Sabtu, 19 November 2016

DENGAN POLITIK YANG BENAR MENGATASI KONFLIK

Politik itu adalah ciptaan manusia.Karena ia ciptaan manusia tentunya kena hukum Rwa Bhineda. Pada kenyataanya ada prilaku berpolitik yang benar dan baik.Ada juga yang tidak benar dan buruk.Namun hahekat politik adalah untuk tujuan yang luhur mengabdi pada masyarakat untuk meningkatkan kwalitas hidupnya.Yang berpolitik itu adalah manusia. Dalam diri manusia ada dua kecendrungan yang saling berebut  menguasai diri manusia.Kalau kecendrungan Asuri Sampad (kecendrungan Keraksasaan) yang menguasai diri manusia maka prilaku Keraksasaanlah yang akan muncul dari diri manusia itu sendiri. Kalau Dewi Sampad (Kecendrungan Kedewaan) yang sedang menguasai diri manusia maka prilaku layaknya Dewalah yang akan muncul dari dalam diri manusia.

Demikian juga dalam kehidupan politik.Kalau para politisi itu lebih banyak manusia yang mampu membangun kecendrungan Dewi Sampad dalam dirinya maka prilakunya dalam berpolitikpun akan memunculkan prilaku politik yang  berpegang pada prinsip-prinsip politik yang benar dan luhur.Kalau para politisi itu dikuasai oleh Asuri Sampad maka prilakunya dalam berpolitikpun akan memunculkan prilaku Keraksasaan.Prinsip-prinsip politik yang benar dan sangat luhur itupun tidak akan dijadikan pegangan dalam berpolitik.

Kehidupan politik semestinya dapat berfungsi mengatasi berbagai persoalan hidup bersama dalam wadah negara ,bangsa dan masyarkat .Untuk itu para politisi itu harus secara sadar menjadikan nilai-nilai suci Agama sebagai landasan moral dan mental untuk melakukan kegiatan berpolitik.

Demikian juga dalam memahami konflik yang merupakan suatu kenyataan sosial seyogianya politik sebagai sumber kebijakan dapat difungsikan dengan baik. Kalau politik dapat difungsikan dengan baik dalam memahami konflik maka konflik itu dapat diarahkan menegakan nilai-nilai luhur yang kadang-kadang mau diruntuhkan oleh suatu rejim yang sedang menyalah gunakan kekuasaanya.Kekuasaan politik sering di implementasikan kandengan pilotik kekuasaan yang menyimpang. Politik kekuasaan yang menyimpang dari konsep kekuasaan politik itulah sering menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan.Namun kalau kekuasaan politik itu di implementasikan dengan politik yang berdasarkan prinsip politik yang benar dan luhur maka politik itulah dapat menjadi sumber kekuatan untuk mengatasi konflik sehingga konflik itu dapat menjadi kekuatan menegakkan nilai-nilai kebenaran itu sendiri.Untuk membangun dinamika politik yang berlandaskan kebenran yang luhur maka perlu dipahami bagaimana berpolitik menurut ajaran Hindu. Agama Hindu tidak mentabukan umatnya berpolitik sepanjang berpolitik itu dilakukan diatas landasan prinsip politik yang benar dan luhur itu.

Berpolitik Menurut Ajaran Hindu.
                                                                                      
Hidup bersama apa lagi dalam suatu  wadah Negara tidak mungkin hidup bersama tanpa   tanpa politik.Politik menurut arti katanya adalah suatu kebijakan dalam menata keseim bangan hidup bersama. Keseimbangan tersebut dalam artian yang seluas-luasnya.Kalau keseimbangan tersebut dapat diwujudkan maka proses politik akan sangat manjur untuk memanagement konflik sehingga konflik dapatdiajdikan media menegakan kebenaran.  Dalam kehidupan berpolitik ada dua proses  yang selalu saling terkait. Dua proses poliik itu adalah Hegemoni dan Dominasi. Hegemoni artinya hidup ini adalah suatu proses saling pengaruh memperngaruhi. Sedangkan Dominasi adalah dalam proses saling mem pengaruhi itu akan memunculkan suatu kekuasaan dalam hidup bersama itu .Kekuasaan itu ada yang dalam wujud perorangan,ada juga dalam wujud kelompok.Ada juga kekuasaan itu dalam wujud idiologi atau suatu paham tertentu.Politik dalam artian  murninya (pure ) adalah sangat luhur tidak kotor dan netral.Sangat tergantung pada pelaku-pelaku politik. Politk itu adalah alat bukan tujuan untuk mewujudkan cita-cita hidup mencapai kebahagiaan. Dalam ajaran Hindu ada  Nitisastra yang mengandung muatan ilmu politik.Kata Niti dalam bahasa Sansekerta artinya kebijaksanaan  atau politik. Dalam konsep Niti sastra, politik itu adalah alat untuk mewujudkan suatu kebijaksanaan dalam menata kehidupan bersama agar berbagai tujuan hidup bersama dapat terwujud. dengan  sebaik-baiknya.

Permasyalahan Kehidupan Politik.

Antara idialisme politik dan realita  politik dari jaman kejaman menjadi semakin tidak bertemu bahkan semakin sulit untuk dipertemukan . Bahkan di dunia barat timbul pameo politik kotor Agama suci. Sesungguhnya politik dan Agama sama-sama suci.Cuma Agama kesuciannya berasal dari Sabda Tuhan dan politik berasal dari suara hati nurani dan ratio manusia. Hati Nurani pada hakekatnya adalah suara Atman. Timbulnya kesenjangan antara idialisme politik dan realita politik karena semakin banyaknya para pelaku politik tidak menggunakan hati nurani dalam kehidupan berpolitik. Upaya yang harus dilakukan  adalah meluruskan kembali pengertian politik agar mejadi suatu  media membangun suatu kebijaksanaan untuk mewujudkan cita-cita hidup bersama yang  harmonis, dinamis dan produktif.Agama jangan dibuat berdikotomi dengan politik. .Agama dan politik harus diposisikan bersinergi sehingga dapat saling memperkuat fungsi masing-masing..Akibat dari Agama dan Politik diposisikan berdikotomi itulah timbul  penyalah gunaan politik dan Agama dalam menangani berbagai persoalan hidup bersama dalam suatu kehidupan berbangsa  dalam suatu wadah Negara.Kalau Agama dan politik dibangun secara bersama-sama dan diposisikan sesuai dengan prinsip Agama dan Politik maka Agama dan politik akan sama-sama memberikan kekuatannya.Dengan demikian politik akan mendukung fungsi politik dan politikpun akan mendukung fungsi Agama membangun masyarkat yang Jagat Hita.                                                               
Pengabdian Adalah Prinsip  Berpolitik.

Solusi dari permasyalah tersebut diatas adalah dengan  meletakan kehidupan berpolitik pada prinsip-prinsip berpolitik yang sesuai dengan norma-norma berpolitk yang benar. Salah satu prinsip berpolitik adalah menjadikan Agama sebagai landasan moral, mental  dan etika berpolitik. Mahatma Gandhi menyatakan bahwa :,politik tanpa prinsip  akan menimbulkan "dosa sosial". Ada dua aspek kegiatan berpolitik yaitu hegemoni  dan dominasi .Mencari pengaruh dan mencari kekuasaan .Mempengaruhi orang lain untuk diajak melakukan suatu yang baik dan luhur untuk kepentingan bersama adalah suatu perbuatan yang sangat mulia.Seorang guru memepengaruhi  muridnya agar mau belajar dengan baik,adalah  sesuatu yang sangat mulia.Demikian juga seorang pemuka agama  mepengaruhi umatnya yang seagama agar makin tumbuh niatnya melaksanakan ajaran agama yang dianutnya serta menghormati umat yang berbeda agama adalah suatu yang mulia juga.

Jadi hakikat mempengaruhi itu adalah untuk suatau pengabdian pada sesama hidup. Namun dalam praktiknya ada suatu proses mempengaruhi yang dilakukan untuk tujuan-tujuan sempit dan untuk kepentingan yang bertentangan dengan dharma.Hal inilah yang dimaksudkan dengan politik yang kehilangan prinsip. Sebab, bukan diabdikan untuk mengembangkan kebenaran dan kepentingan bersama yang sesuai dengan Dharma. .Demikian juga kekuasaan amat diperlukan untuk mengkoordinasikan dan mengakomodasikan berbagai potensi agar semua pihak dapat teratur serta berperan sesuai dengan fungsi dan profesinya untuk menyukseskan terwujudnya kepentingan bersama .Kekuasaan adalah untuk menegakan dan mengamankan agar tujuan bersama yang mulia itu dapat dicapai dengan aman.Demikian juga tiap fungsi dan profesi dapat berperan dengan baik menunjang tujuan bersama itu. Dapat dibayangkan betapa kacaunya kehidupan bersama dalam suatu negara kalau tidak ada penguasa.Cuma penguasa itu berkuasa bukan untuk kekuasaan itu sendiri. Penguasa berkuasa untuk mengabdi pada yang di kuasai,berdasarkan dharma atau kebenaran. seorang guru wajib menguasai kelasnya agar proses belajar -mengajar dapat berlangsung dengan baik sesuai dengan yang di rancangkan. Kalau proses belajar mengajar itu dapat dilakukan dengan baik maka siswa yang belajar itu dapat menyerap pelajaran dengan baik. Seorang istri wajib menguasai suaminya agar dapat menjadi suami yang baik berdasarkan normanya .Demikian juga sebaliknya, seorang suami wajib menguasai istrinya.agar istrinya itu menjadi iostri  idaman yang mulia sesuai dengan  norma seorang istri yang idial. Cuma kekuasaan itu harus dijalankan  sesuai norma-norma yang berlaku.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak pihak yang menjalankan kekuasaan tanpa landasan norma-norma  yang berlaku, bahkan kekuasaan berada di atas norma. Bahkan dalam suatu negara ada penguasa melaksanakan kekuasaannya tidak berdasarkan hukum yang berlaku dalam negara tersebut.Kekuasaan yang dijalankan bertentangan dengan hukum itulah yang akan menimbulkan dosa sosial.

Pada zaman kerajan nilai-nilai agama yang tercantum dalam kitab suci itulah yang dijadikan dasar moral dan etika  untuk mengembangkan proses mencari pengaruh dan melaksanakan kekuasaan. Mengapa pada zaman kerajaan terjadi juga penyimpangan dalam kehidupan berpolitik,karena kurang tangguhnya pelaku politik dalam menghadapi godaan hidup yamg berasal dari dirinya maupun dari luar dirinya. Menurut Manawa Dharmasastra VII.17 menyatakan bahwa : Hukum adalah suami bagi Raja. Ini arinya Raja harus menjalankan kekuasaanya berdasarkan hukum  atau dalam kitab Manawa Dharmasastra tersebut disebut Dharma.Menurut Resi Kautiliya, seorang raja, meskipun berilmu tinggi dan sakti, kalau tidak mampu menguasai indrianya akan segera binasa.Inilah yang tampaknya yang sering diabaikan.Hidup sebagai seorang berpengaruh dan berkuasa adalah hidup yang rentang godaan. Godaan pengaruh dan  kekuasaan harus diwaspadai sunguh-sunguh.Pengaruh dan kekuasaan dapat membesar ego .Ego adalah akumulasi gejolak indria yang akan membawa orang pada kegelapan hati nurani.Dari sinilah awal terjadinya seorang politisi yang telah berhasil  mendapat pengaruh dan kekuasaan,akan kehilangan prinsip berpolitik untuk mengabdi pada Tuhan dan sesama manusia.Mengapa Pandawa memperoleh kemenangan lahir batin dalam hidupnya sedangkan Korawa terpuruk dalam kekalahan lahir batin dalam hidupnya  Pada hal keduanya menganut agama,mempelajari  weda dan berbakti kepada Tuhan.Swami Satya Narayana mengatakan, karena bagi Pandawa pertama-tama yang paling utama dilakukan adalah berbakti dan mengabdi pada Tuhan,kedua mengabdi pada sesama hidup ciptaan Tuhan, setelah itu barulah untuk dirinya. sedangkan bagi Korawa pertama-tama untuk kepentingan dirinya yang didahulukan, kemudian barulah kepentingan orang lain. Kadang-kadang saja ia berbakti kepadaTuhan. Itu pun kalau dalam keadaan susah baru ingat kepada Tuhan. .Kalaupun berbakti kepada Tuhan untuk menyampaikan permohonan hal-hal yang bersifat duniawi. permohonan yang demikian itulah disebut dalam Kekawin suta soma, memperkosa kehendak Tuhan.Tuhanpun akan membalikkan permohonan itu dan orang yang demikian akan disiksa oleh rajah tamah-nya sendiri.

Kekuasaan Raja pada jaman Kerajaan yang Theokratis sesungguhnya yang paling baik.Mengapa demikian , karena Raja berkuasa untuk mengamalkan ajaran Agama yang diajarkan dalam kitab suci Weda. Dalam kitab Sastra Hindu pada kitab Kautilya Artha sastra di sebut Chakra wrtti Dharma Prawartaka: Artinya kekuasaan Raja hanya untuk mengamalkan dan menegakan  Dharma. Kalau Raja berbuat diluar Dharma Raja tersebut adalah Dosa. Orang yang boleh diangkat sebagai Raja adalah orang yang sudah pernah terbukti membahagiakan rakyat. Atau disebut sudah pernah melakukan Rajintah.

Ada politis yang dengan sengaja menjauhkan diri dari kegiatan rohani.Alasannya, agar ia tidak takut berbuat dosa dan nanti setelah pensiun barulah ia akan khusus menebus dosa.Dalam proses menegakkan prinsip berpolitik ada sementara pihak berpandangan medikotonomi agama dan politik. dengan pandangan politik kotor dan agama suci.Hakikat politik adalah luhur dan suci kalau dilakukan sesuai dengan prinsip berpolitik yaitu berbakti dan mengabdi kepada Tuhan, mengabdi pada sesama hidup dan dari kegiatan hidup untuk berbakti kepada Tuhan serta mengabdi pada sesama sesuai dengan swadharma masing-masing seseorang akan mendapatkan kehidupan.Demikian pulalah seyogianya seorang politis.Namun dalam praktiknya prinsip itu sering diballik.  Hal inilah yang dijadikan dasar untuk menyebutkan politik itu kotor.Pandangan ini yang terlalu pragmatis empiris. Pandangan politik kotor dapat menimbulkan pengaruh pisikologis yang negatif,seolah-olah orang politik syah-syah saja berbuat kotor. Karena itu pandangan tentang berpolitik harus dikembalikan pada filosofisnya yaitu pengabdian pada kebenaran dan rakyat.Kalau berpolitik dilakukan sesuai dengan norma-norma berpolitik yang ideal untuk tetap berbakti kepada Tuhan  dan mengabdi pada sesama berdasarkan dharma maka citra pada politisi pun akan menjadi baik.Gejolak dalam dinamika politik pun akan makin teratasi.

Berpolitik Dengan Hati Nurani

Politik akan menjadi alat pengabdian bagi para politisi apa bila para politisi itu menyucikan hati nuraninya dengan melakukan kegiatan Agama.Atau dengan kata lain politisi itu adalah seorang yang religius. Politisi yang rligius itulah yang akan berpolitik dengan  hati nurani yang suci.

Kehidupan beragama dan kehiduoan sehari-hari sering dipisahkan dengan tegas.Sepertinya berdagang,berpolitik,berorganisasi,kerja dikantor pemerintah ataupun swasta tidak ada hubunganya dengan Agama.Beragama itu seolah-olah saat sembahyang atau ada upacara agama ataupun merayakan  hari besar agama .Demikian juga pemilu yang diadakan setiap lima tahun di Indonesia dewasa ini sepertinya kurang dikaitkan dengan agama.Lebih-lebih saat kampanye sebagai salah satu tahapan pemilu,norma-norma agama seperti tidak diperhatikan.Ajaran Karmapala,Tri Kaya Parisudha,Yama,Niyama Tatwamasi, Asta Brata dan lain-lainnya itu sepertinya hanya perlu didengarkan saat ada ceramah agama.Setelah itu tidak perlu dihiraukan lagi.

Hal ini karena adanya  paradigma " beragama itu suci dan berpolitik itu kotor." Prilaku kotor dalam berpolitik  seolah sah-sah saja.Sesunguhnya prilaku kotor dalam bidang apa saja tidak dibenarkan. Apalagi dalam bidang politik yang paling menentukan nasib bangsa. Kebencin,dendam,kebohongan,fitnah dan sejenisnya itu harus dihindari dalam kegiatan berpolitik .Mempengaruhi rakyat, mencari kekuasaan hal itu sah-sah  saja dalam kehidupan berpolitik dan memang itulah wujud empiris dari kegiatan politik .Karena kedua hal itu memang merupakan ciri utama dalam kegiatan  berpolitik.Yang harus diperhatikan adalah hakikat mencari pengaruh dan kekuasaan itu jangan dilupakan.Hakikat mencari pengaruh adalah untuk mewujudkan suatu kondisi masyarakat agar diajak  bersatu dan bekerja sama dalam menegakkan kebenaran dan keadilan demi kepentingan bersama mewujutkan rasa aman dan sejahtera (raksanam dhanam).. Demikian juga hakikat mencari kekuasaan sebagai ciri kedua kegiatan berpolitik bukan untuk memenuhi kepentingan individu dan kelompok yang sempit.Tujuan berkuasa adalah untuk mengapdi pada yang dikuasai .Pada zaman kerajaan agamalah yang dijadikan landasan berpijak dalam melaksanakan kekuasaan. sedangkan zaman demokrasi kehendak rakyatlah yang dijadikan landasan untuk menyelenggarakan kekuasaan.Timbulnya penyimpangan pada zaman kerajaan karena banyak raja lupa akan ajaran agama sebagai pegangan untuk menyeleng garakan kekuasaan. Sedangkan pada zaman demokrasi sering hukum yang dibuat oleh rakyat diabaikan.

Kekuasaan semestinya dijadikan berdasarkan hukum. Namun dalam kenyataan hukum itu dilaksanakan atas kehendak penguasa.Kalau hukum itu  menguntungkan penguasa maka hukum  ditegakkan .kalau dianggap tidak menguntungkan penguasa,diabaikan. karena itu dalam zaman apa saja kalau nilai-nilai Agama dilupakan dalam kehidupan berpolitik maka politik itu akan menjadi kotor.karena itu agama harus selalu menyertai kehidupan berpolitik agar politik kembali dapat mengabdi pada kepentingan masyarakatluas.Agama harus selalu dibeerikan porsi yang besar untuk dapat memberikan kontribusi yang tepat dalam kehidupan berpolitik.berpolitik harus dengan hati nurani.Kesucian hati nurani para politisi harus dijaga oleh nilai-nilai morar agama.

Para politis harus berpolitik dengan hati nurani.. Para politis harus orang yang aktif dalam menjalankan agama yang dianutnya.Jangan sengaja pimpinan politik merekrut ahli-ahli berkelahi untuk menjadi pengawal kegiatan berpolitik .Lebih-lebih jika para ahli berkelahi itu bertangan gatal dengan hati yang garang.Hal ini menyebabkan pemilu sebagai salah satu bentuk kegiatan politik  untuk mewujutkan  demokrasi,selalu diwarnai dengan kekerasan.Dalam  suasana kekerasan itu tentunya rakyat tidak bebas menyalurkan aspirasinya sesuai dengan suara hati nuraninya.Kampanye partai politik sesungguhnya suatu proses mencari pengaruh untuk bersaing merebut hati  rakyat.Bersaing itu bukanlah untuk saling  membunuh atau arena untuk balas dendam.
                                                                   
Bersaing adalah suatu proses untuk meningkatkan kualitas.Kualitas  yang tinggi itulah yang harus ditampilkan di hadapan rakyar.Pusatkan segala potensi untuk mewujudkan kualitas yang tinggi.Janganlah ada potensi yang di arahkan untuk  meredahkan kualitas yang lain. .Jangan membuang energi untuk menghantam lawan  bersaing .Hal ini kurang disadari oleh para politisi di indonesia.Dalam debat capres saja ada capres yang menghantam pribadi lawan debatnya. Sehingga debat itu berubah menjadi arena pertengkaran capres.

Persaingan politik  haruslah merupakan persaingan dalam merebut hati rakyat. para politik itu hendaknya menunjukkan kepintaran merumuskan masalah yang terjadi dalam masyarakat. Perumusan  masalah  tersebut dilanjutkan dengan memilih landasan teori yang tepat, yang akan dipergunakan untuk memecahkan masalah tersebut.Dari landasan teori itu dilahirkan solusi-solusi pemecahan masalah ,dilanjutkan  dengan menawarkan progam-progam yang prakmatis  untuk dilaksanakan  seandainya menang  dalam pemilu .Masyarakat  jangan dikerubuti dengan bendera,spanduk secara berlebihan dengan mengabaikan faktor keindahan,keamanan dan kenyamanan.Akan lebih baik  jika dana atribut itu sebagaian dijadikan bantuan  untuk menyukseskan  progam-progam  rakyat yang lebih bermanfaat untuk  mengentaskan kemiskinan ekonomi dan  kemiskinan moral.

Agama harus diberikan porsi yang jelas dan terprogram untuk menjarga agar prilaku para politis dari parpol bersangkutan memiliki hati nurani  dalam melakukan politik praktis. parpol haruslah mengadakan seleksi yang tepat  pada kader-kadernya yang akan  terjun ke masyarakat.  Dalam  seleksi itu nilai-nilai moral agama haruslah dijadikan unsur yang sangat penting dalam menentukan seleksi  tersebut.Parpol haruslah memiliki  program pembinaan  rohani yang jelas dan berkesinambungan untuk kader-kadernya.Sementara ini  ada parpol yang memiliki Biro Kerohanian dalam susunan pengurusanya .Namun kurang diberikan peran  untuk membangun  keluhuran moral dan daya tahan mental pada kader parpol tersebut.

Biro Kerohanian tersebut hanya formalitas semata. Kiprahnya sangat insidental dan hanya
untuk basa-basi saja.Membina kader yang miilitan  dan bermoral tingi menguasai visi politik
yang benar kurang diperhatikan.Berpolitik hanya bersifat hura-hura untuk mencarikan kedudukan para  kadernya agar dapat hidup mapan. Selama mereka mempunyai kedudukan  dan hidup mapan, akan setia pada parpol bersangkutan Begitu mereka tidak  mempunyai kedudukan merekapun loncat dengan alasan aspirasinya tidak tertampung oleh parpol bersangkutan. Karena perhatian parpol mengejar kedudukan semata, membentuk kader yang militan  kurang  mendapat perhatian.Karena itu parpol sangat miskin kader permanen yang bermoral luhur dan bermental tangguh menghadapi godaan hidup berpolitik.

Partai Politik Hindu.

Mengenai lembaga untuk mengamalkan idialisme dan konsepsi berpolitik menurut perspektif Hindu memang perlu diwacanakan lebih luas.Apa lagi menyangkut masyalah penanganan konflik.Dapatkan melalui Partai yang bernuansa Hindu untuk memanagement konflik sehingga akibat negatif yang ditimbulkabn oleh konflik itu dapat dicegah . Apakah umat Hindu di Indonesia sudah membutuhkan sebuah Partai Politik  Hindu untuk mengamalkan idialisme dan konsepsi politik yang  bernuansa Hinduisme. Dalam kondisi umat Hindu sebagai golongan yang minoritas di Indonesia  nampaknya  membangun Partai Politik Hindu belum begitu mendesak. Yang saya maksud dengan minoritas dalam artian kwantitas umat bukan dalam artian kwalitas ajaranya.Akan lebih baik umat Hindu yang terjun dalam bidang politik dibekali pengetahuan politik Hindu yang  baik dan memadai untuk dijadikan bekal dalam kiprahnya  sebagai politisi.. Dengan bekal pemahaman  ilmu politik menurut perspektif Hindu itu  para politisi Hindu akan dapat memberikan kontribusi positif dalam dinamika perpolitikan Nasional maupun regional.

Umat Hindu dalam menerapkan  idialisme politik Hindu itu  dapat dilakukan dalam partai politik yang menjadi pilihanya. Tentunya idialisme politik Hindu yang dapat diterapkan dalam Partai politik pilihanya  adalah aspek universal dari idialisme politik Hindu tersebut. Umat Hindu dalam melakukan kegiatan berpolitik dipartai pilihanya menjadi ajaran Hindu sebagai landasan moral,mental dan etika berpolitik..Dengan demikian kader-kader politik suatu partai yang bergama Hindu dapat menampilkan diri sebagai kader politik yang berkwalitas.Tidak gila jabatan,tidak mudah frustasi,tidak rakus,tidak suka mengadu domba.tidak menghalalkan semua cara mencapai tujuan politik dan tidak sombong.Disamping itu politisi Hindu harus mampu mendaya gunakan ajaran Hindu untuk menyerap, merumuskan dan menyelesaikan berbagai persoalan  yang dihadapi oleh-rakyat.Dalam bentuk lembaga keumatan Hindu seperti LSM,kelompok spiritual  maupun ormas Hindu baik yang tradisional maupun yang modern sebaiknya  jangan menjadi  onderbaw suatu partai politik.Lebih-lebih Parisada Hindu Dharma janganlah menjadi onderbaw suatu partai politik. Ini bukan berarti Lembaga-Lembaga Hindu  tersebut  anti partai politik. Lembaga-lembaga Hindu dapat saja bekerja sama dalam kesetaraan dengan berbagai partai politik dalam rangka meningkatkan peran masing-masing dalam pengabdiannya dengan kepentingan rakyat banyak.Independensi bukan berarti tidak boleh berhubungan dengan siapa saja..Sepanjang  untuk menegakan fungsi masing-masing dalam kesetaraan Lembaga-lembaga keumatan Hindu dapat saja bekerja sama dalam kesetaraan untuk kepentingan rakyat.Dalam kerjasama itu Lembaga-lembaga keumatan Hindu itu tidak membeda-bedakan partai politik. Kerja sama itu dapat saja dilakukan dengan partai politik manapun sepanjang kerja sama tersebut untuk menegakan fungsi masing-masing  tidak menghilangkan independensi untuk mengabdi pada masyarakat yang menderita.Meskipun demikian bukan berarti kalau ada umat yang memiliki gagasan untuk membentuk Partai Hindu harus dimusuhi.Setiap orang tentunya dijamin kemedekaanya untuk memunculkan ide-ide yang diyakininya sangat mulia.Namun demikian diharapkan setiap gagasan sebaiknya di kaji secara mendalam berbagai aspeknya.Mengkajinya itu mungkin dengan sistim Management SWOT seperti yang lazim berlaku dewasa ini.Janganlah ada yang mentabukan orang untuk memunculkan gagasan-gagasan yang dianggapnya baik dan mulia.

Hakekat Politik Tidaklah Kotor.

Slogan Politik Kotor Agama Suci  perlu dicermati dengan hati-hati.Slogan tersebut kemungkinan berasal dari pemikiran barat.Slogan tersebut dapat menimbulkan akibat pisikologis yang negatif bagi para politis.Karena politik itu di sebut kotor maka seolah-olah sah-sah saja bagi para politisi untuk berbuat kotor.Memang kenyataannya banyak politisi yang menghalalkan segala cara  untuk mencari tujuan pribadi yang sempit,yang di anggap sebagai tujuan politik. Politik dan agama sesunguhnya sama-sama suci namun kadar dan sumbernya berbeda.

Politik adalah hasil upaya manusia mewujudkan kebijaksanaan menata kehidupan bersama agar  semua unsur dan potensi dapat berperan sesuai dengan  kemampuannya untuk mengabdi  menciptakan kehidupan  yang aman, damai dan sejahtera.Sedangkan agama berasal dari sabda Tuhan yang supra empiris. Jadinya hakikat politik sangat mulia untuk mengabdi pada rakyat demi kepentingan  bersama. Jadinya tujuan berpolitik adalah untuk mengabdi pada mereka yang menderita dan mewujudkan kepentingan bersama  mencapai hidup bahagia..Kalau kenyataannya  ada politis melakukan kegiatan berpolitik untuk mencapai  tujuan pribadi  yang sempit, misalnya mendapatkan  kedudukan agar dapat  hidup berfoya-foya menikmati fasilitas kedudukan dengan menggunakan uang rakyat.Hal itu bukanlah prinsip politik. Hal itu adalah penyelewengan dari  prinsip politik yang benar.Berpolitik adalah kegiatan  untuk mendaya gunakan lembaga-lembaga politik sebagai  wadah  untuk menyerap dan merumuskan aspirasi  rakyat untuk diperjuangkan dalam kehidupan bersama. Perjuangan itu menjadi kebijaksanaan  bersama dalam rangkai mencapai tujuan bersama  mewujudkan kehidupan yang sejahtra lahir batin.

Untuk mewujudkan   kebijak sanaan  bersama itu agar menjadi kenyataan dibutuhkan  orang yang diberikan  kekuasaan  untuk memimpin agar kebijaksanaan  tersebut  menjadi kenyataan  yaitu  mewujudkan keamanan, kedamaian dan kesejahteraan  bersama. Berpolitik  adalah mewujutkan norma-norma untuk memunculkan  kekuasaan dan penguasa yang dikehendaki bersama. Lembaga-lembaga politik seperti partai politik bukanlah lembaga untuk memperjuangkan  kepentingan  pribadi dan golongan yang sempit Karena itu seorang politisi adalah seorang pengabdi.. Politisi hendaknya sebagai profesi pengabdian kepada rakyat dan kebenaran. .Dalam pandangan Hidup pengabdian melalui profesi  sebagai politisi dapat digolongkan sebagai Ksatria Varna.Dalam  Manawa Dharmasastra 1,89 disebutkan kewajiban pokok politisi tersebut adalah untuk  menciptakan rasa aman dan sejahtera bagi masyarakat (Prajanam Raksanam Danam). Kewajiban itulah  yang  ditugaskan oleh Tuhan kepada para politisi (Kasatria). Karena demikian mulianya kewajiban seorang politisi maka Manawa Dharmasastra menekankan  agar seorang politis juga mempelajari  kitab suci dengan baik, dan  mengendalikan hawa nafsunya, termasuk melangsungkan upacara keagamaan yang bernilai spiritual.. Pada hakikatnya  seorang politisi juga seorang negarawan .Politisi berpolitik  bukan mementingkan diri dan  golongannya namun demi kepentingan negara dan kebenaran (Dahrma). Jadinya partai politik hanyalah wadah untuk  menjaring aspirasi, merumuskan dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Rumusan aspirasi tersebut diwujudkan menjadi program yang praktis  sampai dapat dinikmati oleh rakyat. Kalau dari  pengabdian tersebut politisi mendapat imbalan  berupa penghormatan, jabatan ,fasilitas dan lain-lainnya itu saya kira wajar wajar saja..Namun jangan lah itu dijadikan motivasi berpolitik.Kalau kedudukan pribadi tersebut dijadikan  dasar berpolitik,hal itulah yang patut digolongkan perilaku politik yang menyimpang dari prinsip politik yang benar.Karena perilaku politik yang menyimpang itulah menyebabkan banyak pihak berpendapat politik itu  kotor.

Sesungguhnya perbuatan kotor dapat dilakukan diberbagai bidang.Dalam bidang agama pun banyak orang  melakukan perbuatan kotor.Namun tidaklah berarti agamanya yang disebut kotor.Manusianya yang berpolitik atau  beragama itulah yang kotor.karena itu parapolitis wajib mengembalikan citra politik itu agar kembali citranya mulia.

Agar politik kembali mulia para politisi haruslah menjadikan moral agama sebagai landasan berpolitik.Janganlah agama dan politik dipisahkan  dan dipertentangkan. Namun posisi dan fungsi antar agama dan politik itulah yang harus didudukkan pada posisi dan fungsi yang tepat dan benar. Agama menjaga politik dengan moral yang luhur dan mental yang tanguh.Sedangkan  politik sebagai pengawal agama agar jangan agama diselewengkan untuk kepentingan yang sempit.Membangun agama demi bangsa dan membangun bangsa untuk melindungi agama. Nilai-nilai agama akan menjadi kekuatan untuk meluhurkan moral dan  mental bangsa. Negara dan bangsa yang kuta akan da[pat menjamin kebebasan umat beragama  untuk melakukan ajaran Agama sesuai dengan pilihanya.

Bangsa yang kuat akan memberikan pengayaoman pada kehidupan beragam yang baik. Motif pribadi yang sempit sebagai dasar berpolitik, kalau gagal akan  menimbulkan kekecewaan. Kalau berhasil mencapai kedudukan  akan timbul kecongkakan dan penyalah gunaan  wewenang.Jabatan dan wewenang yang diperoleh bukan untuk mengabdi  pada mereka yang menderita,namun untuk menimbulkan kekayaan demi kepentingan diri dan keluarga..Iulah penyelewengan  politik yang menimbulkan dosa sosial. Mahatma Gandhi adalah contoh pemimpin perjuangan politik yang sangat mulia. Mahatma Gandhi  berjuang  melawan penjajah inggris menggunakan landasan  Satya Graha,Ahimsa dan Swadesi sebagai filosofi perjuangannya.Atas landasan  filosofi tersebut Mahatma Gandhi mendapat dukungan  dari seluruh rakyat india.Setelah perjuangannya berhasil justru Mahatma Gandhi tidak mau memgang  jabatan  empuk dikursi kekuasaan.. Yang diperjuangkan justru  Nehru,seorang Pandita Hindu menjadi Perdana Mentri pertama India. Radha Krisna seorang suci akhli  Darsana (Filsafat Hindu ) yang sangat terkenal dijadikan Presiden pertama India. Auro Bindo yang dijadikan ketua Parlemen India pertama .Auro Bindo juga seorang Resi..Jdinya mahatma Gandhi adalah seorang politisi,negarawan dan rokhaniawan Hindu yang komplit..Karena perjuanganya itu Mahatma Gandhi sampai mencapai keadaan hidup tanpa nafas. Artiny meskipun Mahatma Gandhi sudah tidak bernapas lagi,apa ayang pernah beliau lakaukan itu menjadi teladan dan sumber inspirasi dari jutaan manusia di dunia.Pikiran,ucapan dan tindakanya benar-benar memberikan penerangan  jiwa pada banyak manusia dan para  pemimpin  di dunia ini.

Satya Graha adalah salah satu Wrata dari Mahatma Gandhi  yang artinya suatu sikap yang berpegang teguh pada kebenaran Weda..Ahimsa adalah Wrata  berikutnya yang artinya Mahatma Gandhi pantang menggunakan cara-cara kekerasan  atau kasar dalam memperjuangkan cita-citanya..Wrata berikutnya adlah Swadesi artinya suatu sikap hidup mandiri tidak tergantung pada pihak lain.Dari tiga belas Wrata yang dijadikan pegangan  dalam perjuangan oleh Mahatma Gnadhi. Tiga dasar perjuangan itulah yang menyebabkan penjajah Inggris menjadi takluk dan menjadikan India merdeka dari penjajahan.

Dalam  Itihasa dan Purana banyak  juga tokoh-tokoh politik yang juga seorang Negarawan yang dapat dijadikan contoh dalam mengembangkan paradigma politik Hindu. Dalam Sastra Weda kita mengenal Ilmu Arthasastra atau Nitisastra sebagai Ilmu yang mengandung muatan ilmu politik .Karena dalam   kitab Sastra Weda tersebut ada konsep untuk membangun suatu kehidupan bernegara yang sejahtra..Seperti adanya kewajiban untuk mengamalkan ajaran Catur Widya atau empat Ilmu untum membangun Negara sejahtra. Catur Widya itu adalah Anwiksaki = Ilmu Idiologi..Weda Trayi  = ilmu  untuk membangun moral yang luhur. Wartta =ilmu untuk membangun kesejahtraan ekonomi dan Dandha Niti  =ilmu management.

Demikian juga dalam Ilmu Nitisastra dikenal adanya konsep pemukiman yang idial .Agar pemukiman itu menjadi wadah kehidupan yang kondusive membangun kehiduapn yang sejahtra lahir batin..Dalam kitab Kautilya Athasastra dan juga Manawa Dharmasastra  terdapat bagaiamana  membangun suatu negara dengan unsur-unsurnya yang lengkap.Hal ini agar kehiduopan politik disuatu negara dapat memberi kontribusi  untuk  membangun  stabilitas hidup  dalam artian yang luas. Dengan mengikuti ajaran Nitisastra ini dalam melakukan kegiatan berpolitik maka politik itu tidaklah kotor.

Hubungan Agama Dan Negara.

Sumber ajaran  Agama Hindu adalah kitab suci Veda. Kitab suci Veda  adalah Sabda Tuhan sering juga disebut Apuruseya  Sabda. Apuruseya Sabda artinya bukan ucapan manusia. Isi kitab suci Veda adalah “Sanatana Dharma “ artinya kebenaran yang kekal abadi.Swami Siwananda menyatakan bahwa isi Veda yang kekal abadi itu penerapannya selalu “Nutana “ artinya selalu dapat diperbaharui sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan jaman.Syair-syair kitab suci Veda disebut Mantra sedangkan tafsir Veda yang disebut kitab Sastra Veda syairnya disebut Sloka.

Mantra-Mantra Veda itu sebagai Sabda Tuhan dinyatakan dalam Mantra Atharvaveda X.7.20.,Mantra Yajurveda XXXI,7. Kitab suci Veda sebagai Sabda Tuhan dinyatakan pula dalam kitab suci Bhagawad Gita XV.15 dan Manawa Dharmasastra I.23.Karena itulah tidak benar di dunia ini ada Agama langit dan agama bumi dan Agama Hindu selalu digolongkan Agama bumi.Penggolongan itu sama sekali tidak berdasar.

Kebenaran Veda yang kekal abadi itu agar selalu dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan jaman maka penerapanya agar sukses (Dharma Sidhyartha) harus terus diperbaharui (Nutana Dharma).Karena itu Agama Hindu dalam pengamalanya ada aspek yang tidak boleh dirubah dan ada aspek yang dapat dirubah. Karena itu penerapan Agama Hindu agar sukses, Manawa Dharmasastra VII.10 menunjukan lima pedoman untuk dijadikan dasar pertimbangan menerapkan ajaran Agama Hindu. Lima pedoman sebagai dasar bertimbangan menerapkan ajaran Hindu itu adalah : Iksha,Sakti,Desa, Kala danTattwa. Maksudnya Agama Hindu itu boleh disesuaikan dengan cita-cita hidup seseorang atau masyarakat (Iksha).disesuaikan dengan kemampuan umatnya (Sakti),disesuaikan dengan keadaan setempat (Desa) dan disesuaikan dengan waktu dan jaman (Kala).Namun demikian tidak boleh bertentangan dengan kebenaran yang hakiki dari Veda (Tattwa). Jadinya Tattwa inilah yang harus kekal abadi. Inilah menyebabkan Agama Hindu bentuk luarnya dimana-mana berbeda-beda.Namun intinya pasti sama dan universal.Inilah yang sekarang disebut berpikir universal bertindak lokal.

Prof DR.S.Radhakrishnan akhli ilmu filsafat dan Presiden India pertama menyatakan Hindu itu bukan semata-mata  “The Hindu Religion” tetapi intinya adalah “The Hindu Way Of Life “.Pernyataan S.Radhakrishnan ini dikutip oleh Sri Swami Siwananda dalam bukunya All About Hinduisme. Maksudnya pernyataan Radhakrishnan ini adalah Hindu itu bukanlah semata-mata Agama sebagia ajaran rokhani untuk mencapai Tuhan yang bersifat Supra Empiris.Tetapi ajaran Hindu itu adalah merupakan tuntunan hidup yang universal yang menuntun umat manusia menapak kehidupanya di dunia ini sampai di dunia yang lain. Karena itu Sri Swami Siwananda juga menyatkan bahwa kitab Catur  Veda memuat 20389 Mantra atau syair suci. Seluruh Mantra Veda itu mengandung empat kelompok untuk menuntun empat tahapan hidup yaitu:
          1.Mantra Samhita: memuat  tuntunan hidup Brahmacari (tahapan hidup berguru)
          2.Brahmana    : memuat tuntun hidup Grhastha (tahapan hidup berumah tangga)
          3.Aranyaka     :memuat tuntunan hidup Wanaprastha (tahapan hidup saat pensiun)
          4.Upanishad :memuat tuntunan hidup Sanyasin (tahapan hidup untuk meninggal
             kan kehidupan di dunia ini menuju dunia yang lain.

Untuk menata tuntunan hidup tersebut manusia harus berkerja sama satu sama lainya.Kerjasama itu pada awalnya dalam bentuk yang sederhana sampai terbentuknya Negara dalam bentuk Kerajaan.Untuk menata hidup bersama itu Tuhan menciptakan manusia unggul yang memiliki sifat-sifat Dewata dan melebihi dari sifat-sifat manusia yang dipimpinnya.Inilah yang disebut Raja dalam kitab Manawa Dharmasastra VII dalam beberapa Sloka (syairnya). Raja dalam bahasa Sansekerta berasal dari kata Raj artinya memimpin pengamalan ajaransuci Veda dalam masyarakat Kerajaan.Karena Raja itu manusia tentunya disamping memiliki kelebihan ada juga kekuranganya. Untuk memelihara kelebihanya itu dan menekan kekuaranganya Tuhan menurunkan Putranya yang disebut Dharma sebagai pegangan Raja dalam menjalankan kewajibanya memimpin pengamalan  Veda.Dalam Manawa Dharmasastra.VII.14  menyatakan :
Demi untuk itu Tuhan menciptakan Putranya Dharma,pelindung semua makhluk, penjelmaanya dalam bentuk Undang-undang (hukum).Inilah wujud kemuliaan dari Tuhan.
Dalam Sloka berikutnya yaitu Manawa Dharmasastra VII,17 dinyatakan bahwa :
Undang-Undang (hukum) itu adalah suami bagi Raja yang mengatur berbagai hal dari penguasa.Dan itu disebut kepastian bagi keempat tingkatan hidup yang tunduk kepada undang-undang.

Selanjutnya dalam Manawa Dharmasastra VII,18 dinyatakan tentang kedudukan hukum dalam kehidupan bersama dalam Kerajaan sbb:
Hukum itu sendiri yang memerintah (menggerakan) semua makhluk.hukum itu sendiri yang melindungi mereka,hukum yang berjaga selagi orang tidur.Orang-orang bijaksana menyamakanya (hukum) itu dengan Dharma.

Memperhatikan beberapa pernyataan kitab suci Manawa Dharmasastra itu bahwa Agama Hindu sebagai Sabda Tuhan juga mengatur kehidupan umat manusia di dunia ini dari tahapan hidup Brahmacari Asrama yaitu tahapan hidup berguru sampai pada tahapan hidup mempersipakan diri untuk meninggalkan hidup di dunia Sekala (nyata) dan menuju kehidupan di dunia lain yaitu di dunia Niskala (dunia rokhani).

Untuk mensukseskan tujuan hidup pada setiap tahapan hidup dibutuhkan kerjasama dalam wujud Negara yang pada jaman dahulu disebut Kerajaan.Kehidupan bersama dalam Kerajaan itu dipimpin oleh seorang Raja.Raja dalam memimpin itu tidak boleh menuruti kehendaknya sendiri .Kekuasaan Raja dan aparat bawahanya dibatasi oleh Dharma atau undang-undang sebagaimana dinyatakan dalam Manawa Dharmasastra VII,Sloka 14 dan 17 tersebut. Hal ini menyatakan bahwa Agama Hindu tidak mengenal Negara kekuasaan tetapi Negara Hukum.Karena menurut kutipan Manawa Dharma sastra diatas bahwa Hukum itu suami bagi Raja. Ini artinya kedudukan hukum lebih tinggi dari Raja. Hukum itu adalah ciptaan Tuhan dan orang yang boleh menjadi Raja adalah orang yang memiliki sifat-sifat Kedewataan.Ini artinya Raja itu harus orang yang religius.Raja yang religius itu adalah  orang yang memiliki delapan sifat-sifat Dewa sebagai manifestasi Tuhan. Hal ini dinyatakan dalam Manawa Dharmasastra VII.7.Delapan sifat-sifat Dewa inilah dalam kitab Ramayana disebut Asta Brata.Dalam Asta Brata Ramayana Walmiki dan Ramayana Kekawin hal ini dijelaskan lebih  jelas dan rinci.

Jadinya menurut konsep Hindu ,Agama memberikan landasan moral dan etika untuk mengatur kehidupan manusia didalam kehidupan bersama dalam Negara agar umat manusia dapat mewujudan tujuan hidupnya dengan tertib dan benar.

Dalam sistim pemerintahan Kerajaan menurut ajaran Hindu Raja itu harus selalu didampingi oleh Pandita yang disebut Purohita.Puro hita ini bukan dibawah kekuasaan Raja. Raja juga bukan bawahan dari Purohita.Hal ini diuraikan secara panjang lebar dalam kitab Kautilya Arthasastra. Kesejajaran Raja dan Purohita sebagai Pandita istana nampak  dalam sistim pengangkatan seorang Raja dan Purohita. Kalau menobatkan Raja dilakukan oleh Pandita istana (Purohita) dengan suatu Upacara yang disebut Raja Suya.Jadinya Purohitalah yang menobatkan Raja. Sebaliknya pelantikan Purohita dilakukan oleh Raja. Raja melantik Purohita dengan suatu Upacara yang disebut Brhaspati Sawa.
Kesejajaran kedudukan Raja dan Purohita ini menggambarkan bahwa ajaran Hindu memandang membina kehidupan duniawi sejajar dengan membina kehidupan rokhani.Jadinya Agama menurut pandangan Hindu bukan mengurus hal-hal rokhani semata.Kehidupan  duniawi dan rokhani harus dibuat bersinergi.Raja dan Purohita itulah yang berkewajiban untuk mensinergikan dua kehidupan itu.Atasan Raja dan Purohita adalah Dharma (undang—undang).Dharma itu artinya sangat luas.Namun dalam hal ini Dharma itu artinya undang-undang yang bersumber dari Sabda Tuhan.

Jadinya menurut pandangan Hindu kehidupan bernegara dan beragama memang berbeda tetapi tidak terpisah. Namun perbedaan itu bukan perbedaan yang berdikotomi. Perbedaan itu adalah perbedaan yang komplementatif sinergis.Artinya perbedaan yang saling lengkap melengkapi dan saling memperkuat satu sama lainya.

Konsep Negara Menurut  Pandangan Hindu.

Negara dalam ajaran Hindu di sebut Rajya.Yang memimpin Rajya inilah disebut Raja. Menurut ketentuan Manawa Dharmasastra IX,294 suatu kehidupan bersama dapatdisebut Rajya atau Negara apa bila memiliki tujuh unsur yaitu : Swamin (Raja).Amatya (para Mentri), Puram (IbuKota),Rastra (wilayah),Kosa(perbendaharaan),Danda (angkatan
bersenjata) dan Suhrittatha ( Negara sahabat yang mengakui ).Namun dalam Manawa DharmasastraVII,157  unsur Negara itu ada lima yaitu  Amatya ( pemerintahan = semacam kabinet ),Rastra (wilayah),Artha (harta benda) juga berarti tujuan,Durgha (benteng) dan Dandakyah (angkatan bersenjata).Dalam kitab Kautilya Arthasastra konsep Negara itu harus memenuhi tujuh unsur yaitu :Swamin (Raja) ,Amatya ( pemerintahan), Janapada(wilayah dan penduduk),Durgha (benteng pertahanan) ,Kosa (perbendaharaan Negara).Bala (angkatan bersenjata) dan Mitra (Negara sahabat yang mengakui).
Unsur Negara inilah kemungkinan menjadi konsep Catur Bhuta Negara pada jaman Majapahit yaitu Prabhu (Raja),Praja (penduduk), Mandala (wilayah) dan Dharma Negara (tujuan Negara). Dalam beberapa contoh konsep Negara menurut Hindu tidak dimasukanya unsur Putohita.Ini artinya sistim kehidupan beragama tidak secara langsung berada dibawah sistim pemerintahan negara.Namun demikian sistim kehidupan beragama itu tidak berdikotomi dengan sistim pemerintahan Negara.Sistim beragma itu memberikan sinergi dan kontrol pada sistim pemerinthan Negara.Ini artinya sistim beragama itu hendaknya bukan subordinasi dari sistim pemerintahan Ngegara.Meskipun demikian bukan berarti sistim beragama berada diluar Negara. Sistim beragama itu menjadi sumber inspirasi dari kehidupan pemerintahan Negara.

Raja dalam ajaran Hindu disebut sebagai golongan Ksatria. Dalam ajaran Hindu dinyatakan Raja itu wajib berbuat untuk menciptakan rasa aman dan mengusahakan kesejahtraan bagi rakyatnya. Dalam Manawa Dharmasastra I,89 dinyatakan : Prajanam raksanam daanam. Artinya para Ksatria diwajibkan oleh Tuhan untuk memberikan rasa aman (Raksanam) dan terciptanya kesejahtraan (Daanam) bagi rakyatnya (Prajanam). Dalam Sloka tersebut dinyatakan pula Raja sebagai Ksatria untuk melakukan Upacara keagamaan,mendalami kitab suci dan mengendalikan hawa nafsunya. Jadinya secara Sekala Raja itu berbuat untuk mengusahakan rasa aman dan sejahtra bagi rakyatnya. Sedangkan secara Niskala Raja hendaknya melakukan Upacara keagamaan untuk mendoakan keselamatan rakyat ,membekali dirinya dengan pengetahuan suci dengan mendalami kitab suci dari Agama yang dianutnya.Dan yang sangat penting Raja memberikan contoh dalam hidupnya tidak hidup untuk menghumbar hawa nafsu.              
    
Konsep Negara Sekuler dan Negara Agama.

Istilah Negara Sekuler dan Negara Agama sepanjang pengetahuan saya tidak dikenal dalam pandangan Agama Hindu. Istilah Sekuler dan Sakral sering membuat kita terkecoh pada suatu  debat yang tidak tentu ujung pangkalnya. Istilah itu harus dibatasi pengertianya.Dalam kenyataanya Negara Sekuler itu adalah Negara yang tidak menjadikan ajaran suatu Agama tertentu sebagai dasar menata pemerintahan Negara. Sedangkan Negara Agama adalah Negara yang menjadikan ajaran Agama tertentu sebagai dasar Negara. Dinegara yang tidak menjadikan ajaran Agama tertentu sebagai dasar bernegara kehidupan beragama malahan ada yang baik dalam artian Agama mampu memberikan kontribusi yang positif pada prilaku  penduduknya baik yang duduk menjadi pejabat Negara maupun yang  menjadi pengusaha dan lain-lainya.Menurut  pandangan Agama Hindu kehidupan bernegara dalam artian oprasional hendaknya diciptakan manusia sendiri.Namun demikian ajaran Agama sebagai sabda Tuhan dapat dijadikan sumber inspirasi dalam menciptakan berbagai hal dalam kehidupan bernegara yang baik dan benar.Dalam pengertian ini konsep Sakral dan Sekular tidak dicampur adukan namun  dibuat saling bersinergi dalam kehidupan bersama dalam kehidupan bernegara. Kehidupan Sekuler tidak menentang kehidupan beragama yang Sakral dan kehidupan beragama yang Sakral tidak melupakan kehidupan yang duniawi yang Sekular.Dengan bersinerginya kehidupan Sakral dan Sekular ini dapat membangun manusia seutuhnya. Namun kalau  yang Sakral dan yang Sekular dicampur adukan lebih-lebih dibuat dikotomis maka semua sistimpun akan menjadi rusak. Ibarat bubur kacang hijo di  isi kecap dan saos. Namun kalau mie kuah diisi kecap dan saos, setelah makan mie kuah kita makan bubur kacang hijo hal itu justru menjadi semuanya enak.

Hubungan Sakral dan Sekular ini mungkin mirip dengan konsep Sekala dan Niskala dalam ajaran Hindu.Seperti kalau umat Hindu bikin rumah.Setelah rumah selesai secara fisik terus diupacarai secara keagamaan Hindu. Rumah yang diselesaikan secara fisik itu disebut langkah Sekala. Sedangkan Upacara keagamaan Hindu untuk meresmikan rumah itu disebut langkah Niskala. Ini artinya mensinergikan yang nyata dan yg tak nyata
Jadinya Negara Sekular dan Negara Agama itu tidak dikenal dalam sistim bernegara menurut ajaran Agama Hindu. Dalam kehidupan bernegara  menurut ajaran Agama Hindu itu menata kehidupan pemerintahan Negara disebut  langkah Sekala ,sedangkan Upacara keagamaan bagi pemimpin Negara dan untuk keselamatan Negara hal itu disebut langkah Niskala.

Demikian juga menyangkut kehidupan berpolitik. Hindu tidak mengenal istilah “ politik kotor Agama suci “. Berpolitik itu tujuanya juga suci seperti tujuan beragama.Karena politik itu hahekatnya adalah mengabdi pada kepentingan rakyat banyak dan mengabdi kepada mereka yang menderita.Mengabdi kepada rakyat  terutama kepada mereka yang menderita dengan konsep yang dianut oleh politisi bersangkutan. Karena itu berpolitik itu ada dua wujud kegiatanya yaitu mencari pengaruh (hegemoni) dan mencari kekuasaan (dominasi). Mencari pengaruh untuk tujuan mulia dan mencari kekuasaan untuk mengabdi kepada yang dikuasai hal itu justru mulia.Mencari pengaruh itu sesungguhnya untuk mendapatkan kepercayaan dan dukungan akan gagasan mulia dari politisi bersangkutan.Demikian juga mencari kekuasaan untuk mendapatkan kesempatan mewujudkan gagasan pengabdianya kepada rakyat.Itulah prinsip politik.Karena itulah Mahatma Gandi menyatakan bahwa : “Politik tanpa prinsip menimbulkan dosa sosial”. Mengapa timbul  istilah “Agama suci politik kotor “.Hal itu muncul sebagai pernyataan atas kenyataan yang terjadi dalam praktek kehidupan berpolitik. Politisi mencari pengaruh dan kekuasaan untuk mendapatkan fasilitas publik untuk mengumbar hawa nafsu dan popularitas untuk kepuasan hidup duniawinya.Bahkan dalam kehidupan berpolitik itu mereka menghalalkan semua cara.Yang penting tujuan tercapai soal cara tidak perlu diperhitungkan landasan moralnya. Hal ini sangat bertentangan dengan prinsip politik.Kalau saja politisi itu mau bertapa artinya tidak berpolitik dengan hawa nafsu tetapi berpolitik dengan hati nurani,maka politik itu suci karena untuk mengabdi kepada rakyat.Pengabdian politisi kepada rakyat itulah yang akan membawa politisi suci.

Kesimpulan.
                    1. Kehidupan politik di Indonesia  dewasa ini semakin jauh dari idialisme  politik  untuk mengabdi pada kehidupan masyarakat  yang dinamis dan stabil.Karena hanya dalam  keadaan stabil itulah  masyarakat dapat berdinamika membangun dirinya mendapatkan kehidupan yang aman dan sejahtra lahir batin.
                    2.Pembangunan bidang Agama /moral di Indonesia belum mampu memberikan kontribusi yang berarti pada  kemajuan berpolitik di Indonesia.
                    3.Politik dalam Negara Theokrasi  Hindu sesungguhnya dapat membangun kehidupan politk.Karena ajaran Agamalah yang dijadikan pegangan utama oleh para politisi dalam melakukan kegiatan politik. Runtuhnya Negara Kerajaan yang Theokrasi karena para politisi (para Ksatria) tidak lagi berpegang pada ajaran Agama  dalam melakukan kegiatan politik.
                   4. Untuk mengembalikan kehidupan politik yang sehat hendaknya dikubur slogan politik kotor Agama suci. Karena Politik dan Agama itu sama-sama suci cuma sumbernya yang berbeda. Politik hasil upaya  hati nurani manusia.Sedangkan Agama adalah Sabda Tuhan. Prilaku kotor itu dapat saja dilakukan oleh politisi maupun oleh tokoh Agama.
              5.Politik dan Agama dalam artian spiritualitasnya harus disinegikan dalam kehidupan berpolitik.Dengan demikian orang berpolitik itu akan  menjadikan Agama sebagai pedoman prilaku dalam berpolitik  yang lebih riil dalam masyarakat.
               6. Jangan mentabukan politik dalam kehidupan beragama,sepanjang berpolitik itu dilakukan berdasarkan prinsip politik yang benar yaitu mengabdi pada mereka yang menderita.
       Demikianlah pandangan Hindu tentang politik dalam kehidupan bernegara.
.

                              PUSTAKA  YANG  DIGUNAKAN.

Bibek Debroy,Dipavali Debroy                                : Padma Purana
               Th 2000.                                                     Narada Purana
                                                                                  Brahma Purana.

Darmayasa,I Made                                        : Canakya Niti Sastra,alih bahasa dan

                 Th 1995.                                           komentar.
                                                                         Penerbit.Yayasan Dharma Naradha
                                                                         Cetakan Pertama.

Kajeng.I Nyoman.                                          : Sarasamuscaya.alih bahasa.
              1970/1971                                          Penerbit Ditjen Bimas Hindu dan Budha.

Mantra.Prof DR Ida Bgs.                                : Bhagawad Gita,Alih Bahasa
               Th 1967.                                            Penerbit  : PHDI Pusat.
        
Ngurah Bagus.Prof DR I Gusti (Penyunting)           : Hindu Dharma (Kumpulan Naskah)
             Th.1995.                                                        Penerbit: Upadasastra Denpasar
N.Kasturi.Prof.DR.                                                : Dharma Wahini.disunting/terjemahan
                                                                               oleh: Dra RetnoS.Buntoro.
            Th.1993                                                      Diterbitkan Oleh:Komite Penerbitan
                                                                                Buku Yayasan Sri Sathya Sai Indo
                                                                                nesia.Jl.Pasar Baru Selatan N0:26
                                                                                            Jakarta.            


Oka. I Gusti Agung.                                                    : Slokantara,Alih Bahasa
             Th..1992.                                                          Penerbit: Hanoman Sakti
            .                                                                         Jakarta.
                                                                         
Purwita.Drs Ida Bagus                                   : Pengertian Padharman di Bali.
              Th 1980                                              Naskah Sekripsi.

Putra.dkk.Drs I.Gst Agung Gede.                      : Sejarah PerkembanganAgama Hindu
             
             Th.1987.                                                 di Bali. Penerbit.Pemda Bali

Puja.MA.I Gde dan Tjok.Rai Sudharta.MA.   : Manawa Dharmasastra,alih bahasa.
               Th.1977/1978.                                   Penerbit : Dep. Agama.R.I.

Poerbatjaraka,R.Ng. Prof DR.                         Nitisastra Kekawin,alih bahasa
              Th,1971.                                            Diperbanyak oleh P.G.A Hindu Negeri
                                                                         
Radhakrishnan.DR.S.Terjemahan oleh Tri,B.Sastrio : Pencarian Kebenaran
             Th.2000.                                                           Penerbit:F.Penyadaran Dharma



R.Goris.TerjemahanProf.Dr.Koentjaraningrat.  : Sekte-Sekte di Bali.

            Th.1974.                                                    Penerbit : Bhratara.Jakarta.

Sri Swami Siwananda.                                  : All About Hinduism.Diterjemahkan  oleh
               Th.1988.                                          Yayasan Sanatana Dharmasrama.Surabaya
                                                                        dengan judul.Intisari Ajaran Hindu. 1993.
                                                                        Penerbit : Paramita Surabaya.
Sura. Drs .I Gede.                                            : Pengendalian Diri dan Etika
                                                                           Dalam Kehidupan.
          1987                                                         Penerbit.Ditjen Bimas Hindu danBudha


Titib. DR I Made.                                              : Ketuhanan Menurut Weda.
        Th 1994                                                     : Penerbit : Pusataka Manik Geni.



Titib. DR. I Made.                                               :Teologi Hindu Dan Simbol-Simbol
         Th.2000.                                                      Dalam Agama Hindu.
                                                                              Penerbit. Paramita Suarabaya.


Titib.Drs. I Made.                                                          : Weda Walaka.
             Th.1986.                                                            Penerbit:PT. Dharma Nusantara
                                                                                        Bahagia. Jakarta.

Titib.DR I Made.                                           : Veda Sabda Suci.
              Th.1996.                                           Pedoman Praktis Kehidupan
                                                                       Penerbit : Pramita Surabaya.
Titib.DR.I Made.                                                 : Purana.
         Th.2001/2002.                                            Penerbit: STAH.Negeri Denpasar.

Vivekananda(terjemahan)                                            : Suara Vivekananda
             Th. 1972.                                                         Stensilan Institute Hindu Dharma 

Vivekanada (terjemahan,Yogamurti.M.R.                    : Karma Yoga.
             Th.1973                                                             Penerbit:Murnianda.Brotherhood         


Wiana. Drs I Ketut.                                             : Berbhakti Kepada Leluhur,
           Th.1998                                                     Upacara Pitra Yadnya dan Upacara
                                                                              Nuntun Dewa Hyang.
                                                                              Penerbit : Paramita Surabaya.






Wiana.Drs I Ketut                                             : Memelihara Tradisi Weda
Th. 2002.                                                            Penerbit Bali Post.

Wiana.I Ketut.                                              : Nitisastra,Ilmu Bangun Negara.
            Th.1982.                                             Penerbit: Ditjen Bimas Hindu dan Budha.
                                                                       Dep.Agama.R.I. Jakarta.




Wiana. Drs .I Ketut                                            : Veda Vakya.Tuntunan Praktis Memahami           
          Th. 2002.                                                    Veda.Jilid Pertama.
                                                                              Penerbit. Bali Post.
                                                                                                                     
Wiana.I Ketut                                                : Veda Vakya: Mendalami Isi Veda.
           Th.2003.                                               Jilid Kedua
                                                                         Penerbit : Bali Post.Denpasar.
                     
Wiana.DKK . Drs. I Ketut                                   : Acara. III.
          Th 1989.                                                    Penerbit .Upada Sastra. 

Wiana. Drs  I Ketut                                              Yadnya Dan Bhakti Dari Sudut Pandang
           Th. 1995.                                                   Penerbit. PT. Pustaka Manik Geni.

                                                          
Wiana.Drs I Ketut.                                               : Beragama Pada Zaman Kali
            Th.1999.                                                    Yayasan Dharma Naradha.
Wettam Mani.                                                   : Puraanic Ensyclopaedia.
              Th.1989.                                               Penerbit.Motilal Banarsidhass Dehli,Ind
Wiana.Drs.I Ketut                                               : Pelinggih di Pamarajan.
          
          Th.1992.                                                     Penerbit.Upadasastra.Denpasar.

Wiana.Drs .I Ketut.                                           : Cara Belajar Agama Hindu Yang Baik.
             Th.1997.                                                Penerbit: Yayasan Dharma Naradha.
         

                                                           
Wiana.Drs I Ketut.                                               : Beragama Pada Zaman Kali
            Th.1999.                                                    Yayasan Dharma Naradha.

Wiana.Drs I Ketut                                                : Memelihara Tradisi Weda
            Th. 2002.                                                    Penerbit Bali Post.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Toko Online terpercaya www.iloveblue.net

Toko Online terpercaya www.iloveblue.net
Toko Online terpercaya www.iloveblue.net

Daftar harga buku:

Buku-Buku HARE KRSNA (Hare Krishna):
No Judul Harga
1 Bhagavad-gita Besar 125.000
2 Bhagavad-gita Sedang 115.000
3 Bhagavad-gita Kecil 85.000
4 Srila Prabhupada 100.000
5 Srimad-Bhagavatam Skanda III Jilid 3 75.000
6 Second Chance (Kesempatan Kedua) 42.000
7 Kehidupan Berasal Dari Kehidupan 37.500
8 Kembali Lagi 32.000
9 Dialog Timur Barat 27.500
10 Jawaban Segala Pertanyaan 25.000
11 Sri Isopanisad 25.000
12 Pedoman Etika Vaisnava 25.000
13 Krishna dan Ayat-Ayat Suci Bhagavad-gita 23.500
14 Gita Mahatmya 22.000
15 Avatar 18.000
16 Ajaran Prahlada Maharaj 18.000
17 Krsna Sumber Kebahagiaan 10.000
18 Poster Susunan Alam Semesta 30.000
19 Srimad-Bhagavatam Skanda IV 80.000
20 Krsna Book (1 Set) 300.000
21 Krsna Book (@ 1 volume) 60.000
Buku-buku Media Hindu :
No Judul Harga
1 21 Butir Mutiara Terserak 30.000
2 Arti Menjadi Seorang Hindu Bagiku? 25.000
3 Astrologi Hindu 30.000
4 Atmabodha 40.000
5 Bagaimana Menjadi Hindu 25.000
6 Dialog Dengan Penghuni Sorga 30.000
7 Dialog Gandhi Dengan Misionaris 40.000
8 Hindu Agama Terbesar di Dunia 22.000
9 Hindu Agama Universal 22.000
10 Hindu Akan Ada Selamanya 40.000
11 Hindu Kami Datang Padamu 30.000
12 Jalan Menuju Tuhan 35.000
13 Kado Dari Dewata Agung 20.000
14 Kamu Adalah Tuhan 40.000
15 Pandangan Hidup Hindu 30.000
16 Pandangan Hindu Atas Kristen dan Islam 30.000
17 Pesan Abadi Veda 40.000
18 Pesan Universal Bhagavad Gita Vol. 1 40.000
19 Pesan Universal Bhagavad Gita Vol. 2 40.000
20 Peta Jalan Veda 40.000
21 Petunjuk Untuk Yang Ragu 30.000
22 Saya Beragama Hindu 22.000
23 Surga dan Neraka Tiga Agama 40.000
24 Semua Agama Tidak Sama 30.000
25 Spiritualitas Hindu Untuk Kehidupan Modern 28.000
26 Tuhan Upanisad Menyelamatkan Masa Depan Manusia 40.000
27 Upanishad Himalaya Jiwa 30.000
28 Veda dan Injil 40.000
Buku-buku Paramita :
No Judul Harga
1 101 Cerita Kakek 52.800
2 101 Cerita Nenek 39.600
3 108 Mutiara Weda 52.800
4 108 Renungan Suci 1 30.000
5 108 Renungan Suci 2 30.000
6 108 Renungan Suci 3 30.000
7 12 Kumpulan Dongeng Hindu 20.400
8 300 Masalah (Dahsyatnya Gayatri Mantra) 72.000
9 33 Hal Yang Mempengaruhi dan Merubah 20.400
10 Aab Jagat 14.400
11 Acara Agama Hindu 31.200
12 Acarya Sista : Guru dan Dosen yang Bijaksana 72.000
13 Adi Sankaracharya 24.000
14 Adiparwa Jaya Kuno dan Indonesia 76.800
15 Agama Hindu 20.400
16 Agama Hindu, dari, untuk dan oleh orang Muda 26.400
17 Agama Realitas atau Tahayul 16.800
18 Agama Tirta dan upakara 16.800
19 Agama Veda & Filsafat 28.800
20 Agem-agem Kepemangkuan 20.400
21 Agnihotra 24.000
22 Ahimsa Dharma dan Vegetarian 26.400
23 Ahimsa Dharma 33.600
24 Ajaran moral Dalam Bhagawadgita 30.000
25 Ajaran Weda Dalam Filosofi Hindu 26.400
26 Ajeg Bali, Ajegnya Bhagawadgita 19.200
27 Aksara Bali dalam Usada 52.800
28 Aku Anak Hindu 20.400
29 Aku Ingin Kebahagiaan 18.000
30 Alam Kehidupan Sesudah Mati 20.400
31 Alih Aksara Pangayam-ayam 13.200
32 Alur Sebuah Dialog Hati 20.400
33 Analisis Upacara Wana Kertih 37.200
34 Anandadayi Bersama Sai 56.400
35 Anda Calon sukses, Berkah Menantimu, Sambutlah 30.000
36 Aneka Rupa Gending Bali 24.000
37 Ang Ah lan Ah Ang 18.000
38 Anti kekerasan dan Anti Diskriminasi 22.800
39 Anugerah & Harta Karun Kehidupan 33.600
40 Apa yang terjadi pada Jiwa setelah Kematian 52.800
41 Argha Patra Pinandita 126.000
42 Argha Patra Praktis 22.800
43 Arthasastra 126.000
44 Arti & Fungsi Sarana Persembahyangan 30.000
45 Arti Mimpi 20.400
46 Asana, Pranayama, Mudra & Banda 99.600
47 Asta Kosala Kosali 26.400
48 Asta Kosala Kosali lan Astha Bhumi 26.400
49 Astavakra Samhita 36.000
50 Aswameda parva 44.400
51 Atharva Veda Samhita III 192.000
52 Atharwa Veda Samhita I 192.000
53 Atharwa Veda Samhita II 198.000
54 Atman Brahman Aikyam 24.000
55 Aturan Membangun Rumah Menurut Hindu 18.000
56 Awengi Ring Hotel Sentral 18.000
57 Awet Muda dan Panjang Umur dengan Ayur Weda 36.000
58 Ayur Veda Ilmu Pengobatan Tradisional India 33.600
59 Ayur Weda 49.200
60 Aywawera dan pemahamannya 18.000
61 Babad Arya 26.400
62 Babad Dalem Tarukan 37.200
63 Babad I Gusti Ngurah Telabah 20.400
64 Babad Ksatria Taman Bali 26.400
65 Babad Nusa Penida 20.400
66 Babad Nyuhaya 30.000
67 Babad Prasasti Dalem dan Pande 37.200
68 Babad Pulasari 16.800
69 Babad Raja Anglurah Panji Sakti 69.600
70 Babad Raja-Raja Bali 24.000
71 Babad Tangkas Kori Agung 20.400
72 Bacakan Banten Pati Urip 18.000
73 Bali Dalam Perspektif Sejarah dan Tradisi 102.000
74 Bali Shanti 1 46.800
75 Bali Shanti 2 39.600
76 Bali Shanti 3 36.000
77 Bali Shanti 4 39.600
78 Barong Landung 20.400
79 Bayu Agung 16.800
80 Bayuh Oton 16.800
81 Bebas dari Rasa Takut Menuju Keyakinan 10.800
82 Belajar Singkat Bahasa Hindi 26.400
83 Benarkah di Hindu ada Moksa? 42.000
84 Berang-Berang dan Srigala 13.200
85 Berbakti pada Leluhur, Upacara Pitra Yadnya 26.400
86 Berbagai Jalan Meditasi 24.000
87 Berbisnis menurut Agama Hindu 50.400
88 Berjalan Pada Jejak-jejak Vedanta 24.000
89 Berkorban/Yadnya adalah Kesenanganku 9.600
90 Berfikir Benar Dasar Mencapai Kebahagiaan 16.800
91 Berpolitik Menurut Hindu 57.600
92 Bhagavad Gita 105.600
93 Bhagavata Purana tentang Neraka 13.200
94 Bhagavata untuk Anak-anak 20.400
95 Bhagawad Gita (Nyanyian Tuhan) 73.200
96 Bhagawad Gita (Pancama Weda) 51.600
97 Bhagawad Gita Inggris Indonesia 96.000
98 Bhagavadgita Menurut Mahatma Gandhi 30.000
99 Bhagawadgita Teks Bahasa Bali 84.000
100 Bhakti & Kesehatan 32.400
101 Bhakti Yoga 19.200
102 Bhama Kretih 21.600
103 Bharata Yudha & Pandawa Seda (Komik) 182.400
104 Bharata Yudha (Komik) 117.600
105 Bhegawan Agastya Prana 13.200
106 Bhisma Parwa 66.000
107 Bibliografi Literatur Hindu 21.600
108 Bolong & Gilik 13.200
109 Brahma Astra 16.800
110 Brahma Sutra 96.000
111 Brahma vidya Teologi Alam Semesta 73.200
112 Brahman 33.600
113 Buddha 13.200
114 Buku Harian Intisari Pedoman Hidup 45.600
115 Buku Mewarnai Dewa Dewi 26.400
116 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas I 19.200
117 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas II 19.200
118 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas III 19.200
119 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas IV 21.600
120 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas V 21.600
121 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas VI 21.600
122 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas VII 27.600
123 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas VIII 30.000
124 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas IX 32.400
125 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas X 34.800
126 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas XI 34.800
127 Buku Pelajaran Agama Hindu SD kelas XII 37.200
128 Buku Pendidikan Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi 37.200
129 Bunga Rampai Babad dan Rerajahan Kajang di Bali 26.400
130 Calon Arang 30.000
131 Cahaya Kebajikan Ganesa 92.400
132 Cahaya Kekuatan Batin dan Kebijaksanaan 24.000
133 Cahaya Sai Rama 10.800
134 Cakepan Alit Lontar Jajimatan 13.200
135 Cakepan Alit Pengasih-asih Leak Manusa lan Dewa 12.000
136 Cakepan Alit Puja Weda Mantra 44.400
137 Canakya Nitisastra 42.000
138 Cara Jitu Cepat Kaya dan Tenang 13.200
139 Cara Praktis Untuk Memahami Agama Hindu 50.400
140 Caru 16.800
141 Caru Eka Sata 13.200
142 Catur & Sad Paramita 26.400
143 Catur Guru Bhakti 34.800
144 Catur Marga 56.400
145 Catur Purusartha 37.200
146 Catur Veda 462.000
147 Ceng Blonk Dalang Inovatif 61.200
148 Cerdas Spiritual Melalui Bhagavadgita 20.400
149 Cerita Anekdot dalam Kehidupan 26.400
150 Cerita Rakyat Bali 19.200
151 Citra Wanita dalam Kekawin Ramayana 25.200
152 Curahan Air Keabadian (Amrita Varshini) 16.800
153 Curahan Belas Kasih (Anugraha Vaharshini) 21.600
154 Dahsyatnya Gayatri Mantra 33.600
155 Dainika Upasana 22.800
156 Daksina Menhadirkan kekuatan Lingga Yoni 16.800
157 Dalem Keling Wamsakarta Ksatrya Taman Bali 24.000
158 Dalem Tarukan 13.200
159 Dampak Puasa 26.400
160 Dana Punia dan Penebusan Dosa 24.000
161 Dasaksara, Saiva Siddhanta & Kanda Pat 18.000
162 Dasa Awatara 24.000
163 Dasar-Dasar Budi Pekerti 21.600
164 Dasar-Dasar Psikologi Agama 37.200
165 Dasar Filsafat Agama-Agama 33.600
166 Dasar-dasar Filsafat 26.400
167 Dasar-dasar Kepemangkuan 66.000
168 Dasar-dasar Kesulinggihan 88.800
169 Dasar-dasar Astrologi Hindu 73.200
170 Daun Yang Berkisah 24.000
171 Deva Siva 26.400
172 Devi Savitri 13.200
173 Dewa & Doa 20.400
174 Dewa Dewi Hindu 21.600
175 Dewa Ganesha 18.000
176 Dhammapada 31.200
177 Dharma Caruban 13.200
178 Dharma Bandhu 37.200
179 Dharma Jalan Menuju Kebahagiaan dan Moksa 52.800
180 Dharma Pemacul 13.200
181 Dharma Sewanam (Indahnya Melayani Sesama) 33.600
182 Dharma, Tapa dan Yoga 13.200
183 Dharmagita 37.200
184 Dharmatula 38.400
185 Dharmayana Leluhur Kepurwa Bumi 37.200
186 Dharmayatra ke Pura Semeru Agung 26.400
187 Dialog Ajeg Bali Perspektif Pengalaman … 48.000
188 Dialog Spiritual 32.400
189 Dialog Spiritual II 33.600
190 Diksa, Pintu menapaki Jalan Rohani 50.400
191 Disiplin dan Sadhana Spiritual 24.000
192 Djegeg Bagus 36.000
193 Doa Harian Untuk Bhagavan 20.400
194 Doa Sehari-hari Keluarga dan Masyarakat Hindu 19.200
195 Doa Untuk Anak Hindu 19.200
196 Doa Sehari-hari Menurut Hindu 12.000
197 Doa-doa Penting Dalam Atharva Veda 24.000
198 Dosa Menurut Hindu 26.400
199 Dua Warisan Leluhur memberantas Kemelaratan 19.200
200 Dudonan Karya Mamungkah 16.800
201 Dunia Adalah Papan Catur 90.000
202 Eksistensi & Efektifitas istem banjar Suka Duka 48.000
203 Energi Aura 27.600
204 Ensiklopedi Hindu 240.000
205 Ensiklopedia Pura I 240.000
206 Ensiklopedia Pura II 240.000
207 Ensiklopedia Pura III 240.000
208 Esensi Bunyi Gamelan 48.000
209 Esensi Falsafah Jawa 30.000
210 Esensi Uang Kepeng Dalam Ritual Hindu 21.600
211 Etika Hindu 24.000
212 Etika Pendidikan Agama Hindu 13.200
213 Etika Susila Untuk Pelayanan Umat Manusia 13.200
214 Evaluasi Pendidikan 33.600
215 Evolusi Melalui Reinkarnasi & Karma 26.400
216 Filosofi Simbol Hindu 39.600
217 Filsafat 108 Sang Hyang Kala di zaman Kali 72.000
218 Filsafat Desa Adat Bali 66.000
219 Filsafat Hindu Nawa Darsana 48.000
220 Filsafat Ilmu 26.400
221 Filsafat Ilmu: Bagaimana & Untuk Apa Ilmu pengetahuan 129.600
222 Filsafat Manusia dalam Perspektif Hindu 34.800
223 Filsafat Pancasila Dalam Perspektif Hindu 46.800
224 Filsafat Pendidikan 48.000
225 Filsafat Pendidikan Agama Hindu 36.000
226 Filsafat Saiva Siddhanta 32.400
227 Filsafat Seni Sakral dalam Kebudayaan Bali 24.000
228 Filsafat Timur 26.400
229 Filsafat Toleransi Beragama di Indonesia 54.000
230 Filsafat Wayang dalam Panca Yadnya 20.400
231 Fungsi dan Membuat Tipat 22.800
232 Gaguritan Panrestyan Watu Gunung 6.000
233 Gaguritan Parikesit Pralaya 14.400
234 Gaguritan Pralayaning Panca Kumara 6.000
235 Gaguritan Watugangga 6.000
236 Galungan Naramangsa 31.200
237 Gandhi dalam Dialog Hindu Kristen 26.400
238 Gandhi dan Masyarakat Tanpa Kekerasan 37.200
239 Ganesa 26.400
240 Gayatri Sadhana 33.600
241 Gede Ombak Gede Angin 26.400
242 Gegitan Kembang Rampe Dharmayana Pariksa 13.200
243 Gegitan Kembang Rampe I 13.200
244 Gegitan Kembang Rampe II 13.200
245 Gegitan Kembang Rampe III 13.200
246 Geguritan Aji Pelayon 13.200
247 Geguritan Begawan Bisma 34.800
248 Geguritan Galungan 13.200
249 Geguritan Ganda Wirasa 36.000
250 Geguritan Goa Giri Putri 16.800
251 Geguritan Jnana Siddhi 13.200
252 Geguritan Kaki Manuh Cakepan I 24.000
253 Geguritan Kaki Manuh Cakepan II 21.600
254 Geguritan Kebo Tarunantaka 19.200
255 Geguritan Ken Arok - Ken Dedes 16.800
256 Geguritan Kreta Langu 13.200
257 Geguritan Marga Sunya 13.200
258 Geguritan Pawiwahan 20.400
259 Geguritan Pengantar Agama Hindu 24.000
260 Geguritan Sandhyakalaning Majapahit 20.400
261 Geguritan Savasana 20.400
262 Geguritan Sima Kertaning Bumi 20.400
263 Geguritan Siwaratri 14.400
264 Geguritan Siwa Latri Kalpa 13.200
265 Geguritan Sucita Subudi 57.600
266 Geguritan Sutasoma I 20.400
267 Gerhana Prahara 60.000
268 Gita Bhakti 13.200
269 Gita Itihasa Dewi Sita Mesatya 6.000
270 Grhasta Asrama 66.000
271 Gunung Menyan Segara Madu 33.600
272 Hanuman 13.200
273 Hari Raya dan Kekawin Siwaratri Kalpa 39.600
274 Hari Raya Anggara Kasih 13.200
275 Hari Raya & Puasa dalam Agama Hindu 36.000
276 Hari Raya Hindu Bali & India 16.800
277 Hidup dengan Para Resi Himalaya 82.800
278 Hidup Ini Seperti Petir 26.400
279 Hidup Ini Seperti Piknik 21.600
280 Hidup Rukun Menurut Hindu 20.400
281 Hidup Sehat dengan Akupresur 33.600
282 Hindu Agama Universal 39.600
283 Hindu Dharma 184.800
284 Hindu untuk Masyarakat Umum 31.200
285 Hinduisme sebuah Pengantar 36.000
286 Hita Upadesa 60.000
287 Horoskop Barat India Bali Jawa Cina dan Kalender 1901-2100 118.800
288 Horti Basa Bali 21.600
289 Hubungan Pura Agung Blambangan 13.200
290 Hukum Adat 16.800
291 Hukum Evolusi Roh 16.800
292 Hukum Hindu Serta Perkembangannya 33.600
293 Hukum Karma 26.400
294 Hukum Karma dan Cara Menghadapi 24.000
295 Hyang Pitara 24.000
296 I Balian Putus 16.800
297 Ibu Durga 19.200
298 Ibu Gangga (Ma Gangga) 19.200
299 Ilmu Hanuman 19.200
300 Ilmu Pengetahuan & Spiritual 51.600
301 Ilmu Pengetahuan eksakta Hindu kuno 43.200
302 Impian dan Kenyataan 38.400
303 Indahnya Lika Liku spiritual 45.600
304 Indik Wewangunan 76.800
305 Instrospeksi Diri 31.200
306 Intisari Ajaran Hindu 51.600
307 Intisari Ajaran Saiva Sidhanta 13.200
308 Intisari Bhagawadgita 66.000
309 Intisari Sejarah Linguistik 33.600
310 Intisari Upanishad 24.000
311 Intisari Veda (HC) 60.000
312 Intisari Veda (SC) 52.800
313 Intisari Yajna Dalam Ajaran Hindu 26.400
314 Isa Upanisad 13.200
315 Itihasa 156.000
316 Jaga Satru 18.000
317 Japa Yoga 37.200
318 Jawaban atas Pertanyaan 19.200
319 Jejak-jejak Sadhu 16.800
320 Jenis-jenis Tebasan 16.800
321 Kaedah Beryadnya 38.400
322 Kaedah Beryadnya II 28.800
323 Kajeng kliwon 20.400
324 Kakawin Nitisastra 78.000
325 Kakawin Ramayana Jilid I 73.200
326 Kakawin Ramayana Jilid II 72.000
327 Kakawin Ramayana Jilid III 120.000
328 Kala Badeg 21.600
329 Kala Tattwa 13.200
330 Kalender 200 Tahun 66.000
331 Kalender 2200 Tahun (Tahun 1 s/d 2200 Masehi) 188.400
332 Kama Bang Kama Putih 26.400
333 Kamasutra dari Watsyayana 56.400
334 Kamus Bahasa Bali 165.600
335 Kamus Nama-nama Sanskerta Indonesia 82.800
336 Kamus Saku 30.000
337 Kamus Sanskerta - Indonesia 74.400
338 Kamus Umum Buddha Dharma 88.800
339 Kanda Empat (Bhuta, Dewa, Lare, Sari) 24.000
340 Kanda Empat Bhuta 19.200
341 Kanda Empat Dewa 22.800
342 Kanda Empat Rare 19.200
343 Kanda Empat Sari Sakti Tanpa Guru 16.800
344 Kanda Empat Tanpa Sastra 26.400
345 Kanda Pat Catur Sanak 16.800
346 Kanda Pat Madu Muka 16.800
347 Kanda Pat Pamurtian 16.800
348 Kanda Pat Pengaradan 16.800
349 Kanda Pat Prasanak 16.800
350 Kanda Pat Rare 16.800
351 Kanda Pat Sari 16.800
352 Kanda Sanga 19.200
353 Kanda Sanga Tanpa Sastra 13.200
354 Karma Yoga 15.000
355 Karmaphala 56.400
356 Kata-kata Mutiara Renungan Harian 33.600
357 Katuturaning Barong Swari Lan Dalang 13.200
358 Kearifan Lokal Sain Asli Bali 26.400
359 Kebahagiaan Di balik Tantangan dan Penderitaan 21.600
360 Kebahagiaan Kunci Meraih Kesuksesan 32.400
361 Kebangkitan seorang Hindu 36.000
362 Kebenaran Sejarah Agama Hindu 180.000
363 Keberuntungan Anda Tahun 2007 21.600
364 Keberuntungan Anda Tahun 2008 21.600
365 Kedamaian di tengah-tengah Prahara 26.400
366 Kedudukan Pemangku dalam Beryadnya 22.800
367 Kedudukan Perempuan Hindu 36.000
368 Kejayaan Ganesa 46.800
369 Kekuatan Dewa Agni dan Dewa Indra 13.200
370 Kekuatan Yadnya 33.600
371 Kemah Sadhana 28.800
372 Kemahaesaan Tuhan Dalam Veda 19.200
373 Kemuliaan Sai paduka 21.600
374 Ken Arok, Ken Dedes, leluhur Raja-raja Majapahit 13.200
375 Kenali Dirimu 33.600
376 Kepemimpinan (Leadership) dalam Agama Hindu 13.200
377 Kepemimpinan Hindu 13.200
378 Kepemimpinan Hindu Astra Brata 24.000
379 Kepemimpinan Hindu dalam Lontar Wrati Sesana 26.400
380 Keprotokolan & MC 26.400
381 Kerangka Dasar Agama Hindu 26.400
382 Kesaktian & Keampuhan Mantra Gayatri 10.800
383 Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu 26.400
384 Kesehatan & Meditasi Matahari Terbit 52.800
385 Kesehatan dan Spiritual 46.800
386 Kesempurnaan Diri 10.800
387 Kasuksmaning Pelinggih Ring Pamerajan 30.000
388 Kesusastraan Bali 24.000
389 Ketuhanan Bali 16.800
390 Keutamaan Manusia & Pendidikan Budi Pekerti 66.000
391 Kewangen 16.800
392 Khrisna Bhakti 10.800
393 Kiat Praktis Belajar di Perguruan Tinggi 18.000
394 Kiat-kiat Praktis meraih kerja 13.200
395 Kidung Bhajan Mala 74.400
396 Kidung Jerum Kundangdya 16.800
397 Kidung Lungsir Petak 10.800
398 Kidung Panca Yadnya 22.800
399 Kidung Suci 45.600
400 Kidung Suci Kirtanam 10.800
401 Kidung Tantri 24.000
402 Kidung Tantri Manduka Wyakarana 60.000
403 Kidung yadnya 10.800
404 Kisah Singkat Kehidupan Svami Vivekananda 20.400
405 Kisah-kisah Mengagumkan Para Dewa Hindu 20.400
406 Kitab Aji Sngkya 1947 18.000
407 Komodifikasi Tari Barong 50.400
408 Konsentrasi dan Meditasi 60.000
409 Konsep & Praktik Agama Hindu di Bali 132.000
410 Konsep Filosofi Hindu 13.200
411 Konsep Kesuksesan Umat Hindu 43.200
412 Konsep panca Sradha 46.800
413 Konsep Sraddha 50.400
414 Konsepsi Monotheisme Dalam Agama Hindu 18.000
415 Kosmologi Hindu 82.800
416 Krsna 13.200
417 Kumpulan Cerita Pendek Keagamaan Hindu 26.400
418 Kumpulan Dharma Wacana Profesional 26.400
419 Kumpulan Karya Pilihan tentang Sadhana 31.200
420 Kumpulan Kisah Bhakti Para Bhakta 30.000
421 Kumpulan Lagu-lagu Arathi 13.200
422 Kumpulan Ringkasan Lontar 21.600
423 Kunang-kunang Anarung Sasi 33.600
424 Kunci Kekayaan meneropong Managemen 24.000
425 Kundalini I 37.200
426 Kundalini Yoga 36.000
427 Kusumadewa 21.600
428 Langkah-langkah Emas 44.400
429 Langkah-langkah Kecil Meningkatkan Kadar Religiusitas 30.000
430 Lava dan Kusa 16.800
431 Laya Yoga 21.600
432 Leak Mayoga Dikala Purnama 21.600
433 Leak Ngamah Leak 43.200
434 Leak Sari Rahasia Kesaktian Mpu Peradah 16.800
435 Lebu Guntur 10.800
436 Legenda Gong Belaluan 31.200
437 Leluhur Orang Bali 24.000
438 Lentera Spiritual 3 43.200
439 Lima Nilai Kemanusiaan 16.800
440 Lontar Jajimatan 13.200
441 Lontar Kuranta Bolong 13.200
442 Lontar Pengejukan Leak 12.000
443 Macan Raden 16.800
444 Maha Dahsyat Gayatri Mantra Menepis Badai 60.000
445 Maha Sakti Gayatri Mantra 66.000
446 Maha Sidhi Gayatri Mantra 50.400
447 Mahabharata 163.200
448 Mahabharata A (Komik) 60.000
449 Mahabharata B (Komik) 60.000
450 Mahabharata C (komik) 60.000
451 Mahabharata D (Komik) 60.000
452 Mahabharata Jilid Lengkap (Komik) 225.600
453 Mahagotra Arya Tri Sanak 16.800
454 Mahanarayana Upanisad 48.000
455 Maharsi Vyasa 13.200
456 Maitri Upanisad 24.000
457 Makanan Satvik & Kesehatan 21.600
458 Makanan Satvik & Kesehatan 26.400
459 Makna Filosofis Upacara & Upakara 16.800
460 Makna Hari Raya Hindu 37.200
461 Makna Upacara Yadnya I 60.000
462 Makna Upacara Yadnya II 60.000
463 Manawa Dharmasastra 148.800
464 Mandukya Upanisad 74.400
465 Manggala Upacara 33.600
466 Mantra dan Belajar Memantra 48.000
467 Mantra Gayatri (Sabda Brahma, Ibu dari Veda) 10.800
468 Mantra, Inisiasi, Meditasi & Yoga 21.600
469 Mantra, Tantra dan Mujizat 10.800
470 Manusia dan Uang 10.800
471 Manusia Perspektif Teologi Universal 28.800
472 Mari Belajar Bahasa Sansekerta 1 36.000
473 Masakan Bali 20.400
474 Matematika dalam Qur'an & Veda 44.400
475 Matematika Veda 76.800
476 Matsya Avatara 12.000
477 Mau Apa Dengan Hidup 22.800
478 Meditasi 20.400
479 Meditasi Kesempurnaan Manusia 50.400
480 Meditasi Adyatmika 31.200
481 Meditasi Bio Energi Ratu Bagus 97.200
482 Meditasi Buddhis 25.200
483 Meditasi Cahaya 19.200
484 Meditasi Jiwa Premana 2 33.600
485 Meditasi Jiwa Premana 1 31.200
486 Meditasi Pada Kesempurnaan Manusia 51.600
487 Meditasi Pada Om 24.000
488 Meditasi Satya Sai 36.000
489 Meditasi Yoga Tradisi Himalaya 16.800
490 Majejahitan dan Metanding Edisi 1 (HC) 92.400
491 Majejahitan dan Metanding Edisi 1 (SC) 84.000
492 Majejahitan dan Metanding Edisi II 84.000
493 Melalui Kematian Kita Lahir Kembali 31.200
494 Melenyapkan Kebimbangan Umat 31.200
495 Memahami Agama Lewat Fenomena Sains 20.400
496 Memahami Catur Marga 31.200
497 Memahami Konsep Siwa Budha di Bali 34.800
498 Memahami Perbedaan Catur Varna, Kasta dan Wangsa 43.200
499 Membaca Orang 13.200
500 Membaca Wajah 18.000
501 Membangun Masyarakat Berkualitas 21.600
502 Membangun Pura di Pulau Jawa 16.800
503 Membangun Rumah Tangga Sukinah 36.000
504 Membedah Kasus Konversi Agama 79.200
505 Membentuk Kepribadian Anak dalam Kandungan 22.800
506 Membentuk Siswa Berkarakter Mulia 46.800
507 Memberi Makna Sebuah Kehidupan 24.000
508 Membina Anak-anak 74.400
509 Membina Keluarga Sejahtera 19.200
510 Memekarkan Nuansa Spiritual 20.400
511 Memelihara Janin Dalam Kandungan 48.000
512 Menantang Arus Menegakkan Kesejatian Dharma 37.200
513 Mencegah Stress Bersama Hindu 20.400
514 Mendayagunakan EQ dan SQ melalui Psikologi Hindu 33.600
515 Mendidik Anak Suputra 10.800
516 Menembus Kegelapan 50.400
517 Menggali Nilai Etika Dalam Cerita Purana 25.200
518 Mengangkat Nilai-nilai agama 19.200
519 Mengapa Bali disebut Bali 48.000
520 Mengapa Berdana 21.600
521 Mengapa Membaca Reg Veda 19.200
522 Mengapa? Tradisi dan Upacara Hindu 37.200
523 Mengapa Saya Memilih Vegetarian 25.200
524 Mengasuh Anak Menurut Bhagawan 9.600
525 Mengelola Perpustakaan Secara Efektif dan Efisien 19.200
526 Mengenal Agama-agama 60.000
527 Mengenal Barong dan Rangda 16.800
528 Menggapai Kedamaian Sejati 19.200
529 Menguak Misteri Pementasan Barong dan Rangda 26.400
530 Mengurai benang Kusut Simpul-simpul Dharma Wacana 20.400
531 Meningkatkan Kesadaran Diri Sejati Atman 31.200
532 Meningkatkan Profit Perusahaan 19.200
533 Menjadi Orang Tua Mulia dan Berguna 16.800
534 Menjadi Pemangku Siapa Takut? 18.000
535 Menjadi Pemimpin Efektif 18.000
536 Menjangan Sakaluang 39.600
537 Menyayangi Alam, wujud Bhakti pada Tuhan 34.800
538 Menyelam dalam Lautan Ramayana 9.600
539 Menyembah Simbol Merupakan Realisasi Brahman 20.400
540 Menyingkap Rahasia Siva di Bumi 19.200
541 Menyingkap Rahasia Yoga 19.200
542 Merawat Diri Untuk Menjaga Kesucian Lahir Batin 37.200
543 Merealisasi Moksa 13.200
544 Merkantilisme Pengetahuan Dalam Bidang Pendidikan 69.600
545 Merta Matemahan Wisia 26.400
546 Metode Penelitian Kwalitatif dalam Ilmu Agama 13.200
547 Misi & Visi Guru Spiritual 21.600
548 Misi & Visi Illahi 31.200
549 Mlaspas & Ngenteg Linggih 16.800
550 Moksa Brahman Atman Aikyam 33.600
551 Moksa Universalitas dan Pluralitas Bhagawadgita 19.200
552 Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharmah 26.400
553 Mukjizat Sai Baba 37.200
554 Mukjizat Tirtha 16.800
555 Mulat Sarira 13.200
556 Mutiara Dharma 26.400
557 Mutiara Hindu dalam Budaya Bali 48.000
558 Mutiara Hindu Sebagai Bahan 26.400
559 Namah Sivaya Santaya 60.000
560 Negarakertagama & Pararaton 34.800
561 Nama-nama Sesayut 24.000
562 Namasmarana 13.200
563 Narada Bhakti Sutra 45.600
564 Naskah Kelabang Sebit 25.200
565 Nawa Darsana : 9 Sitem Filsafat Hindu 37.200
566 Nawa Dharsana 52.800
567 Nawa Sangga Tirthayatra 37.200
568 Nawa Usadha Bali 82.800
569 Ngaben 33.600
570 Ngaben Khusus Pranawa 13.200
571 Ngaben Ngelanus 37.200
572 Ngaben Sarat 20.400
573 Ngaben Sederhana 16.800
574 Ngalinggihang Dewa Hyang 13.200
575 Nganteb Piodalan Alit lan Sesana Pemangku 16.800
576 Ngereh Ritual, Supranatural, Tradisional 19.200
577 Ngulati Dewasa lan Wariga 24.000
578 Nguntul Tanah Nulengek Langit 16.800
579 Nilai Filosofis Penjor 31.200
580 Niti Sastra 26.400
581 Nyepi Berlandaskan Kitab Suci Veda 19.200
582 Ogoh-ogoh 18.000
583 OM Sairam 10.800
584 Orag Bali di Himalaya 26.400
585 Padang Tuh 18.000
586 Paindikan Maturan Penyabranan 13.200
587 Palmistri Hindu 16.800
588 Panca Datu (edisi Revisi) 36.000
589 Panca Sraddha 39.600
590 Panca Tantra 31.200
591 Pancaran Bhagavata 30.000
592 Pancaran Dharma 21.600
593 Pancaran Kasih Tuhan 21.600
594 Pancaran Kebijaksanaan (Jnana Wahini) 18.000
595 Pancaran Kedamaian 24.000
596 Pancaran Kedamaian 36.000
597 Pancaran Penerangan 20.400
598 Pandangan Gender Pada Smerti 22.800
599 Pandawa Seda 60.000
600 Panduan Guru Mengajar Pendidikan Agama Hindu 39.600
601 Panduan Singkat Dharma Wacana 13.200
602 Pangastawa Istha Dewata 16.800
603 Pangastawa Pitra Yadnya 19.200
604 Panggilan Veda 57.600
605 Panrestyan Pandawa Korawa 12.000
606 Para Guru Spiritual India Abad ke Dua Puluh 60.000
607 Para Guru Spiritual India Abad ke Sembilan Belas 60.000
608 Parasara Dharmasastra 43.200
609 Parisada Hindu Dharma dengan Konsolidasinya 56.400
610 Paritta Suci 18.000
611 Parwati 13.200
612 Patanjali Raja Yoga 60.000
613 Pawintenan Saraswati 10.800
614 Pedoman Pinandita 66.000
615 Pecalang 26.400
616 Pedoman Altar, Bhajan, Meditasi Sai Study 21.600
617 Pedoman Calon Pinandita dan Dharmaning Sulinggih 16.800
618 Pedoman Hidup Untuk Meraih Kebahagiaan 26.400
619 Pedoman Memimpin Upacara Yadnya 22.800
620 Pedoman Memimpin Upacara Dewa Yadnya 26.400
621 Pedoman Penyelenggaraan Pesraman 13.200
622 Pedoman Sembahyang Umat Hindu 22.800
623 Pejati dan Suci 24.000
624 Pelajaran Bahasa Sansekerta 97.200
625 Pelajaran Bahasa Sanskerta Tahap 1 18.000
626 Pelangi Dharma 15.600
627 Pelestarian Lingkungan dalam Agama Hindu 43.200
628 Pemangku Juga Manusia 13.200
629 Pembentukan Karakter Bangsa 24.000
630 Pemikiran Hindu 88.800
631 Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi 36.000
632 Pendidikan Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi 31.200
633 Peng. Agama Hindu III Veda 16.800
634 Pengalaman Spiritual Bersama Guru Jilid 1 62.400
635 Pengantar Acara Agama Hindu 21.600
636 Pengantar Beberatan Pemangku 39.600
637 Pengantar Dasar Kepemimpinan Kuna Nusantara 46.800
638 Pengantar Etika dan Moralitas Hindu 51.600
639 Pengantar Filsafat Hindu 32.400
640 Pengantar Hukum Hindu 36.000
641 Pengantar Kitab Itihasa 19.200
642 Pengantar Managemen Bernuansa Hindu 32.400
643 Pengantar Tantra Sebagai Jalan Menuju Kegelapan 26.400
644 Pengaruh Budhi 26.400
645 Pengarusutamaan Gender Menurut Agama Hindu 12.000
646 Pengenalan Dasar Sanskerta 16.800
647 Pengetahuan & Pengendalian Prana 26.400
648 Pengorbanan Sang Arjuna 16.800
649 Peranan Linguistik dalam Analisis Bahasa Puisi 22.800
650 Perempuan dan Kepemimpinan Tranformasional 30.000
651 Percik Pemikiran Padepokan Maruti Suta 39.600
652 Perjalanan Sang Jiwa 60.000
653 Perkawinan dan Kehidupan Keluarga 13.200
654 Perkawinan yang Ideal 21.600
655 Perkawinan Magelar Warang 16.800
656 Perlindungan Hukum Terhadap Wisatawan 26.400
657 Permata & Batu-batu Mulia 46.800
658 Persepsi Umat Hindu Tehadap Svarga Neraka 103.200
659 Pesan Langit dan Bumi 18.000
660 Pesan-pesan upanisad 18.000
661 Pesucian dan Penyapa 13.200
662 Peternakan Berwawasan Kebudayaan dan Agama Hindu 24.000
663 Petunjuk Teknis Dharma Wacana 19.200
664 Petunjuk Teknis Perkawinan Hindu 13.200
665 Pikiran misteri & penaklukkannya 82.800
666 Pinandita Sangging 10.800
667 Pindah Agama, Mengapa? 24.000
668 Pitra Pakerti 16.800
669 Pitra Puja Ngaben lan Nyekah 37.200
670 Pokok-pokok Wariga 36.000
671 Pokok-pokok Ajaran Hindu 66.000
672 Pola Pikir Wawasan kebangsaan 33.600
673 Prana Suci Kundalini 16.800
674 Pranawa OM 31.200
675 Prasasti dan Bade Pande 30.000
676 Pratima Bukan Berhala 31.200
677 Prawerti dan Niwerti Marga 26.400
678 Prema Yoga 30.000
679 Primbon Dewata Seri Mitologi Tanaman, Binatang dan Mahluk 26.400
680 Primbon Dewata Seri Seluk Beluk Tentang Mimpi 66.000
681 Profesi Jaksa 24.000
682 Proses Kremasi & Esensi Perjalanan Atman Menuju Moksa 37.200
683 Proses Penciptaan Alam Semesta 26.400
684 Proses Terbentuknya Bayi Dalam kandungan 13.200
685 Puasa/Brata Ekadasi Mahatmya 21.600
686 Puisi Modre Samar Gantang 18.000
687 Puja Pali-pali 13.200
688 Puja Trisandhya, Kramaning Sembah 10.800
689 Puja Trisandhya, Kramaning Sembah, Kidung Pancayadnya 19.200
690 Puja Walaka 22.800
691 Pujastawa 10.800
692 Punarbawa 37.200
693 Pupulan Carita Cutet Bali Anyar 28.800
694 Pupulan Pidarta Basa Bali 13.200
695 Pura Besakih 52.800
696 Purana Agni 24.000
697 Purana Bhagavata 26.400
698 Purana Bhavisya 24.000
699 Purana Brahma 21.600
700 Purana Brahmanda 24.000
701 Purana Brahmavaivarta 24.000
702 Purana Garuda 24.000
703 Purana Kurma 24.000
704 Purana Linga 19.200
705 Purana Markandeya 31.200
706 Purana Matsya 24.000
707 Purana Narada 24.000
708 Purana Padma 21.600
709 Purana Siva 24.000
710 Purana Skanda 24.000
711 Purana Vamana 24.000
712 Purana Varaha 24.000
713 Purana Vayu 24.000
714 Purana Vishnu 24.000
715 Purana, Sumber Ajaran Komprehensip 72.000
716 Purnama Tilem 19.200
717 Putra Sesana 13.200
718 Putra-putra Siva 30.000
719 Putru Pasaji 10.800
720 Rahasia Om 39.600
721 Rahasia Pemujaan Sakti Durgha Bhairavi 21.600
722 Rahasia Pikiran 26.400
723 Rahasia Surga di Telapak Kaki Ibu 30.000
724 Rahasia Tantra, Yantra, Mantra 51.600
725 Ramalan Joyoboyo, Ronggowarsito, Sabdopalon 37.200
726 Ramalan Nasib 66.000
727 Ramayana 163.200
728 Rangkuman Widhi Sastra 60.000
729 Rare Angon 31.200
730 Rare Angon dan Catur Yajnya 39.600
731 Reformasi Agama Hindu 44.400
732 Reformasi ke Arah kemajuan yang Sempurna 45.600
733 Reinkarnasi, Hidup Tak Pernah Mati 26.400
734 Rendah Hati, Bahagia dan Bijak 10.800
735 Renungan Filsafat Hindu 27.600
736 Renungan Filsafat Hindu II 36.000
737 Renungan Jnana Buddha Siwa 37.200
738 Rerajahan (Fungsi dan Manfaatnya) 49.200
739 Rerajahan lan Pengatawa Caru 13.200
740 Rg Veda Samhita Mandala I, II, III 205.200
741 Rg Veda Samhita Mandala IV, V, VI, VII 188.400
742 Rg Veda Samhita Mandala VIII, IX, X 264.000
743 Ritual ke Spiritual 30.000
744 Ritual Veda Homa Tattwa Jnana 19.200
745 Roga Sanghara Bumi 22.800
746 Runtuhnya Kemuliaan Manusia 20.400
747 Sabda Satya Sai I 37.200
748 Sabda Satya Sai IV 56.400
749 Sabda Satya Sai V 51.600
750 Sadhana (Disiplin Spiritual) 42.000
751 Sanskrit - English Dictionary 510.000
752 Sai Humor 24.000
753 Sai Meditasi 19.200
754 Sai Miracle 34.800
755 Sai Prasanti Bhajan 37.200
756 Saitri 24.000
757 Saiva Siddhanta 16.800
758 Salinan Lontar Aswameda Parwa lan Adi Parwa 22.800
759 Salinan Lontar Bhama Kretih 24.000
760 Salinan Lontar Kusumadewa, Wrati Siwa Sasana, Wariga Gemmeht 52.800
761 Salinan Lontar Siddhimantra Tattwa 50.400
762 Salinan Lontar Taru Premana 12.000
763 Sama Veda Samhita 140.400
764 Samhita Vacana Agama Hindu 60.000
765 Samsara Perjalanan Sang Jiwa 37.200
766 Sandhya dan Agnihotra 18.000
767 Sanggah Kemulan 16.800
768 Sangging Tata Pati Undagi 46.800
769 Sanghyang Buda Kecapi 24.000
770 Sankrit - English Dictionary 495.600
771 Sarasamuccaya 51.600
772 Sarasamuccaya Smerti Nusantara 52.800
773 Sareng Mapauruk Aksara Bali 16.800
774 Sarining Vrespatikalpa 24.000
775 Sarjana yang Bodoh 10.800
776 Sarva Gita Sarah (SC) 60.000
777 Sarva Gita Sarah (HC) 66.000
778 Satya Dharsan 21.600
779 Saya Bangga Beragama Hindu 45.600
780 Seha Puja Pinandita Catur yajna 26.400
781 Sejarah dan Babad Keloping 31.200
782 Sejarah Kerajaan Blambangan 99.600
783 Sejarah mahagotra Tirta Harum 48.000
784 Sejarah Pangeran Bendesa Manik Mas 20.400
785 Sejarah Perjalanan Danghyang Nirartha 1453 - 1520 46.800
786 Sejarah Perkembangan Agama Hindu 24.000
787 Sekilas Metode Tentang Dharma Wacana 33.600
788 Sembahyang Menurut Hindu 31.200
789 Senyum 79.200
790 Serial Walian Sakti Meditasi Kesehatan Jiwa Premana I 31.200
791 Seri 1 Arsitektur Tradisional Bali : Filosofi Konsep dan Aplikasi 54.000
792 Seribu Nama Siwa 36.000
793 Seribu Nama Wisnu 32.400
794 Seribu Nama Wisnu, Mantra dan Arti 32.400
795 Sesayut Lan Tebasan 13.200
796 Setapak Sirih Sejuta Pesan 10.800
797 Sihir Bali 24.000
798 Sikap Vedanta Terhadap Agama 50.400
799 Siksa dan Jnana 36.000
800 Sila dan Vinaya 38.400
801 Sipta Durmanggala 18.000
802 Sira Nika Tyang 32.400
803 Sistem Filsafat Hindu Lengkap 60.000
804 Sistem Kawin Lari Adat Tradisi Lombok 32.400
805 Sistem Pendidikan Agama Hindu 36.000
806 Sisya Sesana 21.600
807 Sisya Sista 60.000
808 Siva 13.200
809 Siva Purana 36.000
810 Siva Purana Vol. I 103.200
811 Siva Purana Vol. II 132.000
812 Siva Purana Vol. III 120.000
813 Siva Sakti Svarupa 16.800
814 Siva Samhita 31.200
815 Siwa Siddhanta Tattva dan Filsafat 60.000
816 Sivaratri 26.400
817 Siwa Kalisa 13.200
818 Siwa, Sadasiwa dan Paramasiwa (Siwaratri) 20.400
819 Siwaratri 26.400
820 Siwaratri di Era Modern 26.400
821 Slokantara (Cover Biasa) 66.000
822 Slokantara (Cover Lux) 60.000
823 Soca Mautama 16.800
824 Sorandaka 37.200
825 Sraddha dan Bhakti 24.000
826 Spiritualitas Transformasi ke Dalam dan Ke Luar Diri 37.200
827 Sraddha dan Bhakti 24.000
828 Sri Guru Phitam 30.000
829 Sri Krisna Lila 13.200
830 Sri Rama 13.200
831 Sri Upanisad 48.000
832 Srimad Bhagavatam 169.200
833 Stop Pembohongan, Pembodohan & Penistaan 26.400
834 Studi Banding Antar Agama 33.600
835 Stuti & Stava 148.800
836 Suara Bathin, Inner Voice 26.400
837 Subak Konsep Pertanian Religius 43.200
838 Subha Asubhakarma 30.000
839 Sukinah (Membangun Rumah Tangga) 33.600
840 Suksmaning Banten 31.200
841 Suluh Hidup Lentera Kecil 13.200
842 Suluh Hidup Lentera Kecil 2 26.400
843 Sumber Hukum Hindu 27.600
844 Sundarigama 22.800
845 Sungai Gangga, Mandira dan Pura 26.400
846 Surya Namaskara 33.600
847 Surya Sevana 66.000
848 Susastra Hindu 24.000
849 Sutasoma Pangeran Rembulan 21.600
850 Svami Sivananda Penebar Cinta Kebajikan 51.600
851 Svarga Rohanika Parva 13.200
852 Svami Vivekananda : Untaian Indah Pemikiran dan Wejangan 18.000
853 Tadah Kala 19.200
854 Tantra dan Sex 10.800
855 Tantra yoga 16.800
856 Tantri Kamandaka (Nandhaka Harana) 50.400
857 Tanya jawab Ajaran Hindu I (Prasnottara Vahini) 16.800
858 Tanya jawab Ajaran Hindu II (Upadesa Merta) 32.400
859 Tanya Jawab Hindu bagi Pemula 64.800
860 Tanya jawab tentang Bhagavatam purana 13.200
861 Tanya Jawab Tentang kehidupan Illahi 13.200
862 Tanya Jawab tentang Ramayana 10.800
863 Tat Twam Asi 30.000
864 Tata Cara Ritual dan Tradisi Hindu 96.000
865 Tata Cara Sembahyang & Pengertiannya 16.800
866 Tata Letak Tanah & Bangunan 19.200
867 Tata Susila Hindu 20.400
868 Tata Titi dan Tutur Kamoksan di Bali 37.200
869 Tatanan Upacara Ngenteg Linggih 13.200
870 Tatanan Upakara lan Upacara Manusa yadnya 24.000
871 Tataning tetanding Banten Sesayut 26.400
872 Tattwa 33.600
873 Tattwa Hindu Bagi Pandita & Pemangku 21.600
874 Tattwa Jnana 19.200
875 Tentang Hidup dan Kehidupan 22.800
876 Tenung Pewacakan Rare 43.200
877 Teologi & Simbol Dalam Agama 88.800
878 Teologi Hindu, Tema, Wacana dan Struktur 126.000
879 Teologi Sanatana Dharma 132.000
880 Teologi Sosial 86.400
881 Teologi, Filsafat, Etika dan Ritual dalam Susastra Hindu 24.000
882 Teori Organisasi 60.000
883 Terangnya Sinar Atma Jnanam 33.600
884 Terapi Laut 37.200
885 Tetandingan Lan Sorohan Bebanten 26.400
886 Teologi Hindu 16.800
887 Tinjauan Tabuh Rah dan Judi 13.200
888 TirTirta Yatra ke Nusa Penida 13.200
889 Thirta Yatra Perjalanan ke tempat-tempat Suci 66.000
890 Tokoh-tokoh cerdik dalam Cerita Rakyat 26.400
891 Tradisi Bali dan Lombok 31.200
892 Transformasi Kebudayaan Bali Menuju Abad XXI 50.400
893 Transformasi Pertanian 46.800
894 Tri Hita Karana (Kajian, Theologi, sosiologi, ekologi) 36.000
895 Tri Hita Karana Ekologi Ajaran Hindu 37.200
896 Tri Hita Karana Menurut Konsep Hindu 45.600
897 Tri Hita Karana & World Peace : Bali Hinduism Philosophy 43.200
898 Tri Kaya Parisuda 31.200
899 Tri Murti 34.800
900 Tri Rna 30.000
901 Trisandhya, Sembahyang & Berdoa 26.400
902 Tuhan Menciptakan Alam Semesta dan Manusia 32.400
903 Tuhan Siva dan Pemujaannya 51.600
904 Tuhan Sudah Mati? Untuk apa Sembahyang 97.200
905 Tujuan Pengembaraan kehidupan manusia 21.600
906 Tumpek Wariga 19.200
907 Tuntunan Indik Padewasan 16.800
908 Tuntunan Nganteb Upaka (Dewa Yadnya) 16.800
909 Tuntunan Praktis Dharma Wacana 43.200
910 Tuntunan Praktis Upacara Memandikan Mayat 16.800
911 Tuntunan Susila untuk Meraih Hidup Bahagia 16.800
912 Tuntunan Susila untuk Meraih Hidup Bahagia 2 16.800
913 Tutur Aji Saraswati 13.200
914 Tutur Bhagavan Agastyaprana 13.200
915 Tutur Bhuwana Kosa 37.200
916 Tutur Gong Besi (budha) 13.200
917 Tutur Gong Besi (sudira) 16.800
918 Tutur Lebur gangsa 16.800
919 Tutur Rare Angon 13.200
920 Tutur Usada 36.000
921 Ukuran Keris Utama 19.200
922 Ulap-ulap dan Rerajahan 33.600
923 Ulap-ulap Sruti Aksara Bali 16.800
924 Upacara Ritual perkawinan Agama Hindu Kaharingan 28.800
925 Upacara Bayi dalam kandungan 16.800
926 Upacara Mapreteka Layon 24.000
927 Upacara Malebur Sarwa Prateka 57.600
928 Upacara Mlaspas Karang 54.000
929 Upacara Mulang Pakelem di Danau Segara Anakan 32.400
930 Upacara Nyenuk 26.400
931 Upacara Nyiramang Layon 13.200
932 Upacara Pasupati sebagai Media Sakralisasi 19.200
933 Upacara Madiksa 24.000
934 Upacara Pasupati sebagai Media Sakralisasi 19.200
935 Upacara Pemujaan Durga Mahesasura 24.000
936 Upacara Piodalan Alit di Sanggah 26.400
937 Upacara Ritual perkawinan Agama Hindu Kaharingan 30.000
938 Upacara Yadnya Seri I (Melangkah ke persiapan) 26.400
939 Upacara Yadnya Seri II Bahan & Bentuk Sesajen 30.000
940 Upacara Yadnya Seri III Dewa Yadnya 24.000
941 Upacara Yadnya Seri IV Manusa Yadnya 26.400
942 Upacara Yadnya Seri V Pitra Yadnya 24.000
943 Upacara Yadnya Seri VI Bhuta Yadnya 21.600
944 Upacara Yadnya Jilid Lengkap 145.200
945 Upadesa 21.600
946 Upanisad-Upanisad Utama 162.000
947 Upawasa, Tapa dan Brata Berdasarkan Agama Hindu 30.000
948 Usada Bali Agung 66.000
949 Usada Bali Seri Menguak Dahsyatnya Khasiat Ramuan 84.000
950 Vana Parwa 36.000
951 Variasi Bahasa Kedudukan dan Peran Sai Baba 22.800
952 Vastusastra dalam Cinta & Romantika 16.800
953 Veda Abad 21 Vol. 1 73.200
954 Veda Abad 21 Vol. 2 86.400
955 Veda Sabda Suci 152.400
956 Veda Yang Agung Sumber Semua Dharma 52.800
957 Vedanta 66.000
958 Vedanta Merangkul Semua Agama 57.600
959 Vegetarianisme 13.200
960 Vijnana Bhairawa atau Kesadaran Tuhan 43.200
961 Visnu 13.200
962 Vrespati Tattwa 16.800
963 Vyakarana, Tata Bahasa Sanskerta 51.600
964 Wacana Dharma 13.200
965 Wacana Harian Sai Baba 42.000
966 Wacana Mutiara 26.400
967 Wacana Sai untuk Sadhaka 13.200
968 Wacana Spiritual 16.800
969 Wanita 13.200
970 Wanita Mulia Istana Dewa 39.600
971 Wariga Dewasa Praktis 30.000
972 Wariga Krimping 36.000
973 Warnaning sesayut lan caru 30.000
974 Weda Wakya III 66.000
975 Weda Wakya IV 72.000
976 Weda Wakya V 72.000
977 Wedaparikrama HC 66.000
978 Wejangan Filosofis dan Keagamaan Swami Vivekananda 39.600
979 Wejangan Sai Baba tentang Kepemimpinan 48.000
980 Wiku Sesana 92.400
981 Wiwaha Perkawinan 18.000
982 Wong Agung Wilis 33.600
983 Wrehaspati Tattwa 18.000
984 Wrespati Tattwa Sebgai Filsafat 34.800
985 Yadnya Sesa 16.800
986 Yajur Veda 36.000
987 Yajur Veda Samhita 177.600
988 Yaksa Prasna 21.600
989 Yama Niyama Brata 19.200
990 Yoga Kundalini 37.200
991 Yoga Suara Sekar Alit 13.200
992 Yowana 33.600