Nakula, bukan Bima yang kekuatan raganya lebih besar dari kekuatan gajah ? Lagipula, kudengar engkau sangat mengasihi Bima. Atau mengapa bukan Arjuna yang mahir menggunakan segala macam senjata, terampil olah bela diri dan jelas dapat melindungimu ? Jelaskan, mengapa engkau memilih Nakula!”
Yudhisthira : “Dewi Kunti dan Dewi Madri adalah istri ayahku dan mereka adalah ibuku. Aku, anak Kunti, masih hidup. Jadi dewi Kunti tidak kehilangan keturunan. Dengan pertimbangan yang sama dan demi keadilan, biarlah Nakula, putra Dewi Madri, hidup bersamaku”
Suara gaib itu puas sekali demi mendengar jawaban Yudhisthira yang membuktikan bahwa ia adil dan berjiwa besar. Ternyata, kijang dan suara gaib itu adalah penjelmaan dari Dewa Yama, Dewa Kematian, yang ingin menguji kekuatan batin Yudhisthira. Batara itupun lalu menghidupkan kembali semua saudara Yudhisthira.
Lalu di hadapan Pandawa, Batara Yama berkata, “Beberapa hari lagi masa pengasingan kalian di hutan rimba akan selesai. Di tahun ke tigabelas, kalian harus hidup dengan menyamar. Yakinlah, masa itupun akan dapat kalian lewati dengan baik. Tidak seorang musuhpun akan mengetahui keberadaan kalian. Kalian pasti lulus dalam ujian yang berat ini “. Setelah berkata demikian, Batara Yama pun menghilang.

HUBUNGAN YAMA DENGAN WISNU DAN SIWA
Meskipun sulit ditaklukkan dan ditakuti oleh semua makhluk, kekuatan Yama sendiri masih di bawah para Trimurti. Jikalau Yama mengincar nyawa seseorang, namun salah satu dari Trimurti hendak menyelamatkan orang itu, Yama sendiri tidak bisa mencegahnya.
Yama tercatat tiga kali terpaksa memberi status khusus kepada tiga jiwa manusia. Yang pertama adalah Markandeya. Markandeya adalah anak jenius dari Rsi Mrikandu. Ia ditakdirkan mati pada usia 16 tahun. Namun menjelang akhir hidupnya, ketika Yama mendatanginya, jerat milik Yama meleset dari leher Markandeya dan mendarat di lingga Siwa yang ada di hadapan Markandeya. Siwa langsung muncul di hadapan Yama dan menghajar Yama sampai Yama tewas (untuk kedua kalinya!). Siwa pada akhirnya membangkitkan Yama kembali namun memberi syarat bahwa Yama akan membiarkan Markandeya tetap hidup. Markandeya pada akhirnya menjadi Ciranjiwin – kaum abadi.
Kasus kedua adalah versi dari Nusantara (Bali). Ada seorang pemburu bernama Lubdhaka dan dalam kasus ini Yama sekali lagi harus melawan Siwa. Lubdhaka adalah seorang pemburu yang selalu membunuh tapi tak pernah melakukan tapa brata ataupun pemujaan pada dewa-dewa. Para Kingkara sudah mengikat jiwa Lubdhaka ke Neraka tapi kebetulan sekali pada suatu malam saat ia pergi berburu ia pergi pada malam Siwaratri. Siwaratri sendiri adalah malam di mana Siwa melakukan tapa brata. Barang siapa pada malam itu melakukan brata (mona brata: tidak berbicara, jagra: Tidak Tidur, upavasa: Tidak makan dan minum) maka mereka akan dibebaskan dari ikatan karma oleh Siwa. Dan itulah yang terjadi.
Karena terancam oleh kehadiran binatang buas, Lubdhaka terpaksa naik ke pohon dan diam di sana selama semalam. Jadi ia tanpa sengaja sudah tidak tidur, tidak bicara, dan tidak makan atau minum sepanjang malam. Daun-daun di pohon yang ia naiki juga berguguran dan sejumlah daun yang gugur itu mendarat di sebuah lingga Siwa alami (tidak dipahat manusia) yang terletak di dasar danau. Siwa berkenan atas brata yang dilakukan Lubdhaka, jadi ketika Yama bersiap menarik jiwanya ke Neraka, Siwa mencegahnya. Lubdhaka diberi kesempatan kedua untuk hidup. Ia menjadi petani dan kelak saat ia mangkat, Yama diharuskan mengantarnya ke Swargaloka, bukan Neraka.
Kasus ketiga berkaitan dengan Wisnu. Ada seorang pria bernama Ajamila. Dia adalah pencuri, penipu, pria hidung belang yang meninggalkan istri serta anaknya untuk menikahi seorang pelacur dan pada akhir hidupnya tanpa sengaja menyebut nama Narayana (yang sebenarnya adalah nama salah satu putranya). Namun karena Narayana adalah nama lain Wisnu maka Wisnu menyelamatkan jiwa Ajamila. Sama seperti Lubdhaka, Ajamila diberi kesempatan kedua. Ajamila kemudian menjadi sadhu – pertapa. Meninggalkan keduniawian dan mengabdikan hidupnya hanya untuk Wisnu.

AWATARA : WIDURA
Nama Lain : Arya Widura, Yama Widura
Arti Nama : Yang Bijaksana (Widura)
Ras : Manusia Awatara
Profesi : Penasihat Raja Pandu dan Drestarastra, Tetua Hastina, Wali Indraprastha / Amarta.
Pasangan : Sulabha
Anak : Sanjaya
“Untuk menyelamatkan satu keluarga, singkirkanlah satu orang; untuk menyelamatkan sebuah desa, singkirkanlah satu keluarga; untuk menyelamatkan negeri, singkirkanlah satu desa; untuk menyelamatkan jiwa, lepaskan keduniawian.”
(Widura)
Ada versi yang menyatakan bahwa Yama sekalipun pernah alpa dalam mengadili seseorang. Seorang rsi bernama Mandavya mengajukan banding dan peninjauan kembali atas perkara kematiannya. Sang rsi mati dengan disula oleh para pengawal seorang raja karena di guanya ada sejumlah emas hasil curian yang Demi Tuhan dia tak tahu dari mana asalnya. Yama mengatakan itu adalah akibat dari kelakuan Mandavya yang suka menyiksa binatang saat ia masih kanak-kanak. Mandavya protes, ia beranggapan bahwa kenakalan anak-anak yang belum paham hukum karma dan dharma tidak bisa dianggap ‘dosa besar’ sampai-sampai ia harus mati disula. Sebagai akibat dari salah tuntutan ini, Yama harus KKN ke dunia manusia menjadi anak manusia bernama Widura.
Widura adalah putra Byasa dengan seorang dayang. Byasa, sang rsi, dipaksa oleh ibunya Satyawati (istri kedua Sentanu) untuk memberikan keturunan kepada Ratu Hastina : Ambika dan Ambalika, karena Bisma sudah bersumpah akan wadat (tidak menikah) seumur hidupnya. Ambika menutup matanya saat disetubuhi Byasa karena takut dengan rupa Byasa yang menakutkan sementara Ambalika pucat pasi saat melihat Byasa. Akibatnya Ambika melahirkan Drestarastra yang buta dan Ambalika melahirkan Pandu yang albino (dan lehernya kaku). Satyawati tidak puas dengan dua cucu ‘cacat’ dan meminta Byasa mencoba lagi. Tapi Ambika dan Ambalika tidak mau lagi tidur dengan Byasa. Mereka kemudian menyerahkan seorang dayang untuk ditiduri Byasa. Dayang ini tidak takut dan tidak jijik pada Byasa. Dari rahim dayang ini akhirnya lahir Widura. Widura lebih normal dan sehat daripada dua saudaranya tapi karena dia lahir dari seorang ayah Brahmana dan ibu Sudra, dia tidak mungkin menjadi raja.
Widura sehari-hari bertindak sebagai dewan penasehat raja. Baik pada masa Pandu maupun Drestarastra. Pada masa Drestarastra memerintah, Widura bertindak sebagai Wali Raja – atau mungkin Perdana Menteri Kedua bersama-sama dengan Sengkuni. Pada masa Duryodhana berkuasa, ia juga menjadi dewan penasehat meski nasehatnya sering tidak didengar dan sering diinterupsi oleh Sengkuni atau Drona.
Pada peristiwa Bale Sigala-gala atau Peristiwa Rumah Damar, Widuralah yang menggali terowongan (banyak versi) di bawah rumah damar sehingga Pandawa bisa lolos saat rumah itu dibakar. Saat Pandawa kalah main dadu dan dibuang ke hutan, Widura menjadi wali negeri Indraprastha. Saat Kresna datang ke Hastina sebagai duta Pandawa, ia tinggal di kediaman Widura karena Widura adalah anggota keluarga Kuru yang paling netral. Ketika Bharatayudha pecah, putra Widura, Sanjaya diberi karunia oleh Byasa untuk melihat segala hal yang terjadi di Padang Kurusetra dan menceirtakannya pada Drestarastra.
Ketika perang usai dan Drestarastra masih belum mau terima anak-anaknya dihabisi oleh Pandawa. Widuralah yang menenangkan Drestarastra. Widura kemudian pergi ke dalam hutan bersama Drestarastra, Gandari, dan Kunti pasca Yudhistira naik tahta. Widura meninggal di pertapaan. Sebab-sebab meninggalnya bervariasi : antara kebakaran hutan yang menghanguskan pertapaan sampai kematian normal karena usia lanjut.

YAMA DALAM PEWAYANGAN JAWA
Pewayangan memecah tokoh Batara Yama menjadi dua tokoh : Batara Yamadipati dan Batara Dharma. Batara Yamadipati atau Sang Hyang Yamadipati adalah dewa pencabut nyawa. Dalam pewayangan, Batara Yamadipati adalah putera Batara Ismaya alias Semar dengan Dewi Kanastri atau Dewi Kanastren. Ia juga disebut Batara Petraraja atau Yamakingkarapati. Petra artinya adalah neraka atau raja neraka dan Kingkara berarti makhluk penjaga neraka.
Istrinya bernama Dewi Mumpuni, seorang bidadari cantik pemberian batara Guru. Dewi Mumpuni sebenarnya tidak mencintai Batara Yamadipati. Ia pun tidak merasa bahagia bersuamikan dewa yang berwajah buruk dan menakutkan. Oleh karena itu, Dewi Mumpuni menjalin cinta dengan Bambang Nagatatmala, putra Sang Hyang Antaboga. Akibat skandal itu, terjadilah keonaran di kahyangan. Akhirnya, Bathara Yamadipati rela melepaskan Dewi Mumpuni untuk diperistri Nagatatmala.
Sementara Batara Dharma sendiri adalah cucu dari Batara Brama (Batara Agni dan Batara Brahma yang disatukan sebagai dewa api). Ia hadir saat kelahiran Yudhistira untuk memberikan anugerah pada Yudhistira. Ia adalah dewa yang main ‘tebak-tebakan’ di telaga bersama Yudhistira. Tapi Dharma di sini sama sekali tidak mengurusi nyawa manusia. Saat Pandawa naik gunung menjelang kematian mereka, Dharma menjelma menjadi seekor anjing yang terus mendampingi Yudhistira sampai puncak gunung.
• Dalam Asta Brata, terdapat unsur Yama Brata, teladan dari Yama. Di mana seorang raja hendaknya meneladani sifat-sifat Dewa Yama : berani menegakkan keadilan menurut hukum atau peraturan yang berlaku demi mengayomi masyarakat.
• Yama pernah sekali memberikan kompensasi perpanjangan masa hidup berdasarkan keinginannya sendiri. Ia melakukan itu kepada seorang wanita bernama Sawitri, yang bisa melihat wujudnya saat mengambil nyawa suaminya : Satyawan. Sawitri terus mengikuti Yama yang membawa Satyawan meskipun Yama sudah menyeberang ke alam kematian. Kagum akan kesetiaan Sawitri, Yama memberikan perpanjangan umur kepada Satyawan dan pada saat masa hidup Satyawan habis untuk kedua kalinya, Yama menjemput sendiri pasangan suami-istri itu.
• Meskipun merupakan Aditya paling muda, Putra Yama dengan Kunti adalah yang tertua di antara Pandawa.
• Yama dan Adipati Karna adalah saudara satu ayah.
• Yama tidak mengurusi orang yang mati tenggelam. Urusan mengantar jiwa orang-orang seperti itu diurus oleh Baruna.
• Konon siapapun yang dipandang lekat-lekat oleh kedua pasang mata Yama, ajalnya sudah dekat.
• Yama punya dua ekor anjing pengawal bermata empat.
• Mahakala, awatara lain Yama selain Widura, juga merupakan nama salah satu awatara Siwa.
sumber : https://www.facebook.com/agung.joni.31/posts/218460468491479

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Toko Online terpercaya www.iloveblue.net

Toko Online terpercaya www.iloveblue.net
Toko Online terpercaya www.iloveblue.net

Daftar harga buku:

Buku-Buku HARE KRSNA (Hare Krishna):
No Judul Harga
1 Bhagavad-gita Besar 125.000
2 Bhagavad-gita Sedang 115.000
3 Bhagavad-gita Kecil 85.000
4 Srila Prabhupada 100.000
5 Srimad-Bhagavatam Skanda III Jilid 3 75.000
6 Second Chance (Kesempatan Kedua) 42.000
7 Kehidupan Berasal Dari Kehidupan 37.500
8 Kembali Lagi 32.000
9 Dialog Timur Barat 27.500
10 Jawaban Segala Pertanyaan 25.000
11 Sri Isopanisad 25.000
12 Pedoman Etika Vaisnava 25.000
13 Krishna dan Ayat-Ayat Suci Bhagavad-gita 23.500
14 Gita Mahatmya 22.000
15 Avatar 18.000
16 Ajaran Prahlada Maharaj 18.000
17 Krsna Sumber Kebahagiaan 10.000
18 Poster Susunan Alam Semesta 30.000
19 Srimad-Bhagavatam Skanda IV 80.000
20 Krsna Book (1 Set) 300.000
21 Krsna Book (@ 1 volume) 60.000
Buku-buku Media Hindu :
No Judul Harga
1 21 Butir Mutiara Terserak 30.000
2 Arti Menjadi Seorang Hindu Bagiku? 25.000
3 Astrologi Hindu 30.000
4 Atmabodha 40.000
5 Bagaimana Menjadi Hindu 25.000
6 Dialog Dengan Penghuni Sorga 30.000
7 Dialog Gandhi Dengan Misionaris 40.000
8 Hindu Agama Terbesar di Dunia 22.000
9 Hindu Agama Universal 22.000
10 Hindu Akan Ada Selamanya 40.000
11 Hindu Kami Datang Padamu 30.000
12 Jalan Menuju Tuhan 35.000
13 Kado Dari Dewata Agung 20.000
14 Kamu Adalah Tuhan 40.000
15 Pandangan Hidup Hindu 30.000
16 Pandangan Hindu Atas Kristen dan Islam 30.000
17 Pesan Abadi Veda 40.000
18 Pesan Universal Bhagavad Gita Vol. 1 40.000
19 Pesan Universal Bhagavad Gita Vol. 2 40.000
20 Peta Jalan Veda 40.000
21 Petunjuk Untuk Yang Ragu 30.000
22 Saya Beragama Hindu 22.000
23 Surga dan Neraka Tiga Agama 40.000
24 Semua Agama Tidak Sama 30.000
25 Spiritualitas Hindu Untuk Kehidupan Modern 28.000
26 Tuhan Upanisad Menyelamatkan Masa Depan Manusia 40.000
27 Upanishad Himalaya Jiwa 30.000
28 Veda dan Injil 40.000
Buku-buku Paramita :
No Judul Harga
1 101 Cerita Kakek 52.800
2 101 Cerita Nenek 39.600
3 108 Mutiara Weda 52.800
4 108 Renungan Suci 1 30.000
5 108 Renungan Suci 2 30.000
6 108 Renungan Suci 3 30.000
7 12 Kumpulan Dongeng Hindu 20.400
8 300 Masalah (Dahsyatnya Gayatri Mantra) 72.000
9 33 Hal Yang Mempengaruhi dan Merubah 20.400
10 Aab Jagat 14.400
11 Acara Agama Hindu 31.200
12 Acarya Sista : Guru dan Dosen yang Bijaksana 72.000
13 Adi Sankaracharya 24.000
14 Adiparwa Jaya Kuno dan Indonesia 76.800
15 Agama Hindu 20.400
16 Agama Hindu, dari, untuk dan oleh orang Muda 26.400
17 Agama Realitas atau Tahayul 16.800
18 Agama Tirta dan upakara 16.800
19 Agama Veda & Filsafat 28.800
20 Agem-agem Kepemangkuan 20.400
21 Agnihotra 24.000
22 Ahimsa Dharma dan Vegetarian 26.400
23 Ahimsa Dharma 33.600
24 Ajaran moral Dalam Bhagawadgita 30.000
25 Ajaran Weda Dalam Filosofi Hindu 26.400
26 Ajeg Bali, Ajegnya Bhagawadgita 19.200
27 Aksara Bali dalam Usada 52.800
28 Aku Anak Hindu 20.400
29 Aku Ingin Kebahagiaan 18.000
30 Alam Kehidupan Sesudah Mati 20.400
31 Alih Aksara Pangayam-ayam 13.200
32 Alur Sebuah Dialog Hati 20.400
33 Analisis Upacara Wana Kertih 37.200
34 Anandadayi Bersama Sai 56.400
35 Anda Calon sukses, Berkah Menantimu, Sambutlah 30.000
36 Aneka Rupa Gending Bali 24.000
37 Ang Ah lan Ah Ang 18.000
38 Anti kekerasan dan Anti Diskriminasi 22.800
39 Anugerah & Harta Karun Kehidupan 33.600
40 Apa yang terjadi pada Jiwa setelah Kematian 52.800
41 Argha Patra Pinandita 126.000
42 Argha Patra Praktis 22.800
43 Arthasastra 126.000
44 Arti & Fungsi Sarana Persembahyangan 30.000
45 Arti Mimpi 20.400
46 Asana, Pranayama, Mudra & Banda 99.600
47 Asta Kosala Kosali 26.400
48 Asta Kosala Kosali lan Astha Bhumi 26.400
49 Astavakra Samhita 36.000
50 Aswameda parva 44.400
51 Atharva Veda Samhita III 192.000
52 Atharwa Veda Samhita I 192.000
53 Atharwa Veda Samhita II 198.000
54 Atman Brahman Aikyam 24.000
55 Aturan Membangun Rumah Menurut Hindu 18.000
56 Awengi Ring Hotel Sentral 18.000
57 Awet Muda dan Panjang Umur dengan Ayur Weda 36.000
58 Ayur Veda Ilmu Pengobatan Tradisional India 33.600
59 Ayur Weda 49.200
60 Aywawera dan pemahamannya 18.000
61 Babad Arya 26.400
62 Babad Dalem Tarukan 37.200
63 Babad I Gusti Ngurah Telabah 20.400
64 Babad Ksatria Taman Bali 26.400
65 Babad Nusa Penida 20.400
66 Babad Nyuhaya 30.000
67 Babad Prasasti Dalem dan Pande 37.200
68 Babad Pulasari 16.800
69 Babad Raja Anglurah Panji Sakti 69.600
70 Babad Raja-Raja Bali 24.000
71 Babad Tangkas Kori Agung 20.400
72 Bacakan Banten Pati Urip 18.000
73 Bali Dalam Perspektif Sejarah dan Tradisi 102.000
74 Bali Shanti 1 46.800
75 Bali Shanti 2 39.600
76 Bali Shanti 3 36.000
77 Bali Shanti 4 39.600
78 Barong Landung 20.400
79 Bayu Agung 16.800
80 Bayuh Oton 16.800
81 Bebas dari Rasa Takut Menuju Keyakinan 10.800
82 Belajar Singkat Bahasa Hindi 26.400
83 Benarkah di Hindu ada Moksa? 42.000
84 Berang-Berang dan Srigala 13.200
85 Berbakti pada Leluhur, Upacara Pitra Yadnya 26.400
86 Berbagai Jalan Meditasi 24.000
87 Berbisnis menurut Agama Hindu 50.400
88 Berjalan Pada Jejak-jejak Vedanta 24.000
89 Berkorban/Yadnya adalah Kesenanganku 9.600
90 Berfikir Benar Dasar Mencapai Kebahagiaan 16.800
91 Berpolitik Menurut Hindu 57.600
92 Bhagavad Gita 105.600
93 Bhagavata Purana tentang Neraka 13.200
94 Bhagavata untuk Anak-anak 20.400
95 Bhagawad Gita (Nyanyian Tuhan) 73.200
96 Bhagawad Gita (Pancama Weda) 51.600
97 Bhagawad Gita Inggris Indonesia 96.000
98 Bhagavadgita Menurut Mahatma Gandhi 30.000
99 Bhagawadgita Teks Bahasa Bali 84.000
100 Bhakti & Kesehatan 32.400
101 Bhakti Yoga 19.200
102 Bhama Kretih 21.600
103 Bharata Yudha & Pandawa Seda (Komik) 182.400
104 Bharata Yudha (Komik) 117.600
105 Bhegawan Agastya Prana 13.200
106 Bhisma Parwa 66.000
107 Bibliografi Literatur Hindu 21.600
108 Bolong & Gilik 13.200
109 Brahma Astra 16.800
110 Brahma Sutra 96.000
111 Brahma vidya Teologi Alam Semesta 73.200
112 Brahman 33.600
113 Buddha 13.200
114 Buku Harian Intisari Pedoman Hidup 45.600
115 Buku Mewarnai Dewa Dewi 26.400
116 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas I 19.200
117 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas II 19.200
118 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas III 19.200
119 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas IV 21.600
120 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas V 21.600
121 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas VI 21.600
122 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas VII 27.600
123 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas VIII 30.000
124 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas IX 32.400
125 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas X 34.800
126 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas XI 34.800
127 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas XII 37.200
128 Buku Pendidikan Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi 37.200
129 Bunga Rampai Babad dan Rerajahan Kajang di Bali 26.400
130 Calon Arang 30.000
131 Cahaya Kebajikan Ganesa 92.400
132 Cahaya Kekuatan Batin dan Kebijaksanaan 24.000
133 Cahaya Sai Rama 10.800
134 Cakepan Alit Lontar Jajimatan 13.200
135 Cakepan Alit Pengasih-asih Leak Manusa lan Dewa 12.000
136 Cakepan Alit Puja Weda Mantra 44.400
137 Canakya Nitisastra 42.000
138 Cara Jitu Cepat Kaya dan Tenang 13.200
139 Cara Praktis Untuk Memahami Agama Hindu 50.400
140 Caru 16.800
141 Caru Eka Sata 13.200
142 Catur & Sad Paramita 26.400
143 Catur Guru Bhakti 34.800
144 Catur Marga 56.400
145 Catur Purusartha 37.200
146 Catur Veda 462.000
147 Ceng Blonk Dalang Inovatif 61.200
148 Cerdas Spiritual Melalui Bhagavadgita 20.400
149 Cerita Anekdot dalam Kehidupan 26.400
150 Cerita Rakyat Bali 19.200
151 Citra Wanita dalam Kekawin Ramayana 25.200
152 Curahan Air Keabadian (Amrita Varshini) 16.800
153 Curahan Belas Kasih (Anugraha Vaharshini) 21.600
154 Dahsyatnya Gayatri Mantra 33.600
155 Dainika Upasana 22.800
156 Daksina Menhadirkan kekuatan Lingga Yoni 16.800
157 Dalem Keling Wamsakarta Ksatrya Taman Bali 24.000
158 Dalem Tarukan 13.200
159 Dampak Puasa 26.400
160 Dana Punia dan Penebusan Dosa 24.000
161 Dasaksara, Saiva Siddhanta & Kanda Pat 18.000
162 Dasa Awatara 24.000
163 Dasar-Dasar Budi Pekerti 21.600
164 Dasar-Dasar Psikologi Agama 37.200
165 Dasar Filsafat Agama-Agama 33.600
166 Dasar-dasar Filsafat 26.400
167 Dasar-dasar Kepemangkuan 66.000
168 Dasar-dasar Kesulinggihan 88.800
169 Dasar-dasar Astrologi Hindu 73.200
170 Daun Yang Berkisah 24.000
171 Deva Siva 26.400
172 Devi Savitri 13.200
173 Dewa & Doa 20.400
174 Dewa Dewi Hindu 21.600
175 Dewa Ganesha 18.000
176 Dhammapada 31.200
177 Dharma Caruban 13.200
178 Dharma Bandhu 37.200
179 Dharma Jalan Menuju Kebahagiaan dan Moksa 52.800
180 Dharma Pemacul 13.200
181 Dharma Sewanam (Indahnya Melayani Sesama) 33.600
182 Dharma, Tapa dan Yoga 13.200
183 Dharmagita 37.200
184 Dharmatula 38.400
185 Dharmayana Leluhur Kepurwa Bumi 37.200
186 Dharmayatra ke Pura Semeru Agung 26.400
187 Dialog Ajeg Bali Perspektif Pengalaman … 48.000
188 Dialog Spiritual 32.400
189 Dialog Spiritual II 33.600
190 Diksa, Pintu menapaki Jalan Rohani 50.400
191 Disiplin dan Sadhana Spiritual 24.000
192 Djegeg Bagus 36.000
193 Doa Harian Untuk Bhagavan 20.400
194 Doa Sehari-hari Keluarga dan Masyarakat Hindu 19.200
195 Doa Untuk Anak Hindu 19.200
196 Doa Sehari-hari Menurut Hindu 12.000
197 Doa-doa Penting Dalam Atharva Veda 24.000
198 Dosa Menurut Hindu 26.400
199 Dua Warisan Leluhur memberantas Kemelaratan 19.200
200 Dudonan Karya Mamungkah 16.800
201 Dunia Adalah Papan Catur 90.000
202 Eksistensi & Efektifitas istem banjar Suka Duka 48.000
203 Energi Aura 27.600
204 Ensiklopedi Hindu 240.000
205 Ensiklopedia Pura I 240.000
206 Ensiklopedia Pura II 240.000
207 Ensiklopedia Pura III 240.000
208 Esensi Bunyi Gamelan 48.000
209 Esensi Falsafah Jawa 30.000
210 Esensi Uang Kepeng Dalam Ritual Hindu 21.600
211 Etika Hindu 24.000
212 Etika Pendidikan Agama Hindu 13.200
213 Etika Susila Untuk Pelayanan Umat Manusia 13.200
214 Evaluasi Pendidikan 33.600
215 Evolusi Melalui Reinkarnasi & Karma 26.400
216 Filosofi Simbol Hindu 39.600
217 Filsafat 108 Sang Hyang Kala di zaman Kali 72.000
218 Filsafat Desa Adat Bali 66.000
219 Filsafat Hindu Nawa Darsana 48.000
220 Filsafat Ilmu 26.400
221 Filsafat Ilmu: Bagaimana & Untuk Apa Ilmu pengetahuan 129.600
222 Filsafat Manusia dalam Perspektif Hindu 34.800
223 Filsafat Pancasila Dalam Perspektif Hindu 46.800
224 Filsafat Pendidikan 48.000
225 Filsafat Pendidikan Agama Hindu 36.000
226 Filsafat Saiva Siddhanta 32.400
227 Filsafat Seni Sakral dalam Kebudayaan Bali 24.000
228 Filsafat Timur 26.400
229 Filsafat Toleransi Beragama di Indonesia 54.000
230 Filsafat Wayang dalam Panca Yadnya 20.400
231 Fungsi dan Membuat Tipat 22.800
232 Gaguritan Panrestyan Watu Gunung 6.000
233 Gaguritan Parikesit Pralaya 14.400
234 Gaguritan Pralayaning Panca Kumara 6.000
235 Gaguritan Watugangga 6.000
236 Galungan Naramangsa 31.200
237 Gandhi dalam Dialog Hindu Kristen 26.400
238 Gandhi dan Masyarakat Tanpa Kekerasan 37.200
239 Ganesa 26.400
240 Gayatri Sadhana 33.600
241 Gede Ombak Gede Angin 26.400
242 Gegitan Kembang Rampe Dharmayana Pariksa 13.200
243 Gegitan Kembang Rampe I 13.200
244 Gegitan Kembang Rampe II 13.200
245 Gegitan Kembang Rampe III 13.200
246 Geguritan Aji Pelayon 13.200
247 Geguritan Begawan Bisma 34.800
248 Geguritan Galungan 13.200
249 Geguritan Ganda Wirasa 36.000
250 Geguritan Goa Giri Putri 16.800
251 Geguritan Jnana Siddhi 13.200
252 Geguritan Kaki Manuh Cakepan I 24.000
253 Geguritan Kaki Manuh Cakepan II 21.600
254 Geguritan Kebo Tarunantaka 19.200
255 Geguritan Ken Arok - Ken Dedes 16.800
256 Geguritan Kreta Langu 13.200
257 Geguritan Marga Sunya 13.200
258 Geguritan Pawiwahan 20.400
259 Geguritan Pengantar Agama Hindu 24.000
260 Geguritan Sandhyakalaning Majapahit 20.400
261 Geguritan Savasana 20.400
262 Geguritan Sima Kertaning Bumi 20.400
263 Geguritan Siwaratri 14.400
264 Geguritan Siwa Latri Kalpa 13.200
265 Geguritan Sucita Subudi 57.600
266 Geguritan Sutasoma I 20.400
267 Gerhana Prahara 60.000
268 Gita Bhakti 13.200
269 Gita Itihasa Dewi Sita Mesatya 6.000
270 Grhasta Asrama 66.000
271 Gunung Menyan Segara Madu 33.600
272 Hanuman 13.200
273 Hari Raya dan Kekawin Siwaratri Kalpa 39.600
274 Hari Raya Anggara Kasih 13.200
275 Hari Raya & Puasa dalam Agama Hindu 36.000
276 Hari Raya Hindu Bali & India 16.800
277 Hidup dengan Para Resi Himalaya 82.800
278 Hidup Ini Seperti Petir 26.400
279 Hidup Ini Seperti Piknik 21.600
280 Hidup Rukun Menurut Hindu 20.400
281 Hidup Sehat dengan Akupresur 33.600
282 Hindu Agama Universal 39.600
283 Hindu Dharma 184.800
284 Hindu untuk Masyarakat Umum 31.200
285 Hinduisme sebuah Pengantar 36.000
286 Hita Upadesa 60.000
287 Horoskop Barat India Bali Jawa Cina dan Kalender 1901-2100 118.800
288 Horti Basa Bali 21.600
289 Hubungan Pura Agung Blambangan 13.200
290 Hukum Adat 16.800
291 Hukum Evolusi Roh 16.800
292 Hukum Hindu Serta Perkembangannya 33.600
293 Hukum Karma 26.400
294 Hukum Karma dan Cara Menghadapi 24.000
295 Hyang Pitara 24.000
296 I Balian Putus 16.800
297 Ibu Durga 19.200
298 Ibu Gangga (Ma Gangga) 19.200
299 Ilmu Hanuman 19.200
300 Ilmu Pengetahuan & Spiritual 51.600
301 Ilmu Pengetahuan eksakta Hindu kuno 43.200
302 Impian dan Kenyataan 38.400
303 Indahnya Lika Liku spiritual 45.600
304 Indik Wewangunan 76.800
305 Instrospeksi Diri 31.200
306 Intisari Ajaran Hindu 51.600
307 Intisari Ajaran Saiva Sidhanta 13.200
308 Intisari Bhagawadgita 66.000
309 Intisari Sejarah Linguistik 33.600
310 Intisari Upanishad 24.000
311 Intisari Veda (HC) 60.000
312 Intisari Veda (SC) 52.800
313 Intisari Yajna Dalam Ajaran Hindu 26.400
314 Isa Upanisad 13.200
315 Itihasa 156.000
316 Jaga Satru 18.000
317 Japa Yoga 37.200
318 Jawaban atas Pertanyaan 19.200
319 Jejak-jejak Sadhu 16.800
320 Jenis-jenis Tebasan 16.800
321 Kaedah Beryadnya 38.400
322 Kaedah Beryadnya II 28.800
323 Kajeng kliwon 20.400
324 Kakawin Nitisastra 78.000
325 Kakawin Ramayana Jilid I 73.200
326 Kakawin Ramayana Jilid II 72.000
327 Kakawin Ramayana Jilid III 120.000
328 Kala Badeg 21.600
329 Kala Tattwa 13.200
330 Kalender 200 Tahun 66.000
331 Kalender 2200 Tahun (Tahun 1 s/d 2200 Masehi) 188.400
332 Kama Bang Kama Putih 26.400
333 Kamasutra dari Watsyayana 56.400
334 Kamus Bahasa Bali 165.600
335 Kamus Nama-nama Sanskerta Indonesia 82.800
336 Kamus Saku 30.000
337 Kamus Sanskerta - Indonesia 74.400
338 Kamus Umum Buddha Dharma 88.800
339 Kanda Empat (Bhuta, Dewa, Lare, Sari) 24.000
340 Kanda Empat Bhuta 19.200
341 Kanda Empat Dewa 22.800
342 Kanda Empat Rare 19.200
343 Kanda Empat Sari Sakti Tanpa Guru 16.800
344 Kanda Empat Tanpa Sastra 26.400
345 Kanda Pat Catur Sanak 16.800
346 Kanda Pat Madu Muka 16.800
347 Kanda Pat Pamurtian 16.800
348 Kanda Pat Pengaradan 16.800
349 Kanda Pat Prasanak 16.800
350 Kanda Pat Rare 16.800
351 Kanda Pat Sari 16.800
352 Kanda Sanga 19.200
353 Kanda Sanga Tanpa Sastra 13.200
354 Karma Yoga 15.000
355 Karmaphala 56.400
356 Kata-kata Mutiara Renungan Harian 33.600
357 Katuturaning Barong Swari Lan Dalang 13.200
358 Kearifan Lokal Sain Asli Bali 26.400
359 Kebahagiaan Di balik Tantangan dan Penderitaan 21.600
360 Kebahagiaan Kunci Meraih Kesuksesan 32.400
361 Kebangkitan seorang Hindu 36.000
362 Kebenaran Sejarah Agama Hindu 180.000
363 Keberuntungan Anda Tahun 2007 21.600
364 Keberuntungan Anda Tahun 2008 21.600
365 Kedamaian di tengah-tengah Prahara 26.400
366 Kedudukan Pemangku dalam Beryadnya 22.800
367 Kedudukan Perempuan Hindu 36.000
368 Kejayaan Ganesa 46.800
369 Kekuatan Dewa Agni dan Dewa Indra 13.200
370 Kekuatan Yadnya 33.600
371 Kemah Sadhana 28.800
372 Kemahaesaan Tuhan Dalam Veda 19.200
373 Kemuliaan Sai paduka 21.600
374 Ken Arok, Ken Dedes, leluhur Raja-raja Majapahit 13.200
375 Kenali Dirimu 33.600
376 Kepemimpinan (Leadership) dalam Agama Hindu 13.200
377 Kepemimpinan Hindu 13.200
378 Kepemimpinan Hindu Astra Brata 24.000
379 Kepemimpinan Hindu dalam Lontar Wrati Sesana 26.400
380 Keprotokolan & MC 26.400
381 Kerangka Dasar Agama Hindu 26.400
382 Kesaktian & Keampuhan Mantra Gayatri 10.800
383 Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu 26.400
384 Kesehatan & Meditasi Matahari Terbit 52.800
385 Kesehatan dan Spiritual 46.800
386 Kesempurnaan Diri 10.800
387 Kasuksmaning Pelinggih Ring Pamerajan 30.000
388 Kesusastraan Bali 24.000
389 Ketuhanan Bali 16.800
390 Keutamaan Manusia & Pendidikan Budi Pekerti 66.000
391 Kewangen 16.800
392 Khrisna Bhakti 10.800
393 Kiat Praktis Belajar di Perguruan Tinggi 18.000
394 Kiat-kiat Praktis meraih kerja 13.200
395 Kidung Bhajan Mala 74.400
396 Kidung Jerum Kundangdya 16.800
397 Kidung Lungsir Petak 10.800
398 Kidung Panca Yadnya 22.800
399 Kidung Suci 45.600
400 Kidung Suci Kirtanam 10.800
401 Kidung Tantri 24.000
402 Kidung Tantri Manduka Wyakarana 60.000
403 Kidung yadnya 10.800
404 Kisah Singkat Kehidupan Svami Vivekananda 20.400
405 Kisah-kisah Mengagumkan Para Dewa Hindu 20.400
406 Kitab Aji Sngkya 1947 18.000
407 Komodifikasi Tari Barong 50.400
408 Konsentrasi dan Meditasi 60.000
409 Konsep & Praktik Agama Hindu di Bali 132.000
410 Konsep Filosofi Hindu 13.200
411 Konsep Kesuksesan Umat Hindu 43.200
412 Konsep panca Sradha 46.800
413 Konsep Sraddha 50.400
414 Konsepsi Monotheisme Dalam Agama Hindu 18.000
415 Kosmologi Hindu 82.800
416 Krsna 13.200
417 Kumpulan Cerita Pendek Keagamaan Hindu 26.400
418 Kumpulan Dharma Wacana Profesional 26.400
419 Kumpulan Karya Pilihan tentang Sadhana 31.200
420 Kumpulan Kisah Bhakti Para Bhakta 30.000
421 Kumpulan Lagu-lagu Arathi 13.200
422 Kumpulan Ringkasan Lontar 21.600
423 Kunang-kunang Anarung Sasi 33.600
424 Kunci Kekayaan meneropong Managemen 24.000
425 Kundalini I 37.200
426 Kundalini Yoga 36.000
427 Kusumadewa 21.600
428 Langkah-langkah Emas 44.400
429 Langkah-langkah Kecil Meningkatkan Kadar Religiusitas 30.000
430 Lava dan Kusa 16.800
431 Laya Yoga 21.600
432 Leak Mayoga Dikala Purnama 21.600
433 Leak Ngamah Leak 43.200
434 Leak Sari Rahasia Kesaktian Mpu Peradah 16.800
435 Lebu Guntur 10.800
436 Legenda Gong Belaluan 31.200
437 Leluhur Orang Bali 24.000
438 Lentera Spiritual 3 43.200
439 Lima Nilai Kemanusiaan 16.800
440 Lontar Jajimatan 13.200
441 Lontar Kuranta Bolong 13.200
442 Lontar Pengejukan Leak 12.000
443 Macan Raden 16.800
444 Maha Dahsyat Gayatri Mantra Menepis Badai 60.000
445 Maha Sakti Gayatri Mantra 66.000
446 Maha Sidhi Gayatri Mantra 50.400
447 Mahabharata 163.200
448 Mahabharata A (Komik) 60.000
449 Mahabharata B (Komik) 60.000
450 Mahabharata C (komik) 60.000
451 Mahabharata D (Komik) 60.000
452 Mahabharata Jilid Lengkap (Komik) 225.600
453 Mahagotra Arya Tri Sanak 16.800
454 Mahanarayana Upanisad 48.000
455 Maharsi Vyasa 13.200
456 Maitri Upanisad 24.000
457 Makanan Satvik & Kesehatan 21.600
458 Makanan Satvik & Kesehatan 26.400
459 Makna Filosofis Upacara & Upakara 16.800
460 Makna Hari Raya Hindu 37.200
461 Makna Upacara Yadnya I 60.000
462 Makna Upacara Yadnya II 60.000
463 Manawa Dharmasastra 148.800
464 Mandukya Upanisad 74.400
465 Manggala Upacara 33.600
466 Mantra dan Belajar Memantra 48.000
467 Mantra Gayatri (Sabda Brahma, Ibu dari Veda) 10.800
468 Mantra, Inisiasi, Meditasi & Yoga 21.600
469 Mantra, Tantra dan Mujizat 10.800
470 Manusia dan Uang 10.800
471 Manusia Perspektif Teologi Universal 28.800
472 Mari Belajar Bahasa Sansekerta 1 36.000
473 Masakan Bali 20.400
474 Matematika dalam Qur'an & Veda 44.400
475 Matematika Veda 76.800
476 Matsya Avatara 12.000
477 Mau Apa Dengan Hidup 22.800
478 Meditasi 20.400
479 Meditasi Kesempurnaan Manusia 50.400
480 Meditasi Adyatmika 31.200
481 Meditasi Bio Energi Ratu Bagus 97.200
482 Meditasi Buddhis 25.200
483 Meditasi Cahaya 19.200
484 Meditasi Jiwa Premana 2 33.600
485 Meditasi Jiwa Premana 1 31.200
486 Meditasi Pada Kesempurnaan Manusia 51.600
487 Meditasi Pada Om 24.000
488 Meditasi Satya Sai 36.000
489 Meditasi Yoga Tradisi Himalaya 16.800
490 Majejahitan dan Metanding Edisi 1 (HC) 92.400
491 Majejahitan dan Metanding Edisi 1 (SC) 84.000
492 Majejahitan dan Metanding Edisi II 84.000
493 Melalui Kematian Kita Lahir Kembali 31.200
494 Melenyapkan Kebimbangan Umat 31.200
495 Memahami Agama Lewat Fenomena Sains 20.400
496 Memahami Catur Marga 31.200
497 Memahami Konsep Siwa Budha di Bali 34.800
498 Memahami Perbedaan Catur Varna, Kasta dan Wangsa 43.200
499 Membaca Orang 13.200
500 Membaca Wajah 18.000
501 Membangun Masyarakat Berkualitas 21.600
502 Membangun Pura di Pulau Jawa 16.800
503 Membangun Rumah Tangga Sukinah 36.000
504 Membedah Kasus Konversi Agama 79.200
505 Membentuk Kepribadian Anak dalam Kandungan 22.800
506 Membentuk Siswa Berkarakter Mulia 46.800
507 Memberi Makna Sebuah Kehidupan 24.000
508 Membina Anak-anak 74.400
509 Membina Keluarga Sejahtera 19.200
510 Memekarkan Nuansa Spiritual 20.400
511 Memelihara Janin Dalam Kandungan 48.000
512 Menantang Arus Menegakkan Kesejatian Dharma 37.200
513 Mencegah Stress Bersama Hindu 20.400
514 Mendayagunakan EQ dan SQ melalui Psikologi Hindu 33.600
515 Mendidik Anak Suputra 10.800
516 Menembus Kegelapan 50.400
517 Menggali Nilai Etika Dalam Cerita Purana 25.200
518 Mengangkat Nilai-nilai agama 19.200
519 Mengapa Bali disebut Bali 48.000
520 Mengapa Berdana 21.600
521 Mengapa Membaca Reg Veda 19.200
522 Mengapa? Tradisi dan Upacara Hindu 37.200
523 Mengapa Saya Memilih Vegetarian 25.200
524 Mengasuh Anak Menurut Bhagawan 9.600
525 Mengelola Perpustakaan Secara Efektif dan Efisien 19.200
526 Mengenal Agama-agama 60.000
527 Mengenal Barong dan Rangda 16.800
528 Menggapai Kedamaian Sejati 19.200
529 Menguak Misteri Pementasan Barong dan Rangda 26.400
530 Mengurai benang Kusut Simpul-simpul Dharma Wacana 20.400
531 Meningkatkan Kesadaran Diri Sejati Atman 31.200
532 Meningkatkan Profit Perusahaan 19.200
533 Menjadi Orang Tua Mulia dan Berguna 16.800
534 Menjadi Pemangku Siapa Takut? 18.000
535 Menjadi Pemimpin Efektif 18.000
536 Menjangan Sakaluang 39.600
537 Menyayangi Alam, wujud Bhakti pada Tuhan 34.800
538 Menyelam dalam Lautan Ramayana 9.600
539 Menyembah Simbol Merupakan Realisasi Brahman 20.400
540 Menyingkap Rahasia Siva di Bumi 19.200
541 Menyingkap Rahasia Yoga 19.200
542 Merawat Diri Untuk Menjaga Kesucian Lahir Batin 37.200
543 Merealisasi Moksa 13.200
544 Merkantilisme Pengetahuan Dalam Bidang Pendidikan 69.600
545 Merta Matemahan Wisia 26.400
546 Metode Penelitian Kwalitatif dalam Ilmu Agama 13.200
547 Misi & Visi Guru Spiritual 21.600
548 Misi & Visi Illahi 31.200
549 Mlaspas & Ngenteg Linggih 16.800
550 Moksa Brahman Atman Aikyam 33.600
551 Moksa Universalitas dan Pluralitas Bhagawadgita 19.200
552 Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharmah 26.400
553 Mukjizat Sai Baba 37.200
554 Mukjizat Tirtha 16.800
555 Mulat Sarira 13.200
556 Mutiara Dharma 26.400
557 Mutiara Hindu dalam Budaya Bali 48.000
558 Mutiara Hindu Sebagai Bahan 26.400
559 Namah Sivaya Santaya 60.000
560 Negarakertagama & Pararaton 34.800
561 Nama-nama Sesayut 24.000
562 Namasmarana 13.200
563 Narada Bhakti Sutra 45.600
564 Naskah Kelabang Sebit 25.200
565 Nawa Darsana : 9 Sitem Filsafat Hindu 37.200
566 Nawa Dharsana 52.800
567 Nawa Sangga Tirthayatra 37.200
568 Nawa Usadha Bali 82.800
569 Ngaben 33.600
570 Ngaben Khusus Pranawa 13.200
571 Ngaben Ngelanus 37.200
572 Ngaben Sarat 20.400
573 Ngaben Sederhana 16.800
574 Ngalinggihang Dewa Hyang 13.200
575 Nganteb Piodalan Alit lan Sesana Pemangku 16.800
576 Ngereh Ritual, Supranatural, Tradisional 19.200
577 Ngulati Dewasa lan Wariga 24.000
578 Nguntul Tanah Nulengek Langit 16.800
579 Nilai Filosofis Penjor 31.200
580 Niti Sastra 26.400
581 Nyepi Berlandaskan Kitab Suci Veda 19.200
582 Ogoh-ogoh 18.000
583 OM Sairam 10.800
584 Orag Bali di Himalaya 26.400
585 Padang Tuh 18.000
586 Paindikan Maturan Penyabranan 13.200
587 Palmistri Hindu 16.800
588 Panca Datu (edisi Revisi) 36.000
589 Panca Sraddha 39.600
590 Panca Tantra 31.200
591 Pancaran Bhagavata 30.000
592 Pancaran Dharma 21.600
593 Pancaran Kasih Tuhan 21.600
594 Pancaran Kebijaksanaan (Jnana Wahini) 18.000
595 Pancaran Kedamaian 24.000
596 Pancaran Kedamaian 36.000
597 Pancaran Penerangan 20.400
598 Pandangan Gender Pada Smerti 22.800
599 Pandawa Seda 60.000
600 Panduan Guru Mengajar Pendidikan Agama Hindu 39.600
601 Panduan Singkat Dharma Wacana 13.200
602 Pangastawa Istha Dewata 16.800
603 Pangastawa Pitra Yadnya 19.200
604 Panggilan Veda 57.600
605 Panrestyan Pandawa Korawa 12.000
606 Para Guru Spiritual India Abad ke Dua Puluh 60.000
607 Para Guru Spiritual India Abad ke Sembilan Belas 60.000
608 Parasara Dharmasastra 43.200
609 Parisada Hindu Dharma dengan Konsolidasinya 56.400
610 Paritta Suci 18.000
611 Parwati 13.200
612 Patanjali Raja Yoga 60.000
613 Pawintenan Saraswati 10.800
614 Pedoman Pinandita 66.000
615 Pecalang 26.400
616 Pedoman Altar, Bhajan, Meditasi Sai Study 21.600
617 Pedoman Calon Pinandita dan Dharmaning Sulinggih 16.800
618 Pedoman Hidup Untuk Meraih Kebahagiaan 26.400
619 Pedoman Memimpin Upacara Yadnya 22.800
620 Pedoman Memimpin Upacara Dewa Yadnya 26.400
621 Pedoman Penyelenggaraan Pesraman 13.200
622 Pedoman Sembahyang Umat Hindu 22.800
623 Pejati dan Suci 24.000
624 Pelajaran Bahasa Sansekerta 97.200
625 Pelajaran Bahasa Sanskerta Tahap 1 18.000
626 Pelangi Dharma 15.600
627 Pelestarian Lingkungan dalam Agama Hindu 43.200
628 Pemangku Juga Manusia 13.200
629 Pembentukan Karakter Bangsa 24.000
630 Pemikiran Hindu 88.800
631 Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi 36.000
632 Pendidikan Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi 31.200
633 Peng. Agama Hindu III Veda 16.800
634 Pengalaman Spiritual Bersama Guru Jilid 1 62.400
635 Pengantar Acara Agama Hindu 21.600
636 Pengantar Beberatan Pemangku 39.600
637 Pengantar Dasar Kepemimpinan Kuna Nusantara 46.800
638 Pengantar Etika dan Moralitas Hindu 51.600
639 Pengantar Filsafat Hindu 32.400
640 Pengantar Hukum Hindu 36.000
641 Pengantar Kitab Itihasa 19.200
642 Pengantar Managemen Bernuansa Hindu 32.400
643 Pengantar Tantra Sebagai Jalan Menuju Kegelapan 26.400
644 Pengaruh Budhi 26.400
645 Pengarusutamaan Gender Menurut Agama Hindu 12.000
646 Pengenalan Dasar Sanskerta 16.800
647 Pengetahuan & Pengendalian Prana 26.400
648 Pengorbanan Sang Arjuna 16.800
649 Peranan Linguistik dalam Analisis Bahasa Puisi 22.800
650 Perempuan dan Kepemimpinan Tranformasional 30.000
651 Percik Pemikiran Padepokan Maruti Suta 39.600
652 Perjalanan Sang Jiwa 60.000
653 Perkawinan dan Kehidupan Keluarga 13.200
654 Perkawinan yang Ideal 21.600
655 Perkawinan Magelar Warang 16.800
656 Perlindungan Hukum Terhadap Wisatawan 26.400
657 Permata & Batu-batu Mulia 46.800
658 Persepsi Umat Hindu Tehadap Svarga Neraka 103.200
659 Pesan Langit dan Bumi 18.000
660 Pesan-pesan upanisad 18.000
661 Pesucian dan Penyapa 13.200
662 Peternakan Berwawasan Kebudayaan dan Agama Hindu 24.000
663 Petunjuk Teknis Dharma Wacana 19.200
664 Petunjuk Teknis Perkawinan Hindu 13.200
665 Pikiran misteri & penaklukkannya 82.800
666 Pinandita Sangging 10.800
667 Pindah Agama, Mengapa? 24.000
668 Pitra Pakerti 16.800
669 Pitra Puja Ngaben lan Nyekah 37.200
670 Pokok-pokok Wariga 36.000
671 Pokok-pokok Ajaran Hindu 66.000
672 Pola Pikir Wawasan kebangsaan 33.600
673 Prana Suci Kundalini 16.800
674 Pranawa OM 31.200
675 Prasasti dan Bade Pande 30.000
676 Pratima Bukan Berhala 31.200
677 Prawerti dan Niwerti Marga 26.400
678 Prema Yoga 30.000
679 Primbon Dewata Seri Mitologi Tanaman, Binatang dan Mahluk 26.400
680 Primbon Dewata Seri Seluk Beluk Tentang Mimpi 66.000
681 Profesi Jaksa 24.000
682 Proses Kremasi & Esensi Perjalanan Atman Menuju Moksa 37.200
683 Proses Penciptaan Alam Semesta 26.400
684 Proses Terbentuknya Bayi Dalam kandungan 13.200
685 Puasa/Brata Ekadasi Mahatmya 21.600
686 Puisi Modre Samar Gantang 18.000
687 Puja Pali-pali 13.200
688 Puja Trisandhya, Kramaning Sembah 10.800
689 Puja Trisandhya, Kramaning Sembah, Kidung Pancayadnya 19.200
690 Puja Walaka 22.800
691 Pujastawa 10.800
692 Punarbawa 37.200
693 Pupulan Carita Cutet Bali Anyar 28.800
694 Pupulan Pidarta Basa Bali 13.200
695 Pura Besakih 52.800
696 Purana Agni 24.000
697 Purana Bhagavata 26.400
698 Purana Bhavisya 24.000
699 Purana Brahma 21.600
700 Purana Brahmanda 24.000
701 Purana Brahmavaivarta 24.000
702 Purana Garuda 24.000
703 Purana Kurma 24.000
704 Purana Linga 19.200
705 Purana Markandeya 31.200
706 Purana Matsya 24.000
707 Purana Narada 24.000
708 Purana Padma 21.600
709 Purana Siva 24.000
710 Purana Skanda 24.000
711 Purana Vamana 24.000
712 Purana Varaha 24.000
713 Purana Vayu 24.000
714 Purana Vishnu 24.000
715 Purana, Sumber Ajaran Komprehensip 72.000
716 Purnama Tilem 19.200
717 Putra Sesana 13.200
718 Putra-putra Siva 30.000
719 Putru Pasaji 10.800
720 Rahasia Om 39.600
721 Rahasia Pemujaan Sakti Durgha Bhairavi 21.600
722 Rahasia Pikiran 26.400
723 Rahasia Surga di Telapak Kaki Ibu 30.000
724 Rahasia Tantra, Yantra, Mantra 51.600
725 Ramalan Joyoboyo, Ronggowarsito, Sabdopalon 37.200
726 Ramalan Nasib 66.000
727 Ramayana 163.200
728 Rangkuman Widhi Sastra 60.000
729 Rare Angon 31.200
730 Rare Angon dan Catur Yajnya 39.600
731 Reformasi Agama Hindu 44.400
732 Reformasi ke Arah kemajuan yang Sempurna 45.600
733 Reinkarnasi, Hidup Tak Pernah Mati 26.400
734 Rendah Hati, Bahagia dan Bijak 10.800
735 Renungan Filsafat Hindu 27.600
736 Renungan Filsafat Hindu II 36.000
737 Renungan Jnana Buddha Siwa 37.200
738 Rerajahan (Fungsi dan Manfaatnya) 49.200
739 Rerajahan lan Pengatawa Caru 13.200
740 Rg Veda Samhita Mandala I, II, III 205.200
741 Rg Veda Samhita Mandala IV, V, VI, VII 188.400
742 Rg Veda Samhita Mandala VIII, IX, X 264.000
743 Ritual ke Spiritual 30.000
744 Ritual Veda Homa Tattwa Jnana 19.200
745 Roga Sanghara Bumi 22.800
746 Runtuhnya Kemuliaan Manusia 20.400
747 Sabda Satya Sai I 37.200
748 Sabda Satya Sai IV 56.400
749 Sabda Satya Sai V 51.600
750 Sadhana (Disiplin Spiritual) 42.000
751 Sanskrit - English Dictionary 510.000
752 Sai Humor 24.000
753 Sai Meditasi 19.200
754 Sai Miracle 34.800
755 Sai Prasanti Bhajan 37.200
756 Saitri 24.000
757 Saiva Siddhanta 16.800
758 Salinan Lontar Aswameda Parwa lan Adi Parwa 22.800
759 Salinan Lontar Bhama Kretih 24.000
760 Salinan Lontar Kusumadewa, Wrati Siwa Sasana, Wariga Gemmeht 52.800
761 Salinan Lontar Siddhimantra Tattwa 50.400
762 Salinan Lontar Taru Premana 12.000
763 Sama Veda Samhita 140.400
764 Samhita Vacana Agama Hindu 60.000
765 Samsara Perjalanan Sang Jiwa 37.200
766 Sandhya dan Agnihotra 18.000
767 Sanggah Kemulan 16.800
768 Sangging Tata Pati Undagi 46.800
769 Sanghyang Buda Kecapi 24.000
770 Sankrit - English Dictionary 495.600
771 Sarasamuccaya 51.600
772 Sarasamuccaya Smerti Nusantara 52.800
773 Sareng Mapauruk Aksara Bali 16.800
774 Sarining Vrespatikalpa 24.000
775 Sarjana yang Bodoh 10.800
776 Sarva Gita Sarah (SC) 60.000
777 Sarva Gita Sarah (HC) 66.000
778 Satya Dharsan 21.600
779 Saya Bangga Beragama Hindu 45.600
780 Seha Puja Pinandita Catur yajna 26.400
781 Sejarah dan Babad Keloping 31.200
782 Sejarah Kerajaan Blambangan 99.600
783 Sejarah mahagotra Tirta Harum 48.000
784 Sejarah Pangeran Bendesa Manik Mas 20.400
785 Sejarah Perjalanan Danghyang Nirartha 1453 - 1520 46.800
786 Sejarah Perkembangan Agama Hindu 24.000
787 Sekilas Metode Tentang Dharma Wacana 33.600
788 Sembahyang Menurut Hindu 31.200
789 Senyum 79.200
790 Serial Walian Sakti Meditasi Kesehatan Jiwa Premana I 31.200
791 Seri 1 Arsitektur Tradisional Bali : Filosofi Konsep dan Aplikasi 54.000
792 Seribu Nama Siwa 36.000
793 Seribu Nama Wisnu 32.400
794 Seribu Nama Wisnu, Mantra dan Arti 32.400
795 Sesayut Lan Tebasan 13.200
796 Setapak Sirih Sejuta Pesan 10.800
797 Sihir Bali 24.000
798 Sikap Vedanta Terhadap Agama 50.400
799 Siksa dan Jnana 36.000
800 Sila dan Vinaya 38.400
801 Sipta Durmanggala 18.000
802 Sira Nika Tyang 32.400
803 Sistem Filsafat Hindu Lengkap 60.000
804 Sistem Kawin Lari Adat Tradisi Lombok 32.400
805 Sistem Pendidikan Agama Hindu 36.000
806 Sisya Sesana 21.600
807 Sisya Sista 60.000
808 Siva 13.200
809 Siva Purana 36.000
810 Siva Purana Vol. I 103.200
811 Siva Purana Vol. II 132.000
812 Siva Purana Vol. III 120.000
813 Siva Sakti Svarupa 16.800
814 Siva Samhita 31.200
815 Siwa Siddhanta Tattva dan Filsafat 60.000
816 Sivaratri 26.400
817 Siwa Kalisa 13.200
818 Siwa, Sadasiwa dan Paramasiwa (Siwaratri) 20.400
819 Siwaratri 26.400
820 Siwaratri di Era Modern 26.400
821 Slokantara (Cover Biasa) 66.000
822 Slokantara (Cover Lux) 60.000
823 Soca Mautama 16.800
824 Sorandaka 37.200
825 Sraddha dan Bhakti 24.000
826 Spiritualitas Transformasi ke Dalam dan Ke Luar Diri 37.200
827 Sraddha dan Bhakti 24.000
828 Sri Guru Phitam 30.000
829 Sri Krisna Lila 13.200
830 Sri Rama 13.200
831 Sri Upanisad 48.000
832 Srimad Bhagavatam 169.200
833 Stop Pembohongan, Pembodohan & Penistaan 26.400
834 Studi Banding Antar Agama 33.600
835 Stuti & Stava 148.800
836 Suara Bathin, Inner Voice 26.400
837 Subak Konsep Pertanian Religius 43.200
838 Subha Asubhakarma 30.000
839 Sukinah (Membangun Rumah Tangga) 33.600
840 Suksmaning Banten 31.200
841 Suluh Hidup Lentera Kecil 13.200
842 Suluh Hidup Lentera Kecil 2 26.400
843 Sumber Hukum Hindu 27.600
844 Sundarigama 22.800
845 Sungai Gangga, Mandira dan Pura 26.400
846 Surya Namaskara 33.600
847 Surya Sevana 66.000
848 Susastra Hindu 24.000
849 Sutasoma Pangeran Rembulan 21.600
850 Svami Sivananda Penebar Cinta Kebajikan 51.600
851 Svarga Rohanika Parva 13.200
852 Svami Vivekananda : Untaian Indah Pemikiran dan Wejangan 18.000
853 Tadah Kala 19.200
854 Tantra dan Sex 10.800
855 Tantra yoga 16.800
856 Tantri Kamandaka (Nandhaka Harana) 50.400
857 Tanya jawab Ajaran Hindu I (Prasnottara Vahini) 16.800
858 Tanya jawab Ajaran Hindu II (Upadesa Merta) 32.400
859 Tanya Jawab Hindu bagi Pemula 64.800
860 Tanya jawab tentang Bhagavatam purana 13.200
861 Tanya Jawab Tentang kehidupan Illahi 13.200
862 Tanya Jawab tentang Ramayana 10.800
863 Tat Twam Asi 30.000
864 Tata Cara Ritual dan Tradisi Hindu 96.000
865 Tata Cara Sembahyang & Pengertiannya 16.800
866 Tata Letak Tanah & Bangunan 19.200
867 Tata Susila Hindu 20.400
868 Tata Titi dan Tutur Kamoksan di Bali 37.200
869 Tatanan Upacara Ngenteg Linggih 13.200
870 Tatanan Upakara lan Upacara Manusa yadnya 24.000
871 Tataning tetanding Banten Sesayut 26.400
872 Tattwa 33.600
873 Tattwa Hindu Bagi Pandita & Pemangku 21.600
874 Tattwa Jnana 19.200
875 Tentang Hidup dan Kehidupan 22.800
876 Tenung Pewacakan Rare 43.200
877 Teologi & Simbol Dalam Agama 88.800
878 Teologi Hindu, Tema, Wacana dan Struktur 126.000
879 Teologi Sanatana Dharma 132.000
880 Teologi Sosial 86.400
881 Teologi, Filsafat, Etika dan Ritual dalam Susastra Hindu 24.000
882 Teori Organisasi 60.000
883 Terangnya Sinar Atma Jnanam 33.600
884 Terapi Laut 37.200
885 Tetandingan Lan Sorohan Bebanten 26.400
886 Teologi Hindu 16.800
887 Tinjauan Tabuh Rah dan Judi 13.200
888 TirTirta Yatra ke Nusa Penida 13.200
889 Thirta Yatra Perjalanan ke tempat-tempat Suci 66.000
890 Tokoh-tokoh cerdik dalam Cerita Rakyat 26.400
891 Tradisi Bali dan Lombok 31.200
892 Transformasi Kebudayaan Bali Menuju Abad XXI 50.400
893 Transformasi Pertanian 46.800
894 Tri Hita Karana (Kajian, Theologi, sosiologi, ekologi) 36.000
895 Tri Hita Karana Ekologi Ajaran Hindu 37.200
896 Tri Hita Karana Menurut Konsep Hindu 45.600
897 Tri Hita Karana & World Peace : Bali Hinduism Philosophy 43.200
898 Tri Kaya Parisuda 31.200
899 Tri Murti 34.800
900 Tri Rna 30.000
901 Trisandhya, Sembahyang & Berdoa 26.400
902 Tuhan Menciptakan Alam Semesta dan Manusia 32.400
903 Tuhan Siva dan Pemujaannya 51.600
904 Tuhan Sudah Mati? Untuk apa Sembahyang 97.200
905 Tujuan Pengembaraan kehidupan manusia 21.600
906 Tumpek Wariga 19.200
907 Tuntunan Indik Padewasan 16.800
908 Tuntunan Nganteb Upaka (Dewa Yadnya) 16.800
909 Tuntunan Praktis Dharma Wacana 43.200
910 Tuntunan Praktis Upacara Memandikan Mayat 16.800
911 Tuntunan Susila untuk Meraih Hidup Bahagia 16.800
912 Tuntunan Susila untuk Meraih Hidup Bahagia 2 16.800
913 Tutur Aji Saraswati 13.200
914 Tutur Bhagavan Agastyaprana 13.200
915 Tutur Bhuwana Kosa 37.200
916 Tutur Gong Besi (budha) 13.200
917 Tutur Gong Besi (sudira) 16.800
918 Tutur Lebur gangsa 16.800
919 Tutur Rare Angon 13.200
920 Tutur Usada 36.000
921 Ukuran Keris Utama 19.200
922 Ulap-ulap dan Rerajahan 33.600
923 Ulap-ulap Sruti Aksara Bali 16.800
924 Upacara Ritual perkawinan Agama Hindu Kaharingan 28.800
925 Upacara Bayi dalam kandungan 16.800
926 Upacara Mapreteka Layon 24.000
927 Upacara Malebur Sarwa Prateka 57.600
928 Upacara Mlaspas Karang 54.000
929 Upacara Mulang Pakelem di Danau Segara Anakan 32.400
930 Upacara Nyenuk 26.400
931 Upacara Nyiramang Layon 13.200
932 Upacara Pasupati sebagai Media Sakralisasi 19.200
933 Upacara Madiksa 24.000
934 Upacara Pasupati sebagai Media Sakralisasi 19.200
935 Upacara Pemujaan Durga Mahesasura 24.000
936 Upacara Piodalan Alit di Sanggah 26.400
937 Upacara Ritual perkawinan Agama Hindu Kaharingan 30.000
938 Upacara Yadnya Seri I (Melangkah ke persiapan) 26.400
939 Upacara Yadnya Seri II Bahan & Bentuk Sesajen 30.000
940 Upacara Yadnya Seri III Dewa Yadnya 24.000
941 Upacara Yadnya Seri IV Manusa Yadnya 26.400
942 Upacara Yadnya Seri V Pitra Yadnya 24.000
943 Upacara Yadnya Seri VI Bhuta Yadnya 21.600
944 Upacara Yadnya Jilid Lengkap 145.200
945 Upadesa 21.600
946 Upanisad-Upanisad Utama 162.000
947 Upawasa, Tapa dan Brata Berdasarkan Agama Hindu 30.000
948 Usada Bali Agung 66.000
949 Usada Bali Seri Menguak Dahsyatnya Khasiat Ramuan 84.000
950 Vana Parwa 36.000
951 Variasi Bahasa Kedudukan dan Peran Sai Baba 22.800
952 Vastusastra dalam Cinta & Romantika 16.800
953 Veda Abad 21 Vol. 1 73.200
954 Veda Abad 21 Vol. 2 86.400
955 Veda Sabda Suci 152.400
956 Veda Yang Agung Sumber Semua Dharma 52.800
957 Vedanta 66.000
958 Vedanta Merangkul Semua Agama 57.600
959 Vegetarianisme 13.200
960 Vijnana Bhairawa atau Kesadaran Tuhan 43.200
961 Visnu 13.200
962 Vrespati Tattwa 16.800
963 Vyakarana, Tata Bahasa Sanskerta 51.600
964 Wacana Dharma 13.200
965 Wacana Harian Sai Baba 42.000
966 Wacana Mutiara 26.400
967 Wacana Sai untuk Sadhaka 13.200
968 Wacana Spiritual 16.800
969 Wanita 13.200
970 Wanita Mulia Istana Dewa 39.600
971 Wariga Dewasa Praktis 30.000
972 Wariga Krimping 36.000
973 Warnaning sesayut lan caru 30.000
974 Weda Wakya III 66.000
975 Weda Wakya IV 72.000
976 Weda Wakya V 72.000
977 Wedaparikrama HC 66.000
978 Wejangan Filosofis dan Keagamaan Swami Vivekananda 39.600
979 Wejangan Sai Baba tentang Kepemimpinan 48.000
980 Wiku Sesana 92.400
981 Wiwaha Perkawinan 18.000
982 Wong Agung Wilis 33.600
983 Wrehaspati Tattwa 18.000
984 Wrespati Tattwa Sebgai Filsafat 34.800
985 Yadnya Sesa 16.800
986 Yajur Veda 36.000
987 Yajur Veda Samhita 177.600
988 Yaksa Prasna 21.600
989 Yama Niyama Brata 19.200
990 Yoga Kundalini 37.200
991 Yoga Suara Sekar Alit 13.200
992 Yowana 33.600